LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 131. Pendekar Senior Bintang 7


Satu minggu telah berlalu dan Ling Yan masih setia duduk bersila di tempatnya sebelumnya, bahkan Ling Yan tidak pernah bangkit untuk mengisi perutnya dan tidak pernah makan dalam 7 hari tersebut.


Bahkan para pelayan yang sebelumnya melayani Ling Yan terlihat bertanya-tanya mengapa Ling Yan tidak pernah keluar dari dalam ruangannya untuk sekedar mengisi perutnya.


Ada niatan dari keduanya untuk mengetuk pintu kamar dari pendekar bertopeng itu, namun mengingat kembali perkataan Ling Yan sebelumnya membuat mereka ragu dan memutuskan untuk menunggu Ling Yan keluar dari ruangannya sendiri.


Dalam seminggu itu perkembangan tenaga dalam serta kualitas tulang dan otot Ling Yan sudah hampir mendekati sempurna dan juga energi alam di dalam inti kekuatan binatang gaib yang ia serap sudah hampir habis.


Pada awalnya Ling Yan tidak menyangka kalau ia dapat menyerap semua energi alam yang terkandung di dalam inti kekuatan tersebut karena berpikir energi alam itu hanya akan membantunya meningkatkan tenaga dalam saja.


Namun tak pernah ia menyangka ternyata energi alam tersebut juga memperbaiki dan memurnikan tenaga dalam, otot serta kualitas tulang yang ia miliki.


Dalam 7 hari terakhir kualitas tulang raja naga milik Ling Yan sudah naik ke tingkat yang sempurna yaitu kualitas tulang naga suci yang membuatnya dapat mengalahkan seorang pendekar jiwa bintang 1 dengan hanya sekali pukulan.


Selain kualitas tulang yang meningkat, tenaga dalam yang Ling Yan miliki juga meningkat drastis dan saat ini tenaga dalam yang ia miliki sudah mencapai sebanyak 1752 garis tenaga dalam yang artinya kekuatannya saat ini setara dengan kekuatan seorang pendekar senior bintang 7.


Dan yang terakhir adalah kualitas otot Ling Yan kini sudah berubah 50 persen otot menjadi otot berwarna merah muda yang menjadikan Ling Yan lebih kuat dari seorang pendekar senior yang lainnya.


Bisa dibilang saat ini Ling Yan lah pendekar senior bintang 7 terkuat di dunia persilatan karena belum ada satupun pendekar senior bintang 7 yang memiliki perkembangan seperti itu, bahkan untuk saat ini kekuatan yang dimiliki oleh Ling Yan dapat mengimbangi kekuatan seorang pendekar suci bintang 3 dengan menggunakan racun serta teknik tingkat tinggi yang ia miliki.


Wusss


Energi alam yang berputar di sekeliling Ling Yan terlihat sudah mulai memudar menandakan bahwa energi alam tersebut sudah hampir habis diserapnya, dan setelah beberapa saat kemudian akhirnya Ling Yan menyudahi latihannya dan kini sudah berhasil membentuk sebanyak 1760 tenaga dalam di dalam tubuhnya.


Ling Yan perlahan membuka matanya sambil menatap kagum ke arah tubuhnya yang kini dipenuhi oleh energi dan kekuatan yang melimpah.


Tetapi tatapan kagumnya tersebut berhenti saat merasakan perutnya yang begitu kelaparan bahkan kini sudah berbunyi sebanyak 3 kali.


"Ugh.... aku terlalu sibuk berlatih hingga lupa jika perutku juga membutuhkan asupan." Ling Yan tersenyum canggung sebelum mencoba beranjak dari tempatnya.


Dan pada saat ia berdiri, tanpa sengaja kakinya membentur kaki dari ranjang yang ada di dalam ruangan tersebut dan membuatnya patah karena ia belum bisa mengendalikan kekuatannya dengan sempurna.


"Aaaa, bahkan aku hanya tidak sengaja terbentur, tapi kaki dari ranjang ini bahkan menjadi patah seperti ini." Batin Ling Yan sambil ternganga.


Ling Yan menghela nafas panjang sejenak sebelum akhirnya kembali bersila untuk menstabilkan kekuatannya terlebih dahulu. Ia berpikir lebih baik mengesampingkan perutnya dulu dari pada membuat kerusakan pada penginapan karena tidak bisa mengontrol kekuatannya sendiri.


"Mohon bersabar ya perut."Ling Yan mengusap perutnya yang kembali berbunyi sebelum kembali bersila.


