
"Hmm akhirnya aku berhasil membujuknya untuk bergabung dengan sakte seribu pedang, dengan begitu sekarang kekuatan sakte seribu pedang kini akan bertambah lebih kuat lagi." Gumam Zhao Zhang di dalam perjalanannya kembali ke saktenya.
Sepeninggal Zhao Zhang dari kediaman Shen Yu, sebuah suara yang terdengar menggelegar kembali terdengar di telinga Shen Yu.
"Ada apa pak tua, bukankah perkataan temanmu itu ada benarnya? lalu mengapa kau masih merasa ragu?" Tanya suara didalam pikirannya itu.
"Hmm bukan seperti itu, tapi...." Shen Yu tidak menyelesaikan kalimatnya.
"Aku tau yang kau pikirkan pak tua, bocah itu memang benar adalah orang yang kau cari, dan tidak ada salahnya jika kau terus menunggunya, tapi meskipun begitu, bukankah dia juga masih belum layak memiliki kekuatanku." Ucap suara itu kembali.
Shen Yu nampak mengerutkan keningnya saat mendengar perkataan suara yang ada di dalam pikirannya itu, dan setelah beberapa saat kemudian, ia lalu menghela nafas pelan dan kembali berbicara.
"Kau benar api semesta, ia memang belum layak memiliki kekuatan besar yang kau miliki, akan tetapi sepertinya sebentar lagi ia akan datang dan memenuhi takdirnya."
Setelah mengatakan itu Shen Yu akhirnya memutuskan untuk pergi ke sakte seribu pedang dan menjadi seorang guru aklemis di sana.
"Bocah pemilik api kehidupan, aku dan kobaran api semesta akan menunggu kedatanganmu di sakte seribu pedang." Ucap Shen Yu sebelum berkemas dan pergi meninggalkan kediamannya menuju sakte seribu pedang.
*****
Kediaman Klan Ling
Setelah kekacauan yang terjadi beberapa hari yang lalu di kota Teratai, kediaman ketua Klan Ling kini mengadakan pertemuan antara tetua.
Suasana dalam pertemuan itu terlihat cukup tegang, raut wajah semua orang yang ada didalam pertemuan tersebut nampak serius dan tidak santai.
Tak berselang lama kemudian Ling Han selaku ketua Klan Ling mulai membuka pembicaraan.
"Hehh Ling San, bisakah kau menjelaskan motif sebenarnya dari penyerangan yang dilakukan oleh Klan Chu beberapa hari yang lalu, aku merasa ada sesuatu yang lain didalam penyerangan yang dilakukan oleh Klan Chu."
"Jika memang mereka hanya menginginkan kekuasaan penuh terhadap kota Teratai, mereka tidak mungkin akan melibatkan pendekar aliran hitam untuk melakukan ini bukan?"
Pertanyaan Ling Han itu sontak membuat ke empat tetua klan Ling kini mengalihkan pandangannya pada Ling San, Ling San dapat melihat raut wajah dari keempatnya yang dipenuhi oleh pertanyaan.
"Itu benar tetua Ling San, Klan Chu tidak mungkin akan melibatkan pendekar aliran hitam jika mereka hanya menginginkan kekuasaan penuh terhadap kota Teratai, dan juga dari mana kau mengetahui bahwa Klan Chu memiliki rencana untuk menyerang kediaman Klan kita." Ucap Ling Yuan.
Ling San yang kini terpojokkan oleh pertanyaan dari ketua Klan dan juga Ling Yuan, nampak berpikir 2 kali untuk menjawab kedua pertanyaan itu, karena tidak mungkin Ling San memberitahukan kepada keduanya tentang teknik ilmu halilintar bumi yang dimiliki oleh Yu Fei dan Yu Qian pada seluruh anggota Klan Ling.
Ling Yan yang sedari tadi berdiri di belakang ayahnya kini menghela nafas sejenak dan kini mulai angkat suara.
"Ketua Han, sebenarnya memang ada hal lain yang di inginkan oleh sakte Petir Hitam saat menyerang kediaman Klan kita."
Ucapan Ling Yan itu sontak membuat semua orang yang ada didalam pertemuan itu langsung menatap ke arah Ling Yan.
"Ling Yan...." Ling San yang mendengar perkataan Ling Yan langsung berbalik ke arahnya dan mencoba untuk menahan agar Ling Yan tidak memberitahukan semua itu.
"Tidak apa-apa ayah, lagipula jika aku terus menyembunyikan yang sebenarnya, lama kelamaan semuanya juga akan mengetahuinya." Ucap Ling Yan meyakinkan ayahnya.
