
"Gunakan pedang itu untuk berlatih ataupun bertarung, walaupun nantinya kita belum tentu bisa lulus bersama, tapi anggap saja pedang itu sebagai pemberian dari seorang teman, dan juga mungkin pedang itu akan membantumu saat ujian seleksi yang kedua." Ling Yan tersenyum tipis sambil memandang arena pertarungan yang sudah terlihat ada lebih dari 500 orang disana.
Ujian masuk sakte seribu pedang sendiri dibagi menjadi 2 bagian, yaitu ujian pertama adalah menguji kekuatan serta tenaga dalam yang dimiliki peserta pada batu pengujian dimana Ling Yan dan Shuyang berada saat ini.
Sementara ujian yang kedua adalah menyeleksi para peserta yang berhasil melewati ujian pertama dengan cara latih tanding hingga ada salah satu dari mereka yang menyerah ataupun keluar arena pertarungan.
Shuyang masih menatap Ling Yan dengan tatapan mata yang tidak dapat diartikan.
"Teman, ini adalah pertama kalinya kita bertemu, bagaimana kau menjadi sepercaya itu padaku?" Tanya Shuyang.
Ling Yan kembali tersenyum sambil berkata.
"Aku punya kemampuan tersendiri dalam menilai seseorang." Jawab Ling Yan di iringi dengan perkataan ke empat api spiritual di dalam pikirannya.
"Heh seandainya saja bukan karena kami berada di dalam tubuhmu, persepsi jiwa yang kau miliki tidak mungkin akan seperti ini." Ucap api abadi.
"Pendekar perak bintang 2!! lolos!!"
"Pendekar perunggu bintang 9!!! lolos!!"
"Pendekar perunggu bintang 6!!! gagal!!"
"Pendekar perunggu bintang 7!! Gagal!!"
Seorang pria paruh baya yang mengawasi peserta terus berteriak, meneriakkan para peserta yang lolos ataupun yang tidak lolos satu persatu.
Ling Yan dan Shuyang masih terlihat menunggu giliran mereka dan memperhatikan ada banyak sekali pendekar muda yang tidak lulus ujian pertama dan terlihat tidak rela meninggalkan tempat tersebut, namun ada juga beberapa orang yang lulus dengan mudah dan kini telah bergabung dengan para pendekar yang sedang berkumpul di dekat arena latih tanding ujian kedua.
Ling Yan melihat hanya ada sekitar lebih dari 700 orang yang berhasil lolos dari ujian pertama.
"Hmm ternyata dari hampir 1500 orang peserta juga ada banyak sekali yang tidak berhasil lulus." Gumam Ling Yan.
Tak perlu menunggu lama hingga giliran keduanya tiba untuk menguji kekuatan serta tenaga dalam pada batu pengujian. Kini terlihat Ling Yan yang berjalan maju pertama disusul oleh Shuyang dibelakangnya.
Hanya tinggal mereka berdua beserta 3 orang penguji sajalah yang berada di tempat batu pengujian itu, karena mereka berdua lah peserta terakhir yang akan di uji.
Ling Yan dapat melihat batu penguji didepannya yang berwarna biru kehijau hijauan serta bagian tengah batu yang ternyata sangat bening dan tembus pandang dan sedikit berkilau.
"Ehhh taruh telapak tanganmu diatasnya." Ucap salah satu penguji tersebut yang terlihat seumuran dengan ayah Ling Yan.
Tanpa pikir panjang Ling Yan langsung melakukan apa yang dikatakan pria paruh baya itu, dan sontak saja saat tangan Ling Yan menyentuh batu pengujian tersebut, warna dari batu itu sontak berubah menjadi keperakan dengan 7 buah bola berwarna biru di tengahnya.
Pendekar Perak bintang 7!! Lolos!!
Shuyang juga ternyata berhasil lulus dan ternyata memiliki kekuatan yang lumayan kuat bahkan lebih tinggi dari kebanyakan peserta yang berhasil lolos.
