LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 147. Luka Bakar Karena Xiao Hu


Dalam sekejap luka bakar Xui akhirnya menghilang dan kembali sembuh seperti semula.


"Xiao Hu adalah siluman harimau api yang berubah bentuk, jadi jika belum pernah berkenalan dengannya, maka surai atau ekor apinya bisa membuat tanganmu terluka." Ling Yan menjelaskan tentang Xiao Hu pada Ling Xuilan sambil mengobati luka bakar Xui.


Xui terlihat mengerutkan dahinya saat melihat Ling Yan mengobati luka bakar dengan api berwarna ungu. "Bagaimana mungkin api bisa mengobati luka bakar, bukankah api itu panas?" Xui bertanya kebingungan.


"Ini adalah api spiritual bernama api kehidupan, selain memiliki kekuatan yang sangat besar dan panas, api spiritual ini juga memiliki energi kehidupan yang dapat menyembuhkan luka bakar dan memulihkan tenaga dalam yang hilang." Jelas Ling Yan.


Untuk saat ini Ling Yan tidak perlu khawatir menjelaskan tentang api kehidupan tersebut pada Xui karena saat ini ia sedang berada di sebuah ruangan yang kedap suara dan hanya ada mereka berdua disana.


Ling Yan sengaja memesan ruangan tersebut agar tidak ada yang mengetahui jika saja ada sebuah hal yang harus ia rahasiakan seperti saat ini yaitu Xiao Hu yang sedang lapar dan juga tentang api spiritual miliknya.


Setelah selesai mengobati luka bakar Xui, Ling Yan lalu kembali ke tempatnya dan ingin mengeluarkan kristal siluman yang akan menjadi makanan Xiao Hu.


Sementara Xui sendiri hanya bisaa menatap kagum ke arah tangannya yang sebelumnya terkena luka bakar kini sudah kembali sembuh tanpa ada bekas luka sedikitpun.


Ling Yan lalu mengeluarkan 3 buah kristal siluman tingkat 2 dan memberikan satu kristal terlebih dahulu pada Xiao Hu.


"Ini dia Xiao Hu, makanlah." Ucap Ling Yan sambil memberikan kristal tersebut di hadapan Xiao Hu.


Xiao Hu yang sudah kelaparan pun tak tinggal diam dan langsung bergerak cepat memakan kristal siluman yang di berikan oleh Ling Yan.


Sementara Xui sendiri....


"Dia... siluman macam apa dia, mengapa dia memakan kristal siluman." Ling Xuilan terkejut dan tangannya yang menunjuk Xiao Hu sedikit bergetar.


Xiao Hu yang melihat itu sedikit menggeram dan membuat Xui berpindah tempat ke belakang Ling Yan karena ketakutan.


Sementara itu, Ling Yan yang melihat wajah ketakutan Xui yang menurutnya lucu hanya tertawa pelan sejenak sebelum bergerak untuk memenangkannya.


"Hahaha kau ini, kenapa sampai ketakutan seperti itu, ayolah tidak apa-apa." Ling Yan dengan susah payah membujuk Xui sampai akhirnya berhasil, namun tetap saja ia tidak ingin jauh-jauh dari Ling Yan karena masih merasa takut.


"Kak Ling Yan, sebenarnya dia ini siluman jenis apa, mengapa dia tidak memakan daging, malah ia memakan kristal siluman." Xui bertanya kembali karena penasaran.


Ling Yan sudah menduga kalau Xui akan berekspresi seperti itu, dan sepertinya dia tidak akan percaya kalau Ling Yan mengatakan Xiao Hu adalah siluman biasa, jadi Ling Yan pun memutuskan untuk menceritakan semuanya pada Xui.


"Baiklah aku akan memberitahumu semuanya, tapi sebelum itu, kau harus berjanji untuk tidak akan memberitahu siapapun sial Xiao Hu." Ucap Ling Yan.


Xui yang mendengar itu sontak mengangguk dan berjanji tidak akan menceritakannya pada siapapun. "Baiklah aku berjanji tidak akan memberitahu siapapun tentang ini." Ling Xuilan mengangkat telapak tangannya.


"Pada saat aku masuk ke hutan kegelapan waktu itu......" Ling Yan lalu menceritakan semuanya pada saat pertama kali ia bertemu dengan Xiao Hu pada Ling Xuilan.


Terlihat Ling Xuilan mendengarkannya dengan serius dan beberapa kali mengerutkan dahinya, sampai akhirnya.


