
Xui dan juga Shuyang yang belum mengetahui tentang ini tentunya hanya bisa bertanya kepada Ling Yan.
"Tingkatan selanjutnya.... memangnya ada tingkatan lain di atas kekuatan pendekar suci?". Tanya keduanya secara bersamaan.
"Emmm itu... Sepertinya kalian akan mengetahuinya nanti setelah berada di puncak pendekar suci." Jawab Ling Yan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Walaupun ada rasa ketidakpuasan dari jawaban Ling Yan, tapi keduanya tidak bertanya lebih jauh karena walaupun mereka bertanya, tingkatan keduanya masih sangat jauh dari tingkat pendekar suci.
"Selain itu, kita juga tidak boleh membiarkan mereka berdua melakukan pengorbanan iblis secara terus-menerus, jika tidak, akan ada lebih banyak korban jiwa seperti mereka yang baru saja mati dalam keadaan tragis." Lanjut Ling Yan.
Setelah percakapan itu, kini hanya terdengar suara hentakan kaki kudanya saja yang terdengar secara terus-menerus hingga kereta kuda tersebut sampai di desa batu hitam keesokan harinya setelah melalui perjalanan tanpa istirahat.
*****
Pulau es utara adalah tempat yang di kelilingi oleh lautan serta bongkahan es yang sangat banyak, serta menjadi tempat atau lokasi terdingin di seluruh daerah kekaisaran Wei.
Walaupun pulau es utara memiliki iklim dingin yang begitu ekstrim, tetapi pulau ini tetap menjadi salah satu tempat berdirinya salah satu sekte aliran netral terkuat di kekaisaran Wei.
Selain sekte aliran netral, pulau es utara juga berdiri sebuah kota yang mayoritas penduduknya dihuni oleh 3 Klan yang semuanya merupakan keluarga pendekar.
Klan Bing
Klan Fan
Klan Mo
Ketiga klan inilah yang menjadi penghuni mayoritas sekaligus yang memutuskan untuk membentuk sekte aliran netral yang kini di kenal sebagai sekte pulau es utara.
Selain dari ketiga Klan tersebut, ada juga dari para penduduk kota yang merupakan keluarga dari para pedagang yang berasal dari keluarga bangsawan serta kalangan lainnya.
"Turunkan jangkarnya!!!" Salah seorang awak kapal berteriak kepada ketiga rekannya yang sedang bertugas untuk menurunkan jangkar.
Tepat setelah itu, sebuah kapal besar bernama mentari musim gugur kini sudah berhasil sampai di pelabuhan pulau es utara.
Suara gerobak dorong serta kereta kuda mulai terdengar saat para pedagang yang menjadi penumpang kapal berbondong-bondong turun dari kapal secara bersamaan.
Selain itu, ada juga dari para penumpang kapal yang merupakan anggota dari 3 Klan mayoritas pulau tersebut serta beberapa pendekar tingkat tinggi yang sedang menyamar seperti 3 orang yang sedang berjalan sambil melirik sekitarnya.
"Sampai kapan kita akan melakukan penyamaran seperti ini." Yuan Xuqi kembali kesal setelah Huang Zitao mengubah rencana mereka yang sebelumnya menyerang secara terang-terangan menjadi misi penyamaran.
"Diamlah jika kau tidak ingin mati oleh pemabuk sialan itu." Ucap Liang Qi yang sebenarnya juga kesal dengan keadaan ini.
Namun jika mereka memaksa untuk melakukan rencana mereka yang pertama, maka sesuatu yang buruk sudah pasti akan terjadi pada mereka bertiga.
"CK pemabuk tua itu... Bagaimana bisa dia tiba-tiba berada di tempat ini." Umpat Huang Zitao sambil menatap tajam ke arah seorang pemabuk tua yang terlihat lusuh sedang berjalan gontai saat menuruni kapal.
Saat berada di kapal, ketiga pendekar suci dari kekaisaran tang ini sebelumnya memang merasakan ada orang lain selain mereka bertiga yang memiliki aura yang begitu kuat.
