
Melihat bahaya di depannya membuat Yan Susu menjadi gemetar hingga membuatnya mengeluarkan sebuah benda bulat dari dalam cincin natnya, dan dengan sekali genggam yang begitu kuat, benda itu terpecah bersamaan dengan tangan Ling Yan yang melepaskan pegangannya pada Yan Susu.
Dengan sigap Yan Susu melompat mengambil jarak sambil menatap tajam ke arah Ling Yan yang tengah memasang wajah kebingungan.
"Tadi itu.... Kristal bunga hati kenari, kau bahkan sampai mengorbankan barang berharga seperti itu untuk melepaskan diri." Ling Yan tersenyum mengejek sebelum melesat begitu cepat menyerang Yan Susu.
Kristal bunga hati kenari adalah sebuah kristal berbentuk bulat yang termasuk dalam kristal kategori cukup langka di kekaisaran Wei dan kristal ini biasanya digunakan untuk melepaskan diri dari musuh disaat-saat genting seperti yang dilakukan oleh Yan Susu sebelumnya.
Namun sepertinya hal itu tidak akan cukup untuk melepaskan diri dari serangan demi serangan yang dilakukan oleh Ling Yan padanya saat ini.
"Pedang Api Penghancur Gunung!!!"
"Kipas Besi Berselimut Api!!!"
Kedua pendekar suci yang saat ini kekuatannya naik untuk sementara di tingkat pendekar bumi itu terus bertukar jurus dan serangan hampir setiap detik dalam pertarungan.
Bisa dilihat kecepatan bertarung keduanya sudah sangat cepat serta tidak dapat ditebak kemana arah gerakan selanjutnya yang akan mereka lakukan, dan jika ada pendekar suci yang bisa melihat pertarungan mereka, itu artinya pendekar itu pasti memiliki mata yang hebat.
"Tinju Kobaran 7 Api!!!"
"Tapak Naga Api!!!"
Kedua serangan itu bertemu sebelum menciptakan ledakan yang membuat area es di sekitarnya hancur dan juga meleleh, sebelum keduanya muncul dari dalam kepulan asap dan kembali saling menyerang.
Srakkkkk!!!!
Pedang kabut ilusi berhasil menggores sedikit lengan serta pakaian Yan Susu tetapi luka yang di terima olehnya kembali sembuh dengan begitu cepat tanpa ada bekas sedikitpun.
Begitu pula dengan Ling Yan yang juga menerima sedikit goresan di lengannya karena kipas besi milik Yan Susu dan hal yang sama juga terjadi pada luka tersebut.
Ling Yan dan Yan Susu sedikit mengambil jarak sebelum kembali maju menyerang dengan kecepatan tinggi hingga suara dentingan kedua senjata yang mereka gunakan menggema di udara.
Sebenarnya kualitas pedang yang dimiliki oleh Ling Yan jauh lebih baik dari senjata kipas yang dimiliki Yan Susu, namun karena Yan Susu menggunakan tenaga dalam yang begitu besar pada senjatanya, kipas besi itu kini terlihat hampir sama kualitasnya dengan pedang kabut ilusi.
Tetapi untuk melakukan hal itu tentunya membuat Yan Susu sedikit boros menggunakan tenaga dalamnya, dan semua itu bisa dilihat dari ekspresi wajahnya yang semakin terlihat kelelahan saat ini.
"Sial Pedang Kabut Ilusi itu membuatku harus menggunakan tenaga dalam yang sangat banyak untuk bertahan." Yan Susu merapatkan giginya dan mengumpat keras di dalam hatinya.
Sebenarnya Yan Susu sedari tadi ingin mencari cara untuk lari dari pertarungan ini karena sudah mengetahui kalau dirinya tidak akan menang melawan Ling Yan.
Namun situasi saat pertarungan selalu tidak membuatnya berada dalam posisi beruntung melainkan Ling Yan terus berhasil menekankannya.
Yan Susu terlihat memperagakan sebuah jurus lain yang Ling Yan sudah ketahui karena jurus tersebut adalah jurus ketiga dari gulungan teknik permainan api yaitu
Dengan cepat Ling Yan juga memperagakan teknik yang sama karena ia tahu tidak ada teknik lain yang dapat menyaingi teknik tersebut selain dari 2 teknik tingkat langit yang Ling Yan miliki.
"Bunga Teratai Api!!!"
Segera kedua teratai api itu bertubrukan dan menyebabkan ledakan energi yang begitu dahsyat hingga membuat keduanya mengambil jarak dari tempat tersebut.
