
3 jam sudah berlalu saat Ling Yan melakukan meditasi untuk mencari titik meridian kecilnya menggunakan teknik yang ia dapatkan dari dalam makam Shen Long, tanpa ia sangka dalam 3 jam itu Ling Yan berhasil menemukan serta membuka 3 titik meridian kecil didalam tubuhnya.
Bukan hanya itu, setelah ia menghubungkan ketiga titik meridian tersebut Ling Yan malah menemukan 6 titik meridian yang lainnya dan berhasil membuka 4 diantaranya.
Sebenarnya Ling Yan sangat berkeinginan untuk membuka 2 titik meridian terakhirnya itu agar dapat langsung melakukan perubahan elemen yang kedua, namun saat ia ingin melakukan hal itu, ke empat api spiritual yang ada di dalam tubuhnya malah menyuruhnya untuk berhenti.
"Sebenarnya ada apa? Kenapa kalian berempat malah menyuruhku untuk berhenti? Padahal sudah tinggal sedikit lagi aku bisa melakukan perubahan bentuk elemen yang kedua." Ling Yan berkata sambil menyilangkan. kedua tangannya.
"Hmp kau jangan gegabah seperti itu, akan lebih baik kalau kau membuka kedua meridian terakhir itu saat tenaga dalam dan juga kondisi fisikmu sangat baik, aku tidak ingin kau malah terkena serangan balik dari tenaga dalammu sendiri lalu pingsan lagi seperti dulu." Ucap api abadi.
"Ta..." Ling Yan membuka mulutnya berusaha untuk membantah, namun setelah ia memikirkannya lagi, ternyata yang dikatakan oleh api abadi memang benar, karena dulunya ia memang terlalu sering menggunakan tenaga dalam secara berlebihan dan berakhir seperti yang dikatakan oleh api abadi (Pingsan).
"Hmp aku bahkan masih mengingat semua hari dimana kau bertindak ceroboh dan pingsan di tempat yang sepi, bahkan jika saat itu kau tidak ditemukan oleh rombongan kereta kuda kekaisaran, mungkin kau sudah mati dimakan siluman karena tak kunjung bangun." Tambah api abadi sedikit kesal.
Ling Yan hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal mendengar perkataan api abadi di dalam tubuhnya, sementara api abadi.
"Heeh... aku bahkan dulunya sangat ragu dan tidak percaya kalau anak ini akan membawa kedamaian karena kecerobohannya." Gumam api abadi.
"Baiklah-baiklah, aku akan menuruti perkataan kalian, kalau begitu aku pergi dulu." Ling Yan lalu keluar dari alam bawah sadarnya dan kini sudah mulai membuka kedua matanya.
"Huh... sepertinya aku harus sedikit bersabar." Ling Yan lalu menggunakan teknik ilmu jalan langit untuk mengembalikan tenaga dalamnya kembali, dan setelah semua tenaga dalamnya ia pulihkan, ia terus melanjutkan latihannya dan membentuk tenaga dalam yang baru menggunakan teknik yang sama.
Setelah bermeditasi selama dua jam, Ling Yan akhirnya menyudahi latihannya dan berhasil membentuk 3 garis tenaga dalam yang baru di dalam tubuhnya, dan saat ini jumlah tenaga dalam yang Ling Yan miliki adalah sebanyak 302 garis tenaga dalam atau setara dengan kekuatan seorang pendekar jiwa bintang 2.
Berbeda dengan tingkatan sebelumnya, seorang pendekar yang sudah mencapai tingkat pendekar jiwa harus berusaha lebih keras lagi untuk membentuk tenaga dalamnya karena tenaga dalam tersebut harus langsung terhubung dengan kekuatan jiwa pemiliknya. Itulah mengapa saat seorang pendekar berlian ingin naik ke tingkat pendekar jiwa, ia harus memurnikan kekuatan jiwanya terlebih dahulu.
"Huh.... ternyata membentuk tenaga dalam dan menghubungkannya dengan kekuatan jiwa tidak semudah yang aku bayangkan." Ling Yan menghela nafas panjang.
