LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 263. Membuka Segel Api Langit


Ling Yan menggaruk pipinya sambil tersenyum canggung dan berkata.


"Mereka malah beradu mulut di hadapanku." Ucap Ling Yan.


Hanya api samudra yang terlihat diam dan seperti larut dalam sesuatu di kepalanya.


"Tuan! Sepertinya kau harus bergegas, aku merasakan ada hawa kematian yang begitu pekat di luar sana." Api samudra berkata dengan ekspresi wajah serius.


Seketika 3 roh api yang sedang bertengkar itu terdiam karena mendengar perkataan api samudra.


"Kau benar, sepertinya sekte seribu pedang dalam bahaya sekarang." Ling Yan lalu mengalihkan perhatiannya pada api pembakar jiwa.


"Aku tidak ingin ikut dan menjadi kekuatan mu." Xiao Yi menyilangkan sayapnya sambil berbalik arah.


Bukannya kaget dengan perkataan Xiao Yi, Ling Yan malah tersenyum tipis sambil berkata. "Aku tidak ingin kau sekedar menjadi kekuatanku, tapi aku juga ingin kau menjadi temanku seperti mereka berempat."


Jawaban Ling Yan seketika sedikit menggetarkan hati dari roh api pembakar jiwa, kata-kata itu seakan mengingatkannya pada tuannya yang pertama yaitu Zhao Wei.


"Heh! Kalian para manusia semuanya memiliki sifat yang sama, kalian hanya mengandalkan kata-kata manis lalu setelah itu meninggalkan kami disaat tidak dibutuhkan lagi." Api pembakar jiwa masih bersikukuh dengan pendiriannya.


Sementara api abadi yang mendengar perkataan pedas Xiao Yi sedikit naik pitam serasa seperti ingin menyerap api pembakar jiwa itu, tapi semua itu di halangi oleh Ling Yan.


"Serahkan padaku, kalian bisa kembali kedalam lautan akar roh surgawi ku sekarang." Ucap Ling Yan sebelum keempat roh api spiritual itu kembali ke tempatnya.


Ling Yan lalu mengeluarkan sebuah gulungan berwarna merah dari dalam cincin natnya yang tidak lain merupakan gulungan teknik permainan api milik Shen Long.


Xiao Yi sedikit melirik ke arah gulungan merah itu sambil membatin.


"Gulungan itu, aku bisa merasakan api langit ada di dalam gulungan itu."


Xiao Yi kembali menatap wajah Ling Yan dengan seksama seakan mencari sesuatu di sana.


"Orang ini... bagaimana bisa ia mendapatkan roh api sebanyak ini, bukan hanya ke empat roh api sebelumnya, ia bahkan memiliki api langit." Batinnya.


Sebenarnya Xiao Yi juga merasa sedikit bingung dengan Ling Yan yang sebelumnya mengkonsumsi pil pelindung jiwa untuk menyerap kekuatannya.


Karena sebenarnya tanpa menggunakan pil itu pun Ling Yan bisa saja menyerap rohnya menggunakan akar roh surgawi yang ia miliki.


Ling Yan kembali mengeluarkan pil pelindung jiwa dari dalam cincin natnya lalu menyimpan pil tersebut sebelum membuka gulungan teknik permainan api bagian kedua.


"Dengan kekuatanku sekarang, aku sudah bisa membuka segel api langit di dalam gulungan ini." Ling Yan lalu mengalirkan tenaga dalam pada jarinya tapi sebelum ia bergerak membuka segel tersebut, Xiao Yi kembali bertanya membuat Ling Yan menghentikan kegiatannya itu.


"Sebenarnya aku sangat heran padamu, mengapa kau malah repot-repot menggunakan pil pelindung jiwa untuk menyerap kekuatan roh api spiritual sementara kau memiliki akar roh surgawi yang bisa mengikat roh kami dalam sekejap."


Raut wajah Xiao Yi masih tidak berubah samasekali sementara Ling Yan hanya membalasnya dengan senyuman khas yang ia miliki dan membuat Xiao Yi sekali lagi seperti melihat Zhao Wei di hadapannya.