"Pada awalnya aku juga mengira kalau Xiao Hu hanyalah siluman biasa, tapi ternyata ia sebenarnya adalah seekor binatang gaib harimau putih berekor api yang lahir dari siluman ekor api." Jelas Ling Yan.


"Binatang gaib ya, pantas saja ia memakan kristal siluman." Xui akhirnya mengerti setelah Ling Yan menceritakan semuanya.


Xui pun tidak lagi bertanya dan bertekad untuk merahasiakan hal tersebut.


Ia terlihat menatap ke arah Xiao Hu yang sedang mengunyah kristal tersebut seperti mengunyah daging sebelum akhirnya kristal siluman itu habis.


"Miao...." Xiao Hu terlihat menatap ke arah kristal siluman yang ada di genggaman Ling Yan.


"Kak Ling Yan, sepertinya ia masih menginginkan itu." Ucap Xui sambil melihat kristal siluman yang tersisa.


"Ya, seperti biasanya dia memang makan sebanyak 3 kristal siluman, hmmm mau mencoba memberikannya makan?" Tanya Ling Yan.


"Eh, aku...." Ling Xuilan terlihat agak sedikit ragu karena trauma yang sebelumnya.


"Tidak apa-apa Xui, Xiao Hu ini adalah kucing yang baik." Jawab Ling Yan sambil memberikan kristal siluman ditangannya pada Xui.


"Ayo cobalah, kau pasti ingin memeluknya kan." Ling Yan mesin membujuk Xui yang tangannya masih gemetar, sebelum akhirnya ia memberanikan diri dan mengulurkan tangannya yang sudah ada kristal siluman disana.


Awalnya Xiao Hu masih ragu dengan Xui dan menggeram sedikit, namun setelah beberapa saat kemudian akhirnya Xiao Hu pun mendekati tangan Xui dan mengambil kristal siluman itu tanpa melukai tangan Xui lagi.


"Kau lihat, dia sudah tidak seperti tadi bukan." Ling Yan tersenyum.


"Iya, bahkan sekarang dia semakin lucu." Ling Xuilan mencoba mengelus-elus surai api milik Xiao Hu dan seperti yang Ling Yan katakan, surai api itu tidak lagi terasa panas dan malah terasa lembut ditangan Ling Xuilan.


Ling Xuilan tersenyum ceria setelah bisa menyentuh secara langsung tubuh Xiao Hu tanpa harus melukai tangannya, bahkan setelah selesai dengan makanannya, Xiao Hu kini sedang meringkuk di pangkuan Ling Xuilan.


"Sepertinya dia sudah merasa aman di dekat mu." Ling Yan berkata sambil melanjutkan makannya bersama Ling Xuilan.


Setelah menyelesaikan kegiatan makannya, Ling Yan lalu memperagakan teknik tubuh ilusi kembali dan membuat 3 klon tubuh ilusi.


"Kalian tau apa yang harus kalian lakukan." Ucap Ling Yan yang disambut anggukan kepala dari ketiga tubuh ilusinya yang langsung melesat tanpa ada yang melihatnya.


Ling Xuilan yang melihat kejadian tadi sontak bertanya. "Untuk apa kak Ling Yan menggunakan teknik itu." Tanya Xui.


"Ah tidak apa-apa Xui, aku hanya ingin mereka mengawasi keadaan kota jikalau ada sesuatu yang mencurigakan." Jawab Ling Yan.


Xui pun hanya menganggukkan kepalanya mengerti tanpa menanyakannya lebih lanjut, dan setelah keduanya menyelesaikan makannya, Ling Yan dan Xui akhirnya memutuskan untuk berkeliling kota heihan sampai akhirnya tak terasa hari sudah mulai senja.


"Kak Ling Yan, sepertinya aku harus kembali ke sekte sekarang, aku tidak ingin guru Gao dan yang lainnya mencariku." Ucap Xui.


"Baiklah, aku mengerti, kalau begitu aku akan mengantarmu." Ucap Ling Yan.


"Ah tidak perlu, aku bisa sendiri, lagi pula aku ini juga seorang pendekar yang tangguh bukan, bahkan sebentar lagi aku akan naik ke tingkat pendekar emas bintang 2." Jawab Xui bersemangat.


"Baiklah aku mengerti, kalau begitu sampai jumpa besok pagi, karena aku akan mengikuti ujian terakhir besok." Ucap Ling Yan.