
Namun beberapa saat kemudian, Ling Yan yang masih berada di dalam alam bawah sadar api pembakar jiwa tiba-tiba merasakan energi api spiritual di luar menara.
"Ini..... Aku merasakan energi api batu bintang, jangan-jangan diluar sana." Ling Yan meraih pil pelindung jiwa dan berencana untuk menyerap api langit.
Tapi belum sempat ia menelan pil tersebut
"Bisakah kau menyerap rohku, aku juga ingin bertarung serta pergi melihat dunia luar denganmu." Ucap Xiao Yi.
Ling Yan sempat terkejut dengan apa yang keluar dari mulut Xiao Yi, namun setelah itu ekspresi wajahnya kembali berubah dengan senyuman yang sangat lebar.
*****
Boom!!!
Sebuah ledakan besar akibat pertarungan antara Mu Beiyan melawan Lao Qun dan Lao Qin membuat sebuah kerusakan yang cukup besar disekitar area pertarungan mereka.
Beberapa murid sekte serta aliran hitam yang bertarung disekitarnya pun juga terkena imbas dari serangan itu karena mengandung tenaga dalam yang luar biasa.
Untungnya para pendekar aliran hitam dan aliran putih yang terkena efek serangan tersebut tidak terluka parah dan segera meninggalkan tempat pertarungan ketiga orang itu.
"Mereka berdua cukup merepotkan." Mu Beiyan sedikit kesal karena harus menghadapi dua orang pendekar suci sekaligus.
Walaupun kekuatan kedua pendekar aliran hitam yang ia lawan saat ini masih berada di bawah tingkat kekuatannya, tetapi pendekar suci tetap saja pendekar suci.
Meskipun demikian, kondisi Lao Qun dan Lao Qin juga tidak terlalu bagus saat ini, walaupun raut wajah keduanya masih sama seperti awal pertarungan, sebenarnya tenaga dalam mereka juga terkuras habis karena menyerang tanpa memikirkan seberapa banyak jumlah tenaga dalam yang mereka gunakan.
Tap!!!
Lao Qun dan Lao Qin sedikit terkejut disaat seorang pendekar suci yang tidak pernah ia lihat tiba-tiba mendarat disebelah Mu Beiyan.
"Apakah kau perlu bantuan dariku pak tua." Ucap pendekar suci itu.
Mu Beiyan yang juga tidak menyadari kehadiran pendekar suci itu hanya bisa menatapnya lekat sebelum tersenyum manis padanya karena jubah yang orang itu kenakan sangat bisa ia kenali.
"Ternyata pendekar dari asosiasi lelang harta, terimakasih telah datang membantu kami." Mu Beiyan membersihkan debu di bahunya sebelum kembali mengalirkan tenaga dalam pada pedang yang ia miliki.
Ia tidak menanyakan identitas pendekar tersebut karena ia tahu kalau pendekar dari asosiasi lelang harta tidak akan mengumbar identitas yang mereka miliki.
Tapi satu hal yang dapat ia simpulkan, pendekar asosiasi lelang harta yang saat ini berdiri di sebelahnya setidaknya memiliki kekuatan seorang pendekar suci bintang 9 gerbang ke 2.
"Maaf karena kami datang terlambat, untuk saat ini hanya aku dan beberapa pendekar raja saja yang sudah sampai, sisanya akan datang tidak lama lagi." Ucapnya sambil menatap kedua pendekar kembar itu.
Pendekar suci asosiasi lelang harta itu mengeluarkan senjatanya yang berupa dua buah pisau yang melengkung dan tanpa pikir panjang ia langsung saja mengalirkan tenaga dalam pada kedua pisau itu.
Mu Beiyan sedikit mengerutkan dahinya pada saat melihat senjata milik pendekar suci disampingnya, pasalnya ia belum pernah sama sekali melihat senjata seperti itu sebelumnya.
"Aku mengerti kalau kau tidak pernah melihat senjata seperti ini, tapi bisakah kita selesaikan ini terlebih dahulu."
Setelah mengatakan itu, tenaga dalam yang ia alirkan pada kedua pisau tersebut berubah menjadi elemen api yang berkobar.
"Pisau Api Berputar!!!" Teriaknya sambil maju menyerang Lao Qun.
Mu Beiyan yang tak mau kalah pun ikut mengalirkan energi petir yang dahsyat pada pedangnya dan maju menyerang Lao Qin.