Ling San yang mendengar itu hanya bisa menghembuskan nafas panjangnya dan membiarkan Ling Yan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
Ling Yan lalu menceritakan pertemuannya dengan kedua adik angkatnya di desa rumput giok sebelum membawa keduanya ikut bersamanya menuju kediaman Klan Ling.
Ling Yan menceritakan semuanya tanpa ada yang tertinggal sedikitpun, dari pertarungannya dengan lima orang anggota sakte petir hitam dan juga gulungan teknik ilmu halilintar bumi yang di incar oleh mereka.
Semua orang yang mendengarkan cerita dari Ling Yan pada awalnya hanya bersikap biasa-biasa saja, tapi setelah Ling Yan menceritakan tentang teknik ilmu halilintar bumi milik Yu Fei dan Yu Qian, semua orang yang ada di dalam ruangan itu langsung memasang wajah terkejutnya.
"Apa, jadi yang sebenarnya di inginkan oleh sakte Petir Hitam adalah sebuah teknik pengembangan tingkat tinggi, pantas saja mereka sampai mengirim 2 orang pendekar raja untuk menyerang kita." Ucap Ling Yuan sedikit berteriak.
"Haihh jika memang seperti itu, tidak akan menutup kemungkinan sakte Petir Hitam akan kembali lagi kemari untuk mendapatkan gulungan itu." Ling Han menghela nafas berat.
Mendengar perkataan Ling Han tersebut, raut wajah semua orang yang ada di dalam ruangan itu kini menjadi buruk serta berubah menjadi pucat.
Pasalnya menurut apa yang mereka ketahui, sakte Petir Hitam merupakan sakte aliran hitam yang diketuai oleh seorang pendekar suci bernama Yu Lao.
Dan jika Yu Lao sampai turun tangan sendiri untuk mendapatkan gulungan teknik Ilmu Halilintar Bumi itu, maka itu akan sangat berbahaya bagi seluruh anggota Klan Ling.
*****
Sementara itu di kediaman sakte Petir Hitam terlihat beberapa Pendekar berpakaian hitam sedang berlutut di depan seorang pria paruh baya yang tengah duduk di kursi kebesarannya.
"Apa!! Yu Huang dan tetua Wushang mati dalam pertempuran itu, bagaimana bisa mereka berdua mati?" Tanya Yu Lao marah dengan aura pembunuh yang begitu pekat.
"Ka kami tidak tau ketua, tapi saat pertempuran itu kami mendengar sebuah ledakan dahsyat tidak jauh dari lokasi pertempuran, dan saat ledakan itu kami hanya melihat 3 buah kobaran api spiritual yang berbeda dari kejauhan." Jawab anggota sakte petir hitam.
Mendengar penjelasan dari anggota saktenya tentang 3 buah kobaran api spiritual yang berbeda, Yu Lao langsung tersentak kaget dan merubah ekspresi wajahnya menjadi serius.
"Tidak mungkin, 3 buah api spiritual yang berbeda, bukankah bocah itu hanya memiliki satu api spiritual saja, lalu bagaimana bisa ada 3 jenis api spiritual yang menyebabkan ledakan itu." Yu Lao membatin sambil memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.
"Apa mungkin ada seorang pendekar hebat yang melindungi bocah itu." Yu Lao mulai berpikir yang tidak-tidak setelah penjelasan yang diberikan oleh anggota Klannya itu.
"Jika memang benar seperti itu, maka kematian Wushang pasti disebabkan oleh pendekar misterius itu." Yu Lao perlahan menarik kembali aura pembunuhnya dan membuat anggota saktenya kini bisa bernafas lega.
"Heh walaupun api kehidupan dan juga ilmu halilintar bumi memang sangat penting untuk kekuatanku, tapi aku tidak akan begitu bodoh untuk mengambil resiko yang belum aku ketahui dampaknya nanti."
Yu Lao menghela nafas berat sebelum menyuruh anggota saktenya untuk keluar.
"Pergilah, sepertinya kita harus merelakan api kehidupan dan juga gulungan itu, dan juga kita memiliki urusan lain yang lebih penting dari itu." Ucap Yu Lao menyuruh anggota saktenya untuk keluar.
Beberapa Pendekar berpakaian hitam itu sempat saling menatap sejenak sebelum akhirnya membalikkan badannya dan berjalan keluar dari dalam kediaman ketua sakte Petir Hitam itu.