
Kesadaran Ling Feng mulai melemah, pandangannya pudar dan ia juga kehilangan banyak darah, luka dalam akibat serangan Ling Yan begitu parah hingga hampir menghancurkan seluruh organ dalamnya.
"Uhuk, Ayah aku... ini sakit sekali." Ucapnya tersengal-sengal dengan darah yang mengalir dari dalam mulutnya.
Semua orang yang melihat efek kerusakan yang disebabkan oleh serangan Ling Yan tadi begitu terpana dan tak bisa berkata apa-apa, mereka hanya bisa menatap diam dengan penuh tanda tanya di dalam benak mereka masing-masing.
"Apakah ia benar-benar adalah orang yang sama yang selalu kita anggap sebagai sampah itu."
Kira-kira seperti itulah apa yang ada di dalam pikiran mereka semua, ingin rasanya mereka semua tidak mempercayai itu, akan tetapi memang inilah yang sebenarnya.
Para tetua Klan Ling dan juga Ketua klan Ling Han masih terpaku dan terdiam setelah melihat serangan dahsyat yang dikeluarkan oleh Ling Yan barusan.
Pasalnya serangan itu bukan hanya membuat Ling Feng terkena luka dalam yang begitu parah, namun sebagian besar dari arena pertarungan itu juga sedikit rusak akibat serangannya tadi.
Ling Yuan lalu mengeluarkan sebuah pil berwarna hijau bergaris biru dari dalam cincin natnya dan memberikannya kepada Ling Feng.
"Bertahanlah, cepatlah telan pil ini." Ucapnya sambil memberikan memasukkan pil itu kedalam mulut Ling Feng.
Dengan sisa-sisa tenaganya, Ling Feng menelan pil itu dan tanpa butuh waktu lama, darah yang keluar dari dalam mulutnya mulai berhenti, kini tenaga dalam dan juga luka luar yang ia terima mulai berangsur pulih.
Pil yang diberikan oleh Ling Yuan pada putranya barusan adalah sebuah pil penyembuh tingkat 6 bernama pil embun hijau bergaris.
Pil ini dapat dikatakan sebagai pil yang cukup langka dan cukup mahal, pasalnya pil seperti ini hanya dapat dibuat oleh seorang aklemis yang memiliki api spiritual untuk membentuk garis tengah pil itu.
Efek dari pil embun hijau bergaris sendiri memiliki efek penyembuhan yang cukup tinggi dan dapat mempercepat proses pemulihan tenaga dalam.
"Hmm tak ku sangka Ling Yuan ternyata memiliki pil yang langka seperti pil embun hijau bergaris itu." Ucap Ling Han.
"Pil ini sebenarnya ingin aku gunakan pada saat-saat genting, tetapi keadaan Ling Feng saat ini memaksaku menggunakannya lebih awal." Batin Ling Yuan.
"Ini semua gara-gara anak itu." Ling Yuan lalu menatap marah ke arah Ling Yan yang saat ini tengah berdiri di atas arena yang sudah hancur setengahnya itu.
"Apakah kau sangat tidak punya hati nurani hingga melukai putraku sampai seperti ini." Ucap Ling Yuan dengan nada suara yang tinggi.
Mendapati Ling Yuan yang meneriakinya seperti itu Ling Yan hanya menanggapinya dengan sikap yang tenang.
"Maafkan aku tetua Yuan, tapi jika aku tidak melakukan itu untuk mempertahankan diri, maka akulah yang akan berada di posisinya saat ini." Ucap Ling Yan.
Mendengar perkataan Ling Yan, Ling Yuan masih saja bersikeras dan mencari-cari kesalahan yang dilakukan oleh Ling Yan.
"Memang benar apa yang kau katakan, tapi apakah perlu kau menggunakan api spiritual yang kau miliki untuk menyerangnya." Ucapnya lagi.
"Heh paman Yuan, kau bahkan tidak memikirkan resiko yang akan di dapatkan putramu sendiri saat kau memberikan pil pembangkit amarah padanya, dan sekarang kau ingin menyalahkanku atas kecerobohan yang kau lakukan itu." Ucap Ling Yan.
"Kau lihat, bahkan semua orang yang ada disini melihat Ling Feng memakan pil itu, dan bahkan mereka juga mendengar perkataan Ling Feng yang ingin menghancurkan ku setelah berada pada pengaruh pil pembangkit amarah yang ia telan." Ucap Ling Yan lagi.
