
"Ada apa teman, apakah ada sesuatu yang salah." Tanya Shuyang sambil memperhatikan keduanya secara bergantian.
"Iya, mengapa kak Ling Yan menyuruhku menghentikan latihan, jika tadi aku terus melanjutkannya aku akan bisa membuka elemen utama yang aku miliki." Jawab Xui
Setelah Ling Yan menjelaskan apa yang baru saja terjadi barulah Shuyang mengangguk paham sementara Xui hanya bisa bergidik ngeri mendengar penjelasan Ling Yan.
Bagaimana tidak, beberapa saat yang lalu jika Ling Yan tidak tepat waktu menghentikannya, maka masa depan serta seluruh kerja kerasnya selama 16 tahun akan hilang seketika.
"Maaf kak Ling Yan aku...." Xui menunduk dengan wajah gelap dan perasaan menyesal.
"Haihh.... Sudahlah yang penting saat ini kau baik-baik saja, yang penting saat kau melatih tubuhmu nanti, ingatlah untuk menghentikannya pada saat akar roh mu sudah membuka hampir 100 Meridian kecil." Jelas Ling Yan disambut anggukan kepala dari Xui.
Beberapa saat kemudian Ling Yan yang saat ini sedang mengelus kepala Xui merasakan ada aroma darah yang begitu tipis.
"Jin Yuan!!!" Ucapan Ling Yan membuat Jin Yuan menghentikan laju kereta kuda mereka sambil berbalik arah kepada Ling Yan.
"Aroma darah yang cukup jelas, tetapi mereka menyembunyikannya dengan sangat baik." Jawab Jin Yuan seraya turun dari tempat duduknya.
Ling Yan dan yang lainnya juga ikut turun dari kereta kuda sebelum akhirnya mengikuti langkah kaki Jin Yuan yang berlari ke arah hutan yang cukup lebat.
"Disana!!!" Tepat pada saat mereka sampai di tempat yang dimaksud oleh Jin Yuan, alangkah terkejutnya mereka pada saat mendapati mayat yang beberapa dari mayat itu sudah membusuk.
"Cih siapa yang sudah melakukan hal sekeji ini, bukankah mayat ini semuanya adalah mayat nenek-nenek tua!!!" Ucap Shuyang dengan wajah kesal.
Xui terlihat sedikit bergidik ngeri melihat mayat mayat tersebut ditumpuk bagaikan sampah atau ampas yang telah terbuang dengan kondisi fisik yang memprihatinkan.
Tetapi pada saat Ling Yan memperhatikan mayat-mayat itu dengan seksama, ia langsung membantah perkataan Shuyang barusan.
"Ini bukan mayat nenek tua, ini semua mayat milik gadis muda yang menjadi korban keganasan pengorbanan iblis." Jelas Ling Yan membuat Shuyang dan Xui kembali bergidik ngeri.
Shuyang yang pernah membaca tentang hal ini dari salah satu koleksi buku milik Yan Shiki langsung mengeluarkan buku tersebut.
"Pengorbanan iblis, menurut buku milik tetua Yan, jurus ini adalah jurus untuk menghisap energi tubuh milik korbannya dan menjadikannya obat untuk memulihkan kemudaan tubuh pemiliknya.
Dan kebanyakan orang yang menggunakannya adalah para pendekar aliran hitam yang memiliki usia yang sudah cukup tua atau beberapa dari mereka yang memiliki luka permanen yang setiap saat akan kembali merusak bagian tubuh mereka." Jelas Shuyang.
Ling Yan yang sudah tau mengenai hal tersebut awalnya hanya memasang wajah datar, namun pada saat mendengar kalau para pengguna teknik ini sebagian memiliki luka permanen, Ling Yan langsung teringat kepada 2 orang pendekar aliran hitam yang harus ia kalahkan sebelum menjadi penyebab kekacauan di dunia persilatan di masa depan.
"Jangan-jangan yang melakukan ini adalah...." Hanya ada dua nama yang terlintas di benak Ling Yan saat ini yaitu Yan Susu ataupun Gu Liang.
"Jika memang salah satu dari mereka yang melakukannya, maka itu berarti ia juga mengincar api dingin sama sepertiku." Ling Yan sedikit menggertakkan giginya sebelum menggunakan tenaga dalam untuk membentuk banyak lubang.
Ini adalah pertama kalinya Ling Yan menggunakan elemen tanah yang ia miliki dan sepertinya ia belum terlalu terbiasa dengan itu dan membuatnya sedikit lebih lama dalam membentuk lubang pemakaman.
