
Sementara itu di kediaman Gu Liang, setelah kepergian Yan Susu beberapa saat yang lalu, Gu Liang nampak memanggil salah satu dari tetua kepercayaan yang ia miliki untuk menuju ke ruangannya.
"Hormat kepada ketua sekte." Ucapnya yang baru saja memasuki kediaman ketua sektenya.
"Kau tau apa yang harus kau lakukan." Ucap Gu Liang yang langsung disambut anggukkan kepala dari tetua tersebut yang tidak lain adalah Tzu Ning.
"Aku mengerti." Tzu Ning lalu keluar dari kediaman tersebut dan memerintahkan beberapa anggota sekte gunung tengkorak yang memiliki kekuatan pendekar senior untuk menjaga sekitaran area kediaman ketua sektenya.
Sementara anggota sekte yang memiliki kekuatan pendekar raja hingga pendekar jiwa, mereka di tugaskan untuk menjaga wilayah utama sekte, dan sisanya di tugaskan untuk berpatroli secara bergantian di sekitaran gunung tengkorak bersama seorang pendekar suci.
"Untuk yang lainnya yang belum mendapatkan tugas dariku, kalian tidak diperbolehkan keluar dari arena sekte sebelum ketua selesai dengan latihan tertutupnya, jika ada yang masih melakukan hal tersebut, maka aku akan menganggapnya sebagai pengkhianat dan langsung membunuhnya." Jelas Tzu Ning dengan tatapan mata yang dingin.
Hal ini dilakukan Gu Liang tentu saja untuk memastikan keamanan dirinya yang akan mengurung diri dalam menyerap inti roh api kematian yang saat ini tersegel di hadapannya.
Karena bukan tidak mungkin ada kemungkinan sektenya tersebut sudah di susupi oleh pendekar yang berasal dari luar yang menyamar sebagai seorang pendekar aliran hitam.
Walaupun ia sudah dibantu oleh pil pelindung jiwa, tetapi tetap saja, proses penyerapan api kematian juga akan memakan waktu yang cukup lama dan menyakitkan.
"Aku pikir aku akan menunggu lebih lama sebelum menyerap kekuatanmu, tapi sepertinya kau harus bersiap sekarang karena ini sudah waktunya bagimu untuk menjadi kekuatan ku!!!."
Setelah mengatakan itu Gu Liang langsung mengeluarkan sebutir pil pelindung jiwa pemberian Yan Susu dan tanpa pikir panjang langsung menelannya.
Disaat yang bersamaan pula ia melepaskan segel yang mengurung api kematian dan terlihat roh api tersebut langsung melesat dan berniat melarikan diri.
"Ingin kabur dari ku, jangan pernah bermimpi." Dengan tenaga dalam yang begitu kuat, Gu Liang menangkap roh api kematian itu dan tak lama kemudian efek dari pil pelindung jiwa juga sudah mulai terlihat.
"Saksikanlah kekuatan api spiritual yang sebenarnya!!!!! Hahahaha!!!! Hahahaha!!!!!" Tawa Gu Liang pecah saat ia mulai menyerap api kematian tersebut, lalu setelah beberapa waktu berlalu, tawanya itu kini sudah berganti dengan teriakan kesakitan karena rasa panas yang membakar kekuatan jiwa yang ia miliki.
"Aaaaaaaaaaa!!!!! Aaaaaaaaaa!!!! Aaaaaaaaa."
Teriakan mengerikan dari dalam kediaman Gu Liang itu kini menggetarkan seisi wilayah sekte gunung tengkorak.
Andaikan ia tidak menelan pil pelindung jiwa terlebih dahulu, mungkin saat ini kekuatan jiwanya sudah terbakar menjadi abu bersama dengan tubuh yang ia miliki.
Dari luar kediamannya, para pendekar anggota sekte gunung tengkorak yang mendengar jeritan kesakitan yang begitu mengerikan hanya bisa bergidik ngeri dengan rasa sakit yang dirasakan oleh ketua sektenya saat ini.
"Padahal ketua sekte Gu Liang adalah seorang pendekar suci tahap sembilan yang sudah berada di puncak, bagaimana jika kita yang menyerap roh api kematian itu." Ucap salah satu pendekar jiwa yang berdiri di depan kediaman Gu Liang.
Salah satu pendekar jiwa lain yang sedang berada di situ pun juga ikut bergidik ngeri setelah mendengar perkataan rekannya itu.
"Sudahlah, lebih baik kita diam saja jika tidak ingin mendapatkan hukuman nantinya." Jawab rekannya itu.