"Kilatan Cahaya Surga!!!"
Secara bersamaan Mu Beiyan dan pendekar suci tersebut berhasil mendapatkan sebuah tendangan keras yang membuat kedua pendekar aliran hitam itu terpental sejauh 10 meter.
Uhuk!!
Lao Qun dan Lao Qin terkena luka dalam karena tendangan yang mereka terima, tapi sepertinya luka dalam itu masih belum cukup untuk mengalahkan kedua pendekar aliran hitam tersebut.
Keduanya bahkan masih bisa tertawa setelah menerima tendangan yang dipenuhi tenaga dalam tadi.
"Hehehe!! sepertinya sudah waktunya memakai pil itu."
Mu Beiyan yang mendengar itu langsung terkejut dan bereaksi dengan cepat.
"Apa pil!! Jangan harap kalian bisa menggunakannya."
Tapi sepertinya keberuntungan masih berada di tangan Lao Qun dan Lao Qin karena sebelum Mu Beiyan bisa menggagalkan rencana mereka, pil naga api merah tua itu sudah ditelan oleh keduanya.
Dan bahkan Mu Beiyan juga hampir terkena serangan fatal dari Lao Qun yang sempat mengayunkan pedangnya ke arah mu Beiyan.
"Sial!! Aku terlambat." Kini Mu Beiyan dan juga pendekar asosiasi lelang harta hanya bisa menatap lawannya yang sudah mulai kembali berdiri.
Tubuh Lao Qun dan Lao Qin juga bereaksi sama seperti Jin Fan yang saat ini juga sudah bertarung dengan Zhao Zhang.
"Kalian akan merasakan malah petaka yang sebenarnya." Kekuatan Lao Qun dan Lao Qin kini setara dengan Mu Beiyan dan pendekar asosiasi.
Disaat yang bersamaan, para pendekar tingkat tinggi dari aliran hitam kini sudah mengkonsumsi pil naga api merah tuanya masing-masing hingga membuat aliansi aliran putih terpojok.
Terhitung hanya Yuanrang, Gu Liang dan juga Yan Susu yang masih belum mengkonsumsi pil naga api merah tua yang mereka miliki.
Untuk Han Fung dan Wang Zu kini sudah tidak bertarung lagi melawan Tzu Ning dan Bao Tang karena keduanya kini sudah tergeletak akibat terkena serangan kedua pendekar suci itu.
Untungnya Cai Bao Yu dan Su Mei tiba disaat yang tepat untuk menyelamatkan keduanya, tapi sepertinya saat ini keadaan Su Mei dan Cai Bao Yu juga cukup terdesak karena kedua lawannya juga sudah mengkonsumsi pil naga api merah tua.
Dipertarungan yang lain, yaitu pertarungan antara Xui melawan pendekar aliran hitam kini terlihat begitu berat sebelah, begitu pula dengan teman-teman Ling Yan yang lainnya.
Terlihat para murid sekte seribu pedang itu harus menghadapi masing-masing 3 pendekar aliran hitam yang setidaknya setara dengan kekuatan yang mereka miliki.
Zhao Yun Zhi yang tingkatannya paling tinggi di antara mereka pun terlihat begitu tertekan karena harus melawan 3 orang pendekar raja sekaligus.
Kini mereka semua terkepung dan dikelilingi oleh para pendekar aliran hitam dan berada di tengah-tengah.
"Sial!!! Mereka terlalu banyak!!" Zhao Yun Zhi menggerakkan giginya.
"Bagaimana ini, sekarang kita terkepung!!" Baru saja para aliran hitam itu ingin menyerang, tiba-tiba saja suara auman keras dari arah barat terdengar di telinga mereka.
Para aliran hitam yang terkejut terlihat mengedarkan pandangannya dan bertanya-tanya tentang suara auman apa yang barusan mereka dengar itu.
"Apa mungkin itu siluman?" Ucap salah satu pendekar raja dari aliran hitam.
Sementara para aliran hitam itu kebingungan, Xui melihat seekor harimau putih besar dengan Surai api berwarna biru tengah berlari ke arah mereka.
"Itu..... Bukankah Itu Xiao Hu!!" Walaupun belum pernah melihat wujud asli dari si binatang gaib milik Ling Yan, tetapi Xui dapat mengenalinya dengan sekali lihat.