
"Ternyata misi kali ini adalah mengawal seorang putri dari keluarga konglomerat dari kekaisaran Feng, Sepertinya ini akan menjadi misi yang berlangsung cukup lama nantinya." Gumam Yan Shiki pelan.
Yan Shiki bergumam seperti itu bukan tanpa alasan, walaupun perjalanan mereka berempat ke kota bufeng akan memakan waktu yang cukup singkat yaitu 3 hari, tetapi itu semua akan jauh berbeda saat mereka melakukan perjalanan kembali ke kota heihan karena harus berjalan sambil mengawal rombongan putri keluarga Jia tersebut.
Bukan hanya itu, mereka juga berkemungkinan besar akan berhenti di beberapa tempat dimana rombongan keluarga Jia akan berhenti untuk mengambil dan juga menyimpan sebagian barang dagangan mereka yang ada di kota-kota tempat keluarga tersebut membuka cabang.
Karena setahu Yan Shiki, keluarga Jia ini sepertinya akan membuka cabang baru mereka di kota heihan guna memperluas usaha perdagangan mereka.
Mereka mungkin saja membawa barang dagangan dari kota bufeng menuju ke kota heihan, tapi barang dagangan tersebut sebagian besar merupakan barang dagangan yang akan mereka simpan di cabang-cabang keluarga mereka yang lain.
Sementara itu, Ling Yan yang sudah mendengar misi yang pertama kali akan ia lakukan,terlihat mengerutkan dahinya sambil membatin.
"Keluarga Jia, bukankah mereka adalah keluarga yang aku tolong dari perampok sekte kelabang hitam waktu itu, jangan-jangan gadis yang akan aku kawal nanti adalah gadis yang sama dengan yang waktu itu." Batin Ling Yan menebak-nebak.
Sementara di sisi lain, Shuyang terlihat nampak bersemangat serta sangat antusias karena ini merupakan misi pertama sekaligus kali pertama ia akan berada di luar sekte semenjak bergabung dengan sekte seribu pedang.
"Han Li yang melihat ekspresi Shuyang itu langsung menepuk pundaknya dan menyadarkannya." Kau ini, mengapa terlihat sangat bersemangat begitu.
"Hehehe ini adalah misi pertama ku, tentu saja aku begitu bersemangat, bukan begitu Ling Yan?." Jawab Shuyang sambil merangkul pundak Ling Yan.
Ling Yan hanya tersenyum sambung mengalihkan pandangan ke arah Zhao Zhang yang juga tersenyum penuh makna padanya.
"Baiklah kalau begitu, kalian sekarang bisa kembali ke kediaman masing-masing untuk berkemas, karena perjalanan kita akan dimulai besok pagi.
Ingat! sediakan perbekalan yang cukup karena perjalanan kita ke kota bufeng akan berlangsung selama 3 hari kedepan jika semuanya lancar." Jelas Yan Shiki.
"Baik tetua Yan." Jawab mereka bersamaan sebelum berjalan keluar dan kembali untuk bersiap.
Sementara Yan Shiki yang masih berada di dalam ruangan bersama Zhao Zhang.
"Anak itu meningkat sangat pesat, dalam beberapa hari berlatih di dalam menara seribu pedang saja ia sudah naik satu tingkat lagi." Kata Yan Shiki yang memang sudah tau tingkat kekuatan Ling Yan yang sebenarnya.
Pada awalnya ia masih sangat tidak percaya kalau murid baru bernama Ling Yan itu memiliki kekuatan seorang pendekar senior sepertinya.
Namun setelah melihat perkembangannya dalam beberapa hari terakhir, ia kini membuang rasa ketidakpercayaannya itu dan beranggapan bahwa Ling Yan merupakan seorang monster di antara para jenius sekte seribu pedang.
Yan Shiki sendiri saat ini sudah berada di puncak tingkatan pendekar senior dan sebentar lagi akan naik ke tingkat pendekar suci, tapi sebelum itu ia harus melakukan latihan tertutup untuk naik ke tingkatan itu.
"Hmm kau benar, Ling Yan memang memiliki bakat yang tidak terbatas, sepertinya untuk misi kali ini aku tidak akan terlalu khawatir karena memiliki 2 pendekar senior yang akan melaksanakannya." Sambung Zhao Zhang.
