LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 85. Rombongan Asosiasi Lelang Harta


Dibawah gelapnya hutan kegelapan, terlihat Ling Yan terus melesat menggunakan ilmu meringankan tubuhnya. Dengan kemampuan barunya setelah membuka dan menghubungkan ke 39 meridian kecil di tubuhnya, Ling Yan kini sudah berhasil keluar dari bagian terdalam hutan kegelapan.


Namun anehnya, sama seperti saat ia menuju gua, Ling Yan tidak pernah sekalipun bertemu dengan seekor siluman pun dalam perjalanannya.


"Lagi-lagi seperti ini, tidak ada satu ekor siluman pun yang kutemui." Ling Yan bergumam sambil terus mempercepat langkahnya ke depan.


Sampai akhirnya Ling Yan sudah sampai di bagian luar hutan kegelapan tanpa bertemu dengan seekor siluman walaupun hanya sekedar melihat saja.


"Bahkan di sini juga tidak ada, apa yang terjadi sebenarnya." Ucap Ling Yan yang kebingungan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Hahaha! tuan Ling Yan tidak menemukan seekor siluman pun karena siluman-siluman itu menghindari mu sebelum kau melihatnya." Ucap roh kobaran api sakral surgawi.


Mendengar perkataan roh api sakral surgawi Ling Yan sontak kembali bertanya. "Mengapa mereka menghindari ku? padahal biasanya para siluman-siluman itu sendiri yang bergerak menyerang duluan." Jawab Ling Yan.


Tetapi belum berselang beberapa saat, Ling Yan akhirnya tersadar akan sesuatu.


"Apa mungkin mereka menghindar karena merasakan keberadaan binatang gaib ini?" Tanya Ling Yan sambil mengalihkan pandangannya pada harimau kecil.


"Miao..."


"Hehehe dugaanmu memang tidak salah tuan, karena walaupun binatang gaib ini masih muda dan berada di tingkat 1, tapi tetap saja para siluman di dalam hutan ini pasti akan menghindar karena merasakan aura yang begitu kuat darinya." Jawab roh api sakral surgawi.


"Hmm pantas saja dalam perjalanan ku aku tidak bertemu dengan seekor siluman tingkat tinggi ataupun rendah sekalipun, ternyata itu karena aura mu." Ling Yan menghembuskan nafas panjangnya sejenak lalu mulai mengalirkan tenaga dalamnya untuk menyembunyikan aura kekuatan yang di miliki oleh si harimau kecil.


"Walaupun sebenarnya aku sangat bersyukur tidak ada siluman tingkat tinggi yang mendatangi kita selama perjalanan tadi, tapi untuk mencarikan makanan untukmu, aku harus menyembunyikan aura keberadaan mu dulu." Ucap Ling Yan.


Setelah menggunakan tenaga dalamnya, Ling Yan akhirnya mulai bergerak menyusuri bagian luar hutan kegelapan untuk mencari siluman tingkat satu.


Dan benar saja saat Ling Yan sudah berhasil menyembunyikan aura keberadaan si harimau kecil, tanpa menunggu waktu lama Ling Yan sudah bertemu dengan segerombolan siluman kera api tingkat 1.


"Hahh ternyata memang benar, sekarang waktunya untuk memanen inti kekuatan siluman tingkat 1 untuk mu." Ucap Ling Yan sambil keluar dari persembunyiannya dengan pedang darah api yang sudah ia genggam.


Dengan hanya menggunakan kekuatan fisiknya, Ling Yan dapat dengan mudah menghabisi semua siluman kera api tanpa menggunakan tenaga dalam sedikitpun.


"Hmm sudah selesai." Ling Yan tersenyum puas sambil mengumpulkan semua inti kekuatan dan juga daging siluman kera api tersebut dan memasukkannya kedalam cincin natnya.


Untuk daging siluman kera api itu jangan di tanya lagi, Ling Yan berniat menjualnya saat ia keluar dari dalam hutan kegelapan nanti. Walaupun ia memiliki banyak koin emas di dalam cincin natnya, akan tetapi ia berniat menjual daging siluman kera itu untuk mendapatkan koin perak.


Karena akan sangat menarik perhatian orang-orang jika ia terus menggunakan koin emas untuk membeli sesuatu atau barang yang ia butuhkan.


"Hmm hanya 20 inti kekuatan api yang aku dapatkan, sepertinya ini masih kurang, kalau begitu ayo kita cari lagi." Ling Yan kembali melangkahkan kakinya mengelilingi bagian luar hutan kegelapan dan menyelesaikan penjelajahannya saat matahari sudah meredupkan sinarnya menandakan bahwa hari sudah menjelang malam.


