LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 54. Sebuah Janji


"Kau ini, Xui sudah menunggumu dari tadi, tapi kau baru selesai dari latihanmu." Teriaknya.


"Eh bibi Yue, aku kan baru saja sampai." Ucap Xui dengan wajah yang sedikit memerah.


Ling Yan kini menatap Xui sambil terkekeh.


"Ada apa Xui, apakah ada sesuatu yang penting sampai kau menungguku." Tanya Ling Yan.


"Ah tidak apa-apa kak Ling Yan, sebenarnya aku datang untuk menguji kemampuan bertarungku, kak Ling Yan mau menemaniku tidak?." Jawabnya bertanya balik.


"Ugh...." Ling Yan bisa merasakan aura petarung milik Xui kini bertambah lagi.


"Sepertinya dia baru saja naik tingkat." Batin Ling Yan.


"Sepertinya kau berhasil naik tingkat lagi Xui, apakah benar?" Tanya Ling Yan yang disambut anggukan kepala dari Xui.


"Itu benar kak Ling Yan, aku baru saja menembus tingkatanku pagi ini, sebenarnya aku ingin mengadu kekuatan dengan ayahku, tapi pagi-pagi sekali ayah dipanggil untuk menghadap pada ketua Klan." Jawab Xui panjang lebar.


Mendengar jawaban Xui yang mengatakan ayahnya sedang berada di kediaman ketua Klan saat ini, Ling Yan kemudian tersadar.


"Hmm ayah juga belum kembali, itu artinya tetua klan yang lain saat ini pasti sedang berada di kediaman ketua Ling Han." Batinnya.


Melihat Ling Yan yang melamun, Xui sontak angkat bicara dan menyadarkannya.


"Kak Ling Yan, ada apa, mengapa kau melamun seperti itu." Tanya Xui yang menatap wajah Ling Yan.


Sontak Ling Yan tersadar dari lamunannya.


"Eh maafkan aku Xui, hehe baiklah aku akan menemanimu berlatih." Jawab Ling Yan yang kini bangkit dari posisinya.


Namun sesaat setelah ia berdiri, tiba-tiba perut Ling Yan yang kelaparan langsung berdemo meminta makanan.


"Hahaha! sepertinya kak Ling Yan butuh asupan makanan terlebih dahulu." Ucap Xui sambil tertawa pelan.


Ling Yan hanya bisa terkekeh sesaat menanggapi perkataan Xui.


*****


Di tengah teriknya matahari, terlihat Ling Yan dan juga Xui sedang berdiri berhadapan di depan kediaman Ling Yan. Sesuai rencana keduanya, mereka kali ini akan memulai latih tanding untuk menguji kemampuan bertarung masing-masing.


Saat ini di tangan keduanya masing-masing menggenggam pedang kayu yang biasa digunakan oleh Ling San untuk berlatih.


Akan tetapi, walaupun pedang yang ada di genggaman keduanya terlihat seperti pedang kayu biasa, namun pedang kayu tersebut dapat digunakan dengan baik walaupun penggunaannya mengalirkan tenaga dalam pada pedang kayu itu.


Sementara itu di teras rumah kediaman Ling Yan, terlihat Yu Fei yang sedang duduk manis melihat keduanya yang akan melakukan latih tanding.


Sementara itu, Yu Qian dan juga Ling Yue saat ini sedang tidak ada di rumah karena keduanya sedang pergi untuk membeli beberapa keperluan dapur.


"Xui, jangan menahan diri saat menyerangku, gunakan seluruh kemampuan yang kau miliki." Ucap Ling Yan yang disambut anggukan kepala dari Xui.


"Baiklah." Ucap Xui sambil menganggukkan kepalanya.


Keduanya lalu bersiap dan kini memasang kuda-kuda masing-masing, dan setelah beberapa saat, Xui kini maju menyerang dengan pedang kayu ditangannya.


Pertarungan keduanya akhirnya dimulai dengan serangan pertama dilancarkan oleh Xui. Ling Yan yang mendapat serangan itu sebisa mungkin menekan kekuatannya hingga setara dengan kekuatan pendekar perak bintang 5.


Suara pedang kayu yang beradu kini mulai terdengar di telinga, seperti yang dikatakan oleh Ling Yan, Xui terus menerus menyerang tanpa menahan diri.


Ling Yan terus menerus menahan serangan yang dilancarkan oleh Xui tanpa balik menyerang, sesekali ia memberi masukan tentang setiap celah pada pola serangan Xui.


