LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 167. Keterkejutan Shen Yu


Gadis itu memberi hormat kepada Shen Yu sebelum membalikkan badannya lalu berjalan keluar ruangan, gadis itu terlihat menatap punggung Ling Yan sesaat setelah melewati pintu keluar.


"Hmm jadi dia Ling Yan yang mengalahkan Yhuchen, terlihat biasa saja." Gumam gadis yang bernama Yun Ziyun itu sebelum berlalu meninggalkan ruangan.


Yun Ziyun adalah salah satu generasi muda anggota keluarga Yun yang saat ini sudah menjadi salah satu murid inti sekte seribu pedang dan berada di peringkat 217 dari 500 murid inti terkuat.


Yun Ziyun sendiri saat ini sudah berada di tingkat pendekar jiwa bintang 4 dan juga merupakan jenius paling kuat di generasi keluarga Yun saat ini.


Di paviliun rumah obat sendiri Yu Ziyun juga merupakan salah satu ahli peracik obat tingkat 2 sekte seribu pedang sama seperti Lei Wang.


Perbedaannya adalah Yu Ziyun saat ini sudah mulai mengikuti ujian untuk naik menjadi ahli peracik tingkat 3, sementara Lei Wang sendiri baru saja naik ke tingkat tersebut beberapa hari yang lalu.


"Oh, kau sudah datang, aku sudah menunggumu sedari tadi." Ucap Shen Yu yang melihat Ling Yan datang dengan seorang murid dalam sekte seribu pedang.


"Murid memberi salam, maaf membuat guru menunggu." Jawab Ling Yan sambil memberi hormat.


Shen Yu hanya tersenyum tipis sebelum berkata. "Aku memanggilmu karena ada sesuatu yang penting ingin kubahas." Shen Yu tersenyum penuh makna ke arah Ling Xuilan.


"Maaf guru Shen, kalau begitu aku akan menunggu di luar." Ling Xuilan yang menyadari maksud Shen Yu langsung mengerti sebelum berjalan keluar dari ruangan itu bersama Xiao Hu.


Dan setelah Ling Xuilan sudah tidak berada di sana, tanpa basa-basi Shen Yu langsung merubah ekspresi wajahnya menjadi serius pada Ling Yan.


"Pertama aku ingin memberitahu kalau semalam Jin Fan berhasil lolos dari kami berdua, tapi untuk para anggota sekte dan sekutunya berhasil kami selesaikan berkat bantuan para murid inti." Ucap Shen Yu.


" Dan sepertinya mereka tidak akan melanjutkan rencananya karena kehilangan begitu banyak anggota dan para tetuanya." Sambung Shen Yu yang terlihat sedang mengambil sebuah wadah kecil berisi cairan merah yang mirip dengan darah.


Anehnya, cairan merah tersebut memiliki bau yang begitu menyengat dan sesekali ada gelembung udara yang meledak di tengah-tengahnya.


Shen Yu lalu meletakkan wadah tersebut di hadapan Ling Yan sebelum menatap wajah murid yang baru ia angkat itu.


"Kau tahu cairan apa ini?" Tanya Shen Yu kepada Ling Yan.


Ling Yan yang melihat cairan berwarna merah itu langsung dapat menyimpulkan kalau cairan tersebut adalah darah, namun ia tidak tau darah apa yang ada di wadah itu.


"Ini adalah darah." Jawab Ling Yan yang langsung disambut senyuman dari Shen Yu.


"Ya, ini darah dari pendekar pengguna racun yang kau bunuh dengan belati beracunmu semalam." Sambung Shen Yu.


"Aku tidak terlalu heran jika seorang pendekar pengguna racun juga bisa mati karena racun yang dimiliki lawannya lebih kuat, tapi yang paling membuatku heran adalah, bagaimana mungkin orang yang terkena racunmu bisa berakhir menjadi segumpalan darah seperti ini, sebenarnya racun seperti apa yang kau pakai itu." Tanya Shen Yu.


Awalnya pada saat Ling Yan berhasil melumpuhkan Wang Lee semalam, Shen Yu tidak terlalu memperhatikan bagaimana Ling Yan mengalahkan pendekar itu karena ia juga sedang melawan salah satu dari rekannya.