Ling Yan tidak habis pikir dengan kesulitan yang dia alami saat ini, pasalnya saat ia masih berada di tingkat pendekar berlian, dalam 2 jam ia bahkan bisa membentuk 10 garis tenaga dalam dengan menggunakan ilmu jalan langit, tapi untuk saat ini setengahnya saja ia tidak sanggup.
"Sudahlah, lebih baik aku akhiri dulu latihanku, karena besok aku harus berhasil membuka 2 meridian kecil dan melanjutkan perjalanan menuju sakte seribu pedang."
Ling Yan lalu memutuskan untuk mengakhiri latihannya dan bergerak untuk beristirahat. Tak lupa ia juga menyuruh Xiao Hu untuk tidur dan membiarkan tubuh ilusinya yang menjaga keduanya.
*****
Dilain tempat.
Bai Lee dan beberapa anak buahnya yang kini sudah sampai di tempat dimana kelompok kalajengking hitam dibantai habis oleh Ling Yan, terlihat memandang segumpalan darah yang dimana di segumpalan darah tersebut terdapat jubah sakte kalajengking hitam yang dipakai oleh salah satu tetuanya yang tewas.
Ia nampak sedikit mengerutkan dahi saat melihat segumpalan darah tersebut yang berserakan kemana-mana serta ada tulang tengkorak manusia tepat di atas segumpalan darah tersebut.
"Apakah kalian yakin ini adalah tubuh dari tetua Bao?" Tanya Bai Lee yang terlihat tidak senang.
"Benar ketua, bahkan kami sendiri yang menyeret tubuhnya kemari serta ke tiga pendekar yang lain." Jawab salah satu anggotanya yang terlihat sedikit takut dan gemetar.
Bai Lee kembali menatap mayat tetua Bao sejenak sebelum menatap 3 mayat yang lain yang merupakan 3 orang kepercayaan tetuanya itu. Ia lalu berjalan mendekati tulang berulang salah satu tetuanya.
"Sebenarnya pendekar itu menggunakan teknik seperti apa untuk mengalahkannya Bao hingga berakhir seperti ini." Ucapnya sambil duduk di depan tengkorak tersebut.
Awalnya ia sedikit bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi pada tetuanya itu hingga tubuhnya saja saat ini hanya tersisa tengkorak dan tulang berulangnya saja, dan yang paling membuatnya kebingungan adalah mengapa hal tersebut hanya terjadi pada Bao dan tidak terjadi pada ketiga orang kepercayaannya.
Namun setelah memperhatikan mayat tetuanya beberapa saat, Bai Lee terlihat membulatkan matanya dan langsung mengetahui apa yang baru saja terjadi.
"Hmp pantas saja pendekar itu dapat mengalahkan Bao dengan sangat mudah, ternyata selain memiliki kekuatan api spiritual, ia juga memiliki racun langka dan sangat berbahaya seperti ini." Bai Lee menatap mayat tetuanya yang kini sudah mulai membusuk dan bercampur dengan aroma racun yang sangat kuat.
"Sepertinya aku juga harus berhati-hati jika melawannya nanti." Bai Lee berkata dengan tenang.
Tak lama kemudian terlihat seekor kupu-kupu hitam terbang mendekati Bai Lee dan kini sudah hinggap di bahunya.
"Oh, rupanya anak itu sudah lumayan jauh, ternyata ia juga memiliki ilmu meringankan tubuh yang cukup tinggi, tapi untuk lolos dariku, mau harus melangkahi mayatku terlebih dahulu." Setelah gumamannya itu, Bai Lee beserta seluruh anggotanya langsung melesat ke arah utara mengikuti jalan yang dilalui oleh Ling Yan sebelumnya.
Berkat kupu-kupu hitam yang ia ciptakan dengan tenaga dalamnya tersebut, Bai Lee dapat menemukan dimana keberadaan Ling Yan saat ini, akan tetapi untuk mengimbangi kecepatan pergerakan Ling yang memiliki ilmu meringankan tubuh serta stamina yang kuat, ia harus berusaha lebih keras.