
"Ada sesuatu yang ingin ayah tanyakan padamu." Ucap Ling San langsung mengajak Ling Yan berbicara empat mata.
Mendapati ayahnya yang secara tiba-tiba mengajaknya ke suatu tempat untuk berbicara, Ling Yan hanya bisa mengikutinya tanpa ada penolakan sedikitpun.
Setelah mereka berdua sampai di tempat yang sepi dan memastikan tidak ada yang mengikuti keduanya, Ling Yan akhirnya mulai membuka pembicaraan.
"Ayah, sebenarnya apa yang ayah ingin tanyakan padaku." Ucap Ling Yan yang kini memasang wajah bingung.
"Nak, sebenarnya kau bertemu dengan Yu Fei dimana, dan juga teknik pengembangan seperti apa yang ia pelajari, mengapa dalam waktu 5 hari ia sudah langsung menembus tingkat 5." Ucap Ling San dengan nada bicara yang serius.
Ling Yan yang mendengar pertanyaan ayahnya itu sudah menduga bahwa ayahnya memang akan menanyakan tentang hal ini padanya.
"Ayah, sebenarnya aku bertemu dengan keduanya di desa rumput giok saat perjalanan pulang." Ucap Ling Yan yang lalu menceritakan semua yang ia alami saat bertemu dengan Yu Fei dan Yu Qian.
Ekspresi wajah Ling San langsung berubah menjadi serius saat Ling Yan menceritakan tentang pertemuannya dengan 5 pendekar berpakaian hitam dengan lambang petir pada pakaian yang mereka kenakan.
"Menurut yang aku dengar, mereka berlima sedang mencari sebuah gulungan teknik ilmu halilintar bumi, dan gulungan itulah yang saat ini sedang di pelajari oleh Yu Fei." Jelas Ling Yan.
Mendengar perkataan Ling Yan Ling San lalu mengangguk mengerti. "Jadi inikah alasan mengapa Yu Fei dapat berkembang secepat itu." Ucap Ling San.
"Iya ayah, saat itu Yu Fei juga mengatakan bahwa gulungan itu adalah peninggalan dari mendiang kakeknya." Ucap Ling Yan.
"Hmm kalau begitu... berarti kakek dari Yu Fei adalah seorang pendekar yang hebat, apakah kau mengetahui siapa namanya." Ucap Ling San.
"Hmm waktu itu Yu Fei sempat bercerita tentang kakeknya, kalau tidak salah namanya adalah Yu Ming." Ucap Ling Yan mengingat-ingat.
Mendengar perkataan Ling Yan, Ling San sedikit merasa familiar dengan nama yang Ling Yan sebutkan.
"Yu... tunggu, apa tadi kau bilang Yu Ming." Ucap Ling San dengan wajah terkejutnya.
"Hmm iya, apakah ada yang salah dengan nama itu." Ucap Ling Yan.
"Ah tidak, bukan begitu, setahu ayah Yu Ming dulunya adalah seorang pendekar aliran putih yang sudah mencapai tingkatan puncak pendekar suci, akan tetapi dalam 20 tahun terakhir nama Yu Ming tiba-tiba hilang dari dunia persilatan." Ucap Ling San.
Mendengar penjelasan ayahnya tentang sosok Yu Ming ini membuat Ling Yan sangat terkejut dengan hal itu, pasalnya jika kakek dari kedua adik angkatnya itu benar-benar adalah seorang yang sudah mencapai puncak pendekar suci, peristiwa seperti apa yang menimpanya hingga bisa berakhir seperti itu.
"Apa sebenarnya yang terjadi pada senior Yu Ming ini." Batin Ling Yan yang mencoba mencerna sesuai yang menjanggal pikirannya.
*****
Sementara itu di kediaman ketua Klan Ling, terlihat tiga orang pria yang sudah terlihat sepuh sedang berdiskusi dengan wajah yang serius.
"Hmm kompetisi antar ketiga Klan tinggal menghitung hari, aku harap kedua keluarga yang lain sudah mempersiapkan diri." Ucap Ling Han.
"Hahaha ketua Ling Han tenang saja kami dari Klan Li sudah mempersiapkan semuanya sejak awal, bagaimana dengan kalian." Ucap pria sepuh bernama Li Wei yang melirik ke arah seorang pria sepuh di sebelah kanannya.