"Hmm aku mendapatkan 74 inti kekuatan siluman api tingkat satu dan juga beberapa inti kekuatan siluman tingkat 2, selebihnya adalah inti kekuatan siluman elemen petir dan kayu, sepertinya ini sudah lumayan, kalau begitu lebih baik sekarang aku keluar dari hutan ini." Gumam Ling Yan.


Tak lama kemudian, dengan indra pendengarannya yang tajam, Ling Yan bisa mendengar suara seperti hentakan kaki kuda dan juga roda kereta yang terdengar semakin dekat dari tempatnya saat ini.


"Hmm sepertinya akan ada rombongan orang kereta kuda yang lewat, kalau begitu... mungkin sebaiknya aku ikut bersama mereka, tapi sebelum itu...." Ling Yan lalu bergerak memasukkan pedang darah api serta beberapa pisau di pinggangnya kedalam cincin natnya.


Selain itu, Ling Yan juga mengganti pakaiannya dengan cepat dan mengubah penampilannya menjadi seperti seorang penduduk biasa.


"Hmm jika seperti ini, maka orang-orang akan melihatku seperti seorang penduduk biasa." Gumamnya.


Setelah beberapa lama menunggu akhirnya rombongan kereta kuda tersebut kini sudah terlihat oleh Ling Yan dari kejauhan dan saat ini sedang berjalan menuju ke arahnya.


Ling Yan dapat dengan jelas melihat sebuah lambang pada sebuah bendera merah bertuliskan Asosiasi lelang harta.


"Eh bukannya itu rombongan asosiasi lelang harta." Ucapnya.


Ling Yan masih menatap ke arah rombongan itu untuk memastikan hal tersebut, dan benar saja itu adalah rombongan kereta kuda dari asosiasi lelang harta.


"Sepertinya yang ada di dalam kereta kuda itu adalah salah satu orang penting dari asosiasi, karena tidak mungkin mereka akan memberikan pengawalan yang cukup ketat jika orang yang di dalam kereta kuda itu bukanlah orang yang cukup tinggi posisinya." Gumam Ling Yan.


Ling Yan lalu mulai berjalan pelan ke depan seolah-olah melakukan perjalanan searah dengan rombongan tersebut, dan setelah rombongan itu sudah dekat dengan Ling Yan, 3 orang pengawal dari kereta kuda itu langsung berjalan mendekat menghampirinya.


Ling Yan yang melihat itu sontak mengalihkan pandangannya dan dengan cepat mengukur tingkat kekuatan dari ketiga pengawal itu dan mendapati ketiganya berada di tingkat pendekar emas bintang 5.


"Siapa kau? dan apa yang kau lakukan disini?" Tanya ketiga pengawal itu dengan nada bicara yang cukup tinggi.


Ketiga pengawal itu terlihat mencoba mengukur kekuatan Ling Yan, akan tetapi mereka tidak dapat mengukur kekuatannya karena Ling Yan sudah terlebih dahulu menyembunyikan aura petarung yang ia miliki.


"Maaf paman aku hanya seorang penduduk desa yang sekedar lewat saja di sini." Ucap Ling Yan dengan ekspresi wajah datarnya.


Ketiga pengawal itu yang mendengar Ling Yan memanggilnya dengan sebutan paman sontak terkejut, pasalnya walaupun Ling Yan adalah seorang anak yang berusia 15 tahun, akan tetapi Ling Yan sudah memiliki tinggi badan yang sudah hampir menyamai mereka bertiga.


"Hei anak muda, apakah kami terlihat setua itu di matamu." Ujar salah satu dari ketiga pengawal itu.


Ling Yan yang mendengar perkataan salah satu dari mereka sontak tersenyum canggung dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal,


"Ahaha tapi aku memang masih berumur 15 tahun, apakah aku salah jika memanggil kalian bertiga sebagai paman." Jawab Ling Yan santai.


Ketiga pengawal yang mendengar perkataan Ling Yan yang mengatakan bahwa ia masih berumur 15 tahun sontak menarik pedangnya dan mengarahkannya pada Ling Yan.


"Siapa kau sebenarnya anak muda? jika kau memang masih berumur 15 tahun dan hanya seorang penduduk desa biasa, tidak mungkin kau akan berani berjalan sendiri di dekat hutan kegelapan ini." Ucap salah satu dari ketiga pengawal itu.