"Perhatikan pola seranganmu, jangan sampai ada celah pada setiap serangan yang kau lakukan." Ucap Ling Yan sambil terus menahan serangan yang dilakukan oleh Xui.


Setelah beberapa saat, akhirnya kecepatan serangan Xui kini meningkat pesat dan menjadi lebih bertenaga, pola serangan yang dilakukan juga semakin bervariasi dan mulai susah untuk ditebak.


"Hmm bagus Xui, kau belajar dengan cepat." Ucap Ling Yan disela pertarungan keduanya.


Tak lama kemudian Xui melompat sedikit menjauh dan mengalirkan tenaga dalam pada pedang kayu yang ia genggam.


"Teknik pedang petir, Sambaran halilintar." Teriak Xui yang menyerang Ling Yan menggunakan teknik pedang petir pemberian Ling Yan.


Xui kembali maju menyerang dan mengarahkan serangannya pada Ling Yan, sementara itu Ling Yan yang menjadi sasaran dari serangan yang dilakukan oleh Xui, kini mengalirkan tenaga dalamnya dan memperagakan sebuah teknik bertarung yang ia miliki.


"Teknik Pedang Api membelah samudera." Ling Yan menggunakan teknik bertarungnya dan mengandunya dengan serangan Xui.


Dan saat pedang keduanya bertemu, ternyata kekuatan serangan Ling Yan jauh lebih kuat yang membuat Xui terlempar kebelakang, padahal Ling Yan sudah menekan kekuatannya hingga setara dengan kekuatan pendekar perak bintang 5.


Xui terus terlempar kebelakang hingga hampir terbentur pada sebuah pohon di halaman rumah Ling Yan. Sementara itu Ling Yan yang menyadari Xui yang terhempas, langsung bergerak dengan kecepatan tinggi dan berhasil menangkap tubuh Xui yang hampir terbentur pada pohon dibelakangnya.


"Huhh hampir saja." Ucap Ling Yan menghela nafas lega.


Pandangan keduanya seketika bertemu dan saling menatap lekat beberapa saat sebelum sebuah suara seorang bocah laki-laki membuyarkan suasana keduanya.


"Kak Ling Yan, kak Xui, kalian berdua tidak apa-apa?" Tanya Yu Fei.


Keduanya seketika tersadar dan saling mengalihkan pandangannya masing-masing dengan wajah yang bersemu merah.


"Eh tidak, kami baik-baik saja Fei'er." Jawab Ling Yan.


"Huhh tadi itu hampir saja, tapi... teknik bertarung yang kak Xui gunakan sangat keren, bisakah kakak mengajariku?" Tanya Yu Fei dengan wajah yang berbinar.


"Eh emmm." Xui sedikit melirik ke arah Ling Yan yang juga mengarahkan pandangannya sambil menganggukkan kepala.


"Hmm baiklah, kau boleh mempelajarinya, tapi sebelum itu kau harus memiliki kekuatan pendekar petarung terlebih dahulu." Ucap Xui sambil tersenyum.


"Benarkah, kalau begitu aku akan berlatih dengan giat mulai dari sekarang, kalau begitu aku akan mulai latihan lagi." Ucap Yu Fei yang tersenyum senang.


Yu Fei lalu membalikkan badannya dan duduk bersila dan menggunakan teknik Ilmu Halilintar Bumi miliknya.


"Hahh anak ini." Ucap Ling Yan sambil tersenyum tipis.


"Hmm kak Ling Yan." Ucap Xui memanggilnya dari belakang.


Ling Yan sontak membalikkan badannya.


"Ada apa Xui?" Ucap Ling Yan bertanya.


"Hmm aku ada satu pertanyaan untuk kak Ling Yan." Ucapnya.


"Eh... apa yang ingin kau tanyakan?" Ucap Ling Yan bertanya.


"Hmm seandainya suatu saat nanti sesuatu yang buruk terjadi padaku...." Belum sempat Xui menyelesaikan kalimatnya Ling Yan sudah mengerti apa yang akan ia tanyakan.


"Aku berjanji akan melindungimu." Ling Yan sontak menjawab pertanyaan Xui yang bahkan belum sempat menyelesaikan kalimatnya.


"Hmm tapi.... bagaimana jika...." Xui kembali tidak sempat menyelesaikan kalimatnya.


"Jika hal seperti itu memang terjadi, maka mereka harus melangkahi mayatku terlebih dahulu." Jawab Ling Yan yang berhasil membuat Xui tertegun.


"Ingatlah janji yang aku katakan ini Xui, aku pasti akan berusaha sekuat tenaga untuk melindungimu, aku berjanji." Ucap Ling Yan mantap