Namun ternyata orang yang dimaksud oleh ketiga pendekar suci ini bukanlah Yan Susu melainkan seorang yang bahkan bisa dibilang kekuatannya sebanding dengan Yun Zhao yaitu seorang pendekar yang dijuluki dewa mabuk.
"Aku pikir ketiga suruhan Yun Zhao adalah masalah besar, ternyata ada yang lebih buruk daripada mereka bertiga." Yan Susu menggertakkan giginya sebelum berjalan menjauh tepat pada saat ia turun dari kapal.
Dewa mabuk adalah seorang pendekar tingkat tinggi yang saat ini sudah berada di tingkat pendekar bumi bintang 5, dan tidak ada yang mengetahui identitasnya selain orang-orang tertentu, karena penampilan serta kebiasaannya yang terus mabuk-mabukan serta berpindah-pindah tempat.
Karena kebiasaan minumnya serta kemampuan hebatnya itulah ia memiliki nama julukan dewa mabuk dari berbagai kalangan pendekar tingkat tinggi.
Bruk!!!!
Pemabuk tua itu terjatuh dan membuat dagangan salah seorang pedagang sayuran menjadi berantakan.
"Hei!! Pak tua!! kau baru saja menghancurkan daganganku." Bentak pedagang tersebut tapi tidak digubris oleh pemabuk tua tersebut.
Sebaliknya malah sedikit melirik kebelakang sambil tersenyum sinis dan mendapati 3 orang pendekar suci di belakangnya sudah tidak ada lagi.
"3 orang pendekar dari kekaisaran Tang, dan seorang pendekar aliran hitam dengan api naga Yin Yang." Batin pemabuk tua itu sebelum bangkit dan kembali berjalan gontai sambil meneguk botol berisi arak ditangannya.
Sementara itu di tempat yang cukup sepi.
"Kau yakin dia tidak menyadari kehadiran kita." Tanya Liang Qi sedikit panik.
"Entahlah.... Tapi sepertinya tidak." Jawab Yuan Xuqi dengan nada tidak yakin.
"CK kita haru mencari tempat untuk bersembunyi terlebih dahulu, karena sepertinya bukan hanya dewa mabuk yang ada di sini melainkan ada seorang lagi." Jawab Huang Zitao sebelum ketiganya menghilang dari tempatnya secara tiba-tiba.
Pada saat turun dari kapal Huang Zitao memang merasakan aura gelap dari seseorang yang juga ikut turun bersamaan dengan mereka beberapa saat yang lalu, dan anehnya aura gelap itu memiliki kemiripan dengan ketua sektenya.
*****
Ling Yan dan ketiga rekannya langsung memesan masing-masing satu tiket kapal seharga 2 keping perak untuk berlayar menuju pulau es Utara tepat pada saat mereka sampai di desa batu hitam.
Meskipun Shuyang dan Xui awalnya terlihat sedikit mengantuk karena tidak tidur semalaman, namun berkat pil yang diberikan oleh Ling Yan, kini keduanya sudah kembali segar seperti sebelumnya.
Berbeda dengan Ling Yan yang saat ini sudah naik ke tahapan pendekar suci, walaupun ia tidak tidur selama 7 hari 7 malam berturut-turut pun, ia tetap tidak akan merasa lelah berkat tenaga dalam melimpah yang saat ini ia miliki.
"Tuan!! aku merasakan kalau kau saat ini sedang merasa sangat khawatir." Ucap Jin Yuan dengan wajah datar.
Karena kontrak darah yang dilakukan oleh Ling Yan, boneka roh yang ia ciptakan saat ini sedikit banyak akan bisa merasakan apa yang dirasakan oleh tuannya.
Ling Yan hanya tersenyum tipis sebelum roh pedang kabut ilusi keluar dari dalam pedang tersebut.
"Aku merasakan ada banyak aura yang begitu kuat di pulau itu, apakah di pulau itu memang banyak pendekar hebat?." Ucap Guo Kai sambil menatap ke arah pulau es utara yang bahkan baru terlihat samar-samar dari kejauhan.
Ling Yan sedikit mengerutkan keningnya mendengar perkataan Guo Kai yang mengatakan banyak, padahal hanya ada 5 pendekar suci di sekte pulau es utara saat ini.