Tanpa pikir panjang mereka semua kini mengubur semua mayat wanita tersebut termasuk yang sudah membusuk maupun yang masih terlihat baru.
Hingga setelah mereka selesai, Ling Yan dan yang lainnya langsung bergegas untuk menuju kota batu hitam sebelum Yan Susu ataupun Gu Liang mendahului mereka.
Namun sepertinya bukan hanya kedua pendekar aliran hitam itu yang akan menjadi saingan Ling Yan untuk mendapatkan api dingin melainkan ada 3 orang pendekar suci yang sudah lama sekali menunggu untuk menuju pulau es utara.
Di sebuah pelabuhan kapal, 3 orang pendekar suci yang sedang menyamarkan identitas mereka terlihat sudah naik ke atas sebuah kapal yang cukup besar bernama mentari musim gugur.
Ketiga pendekar suci itu tidak lain adalah Yuan Xuqi, Liang Qi, dan juga Huang Zitao yang kali ini akan berlayar menuju pulau es utara untuk mendapatkan api spiritual serta menghancurkan sekte tersebut.
Namun di atas kapal mentari musim gugur tersebut tidak hanya di isi oleh 3 orang pendekar suci melainkan ada seorang pendekar-pendekar suci lagi yang sedang memperhatikan gerak-gerik mereka.
"Mereka.... Mereka bukan berasal dari kekaisaran Wei, siapa sebenarnya 3 orang pendekar suci ini, mengapa mereka ingin pergi ke pulau es utara." Batin pendekar suci tersebut yang tidak lain adalah Yan Susu.
Meskipun ketiga pendekar suci yang ada di hadapannya sudah menyembunyikan kekuatan yang mereka miliki, tetapi itu semua tidak berlaku bagi mereka yang memiliki api spiritual di dalam tubuhnya, meskipun pemilik api spiritual itu berada jauh dibawah tingkatan kekuatan pendekar yang mereka lihat.
Yan Susu sedikit merasa khawatir bilamana ketiga pendekar suci tersebut adalah orang suruhan dari kakak seperguruan tertuanya yakni Yun Zhao.
"Aku tidak boleh gegabah, jika benar mereka adalah suruhan Yun Zhao, itu pastinya mereka juga menginginkan api dingin sama sepertiku, tapi jika seperti ini peluangku untuk mendapatkan api dingin itu bisa tidak tercapai." Batin Yan Susu.
Tak lama setelah itu akhirnya kapal mentari musim gugur kini sudah berlayar menuju pulau es utara dengan membawa 4 pendekar suci yang sepertinya akan menjadi malah petaka bagi sekte pulau es utara.
*****
Suara hentakan kuda yang cukup cepat kini terdengar pada saat Jin Yuan melajukan kecepatan kudanya karena perintah Ling Yan.
Perjalanan yang awalnya bisa ditempuh selama 3 hari sepertinya akan berubah menjadi sehari lebih saja karena kecepatan kereta kuda itu begitu cepat.
"Kak Ling Yan.... Kenapa kita harus terburu-buru seperti ini?" Tanya Xui yang sedikit bingung tapi tidak mempermasalahkannya.
"Sebenarnya setelah kita menemukan mayat-mayat tadi aku memiliki firasat kalau yang menginginkan api dingin bukan hanya kita saja, ada kemungkinan 2 orang pendekar suci yang sebelumnya menyerang sekte seribu pedang juga menginginkannya." Jawab Ling Yan.
"Apa!!! Maksudmu pendekar wanita yang selalu memasang wajah centil itu?" Jawab Shuyang terkejut karena sudah pernah melihat secara langsung wajah Yan Susu.
Ling Yan hanya menganggukkan kepalanya pelan, sementara Shuyang ia nampak sedikit bergidik mengingat kembali saat peperangan melawan mereka.
"Orang itu memiliki api spiritual berwarna abu-abu dan juga kuat bernama api naga Yin Yang yang ada di peringkat ketiga api spiritual, dan sekarang kekuatan yang ia miliki sudah berada di tingkat pendekar suci seperti ketua Zhao Zhang." Jelas Ling Yan.
"Kita tidak boleh membiarkannya mendapatkan api dingin karena jika tidak, maka itu bisa membuat kekuatannya bertambah bahkan bisa saja menembus tingkatan selanjutnya." Lanjut Ling Yan lagi membuat Shuyang dan Xui saling menatap kebingungan.
Maaf ya guys cuma 1 bab dulu soalnya author lagi sakit