Tanpa ada seorangpun dari anggota sekte gunung tengkorak yang menyadari, di antara para pendekar aliran hitam tersebut ada hal lain yang tengah mengintai mereka dari bawah kaki mereka.
"Dasar tikus sialan, pergi kau dari sana." Teriak seorang pendekar emas yang baru saja menendang seekor tikus kecil dan membuatnya lari menjauh.
*****
Sementara itu, di waktu yang sama, Ling Yan yang kini sudah berhadapan empat mata dengan gurunya terlihat memasang wajah yang begitu serius setelah apa yang baru saja dikatakan oleh gurunya itu.
"Api batu bintang!!! Guru.. itu adalah salah satu dari inti roh api milik guru Wei, ia memberikan inti roh api kepada salah satu muridnya yang bernama Yuanrang."
Ling Yan begitu terkejut saat Shen Yu mengatakan kalau aura api spiritual yang baru saja ia rasakan itu adalah aura dari roh api spiritual bernama api batu bintang(peringkat 17).
"Hmm.... tidak salah lagi, itu berarti pendekar aliran hitam yang barusan datang kemari itu adalah Yuanrang, dan jika itu benar, maka bisa dipastikan bahwa dia datang untuk melihat keadaan dari api pembakar jiwa." Jelas Shen Yu.
"Tapi guru, bagaimana bisa dia mengetahui keberadaan api pembakar jiwa, apakah ada orang yang memberitahukan keberadaan api spiritual ini, apa mungkin dia mengetahuinya dari....." Ling Yan mencoba menebak-nebak siapa yang bisa memberitahukan keberadaan api pembakar jiwa kepada salah satu dari kakak seperguruannya itu.
Dan tanpa ia sangka, apa yang ia pikirkan sama persis dengan apa yang dipikirkan pula oleh gurunya.
"Itu memang benar, ada kemungkinan saat ini dia telah bersekutu dengan Jin Fan, karena hanya dia yang mengetahui keberadaan api pembakar jiwa di sekte seribu pedang." Terlihat ada sedikit penyesalan di mata Shen Yu karena pada saat penyerangan tersebut ia malah membiarkan Jin Fan kabur dari kejarannya.
Ling Yan yang melihat ekspresi gurunya itu pun langsung mencoba menghiburnya.
"Guru.... guru tidak perlu merasa bersalah seperti itu, bukankah menurut ramalan tersebut tidak akan ada orang yang bisa menghentikan mereka kecuali aku." Ujar Ling Yan.
"Bukankah itu artinya walaupun guru tidak membiarkannya kabur pada waktu itu, ia pasti tetap bisa lolos dari kalian, lagi pula walaupun mereka berdua saat ini sedang membangun aliansi, kedua saudara seperguruan ku itu pasti akan membutuhkan waktu cukup lama untuk mendapatkan banyak kekuatan." Sambung Ling Yan lagi dengan ekspresi wajah yang begitu tenang.
Mendengar perkataan muridnya membuat Shen Yu kembali mengubah ekspresi wajahnya menjadi serius.
"Kalau begitu, aku akan memberikan bantuan padamu untuk kali ini saja."
Shen Yu terlihat mengeluarkan sebutir pil pelindung jiwa dari dalam cincin natnya.
"Kelopak bunga mata jiwa yang menjadi hadiah utama pada pertarungan nanti hanya bisa digunakan untuk meracik satu pil pelindung jiwa, dan kau harus meraciknya sendiri, sedangkan pil pelindung jiwa ini kau harus menggunakannya untuk menyerap api langit yang ada di gulungan milik guruku."
Ling Yan tidak menolak pil itu tetapi perkataannya selanjutnya membuat Shen Yu tertegun melihat kegigihan dari anak itu.
"Walaupun guru memberikan pil ini padaku, aku tetap tidak akan menyerap api langit sebelum aku berhasil membuat pil pelindung jiwa sendiri.
Karena bagiku ujian yang guru berikan sebelumnya tetaplah sebuah ujian yang harus aku lewati dan selesaikan sendiri, dan untuk pil ini, aku akan menyimpannya dulu dan akan menggunakannya jika situasinya memang sudah tidak bisa dikendalikan lagi." Jawab Ling Yan tegas.
"Aku mengerti, setelah ujian ini, aku akan memberikan waktu sebanyak 5 bulan lagi kepadamu, dan jika saat umurmu mencapai usia 16 tahun nanti kau belum bisa meracik pil pelindung jiwa itu, maka kau harus menggunakan pil pemberian ku untuk menyerap salah satu dari kedua roh api itu."