
Kota Bufeng kekaisaran Feng.
Kediaman keluarga Jia.
"Jia Li, apakah kau yakin tidak masalah jika kau kau pergi sendiri ke kota heihan tanpa didampingi oleh tuan Tao, perbatasan kekaisaran Wei dan kekaisaran Feng itu sangat berbahaya."
Jia Shu ibu dari seorang gadis keluarga Jia terlihat begitu khawatir dengan putri semata wayangnya yang bernama Jia Li itu.
"Tidak masalah ibu, bukankah ayah sudah mengirimkan surat kepada sekte seribu pedang, tenanglah ayah tidak akan mungkinkah membiarkanku pegi jika tidak yakin dengan kemampuan para pengawal yang akan mengawalku nanti." Jawab Jia Li.
Keluarga Jia sendiri adalah salah satu keluarga atau klan besar dari kekaisaran Feng yang cukup berpengaruh diantara 2 kekaisaran karena keluarga ini adalah keluarga pedagang yang menguasai jalur perdagangan dari kekaisaran Wei dan kekaisaran Feng.
Keluarga Jia ini terkenal dengan usaha besarnya dalam berjualan alat-alat yang diperlukan oleh para pendekar seperti senjata, baju pelindung, bahkan beberapa jenis pil obat.
keluarga Jia bisa dikatakan memiliki kesamaan yang cukup banyak dengan asosiasi lelang harta yang juga menjual produk yang sama dengan milik keluarga Jia.
Namun asosiasi lelang harta mungkin memiliki pengaruh yang setingkat lebih tinggi dari keluarga Jia karena keluarga Jia tidak bisa menyediakan pil-pil obat tingkat tinggi yang sangat diminati para pendekar yang berada di atas tingkatan pendekar jiwa.
Meskipun jarang dari keluarga jia yang melatih ilmu silat, namun berkat kekayaan yang mereka miliki, mereka dapat dengan mudah merekrut para pendekar-pendekar hebat untuk dijadikan sebagai seorang pengawal.
Seperti orang yang disebutkan dengan nama tuan Tao diatas contohnya, ia merupakan seorang pendekar yang cukup terkenal di kalangan pendekar kekaisaran Feng dan dijuluki sebagai pendekar pedang putih.
Julukannya itu ia dapatkan karena saat bertarung, pedang yang ada ditangannya selalu mengeluarkan sinar putih yang dapat menyilaukan pandangan mata lawan-lawannya.
Tao Ming sendiri adalah seorang pendekar yang identik dengan elemen cahaya yang ia miliki dan saat ini sudah memiliki kekuatan seorang pendekar senior bintang 7 sama seperti Ling Yan.
Tao Ming juga merupakan salah satu pengawal terbaik milik keluarga Jia yang selalu mengikuti kemana anak dari sang kepala keluarga bepergian.
Namun karena adanya keperluan mendesak, Tao Ming kini tidak dapat mendampingi Jia Li menuju kota heihan kekaisaran Wei yang memiliki tujuan untuk membuka cabang bagi usaha keluarganya disana.
Sebenarnya selain Tao Ming keluarga Jia masih memiliki sekitar puluhan pendekar perak dan emas serta 7 orang pendekar berlian dan 2 orang pendekar jiwa yang bisa mengawal Jia Li.
Akan tetapi, ayah dari Jia Li yang bernama Jia Wang masih tidak cukup yakin dengan kemampuan mereka dan memutuskan untuk mengirim surat kepada sekte seribu pedang agar mendapatkan bantuan dari beberapa murid untuk pengawalan bagi putrinya.
Walaupun sebenarnya penambahan jumlah orang tidak akan terlalu berpengaruh, tapi yang terpenting hal itu bisa membuatnya lebih tenang.
*****
1 bulan berlalu sejak bergabungnya Ling Yan di sekte seribu pedang, Ling Yan kini sudah berhasil menguasai kesemua teknik bertarung petir dan api yang ia miliki.
Dalam 1 bulan itu, Ling Yan juga menyempatkan diri untuk meningkatkan tenaga dalamnya, baik menggunakan pil, maupun berlatih di menara seribu pedang bersama dengan murid-murid yang lain.
Sesekali ia juga bertemu dengan Zhao Zhang dan Shen Yu untuk sekedar membahas latihan membuat pil, ataupun membahas tentang api pembakar jiwa yang kini sudah terlihat semakin tenang sejak bergabungnya Ling Yan.
