
"Kenapa ketua sekte Zhao tiba-tiba turun ke tengah-tengah arena, apakah dia berniat untuk menjadi pengadil selanjutnya." Ujar beberapa murid.
"Untuk selanjutnya, karena pada pertarungan kali ini akan melibatkan murid inti, aku selaku ketua sekte akan menjadi pengadil untuk menjaga agar tidak ada kejadian yang tidak di inginkan terjadi, karena mungkin saat ini pertarungan akan menjadi semakin lebih sengit dan berbahaya." Ucap Zhao Zhang
Para murid dalam yang akan menantang murid inti pun kini telah memisahkan diri dari yang lain dan terlihat ada lebih dari 50 murid dalam yang akan melakukan pertarungan.
Han Li yang sedang berada bersama dengan rekan dan kakaknya juga sudah berdiri dan mulai berjalan untuk bergabung dengan para murid tersebut.
Tapi sebelum ia melangkah, Han Fung menepuk pundaknya sejenak sambil berkata.
"Kalahkan mereka." Ucap Han Fung yang disambut anggukan dari Han Li.
"Serahkan padaku." Setelah mengatakan itu Han Li akhirnya berjalan dan tanpa sengaja berpapasan dengan Shuyang yang saat ini berjalan ke arah tempatnya sebelumnya.
Shuyang nampak mengangkat tangannya sambil memberikan kode untuk TOS dengan salah satu teman barunya itu.
Plok
"Aku sudah berhasil menang, aku harap kau tidak mengecewakan kami." Ucap Shuyang tanpa melihat ke arah Han Li.
"Tidak perlu khawatir, kalian bisa mengandalkan ku." Jawabnya tanpa menoleh juga.
Sesampainya ia di barisan para murid dalam, Han Li yang baru menyadari Ling Yan juga berada disana terlihat mengerutkan dahinya sambil memasang wajah terkejut.
"Ling Yan! kau!!!" Ucap Han Li terkejut.
"Hehehe, aku merasa kalau aku masih sanggup untuk lanjut." Ucap Ling Yan santai.
Sementara itu, Gao Lang yang masih berada di atas arena nampak mengerutkan dahinya karena dari kelima puluh murid tersebut, Ling Yan juga terlihat berada di sana.
"Ling Yan, kau baru saja melangsungkan satu pertarungan, apakah kau yakin akan bertarung untuk kedua kalinya?" Tanya Zhao Zhang yang disambut anggukan kepala dan senyuman keyakinan dari Ling Yan.
"Haihhh kalau begitu, kau akan menjadi penantang pertama yang akan bertarung, silahkan naik ke atas arena dan tunjuk siapa dari salah satu murid inti yang ingin kau tantang." Ucap Zhao Zhang.
Ling Yan yang mendengar itu hanya tersenyum tipis sebelum berjalan naik ke atas arena. Terlihat pandangan matanya yang dingin tidak pernah lepas dari Lui Yang yang sedang duduk dengan perasaan campur aduk.
"Anak rendahan itu, ia yang baru saja mengalahkan peringkat satu murid salah hanya dengan sekali pukulan, apakah ia berniat menantang ku dan menggeser posisi ku menjadi murid dalam?" Terlihat ada sedikit keringat yang menetes dari dahi Lui Yang.
Lui Yang menggertakkan giginya
"Aku tidak akan membiarkannya." Batin Lui Yang.
Han Fung yang sedang duduk bersama rekan-rekan Ling Yan terlihat tertawa kecil karena merasa lucu saat melihat ekspresi kekhawatiran Lui Yang saat ini.
"Aku berani bertaruh, saat ini pasti Lui Yang tengah merasa begitu tertekan, apalagi saat melihat Ling Yan yang tadi mengalahkan Yan Yang dengan beberapa gerakan saja." Batin Han Fung.
Han Fung sebenarnya juga merasa bersyukur karena Ling Yan adalah salah satu teman dari adiknya yang membuatnya selamat dari incaran Ling Yan yang menginginkan posisi murid inti.
"Hei Han Li!!" Han Fung berkata dengan menggunakan tenaga dalamnya agar Han Li bisa mendengar apa yang ia ingin katakan karena saat ini Han Li sedang berada di barisan para murid dalam yang ingin menantang dan mendapatkan posisi murid inti.
