LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 146. Makan Bersama


Ling Yan hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal untuk menghilangkan rasa malunya, sedangkan Xui hanya menunduk dengan wajah merah merona seperti tomat.


"Hei Ling Yan, sepertinya sekarang aku tidak perlu lagi mengajakmu, sekarang kau kan punya seorang bidadari." Sindiran Shuyang membuat Xui semakin menunduk.


"Kalau begitu aku pergi dulu, sampai bertemu besok pagi." Ujar Shuyang yang berniat kembali ke tempat tinggalnya.


"Apakah kau tidak lapar? Tanya Ling Yan sedikit berteriak karena Shuyang berada sedikit jauh dari Ling Yan dan Xui.


"Terimakasih saudaraku, tapi aku harus pulang untuk berlatih sekarang." Jawab Shuyang sambil melambaikan tangannya.


Sementara itu setelah kepergian Shuyang, Ling Yan lalu menggenggam tangan Xui dan mengajaknya ke suatu tempat.


"Kak, kita akan pergi kemana?" Xui bertanya tapi tidak ada jawaban dari Ling Yan yang kini terus membawanya ke tempat yang lumayan sepi.


"Sebenarnya apa yang kak Ling Yan ingin lakukan disini." Xui masih kebingungan, tapi tak berselang beberapa saat kemudian akhirnya Xui mengerti disaat tubuh asli Ling Yan sudah sampai di tempat tersebut.


Tubuh asli Ling Yan lalu kembali bersatu dengan tubuh ilusinya tepat di hadapan Ling Xuilan yang tidak lagi heran karena sudah mengetahui teknik tingkat tinggi milik Ling Yan itu.


Hanya saja ia sedikit merasa kesal karena orang yang tadinya ia peluk bukanlah tubuh asli Ling Yan melainkan hanya sebuah tubuh ilusi.


Ling Yan yang melihat wajah Xui yang sedikit cemberut sontak mengerti dengan apa yang di pikirkan oleh gadis cantik itu.


"Tenang saja, walaupun yang kau peluk tadi adalah tubuh ilusiku, tapi tetap saja aku juga merasakannya."


Perkataan Ling Yan yang menebak isi pikiran Xui membuatnya salah tingkah dan tidak tau harus mengatakan apa.


"Aku... tidak maksudku.... aku tidak berpikir seperti itu." Ucapan Xui terbata-bata.


Sementara itu, Ling Yan yang melihat tingkah Xui yang salah tingkah hanya tertawa sejenak karena menurutnya tingkah Xui tersebut sangat lucu.


"Tidak perlu seperti itu, sebenarnya aku juga merindukanmu, oh ya bisakah kau menemaniku makan siang, aku merasa sedikit lapar." Ajak Ling Yan sambil memegang perutnya.


Ling Xuilan hanya menganggukkan kepalanya sebelum Ling Yan membawanya melesat dengan ilmu meringankan tubuhnya.


*****


"Guru Gao, ini adalah daftar nama peserta yang lulus ke ujian akhir." Zhu Qing memberikan 2 carik kertas yang berisikan 200 nama peserta ujian masuk sekte seribu pedang.


Gao Lang hanya tersenyum tipis saat melihat Zhu Qing menyerahkan 2 carik kertas tersebut.


"Zhu Qing, kemana kakak seperguruanmu pergi, bukannya tadi kau bersama dengannya?" Gao Lang bertanya tentang Ling Xuilan.


Sebenarnya Zhu Qing tadinya bersama Ling Xuilan pada saat ingin mengambil daftar nama peserta ujian masuk, namun karena Ling Xuilan dipanggil oleh Han Li untuk membantunya sebentar, akhirnya keduanya terpisah dan Zhu Qing pun mengambil kertas tersebut sendiri.


"Maaf guru, tadi senior Han Li meminta bantuan pada kak Zhu Qing, jadi aku mengambil daftar nama ini sendiri." Jawab Zhu Qing.


Gao Lang hanya menganggukkan kepalanya mengerti sebelum akhirnya mengambil 2 carik kertas tersebut dan melihat daftar nama peserta yang akan ia awasi pertarungannya besok pagi.


"Ada dua ratus peserta tersisa rupanya." Gao Lang terlihat membaca nama-nama tersebut sampai akhirnya pandangan matanya tertuju pada nama Ling Yan.