"Hei apakah kalian menganggap remeh Klan Chu, walaupun diantara kita bertiga akulah yang paling lemah, tapi jangan meremehkan generasi muda klan kami." Ucapnya.
"Hei ayolah Chu Ning, aku hanya bertanya sedikit, jangan salah paham seperti itu, oh iya apakah hadiah dari pemenang kompetisi sudah ditentukan." Ucap Li Wei lagi.
"Hoho, bukankah sebelumnya kau pernah bilang akan mengirim 4 perwakilan sebagai tuan rumah, mengapa sekarang kau berubah pikiran." Ucap Chu Ning dengan nada sedikit menyinggung.
"Hmm klan kami tidak mentolerir jika ada yang membuat kesalahan." Ucap Ling Han yang langsung dimengerti oleh keduanya.
"Hmm berarti jika kalian hanya mengirim 3 orang perwakilan, hanya akan ada 9 jenius muda yang bertanding, bukankah ini terlalu sedikit." Ucap Chu Ning.
"Ya, aku juga merasa begitu." Ucap Li Wei.
"Hmm apa boleh buat, bukankah peraturannya sudah ditetapkan, jenius muda yang boleh ikut hanyalah yang masih berumur dibawah 15 tahun dan setidaknya memiliki kemampuan pendekar perak bintang 3. Ucap Ling Han.
"Ya itu benar, namun tidak bisakah kita menurunkan standar itu, aku merasa ini terlalu tinggi, bagaimana menurut kalian." Ucap Li Wei.
"Hmm aku pikir juga begitu, bagaimana jika kita menurunkan standarnya dan memperbolehkan semua jenius muda yang memiliki kemampuan pendekar perak dapat mengikuti kompetisi ini, dengan catatan usia mereka tidak melebihi 15 tahun." Ucap Ling Han.
Pernyataan Ling Han barusan langsung disambut anggukan kepala oleh keduanya,
"Hmm aku setuju, dengan begini aku bisa mengutus 5 orang perwakilan dari Klan ku." Ucap Li Wei.
"Aku juga sama." Ucap Chu Ning.
"Kalau begitu semuanya sudah di putuskan." Ucap Ling Han.
Percakapan diantara ketiganya pun berakhir dengan kesepakatan tersebut, dan setelah percakapan itu kedua ketua Klan besar kota Teratai tersebut kini pamit dan kembali menuju kediaman mereka masing-masing.
Dan setelah kepulangan keduanya.
"Hmm tinggal menghitung hari, aku harap Ling Mei bisa menunjukkan yang terbaik saat kompetisi antar ketiga Klan besar nanti." Ucap Ling Han yang kini menatap keluar dengan pandangan mata yang tertuju pada Ling Mei yang sedang berlatih.
*****
Klan Chu
Dalam perjalanan pulang, terlihat Chu Ning beserta beberapa orang anggota klannya yang ikut bersamanya kini sudah berada di pertengahan jalan menuju kediamannya.
Mulanya keadaan ia merasa keadaan sekitarnya terasa baik baik saja, akan tetapi insting dari seorang pendekar jiwa tidak selemah itu.
Walaupun begitu, saat ia baru saja menyadari ada sesuatu yang janggal, hal itu kini sudah terlambat, tanpa ia sadari sadari kini seorang pendekar berpakaian hitam bergambar petir sudah menaruh pedang di lehernya dari belakang.
Tidak hanya dirinya, melainkan semua anggota Klan yang ikut bersamanya juga berada di dalam posisi yang sama.
"Ap apa yang kalian inginkan." Ucap salah satu anggota Klan Chu itu, namun baru saja ia menyelesaikan kalimatnya, kepalanya kini sudah menggelinding di tanah.
Chu Ning yang melihat kejadian itu kini merasa sangat marah, akan tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena merasakan kekuatan orang yang ada dibelakangnya setingkat dengan seorang pendekar raja.
"Jika kau tidak ingin berakhir seperti anggota klanmu barusan, kau harus mengikuti perintahku, kau tenang saja, setelah urusan kami selesai, aku pasti akan memberikanmu balasan yang setimpal." Ucap orang itu yang tidak lain adalah tetua sakte Petir Hitam Yu Huang.