Namun pada saat kembali ke sekte setelah menyerang markas para anggota sekte Tengkorak iblis, Shen Yu malah di buat terkejut dengan segumpalan darah segar dan tengkorak yang ia temukan di tempat Wang Lee tumbang setelah berhadapan dengan Ling Yan sebelumnya.


Shen Yu pun langsung bisa menyimpulkan kalau pemilik tengkorak dan darah tersebut adalah Wang Lee, tetapi ia tidak menyangka kalau efek dari racun milik Ling Yan bisa membuat orang yang terkena racun itu berakhir sampai seperti ini.


Dan setelah beberapa saat ia berada di sana, Shen Yu kembali tersentak kaget hingga menahan nafasnya saat tengkorak dan tulang berulang milik Wang Lee juga ikut meleleh dan menyatu dengan darahnya sendiri.


Ling Yan yang mendengar itu terlihat diam saja sebelum mengeluarkan sebuah botol berisi cairan hijau dari dalam cincin natnya. Cairan yang ada di dalam botol itu tidak lain adalah racun dari siluman ular sisik hijau tingkat 9 yang sebelumnya ia dapatkan saat masih berada di hutan kegelapan.


Ling Yan lalu menyerahkan botol tersebut pada Shen Yu sambil berkata.


"Ini adalah racun yang aku gunakan itu guru, aku mendapatkan racun ini dari siluman ular sisik hijau tingkat 9 saat aku masih berada di dalam hutan kegelapan." Jelas Ling Yan.


Shen Yu yang mendengar itu pun tidak bisa menahan keterkejutannya sehingga hampir tersedak ludahnya sendiri, pasalnya ular sisik hijau tingkat 6 saja bisa menjadi lawan yang cukup merepotkan bagi seorang pendekar suci tahap awal apalagi Ling Yan yang hanya seorang pendekar senior bintang 7.


"Apa kau bilang? siluman ular sisik hijau tingkat 9, tapi... bagaimana mungkin kau mendapatkannya, bukankah siluman tingkat 9 kebanyakan hidup di bagian terdalam hutan itu, atau jangan-jangan kau......" Shen Yu sampai menutup mulutnya karena masih tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh muridnya itu.


Shen Yu lalu menatap botol berisi racun itu sejenak sebelum mengambilnya dari tangan Ling Yan dan memeriksanya.


"ini.... bagaimana mungkin, bagaimana bisa seorang pendekar senior mampu bertahan hidup di bagian terdalam hutan kegelapan, tapi racun ular sisik hijau ini memang tidak mungkin dimiliki oleh siluman tingkat 6 saja." Batin Shen Yu yang begitu tidak percaya.


Bagaimana mungkin ia akan percaya, seorang pendekar suci saja akan berpikir seribu kali untuk masuk ke bagian terdalam hutan kegelapan, apalagi Ling Yan yang hanya seorang pendekar senior.


Andaikan Shen Yu mengetahui kalau pada saat pertama kali Ling Yan berada di dalam hutan kegelapan waktu itu ia masih berada di tingkat perak, mungkin ekspresi wajahnya saat ini akan jauh berbeda.


Sementara Ling Yan, ia terlihat diam saja tanpa ekspresi apapun karena yang ia ceritakan memang benar adanya.


"Bagaimana caramu mendapatkan ini, jika memang kau mendapatkannya dari siluman ular sisik hijau tingkat 9, pastinya bukan kau yang mengalahkan siluman itu sendiri bukan." Tebak Shen Yu.


Ling Yan lalu mengangguk. "Itu benar guru, saat itu aku memang memiliki keberuntungan yang sangat baik, karena tidak sengaja menemukan 3 raja siluman yang sedang bertarung memperebutkan sebuah sumber daya buah apel keabadian ini."


Ling Yan mengeluarkan buah apel keabadian dari dalam cincin natnya dan kembali berhasil membuat Shen Yu yang melihat itu berubah ekspresi dengan beberapa bulir keringat yang menetes di wajahnya.


Pada saat Ling Yan mengeluarkan buah apel keabadian di hadapan Shen Yu, ia tidak dapat menahan rasa terkejutnya dan langsung menyuruh Ling Yan memasukkan buah itu ke dalam cincin natnya lagi.


"Cepat masukkan buah itu kembali dan lanjutkan ceritamu." Ucapnya.


Dan setelah Ling Yan memasukkan buah apel keabadian kembali, ia lalu menceritakan semua pengalamannya kepada Shen Yu tanpa ada yang ditutupi.