"Ling Yan, aku kira sudah tidak ada lagi dari keluarga Ling yang akan bergabung, sepertinya anak ini berjalan cukup lama untuk sampai disini." Ujar Gao Lang yang terdengar jelas oleh Zhu Qing.


"Guru, apakah anda mengatakan Ling Yan barusan? Ling Yan dari kota teratai kekaisaran Wei?." Zhu Qing memastikan apa yang ia dengar.


Gao Lang memalingkan pandangannya.


Setelah mendengar perkataan gurunya, Zhu Qing langsung saja keluar dari ruangan Gao Lang dan berlari menuju arena pertarungan berharap kalau Ling Yan masih berada disana.


Namun sesampainya di arena pertandingan, Zhu Qing hanya bisa tertunduk lesu karena sudah tidak ada lagi satupun peserta yang tersisa disana, hanya ada beberapa murid sekte seribu pedang yang berlalu lalang disekitar area tersebut.


"Hahhh aku terlambat, sepertinya aku harus menunggu sampai besok pagi." Zhu Qing menghela nafas beratnya karena tidak bisa bertemu dengan pria yang ia rindukan.


Tak berselang beberapa menit kemudian, Zhu Qing dikejutkan oleh Han Li yang menepuk pundaknya.


"Junior Zhu Qing, apa yang sedang kau lakukan disini?" Tanya Han Li pada adik seperguruannya itu.


Zhu Qing yang terkejut sontak membalikkan pandangannya dan mendapati Han Li yang sudah berada di depannya.


"Ahh kak Han, maaf aku hanya melupakan sesuatu tadi." Jawabannya datar.


Han Li terlihat melirik ke arah sekelilingnya seperti sedang mencari seseorang.


"Ada apa senior Han, apakah kau sedang mencari seseorang?" Tanya Zhu Qing sambil mengikuti kemana arah pendangan Han Li.


"Aku sedang mencari Xui, apakah kau tidak melihatnya?" Han Li masih melihat sekeliling.


"Xui? bukannya tadi kak Xui sedang bersama kak Han?" Zhu Qing menjawab dengan balik bertanya.


"Itu benar, tapi setelah itu ia berkata ingin pergi mencarimu, tapi sekarang kau juga tidak bersamanya, jadi kemana dia pergi." Han Li merasa kebingungan.


*****


Sementara itu orang yang dicari oleh Han Li dan pria yang Zhu Qing cari kini sedang makan bersama di sebuah rumah makan desa heihan.


"Kak Ling Yan, sebenarnya kau pergi kemana tanpa memberi tau pada bibi dan paman, kau tahu? mereka berdua sangat khawatir waktu itu." Tanya Zhu Qing.


Ling Yan menghentikan makannya sejenak dan menjawab pertanyaan Ling Xuilan.


"Ahahaha itu karena aku pergi ke hutan kegelapan untuk berlatih." Jawab Ling Yan sambil tersenyum tipis dan di sambut anggukan kepala dari Ling Xuilan.


Miao.....


Tiba-tiba saja Xiao Hu yang sedari tadi tidur di dalam jubah Ling Yan malah keluar dan memasang wajah imutnya pertanda ia sedang lapar.


"Xiao Hu? kau sedang lapar ya." Tanya Ling Yan yang disambut anggukan kepala dari Xiao Hu.


"Ehhh kucing ini.... wahhhh dia imut dan lucu sekali." Ling Xuilan nampak kagum dan sontak mengambil dan ingin memeluk Xiao Hu.


"Tunggu Xui, jangan lakukan itu." Ucap Ling Yan yang sepertinya terlambat.


Karena Ling Xuilan baru pertama kali bertemu dengan Xiao Hu tanpa ada perkenalan, api biru yang menjadi Surai dari Xiao Hu akhirnya membuat tangan Ling Xuilan terkena luka bakar.


"Akh panas!!!" Jerit Ling Xuilan karena luka bakarnya yang untung saja tidak parah.


Miao!!!!


Xiao Hu melompat ke arah Ling Yan dan memandang Ling Xuilan dengan tatapan mata waspada.


"Kau ini, bagaimana mungkin kau menjadi ceroboh seperti ini." Ling Yan mengeluarkan api kehidupan untuk mengobati luka bakar pada tangan Ling Xuilan yang terkena surai api Xiao Hu.