LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 200. Akar Roh Surgawi


Ling Han lalu berjalan ke arah makam Ling Tian di ikuti oleh Ling Yan dibelakangnya, dan sesampainya di depan makam tersebut, aura petarung yang keluar dari dalam makam itu berangsur berkurang sedikit demi sedikit sampai tidak dirasakan lagi oleh keduanya.


"Lampu ini adalah salah satu pusaka langit paling tinggi milik Klan Ling kita, hanya saja tidak ada yang mengetahui keberadaannya selain aku dan juga kau." Jelas Ling Han kepada Ling Yan.


"Sebelumnya kau berkata melihat ada api di dalam lampu ini, apakah kau bisa melihat apa yang ada di dalamnya." Ling Han tiba-tiba tersadar kalau sebelumnya Ling Yan melihat ada api di dalam lampu tersebut.


Ling Yan terlihat mengangguk tapi tidak memberitahukan api seperti apa yang ada di dalam lampu itu kepada Ling Han.


Mendapati Ling Yan yang sepertinya tidak ingin memberitahukan hal tersebut, Ling Han lalu mengambil lampu tersebut dan menatapnya sejenak.


"Sampai saat ini bahkan aku saja belum pernah melihat isinya, tapi kau malah bisa melihatnya dengan jelas." Ling Han lalu memberikan lampu itu kepada Ling Yan.


"Ketua Han." Ling Yan memandangi Ling Han dengan wajah penuh pertanyaan.


"Ambillah, ini milikmu, menurut ketua Klan sebelumnya, jika suatu saat ada generasi muda klan Ling yang dapat melihat isi lampu ini harus diberikan kepadanya, dan sepertinya kaulah generasi muda yang dimaksud." Ucap Ling Han menyerahkan lampu tersebut.


Mendengar itu Ling Yan lalu meraih lampu tersebut, dan saat tangannya menyentuh lampu itu, api abadi di dalam tubuhnya langsung bereaksi dan memancarkan aura api yang tiba-tiba keluar dari dalam tubuh Ling Yan.


Kejadian tersebut terjadi hanya sekejap mata saja, tetapi kejadian itu juga sempat membuat Ling Han terkejut hingga membuat pandangan matanya membulat.


"Sepertinya ini adalah pecahan roh api abadi yang dimaksud oleh Huo." Batin Ling Yan.


"Sepertinya keberuntungan selalu berpihak padamu, kau bahkan sudah mendapatkan pecahan rohku yang hilang." Api abadi tiba-tiba berkata di dalam pikiran Ling Yan.


Ling Yan hanya tersenyum tipis sebelum memasukkan lampu itu kedalam cincin natnya dan kemudian pandangannya kembali tertuju pada Ling Han yang menatapnya dengan wajah penuh pertanyaan.


"Ling Yan, tadi itu...." Ling Han terlihat menelan ludahnya kasar setelah merasakan aura petarung dari api yang keluar dari tubuh Ling Yan hampir menyamai aura petarung milik Ling Tian.


Ling Yan hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum canggung ke arah Ling Han.


"Ketua, apakah hanya ini harta Karun milik Klan Ling kita." Ujar Ling Yan mengalihkan pembicaraan.


"Ah aku hampir lupa." Ling Han lalu menggelengkan kepalanya sejenak sebelum mengajak Ling Yan lagi ke bagian ruangan rahasia yang lain, dan alangkah terkejutnya Ling Yan saat melihat di dalam ruangan tersebut terdapat banyak sekali harta karun yang tersimpan disana.


"Ini.... harta Karun ini..... ketua Han, darimana kau mendapatkan semua harta ini." Tanya Ling Yan yang tidak bisa berhenti berdecak kagum melihat sekelilingnya.


Jenis harta Karun milik Klan Ling sendiri tidak berupa koin emas atau perak dan lainnya, melainkan berbagai senjata, gulungan, serta beberapa benda yang memiliki aura kehidupan yang pekat.


"Ketua Ling Tian adalah seorang pendekar yang dulunya memiliki kekuatan diatas pendekar suci, ini semua adalah peninggalannya." Jelas Ling Han.


"Pasti kau bertanya-tanya mengapa generasi Klan kita sekarang sangat menurun hingga menjadi sampai seperti inikan?" Ujar Ling Han sambil memandang ke arah Ling Yan yang hanya menganggukkan kepalanya.