Ling Yan yang tersadar dengan gerakan Yan Susu yang sedikit menjauh membuatnya tersenyum sinis sambil berkata.
"Menggunakan teknik tingkat tinggi untuk kabur, apakah kau begitu bodoh, Teknik Tubuh ilusi!!"
Tiga tubuh ilusi yang memiliki kekuatan pendekar suci segera melesat cepat mengejar Yan Susu dan berhasil menghadang di depannya.
"Seribu Pukulan Api!!" Yan Susu yang mendapati bahaya di depannya kini bereaksi dengan cukup cepat melompat kesamping untuk menghindari serangan dari ketiga tubuh ilusi itu.
Hanya saja gerakannya tersebut sudah dibaca oleh Ling Yan terlebih dahulu sebelum sebuah tendangan keras mendarat di kepala bagian belakang milik Yan Susu.
"Apa kau berpikir kau bisa lari dari kejaranku." Ling Yan kini berdiri sambil memandangi tubuh Yan Susu yang tersungkur sambil mencoba bangkit dari tempatnya.
Ia bisa melihat mata dan tubuhnya yang awalnya sedikit memerah karena pil naga api merah tua kini sudah mulai meredup disertai kekuatannya yang menurun sebanyak satu tingkat.
"Uhuk!!!." Seteguk darah segar kini keluar dari dalam mulut Yan Susu disertai kedua api spiritualnya yang sudah redup dan menghilang.
"Hehehe walaupun aku menggunakan teknik terkuat seperti tadi, aku bahkan tidak bisa untuk lari dari kejaranmu." Yan Susu malah tertawa sinis dihadapan Ling Yan.
Ling Yan sedikit mengerutkan dahinya melihat ekspresi wajah Yan Susu yang tidak berdaya itu, ia juga bisa melihat tubuhnya sudah mulai mengkerut sedikit demi sedikit disertai rambut yang mulai memutih.
"Tapi jika aku mati disini, aku tidak akan membiarkanmu hidup tanpa penderitaan." Tiba-tiba saja Yan Susu mengeluarkan sebuah bola kristal bunga hati kenari lagi dari dalam cincin natnya, tetapi kali ini kristal tersebut memiliki aura hitam di dalamnya.
Ling Yan yang melihat itu sontak membulatkan matanya disaat bola kristal tersebut pecah disertai aura hitam yang menyebar keseluruh wilayah tersebut.
Ling Yan yang tidak sempat menghindari itu hanya bisa berteriak kesakitan saat aura hitam itu mulai masuk kedalam pori-pori tubuhnya dan membuat tubuhnya terasa panas seperti terbakar.
"Akh!!!!!" Teriak Ling Yan begitu kesakitan.
Disaat yang sama tubuh milik Yan Susu juga tumbang tak bernyawa sebelum tubuh tersebut berubah menyerupai wajah nenek tua yang kurus dan begitu buruk.
"Sial ini racun ular hantu, walaupun aku bisa mengatasinya dengan api spiritualku, tetapi racun ini bisa membunuhku jika aku tidak mendapatkan penawarnya selama setahun kedepan."
Ling Yan berusaha begitu keras menekan racun ular hantu dengan api spiritual serta tenaga dalamnya sebelum akhirnya rasa sakit seperti terbakar itu menghilang.
"Hah...hah... hah.... sial.... dia berhasil menanam racun ini di tubuhku, sekarang dimana aku harus mendapatkan penawaran racunnya."
Baru kali ini Ling Yan merasa begitu khawatir dengan kondisi tubuhnya, karena efek racun tersebut bisa saja terjadi lebih cepat daripada yang Ling Yan bayangkan saat ini.
"Hahahaha dasar bocah, melawan perempuan yang memiliki kekuatan seperti ini saja kau masih sempat terkena tipu muslihat murahan seperti itu." Guo Kai tiba-tiba keluar dari dalam pedang kabut ilusi sambil menertawakan Ling Yan.
"Kau tidak perlu memasang wajah khawatir seperti itu di hadapanku, bukankah kau memiliki akar roh surgawi, dengan itu kau masih bisa bertahan setidaknya 3 tahun sebelum mendapatkan penawar racunnya." Jelas Guo Kai.
Mendengar jawaban Guo Kai yang mengatakan 3 tahun membuat Ling Yan sedikit lebih lega karena waktu yang ia miliki ternyata sedikit lebih banyak, tetapi Ling Yan saat ini sama sekali tidak mengetahui bahan seperti apa yang dapat menawar racun dari ular hantu.