Karena kebanyakan peserta yang lolos hanya memiliki kekuatan rata rata pendekar perak bintang 5 kebawah, dan yang memiliki kekuatan pendekar perak bintang 6 ke atas hanya ada lebih dari dua puluhan orang.
Tidak ada orang yang terlalu memperhatikan kedua orang terakhir yang menguji pelatihan tersebut hingga tidak akan ada yang menduga kalau Shuyang dan juga Ling Yan memiliki kekuatan yang cukup kuat untuk bersaing.
"Aku tidak menyangka, ternyata walaupun kau tidak berasal dari klan atau sebuah keluarga yang terkenal, tapi tenaga dalam yang kau miliki juga lumayan besar, kau bahkan dapat disandingkan sebagai salah satu jenius beladiri disini."
Mendengar itu, Shuyang nampak tersentak sejenak sambil bergumam, "Keluarga..."
"Ada apa, apa ada yang salah." Ling Yan bertanya sambil memandang wajah Shuyang yang terlihat sedikit masam. Ling Yan dengan jelas dapat melihat ada sedikit dilema di dalam ekspresi wajah itu.
"Ah tidak apa-apa, aku hanya sedikit teringat akan sesuatu." Jawab Shuyang yang langsung mengubah ekspresi wajahnya kembali seperti semula.
Dari ekspresi wajah yang berubah itu Ling Yan langsung dapat menyimpulkan bahwa Shuyang memiliki sedikit masalah kehidupan masa lalu yang tidak sederhana.
Ling Yan terlihat membuka mulutnya seperti ingin mengatakan sesuatu, akan tetapi belum sempat ia melontarkan kata-kata tersebut, persepsi jiwa yang ia miliki seakan bergejolak dan merasakan ada kekuatan lain yang cukup besar di area sakte seribu pedang ini.
Pandangan mata Ling Yan langsung tertuju pada menara latihan seribu pedang yang berdiri di tengah-tengah daerah sakte.
Dan betapa terkejutnya ia saat melihat menara tersebut seperti diselimuti oleh tekanan kekuatan yang begitu kuat, bahkan kekuatan tersebut lebih kuat dari api langit yang tersegel di dalam gulungan Teknik Permainan Api.
"Perasaan ini, mengapa tekanan kekuatannya begitu besar, bahkan tekanannya lebih kuat dari kekuatan api langit." Batin Ling Yan yang masih memperhatikan menara tersebut.
Ling Yan dapat merasakan tekanan tersebut seperti menekan kekuatan jiwanya yang kini terasa panas seperti terbakar, namun hal itu tidak masalah baginya karena adanya api abadi di dalam tubuhnya.
"Ada apa, mengapa kau menatap menara seribu pedang dengan tatapan seperti itu." Tiba-tiba saja Shuyang bertanya dan menyadarkan Ling Yan dari lamunannya.
"Ah bukan apa-apa, hanya sedikit terpana saja." Ling Yan tersenyum canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Shuyang terlihat sedikit membaca pikiran Ling Yan, namun ia tidak dapat menemukan apapun dari ekspresi wajah yang dia tujukan tersebut.
Sementara itu didalam fikiran Ling Yan saat ini. "Huo, apakah kau merasakannya?" Ling Yan bertanya pada roh api abadi.
"Ya aku dapat merasakannya, bahkan bukan cuma itu, aku juga merasakan ada satu kekuatan lagi yang tersembunyi di sini, dan juga sepertinya sakte ini sudah di susupi oleh 2 orang pendekar aliran hitam." Api abadi menambahkan.
"Apa, bagaimana mungkin, bahkan keamanan disini begitu ketat." Ling Yan begitu terkejut saat mengetahui kalau api abadi di dalam tubuhnya merasakan ada 2 orang pendekar aliran hitam yang berhasil menyusup.
"Kekuatan kedua orang ini lumayan besar, dan kemampuan menyembunyikan auranya juga cukup tinggi, sepertinya dia memiliki teknik khusus." Jawab Huo.