"Itu semua karena leluhur Ling Tian tidak mempunyai teknik pengembangan kultivasi tingkat tinggi, ia menjadi seorang pendekar hebat karena bakatnya yang terlahir dengan kualitas tulang dewa naga serta akar roh surgawi di dalam tubuhnya yang membuat pengembangan kultivasinya sangat cepat.


Sayangnya sampai saat ini di Klan Ling kita tidak ada satupun keturunan yang berhasil membangkitkan akar roh surga itu." Jelas Ling Han sambil tersenyum kecut dan menunduk.


"Akar roh surgawi? aku belum pernah mendengar itu ketua Han." Sambut Ling Yan.


"Hahaha tentu saja kau tidak pernah mendengarnya, akar roh surgawi adalah energi tenaga dalam yang menghubungkan semua elemen yang ada di dalam tubuh seorang pendekar, setiap pendekar tersebut membangkitkan atau menguasai elemen baru, maka akar roh surgawi itu akan terus bertumbuh dan terhubung dengan yang lainnya.


Selain itu akar roh surgawi akan membagi sebagian tenaga dalam dan membuat elemen yang dimiliki menguasai tenaga dalam sendiri di dalam tubuh, memang pada saat kau menguasai elemen baru perkembangan kultivasimu akan terhenti sementara karena tenaga dalam yang berhasil kau ciptakan akan mengembangkan elemen barumu terlebih dahulu." Jelas Ling Han yang membuat Ling Yan terdiam.


Ling Yan terlihat menatap kosong ke arah makam Ling Tian tanpa bergeming sedikitpun, karena penjelasan yang Ling Han berikan sama persis dengan apa yang dirinya alami saat ini.


"Apa mungkin benang energi yang menghubungkan semua elemen di dalam tubuhku ini adalah akar roh surgawi yang telah bangkit?" Ling Yan membatin sambil memegang perutnya sendiri.


Ada perasaan campur aduk di dalam pikirannya seperti perasaan senang, namun ada juga perasaan yang tidak bisa ia ekspresikan.


"Ketua, apakah selain leluhur Ling Tian, tidak ada seorangpun yang berhasil membangkitkan akar roh surgawi itu?" Tanya Ling Yan.


"Hmm menurut yang pernah aku dengar, hanya ada 7 orang yang pernah membangkitkannya termasuk tuan leluhur Ling Tian, tapi aku tidak pernah mengetahui siapa ketujuh orang itu." Jawab Ling Han.


"Sepertinya aku mengetahui 2 orang dari pendekar itu, guru Shen Long, dan satu lagi, orang yang pernah mengalahkan guru Shen Long, sang pemilik api ilahi." Batin Ling Yan.


Ling Yan begitu yakin dengan tebakannya itu karena menurut tulisan peninggalan Shen Long yang ada di gua hutan kegelapan, ia juga sudah melampaui batas kekuatannya dan hanya pemilik api ilahi itu yang dapat mengalahkan Shen Long.


Sementara kekuatan Ling Tian mungkin berada di bawah Shen Long, karena api abadi milik Ling Tian tidak sepenuhnya sempurna, karena api abadi yang ia miliki hanyalah pecahan roh api milik Ling Yan.


"Sudahlah, tidak perlu menatap ke arah makam leluhur Ling Tian, saat ini kau sedang berada di dalam ruang penyimpanan harta Karun, dan untuk itu aku akan membiarkanmu memilih 3 benda di antara semua harta Karun ini." Ujar Ling Han.


"3 benda, mengapa pelit sekali." Ujar Ling Yan sambil menatap wajah Ling Han dengan ekspresi mata menyipit.


"Itu sudah sangat banyak, kau tau, ruang penyimpanan harta ini hanya akan ditujukan pada anggota Klan Ling yang akan menjadi penerus ketua selanjutnya." Jawab Ling Han.


Secara tidak langsung Ling Han sudah memberitahu Ling Yan kalau ia lah yang akan menjadi penerusnya yang selanjutnya.


"Ling Yan, jika suatu saat nanti aku sudah tidak ada di dunia ini lagi, aku ingin kau berjanji untuk melindungi Ling Mei untukku, ini adalah permohonan dari seorang ayah untuk anaknya." Ling Han menghadap ke arah Ling Yan dan berniat untuk memberikan hormat pada Ling Yan.