Semua orang yang mendengar perkataan Ling Yan kini berbisik-bisik dan membahas tentang apa yang dilakukan oleh Ling Feng sebelumnya.
"Memang benar tadi aku juga mendengarnya, Ling Feng berkata ingin menghancurkanku Ling Yan setelah ia menelan pil itu." Ucap riuh penonton yang ada disana.
"Cukup kalian semua!! kau tetua Yuan, kau ceroboh dalam mendidik putramu dan bahkan memberikan pil yang sangat berbahaya untuknya tanpa memikirkan resiko yang akan ia dapatkan, kau di jatuhi kurungan selama satu minggu."
"Ling Feng juga dijatuhi hukuman kurungan selama dua hari dan dilarang memasuki lantai empat perpustakaan Klan serta tidak di ikut sertakan dalam kompetisi antar Klan 2 bulan lagi." Ucap Ling Han yang tidak bisa di ganggu gugat lagi.
"Sekarang semuanya bubar, besok adalah hari dimana peserta upacara kedewasaan Klan kita memasuki lantai ke lima perpustakaan Klan Ling." Ucap Ling Han.
Setelah mengatakan itu Ling Han beserta tetua yang lain kini ikut membubarkan diri di ikuti para penonton yang juga mulai membubarkan diri.
Ling Yan lalu berjalan menuruni arena dan menuju ke arah dimana ibunya, Yu Fei, Yu Qian dan Xui berada.
"Wah.. kakak tadi itu sangat hebat, bisakah kakak mengajariku teknik bertarung yang seperti itu nanti." Ucap Yu Fei begitu antusias.
Ling Yan hanya tersenyum manis menanggapi perkataan Yu Fei yang begitu antusias itu.
"Baiklah kakak akan mengajarimu nanti, tapi setelah kau memiliki kekuatan pendekar perunggu ya.." Ucap Ling Yan dengan senyumannya.
"Yu Qian juga mau di ajari." Ucap Yu Qian imut.
"Hahaha baiklah-baiklah tapi sebelum itu ayo kita pulang dulu, Yu Fei, bukankah kau juga hari ini ada latihan bersama ayahmu." Ucap Ling Yue yang kini mengangkat Yu Qian dan Yu Fei sebagai anak angkatnya.
"Ia ibu, kalau begitu ayo kita pulang, aku ingin berlatih dan menjadi kuat seperti kakak." Ucap Yu Fei.
Setelah mengatakan itu ketiganya kemudian berlalu dan saat ini yang tersisa hanya Ling Yan dan Xui saja.
"Eh Xui, apakah kau sudah mempelajari teknik bertarung yang aku berikan padamu kemarin." Ucap Ling Yan.
"Hmm aku sudah mulai membuka gulungan itu kemarin, tetapi masih ada beberapa gerakan yang lumayan sulit aku lakukan." Ucap Xui.
Selang beberapa waktu saat keduanya tengah mengobrol, Ling Mei tiba-tiba menghampiri keduanya dengan tingkah yang sedikit malu.
"Eh, saudari Ling Mei, ada apa, apa ada sesuatu yang kau butuhkan." Ucap Ling Yan.
Ling Mei terlihat ragu-ragu dalam berbicara.
"I itu kak Ling Yan, besok saat memasuki lantai 5 perpustakaan Klan itu... akan dipimpin oleh ayahku, emm jadi apakah kak Ling Yan ingin pergi bersamaku." Ucap Ling Mei dengan wajah yang sedikit memerah.
"Maaf saudari Mei, tapi kak Ling Yan sudah berjanji untuk ikut dengan ku lebih dulu besok, benarkan kak Ling Yan." Ucap Xui yang langsung memotong pembicaraan itu.
"Eh itu.. itu benar hehe." Ling Yan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Oh begitu ya, kalau begitu... Ah ya sudahlah." Ucap Ling Mei yang hanya bisa pergi dengan kecewa.
"Hahaha kau ini, padahal aku kan sudah ingin menolak permintaannya tadi." Ucap Ling Yan dengan tawa ringannya.
"Tidak masalah, aku kan hanya ingin membantu kak Ling Yan saja." Ucap Xui sambil tersenyum