Yan Shiki tersenyum tipis sebelum akhirnya memberi hormat dan pamit untuk membereskan barang-barangnya juga.
Sementara itu Zhao Zhang yang kini tinggal sendiri di dalam ruangan tersebut.
"Hmm semoga saja keluarga Jia memang memiliki kelopak bunga mata jiwa yang sangat di butuhkan oleh Ling Yan untuk meracik pil pelindung jiwa itu." Gumam Zhao Zhang.
Seandainya saja keluarga Jia tidak menawarkan hal tersebut, maka bisa saja Zhao Zhang menolak misi ini atau bisa juga ia menerimanya tapi tidak mengutus Ling Yan dalam misi tersebut.
*****
Keesokan harinya di kediaman murid dalam tepatnya kediaman Han Li, terlihat ia sedang merapikan barang-barang yang akan dia bawa beserta pedang yang akan ia gunakan.
Setelah semua selesai, ia lalu membawa semua yang ia perlukan dan berjalan keluar kediamannya menuju ke arah gerbang sekte dimana tetua Yan, Ling Yan dan Shuyang menunggunya.
Namun belum sempat ia berjalan setengah perjalanan, pandangannya kini tertuju pada Xui dan Zhu Qing yang juga sedang berjalan ke arah yang sama dengannya.
Ia dapat melihat Xui yang sedang bercakap-cakap dengan Zhu Qing dan ditangannya terlihat sebuah keranjang kecil yang sepertinya berisi makanan.
"Hehehe sepertinya bekal untuk Ling Yan." Han Li terkekeh dan sepertinya sudah tidak memiliki harapan lagi untuk mendapatkan hati Xui.
Ia lalu menghampiri kedua adik seperguruannya itu dan berjalan di samping keduanya.
"Kak Han Li." Sapa Xui yang memang sudah tau kalau Han Li akan melaksanakan misi bersama Ling Yan.
"Hmm bekal untuk Ling Yan ya?" Goda Han Li yang membuat Xui sedikit menunduk tanpa membantah perkataan kakak seperguruannya itu.
Zhu Qing terlihat tersenyum melihat ekspresi wajah Xui yang malu, tetapi di dalam hatinya ia juga merasa sedikit menyesal karena tidak bisa membuat bekal makanan untuk Ling Yan seperti yang dilakukan Xui karena terbiasa hidup di istana.
Sesampainya di depan gerbang, ketiganya kini mendapati Yan Shiki dan Zhao Zhang yang sedari tadi menunggu mereka, namun ia tidak dapat menemukan Ling Yan dan Shuyang disana.
"Eh mereka berdua belum datang?" Baru saja Han Li berkata, Ling Yan dan Shuyang kini sudah sampai di tempat tersebut.
"Maaf tetua, kami sedikit terlambat." Ujar Shuyang.
"Hmm..." Yan Shiki hanya menganggukkan kepalanya.
Sementara itu, Zhao Zhang yang sedari tadi sedang memegang 2 buah jubah sekte seribu pedang terlihat menatap kedua murid yang tida lain adalah Ling Yan dan Shuyang.
"Hmm ini adalah misi pertama bagi kalian, jadi...." Zhao Zhang lalu melemparkan jubah itu kepada masing-masing dari mereka berdua.
"Gunakanlah itu agar para anggota keluarga Jia mengetahui identitas kalian sebagai murid dalam sekte seribu pedang karena sebenarnya mereka berpesan agar misi ini dilakukan oleh murid dalam.
Walaupun sebenarnya kalian adalah murid luar, tapi karena melihat potensi dan bakat kalian yang berbeda dari yang lain, maka aku memutuskan untuk mempercayakan misi ini pada kalian sebelum nantinya kalian berdua mendapatkan lencana murid dalam yang sebenarnya." Jelas Zhao Zhang.
Keduanya yang mendengar itu pun mengerti dan kini bergerak memakai jubah tersebut. Dan setelah keduanya selesai memakai jubah masing-masing, Xui yang sedari tadi menunggu kesempatan kini berjalan mendekat ke arah Ling Yan.
.