Sebenarnya Ling Yan juga tahu kalau akar roh surgawi yang ia miliki memang dapat mengikat roh api spiritual, namun seperti yang sebelumnya terjadi pada ketiga api spiritual yang ia miliki.


"Seperti yang aku katakan sebelumnya, aku menginginkan kau tidak sekedar untuk menjadi kekuatan ku, tetapi juga menjadi temanku, aku tidak ingin temanku nantinya berakhir menjadi roh takdir yang harus berkorban disaat aku mati." Jawab Ling Yan.


Setelah jawaban Ling Yan itu, ia kini kembali dalam kegiatannya dan dengan tenaga dalam yang ia miliki sekarang, Ling Yan mulai menguraikan segel api langit yang berbentuk tulisan tulisan kuno itu.


Sementara Xiao Yi yang baru saja mendengar jawaban Ling Yan hanya bisa terdiam tanpa kata sambil membatin.


"Mengapa...... mengapa......!!! Mengapa disaat aku menilai semua manusia itu jahat seorang yang mirip sepertimu kembali muncul, apakah memang benar kau dulunya memiliki alasan yang tidak dapat kau katakan padaku hingga mengurungku di menara ini..."


Ingatan tentang Zhao Wei masih terngiang di dalam benak Xiao Yi, pandangan Xiao Yi menggelap, di dalam hatinya kini memiliki perasaan yang campur aduk.


Sesekali ia menatap Ling Yan yang tengah menguraikan segel api langit dan didepannya terdapat pil pelindung jiwa yang lain.


"Haruskah aku percaya sekali lagi padamu?" Xiao Yi bertanya di dalam hatinya sebelum akhirnya Ling Yan berhasil membuka segel api langit dan membuat roh api langit keluar dari segel yang mengurungnya.


"Akhirnya kau membebaskanku, aku sudah lama menunggumu." Ucap roh api langit sambil menatap Ling Yan dengan senyuman merekah.


Awalannya Ling Yan mengira bahwa roh api langit akan memiliki rupa yang tidak terlalu jauh dengan roh api spiritual yang ia miliki, namun kenyataannya roh api langit berbeda.


Roh api langit tidak lain memiliki rupa seperti seorang Dewi yang cantik dengan sayap seperti kupu-kupu di punggungnya beserta tubuhnya yang diselimuti kobaran api berwarna putih.


Ling Yan juga bisa melihat di dahi roh api langit terdapat sebuah tulisan kata kuno yang ia tidak ketahui sama sekali.


"Dia..... Dia roh api langit?." Ling Yan yang tidak habis pikir dengan apa yang ada dihadapannya terlihat menatap roh api langit dengan takjub.


Tapi di tengah kekagumannya itu, roh api langit yang pandangannya tidak sengaja tertuju pada Xiao Yi langsung terkejut dan sontak sedikit membungkuk seakan bersujud padanya.


Walaupun sebenarnya roh api langit tidak memiliki keinginan untuk melakukan hal tersebut, tetapi kilatan cahaya agungnya seperti memaksa tubuhnya melakukannya hal itu.


Ling Yan sedikit mengerti dengan apa yang terjadi di hadapannya saat ini, karena setiap api spiritual yang berada di peringkat bawah akan bersujud jika bertemu dengan api spiritual yang berada di atasnya.


Namun Ling Yan juga merasa sedikit heran dengan api kehidupan, api sakral surgawi serta api samudra yang sebelumnya tidak melakukan hal serupa pada api pembakar jiwa.


Api kehidupan dan api sakral surgawi bahkan sempat ikut mengejek Xiao Yi seperti anak ayam, padahal peringkat kekuatan ketiganya bahkan berada di bawah peringkat kekuatan api langit.


Ling Yan sedikit menggaruk kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal.


"Hehh... Kau pikir mereka bertiga berani jika tidak ada aku disana." Api abadi tiba-tiba berseru.


Sementara Ling Yan yang mendengar itu akhirnya paham dengan situasi sebelumnya.


"Aku lupa kalau api abadi berada di peringkat dua api spiritual." Batin Ling Yan.


Xiao Yi sendiri tidak terlalu menggubris apa yang dilakukan api langit padanya, namun saat ini ia tengah memikirkan eyang dikatakan Ling Yan sebelumnya.