Han Li yang mendengar ilmu telepati dari kakaknya itu hanya menoleh sambil menatapnya datar.
"Ada apa?" Tanya Han Li dengan telepati.
"Apakah kau tahu sudah sampai di tingkat ke berapa temanmu itu." Tanya Han Fung sambil menatap ke arah Ling Yan yang sedang berada di atas arena.
"Untuk saat ini aku belum tau secara pasti, tapi waktu itu terakhir kali ia mengatakan kalau ia saat itu sudah berada di tingkat pendekar senior bintang 7." Jawab Han Li yang membuat Han Fung tersentak.
"Apa katamu pendekar senior bintang 7." Han Fung membulatkan matanya saat mendengar apa yang baru saja di katakan oleh adiknya itu.
"Bagaimana bisa seperti itu, kekuatannya malah saat ini sudah menyamai kekuatan kakak seperguruan Yan Shiki." Batin Han Fung.
Ling Yan yang sudah sampai di tengah-tengah arena saat ini masih menatap Lui Yang yang duduk di tempatnya, dan di detik berikutnya Ling Yan mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah Lui Yang.
"Senior Lui Yang, aku menantang mu, aku harap aku bisa mendapatkan bimbingan yang baik untuk kemampuan bertarung yang aku miliki." Ucap Ling Yan yang kembali membuat semua orang tercengang.
Bagaimana tidak, beberapa waktu yang lalu, ia bahkan baru saja mengalahkan peringkat 1 murid dalam yang memiliki kekuatan seorang pendekar berlian bintang 5, dan sekarang ia malah menantang seorang murid inti peringkat 8 yang memiliki kekuatan pendekar raja bintang 3.
"Ya ampun, dia sudah benar-benar gila, bagaimana mungkin dia menantang seorang pendekar raja, atau mungkin kekuatan Ling Yan juga sudah berada di tingkatan itu." Semua murid terus berbisik-bisik tentang apa yang baru saja Ling Yan katakan.
Sementara itu di tempat para tetua pedang, terlihat tatapan mereka saat ini semuanya tertuju pada Ling Yan dan mereka semua berusaha menelisik seberapa kuat kekuatan dari anak itu.
Namun semakin lama mereka melihat Ling Yan, semakin bingung pula ekspresi wajah mereka karena mereka tidak dapat melihat apapun disana.
"Anak ini, apakah ia sudah memiliki kekuatan di atas para tetua pedang? jika memang begitu, paling rendah kekuatan yang ia miliki adalah tingkat pendekar senior bintang 5." Batin salah satu tetua pedang.
Lui Yang yang mendapatkan tantangan dari Ling Yan tentu saja tidak bisa menghindar karena jika ia melakukan hal tersebut, semua orang yang ada di sini pasti akan menganggap dirinya adalah seorang pengecut.
Dan tidak hanya itu, posisinya sebagai peringkat 8 murid inti juga akan di ambil alih oleh Ling Yan.
Dengan ekspresi wajahnya yang gelap, Lui Yang terlihat berdiri lalu berjalan ke atas arena sambil meyakinkan dirinya.
"Aku tidak percaya kekuatan yang ia memiliki berada di atasku, pasti dia hanya ingin menggertak dan menarik perhatian para murid lain." Batin Lui Yang.
Beberapa saat kemudian, ide jahat tiba-tiba terlintas di pikirannya.
"Hahaha, kalau begitu, jangan salahkan aku jika aku menggunakan cara curang untuk mengalahkannya."
Liu Yang tersenyum licik dan memandang penuh kebencian kepada Ling Yan, namun sepertinya rencananya itu sudah diketahui oleh ke empat roh api spiritual yang ada di dalam tubuh Ling Yan.
"Ling Yan, anak itu sepertinya memiliki rencana buruk terhadap mu, aku bisa melihat salah satu senjata miliknya sudah di olesi oleh racun." Ucap api abadi di dalam pikiran Ling Yan.
"Aku tau itu, tapi ia saat ini akan mencurangi orang yang salah." Ling Yan kemudian mengalirkan tenaga dalam dari energi kehidupan roh api kehidupan ke seluruh tubuhnya.