Sementara itu di luar ruangan Ling Yan tepatnya di tempat para pelayan menerima tamu.


"Hei An Yu, pendekar bertopeng itu bahkan belum keluar dari tempatnya malam ini, ini sudah 7 hari berlalu apakah dia itu tidak bisa lapar atau terjadi sesuatu di dalam kamarnya." Ucap salah satu pelayan tersebut.


"Aku juga tidak tahu sebenarnya apa yang dilakukan oleh pendekar itu, tapi aku tidak berani mengetuk pintunya karena dia telah membayar kita." Jawab pelayan tersebut yang dipanggil An Yu.


Namun perkataannya itu langsung dibantah oleh temannya. "Apa kau gila, bagaimana jika pendekar itu marah karena kita mengganggunya, jangan lupa kalau kita tidak tahu sama sekali tentang pendekar itu." Ucap An Yu.


Mendengar perkataan temannya membuat An Yu menelan ludah saat membayangkan jika pendekar tersebut marah, dan pada akhirnya keduanya memutuskan untuk tidak menggangu Ling Yan.


Namun belum sempat 10 menit berselang saat percakapan keduanya berakhir, pintu kamar Ling Yan sudah terbuka dengan Ling Yan yang kini keluar dengan topeng besi yang ia kenakan.


"Eh pendekar itu sudah keluar." An Yu berbisik pada temannya.


Ling Yan terlihat mengedarkan pandangannya dan tertuju pada kedua pelayan tersebut yang berhasil membuat keduanya gugup.


Ling Yan lalu berjalan kearah keduanya yang kini terlihat menundukkan kepala.


"Bisakah kalian menyiapkan makanan untukku." Tanya Ling Yan.


"Ah sebelah sini tuan, makanan tuan telah siap." Jawab pelayan itu yang memang sudah menyiapkan makanan untuk semua tamu.


Sesampainya di ruang makan, Ling Yan tanpa pikir panjang langsung duduk dan menyantap makanan yang telah disiapkan. Dengan cepat Ling Yan menghabiskan semua makanan tersebut bahkan tidak menyisakannya sedikitpun karena rasa laparnya.


Hal ini sangat wajar terjadi pada Ling Yan karena sudah 7 hari berlalu ia tidak mengisi perutnya sedikit pun karena menyerap inti kekuatan binatang gaib.


Sementara itu Xiao Hu yang biasanya terlihat berada di dalam jubahnya kini tak terlihat karena ia sedang asik menghabiskan inti kekuatan binatang gaib yang sudah diserap oleh Ling Yan.


"Heh.. Xiao Hu bahkan menolak untuk ikut denganku saat menyantap inti kekuatan itu." Ling Yan sedikit bergumam di dalam hati.


Kedua pelayan yang sedari tadi memperhatikan Ling Yan terlihat sedikit terpana dengan wajah Ling Yan yang ternyata cukup rupawan Dimata mereka.


Pada awalnya mereka beranggapan kalau Ling Yan menutupi wajahnya karena ada cacat atau sesuatu yang salah di wajahnya, namun setelah melihat sendiri wajah dibalik topeng tersebut keduanya langsung menarik pikiran mereka sebelumnya.


Ling Yan yang menyadari bahwa ia sedari tadi diperhatikan langsung mengalihkan pandangannya kepada kedua pelayan tersebut.


"Hmm mengapa kalian melihatku seperti itu, apakah ada yang salah padaku." Ling Yan sedikit menggaruk kepalanya saat bertanya pada kedua pelayan tersebut.


"Ah tida ada apa-apa tuan, emmm apakah tuan masih ingin menambah makanan lagi?" Tanya pelayan itu.


Ling Yan sedikit terkejut sambil melihat ke arah makanan yang ia habiskan dalam waktu yang sangat singkat dan mulai berpikir kalau pelayan tersebut memperhatikannya karena hal itu, padahal tidak sama sekali.


"Ah tidak, aku sudah kenyang, terimakasih atas makannya, dan juga aku minta maaf kalau semuanya jadi berantakan." Ling Yan mengeluarkan 4 koin emas kembali dan memberikannya kepada kedua pelayan tersebut.


"Ini untuk kalian berdua, terimakasih telah menjaga rahasia dan tidak menggangu saat aku sedang latihan." Setelah mengatakan itu Ling Yan lalu berjalan kembali ke arah kamarnya dan mengambil pedang serta Xiao Hu yang baru saja selesai dengan makanannya.