Sementara untuk latihan pembuatan pilnya, Ling Yan kini sudah berhasil menguasai 5 resep pemberian Shen Yu yang hanya tersisa 2 resep pil lagi yang belum ia coba.
Sementara untuk Ling Mei dan Xui yang melakukan pelatihan pengendalian tenaga dalam dari Shuyang, sampai saat ini masih begitu kesulitan untuk menguasai tahapan pertama.
Walaupun dalam latihan keduanya sudah memiliki peningkatan, akan tetapi sampai saat ini mereka masih saja dengan mudah mematahkan ranting kayu yang mereka gunakan sebagai alat latihan.
Sementara itu untuk saat ini Shuyang terlihat sedang melakukan latih tanding dengan Ling Yan di atas arena menggunakan pedang kayunya masing-masing.
Ling Yan dan Shuyang sama-sama melatih teknik pedang yang mereka miliki tanpa menggunakan tenaga dalam karena ingin melihat sejauh mana perkembangan serta variasi serangan yang dapat mereka lakukan.
"Membelah Samudra!!!"
"Pedang Melintasi langit!!!"
Teriak keduanya bersamaan sebelum pedang kayu yang mereka miliki saling beradu.
Tak lama kemudian akhirnya mereka berdua memutuskan untuk beristirahat karena sudah mulai kelelahan.
"Kemampuan berpedangmu meningkat sangat pesat, kau bahkan sudah bisa mengimbangi gerakanku." Ujar Ling Yan sambil mengatur nafasnya.
"Hahaha kau lebih kuat, walaupun aku bisa mengimbangimu, tapi itu membuat tenaga dan staminaku terkuras habis." Jawab Shuyang Terengah-engah.
Di tengah percakapan keduanya, tiba-tiba Han Li kakak seperguruan Xui dan Zhu Qing terlihat menghampiri keduanya.
"Maaf, bisakah kalian berdua ikut denganku menemui ketua Zhao Zhang, tadi Zhu Qing mengatakan padaku kalau ketua Zhao mencari kita bertiga?" Tanya Han Li.
Shuyang yang mendengar itu langsung merubah ekspresinya sambil mengerutkan dahi. "Apa, ketua sekte mencari kita, ada hal apa, apakah kami berdua ada membuat kesalahan?" Pertanyaan beruntun keluar dari mulut Shuyang.
"Bisakah kalian ikuti aku saja." Ujar Han Li sebelum berjalan menuju paviliun pedang naga dimana Zhao Zhang menunggu mereka.
Paviliun pedang naga sendiri adalah tempat dimana para murid atau tetua sekte seribu pedang mengambil daftar misi yang akan dilakukan di luar sekte.
"Sepertinya kami bertiga akan diberikan misi yang berada di luar sekte." Tebak Ling Yan.
Sesampainya di paviliun pedang naga, ketiga pendekar muda itu kini menemukan Zhao Zhang sedang membaca secarik kertas ditangannya sambil berdiri di dalam sebuah ruangan.
"Salam ketua Zhao." Hormat ketiga murid itu.
"Hmm kalian sudah sampai, duduklah." Zhao Zhang menyuruh ketiga pendekar muda itu duduk sebelum mengatakan tujuannya memanggil mereka.
Tak lama kemudian seorang tetua pedang yang tidak lain adalah Yan Shiki juga ikut masuk kedalam ruangan tersebut.
"Hmm sudah berkumpul semua ya." Ujar Yan Shiki.
"Hmm tetua Yan, kau sudah tau tujuanku memanggilmu kemari bukan?" Tanya Zhao Zhang.
"Tentu ketua, aku siap menjadi pembimbing mereka dalam menjalankan misi pertamanya." Jawab Yan Shiki.
"Misi pertama? maksud ketua, kami akan menjalankan misi pertama Ki di luar sekte." Tanya Shuyang begitu antusias yang disambut senyuman dari Zhao Zhang.
"Iya itu benar, dan misi kalian berempat adalah." Zhao Zhang mengambil sebuah belati dan melemparkan kesebuah titik peta besar yang terpampang di dalam ruangan itu.
"Pergilah ke kediaman keluarga Jia di kota bufeng kekaisaran Wei dan kawal putrinya dengan selamat hingga sampai ke kota heihan." Ucap Zhao Zhang.