LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 243. Pil Penyembuh Tingkat 5, Pil Rembulan Putih


"Hahaha kalian tidak perlu terlalu memaksa diri seperti itu, sebaiknya kalian berhenti dan melanjutkan latihannya besok pagi." Usul Shuyang yang juga sudah mulai kelelahan.


Mendengar perkataan pemuda yang saat ini menjadi gurunya itu, Han Li dan Yan Yang bertatapan sejenak sebelum berkata.


"Kami bisa berlatih sendiri, master Shuyang bisa meninggalkan kami jika master merasa kelelahan." Ucap keduanya bersamaan.


Shuyang yang mendapati Han Li yang ikut-ikutan memanggilnya dengan sebutan master kini menatapnya dengan ekspresi bingung.


"Haihh kau ini mengapa malah ikut-ikutan memanggilku dengan sebutan seperti itu, sepertinya ini yang dirasakan oleh Ling Yan saat aku memanggilnya dengan sebutan tetua." Ucapnya sambil memandang ke arah Ling Yan yang masih berkutat dengan tungku dan bahan obatnya.


Sementara itu di saat yang bersamaan, Ling Yan sudah memulai kembali racikan obatnya hingga saat ini sudah melakukan percobaan yang 70 puluh kali tetapi hasilnya masih tetap sama yaitu pil obat gosong yang gagal.


"Mengapa hasilnya tetap sama saja, apakah ada salah satu dari langkah penyulinganku yang salah." Ling Yan mencoba mengulang kembali langkah-langkah tersebut dan yang terjadi setelahnya adalah....


Boommm!!!!!!


Baru saja beberapa saat yang lalu ia berhasil membentuk pil yang gosong, Ling Yan kini sudah kembali meledakkan tungku obatnya kembali.


"Mungkin memang ada salah satu dari langkah penyulingan yang salah." Ujar Ling Yan yang kembali membuka gulungan racikan obat miliknya.


Dan benar saja saat membuka gulungan itu, Ling Yan mendapati kalau sari bunga teratai perak seharusnya di leburkan terpisah terlebih dahulu sebelum dicampurkan dengan bahan-bahan obat yang lain.


Ling Yan menepuk jidatnya sendiri mendapati kesalahan fatal yang membuatnya membuang-buang bahan obat yang berharga dan sangat sulit ia dapatkan sedari tadi.


"Plak!! Dasar otak bodoh." Ling Yan lalu meleburkan terlebih dahulu sari bunga teratai perak dan kembali memulai racikan pil penyembuh tingkat 5 nya.


Benar saja, dalam sekali racikan tersebut, Ling Yan sudah berhasil menciptakan pil penyembuh tingkat 5 bernama pil rembulan putih dalam sekali percobaan.


"Hahahaha akhirnya berhasil juga!!!" Ling Yan tersenyum senang saat mencium aroma bahan obat yang sangat pekat dari pil yang ada di dalam genggamannya itu.


"Dengan ini.... langkah ku untuk meracik pil pelindung jiwa akan menjadi semakin dekat." Ucap Ling Yan sebelum akhirnya memasukkan pil rembulan putih itu kedalam botol obat yang telah ia sediakan.


Setelah berhasil meracik pil penyembuh tingkat 5 barusan, Ling Yan kembali membuat beberapa pil rembulan putih dengan sisa bahan obat yang ia miliki dan berhasil membuat 9 pil rembulan putih yang lain.


"Dengan pil ini aku tidak akan kekurangan pil penyembuh lagi di dalam cincin natku." Ucapnya sambil tertawa senang dan melihat masih ada beberapa bahan obat yang belum ia gunakan.


"Mungkin sisa bahan obat ini masih bisa aku gunakan untuk meracik beberapa pil lagi." Ucapnya.


Walaupun sebenarnya Ling Yan memiliki banyak koin emas di dalam cincin natnya yang bisa ia tukarkan dengan berbagai macam pil penyembuh, namun tetap saja ia merasakan kalau pil yang ia buat sendiri itu lebih baik dari pada pil yang di beli dari orang lain.


Apalagi koin emas yang ia miliki bisa ia gunakan untuk membeli keperluan lainnya, bahkan koin emas yang ia miliki itu bisa saja membuatnya mendapatkan sumber daya yang lebih berharga ataupun senjata tingkat tinggi serta teknik bertarung.


Ia bahkan berniat untuk melelang beberapa pil yang pernah ia racik sebelumnya serta pil rembulan putih yang baru saja selesai ia racik itu pada pelelangan keluarga Jia nantinya.


"Baiklah, sekarang saatnya memulai untuk meracik pil tingkat 6, dan...." Ling Yan baru saja mau mengeluarkan bahan obat yang akan ia gunakan untuk meracik pil tingkat 6.


Namun melihat sekelilingnya yang sudah mulai menjadi gelap, Ling Yan akhirnya mengurungkan niatnya.


"Aku bahkan sampai lupa untuk mengisi perutku sendiri." Sambungnya.


Melihat rekan-rekannya yang lain juga sudah pergi dari tempatnya, Ling Yan akhirnya ikut mengemasi semua alat dan bahan-bahan obat yang tadi ia gunakan.


Lalu setelah semuanya sudah selesai, ia lalu kembali ke kediaman barunya yakni kediaman tetua pedang bernama paviliun pedang bambu.


Sesampainya di kediaman paviliun pedang bambu, Ling Yan mendapati seorang gadis cantik sedang menunggunya di depan pintu, dan gadis tersebut tidak lain adalah Zhao Yun Zhi putri dari ketua sekte seribu pedang Zhao Zhang.


"Dia..... apa yang dia lakukan disini?" Ling Yan mengerutkan dahinya sambil berjalan mendekat ke arah gadis itu.


Menyadari kehadiran Ling Yan yang mulai mendekat, Zhao Yun Zhi sontak mengalihkan pandangannya sebelum menyapa Ling Yan dengan formalitas.


"Selamat malam tetua Ling Yan." Sapa gadis itu dengan nada bicara yang anggun.


Sementara Ling Yan yang kembali mendengar ucapan seperti itu di telinganya sebisa mungkin tidak bereaksi dan hanya menganggukkan kepalanya saja tanpa mengalihkan pandangannya dari Zhao Yun Zhi.


"Murid Yun Zhi, ada apa mencariku?" Tanya Ling Yan dengan tatapan datar.


Mendapati tatapan mata Ling Yan yang masih sama seperti sebelumnya, Zhao Yun Zhi mencoba untuk bersikap biasa saja dan berkata.


"Emmm itu... aku datang kemari untuk belajar pemahaman ilmu pedang padamu." Jawab Yun Zhi.


"Eh.... belajar padaku.... tapi bukankah pemahaman ilmu pedang ayahmu lebih baik daripada aku, mengapa tidak belajar padanya saja, lagipula aku juga mempelajari pemahaman ilmu pedang itu dari ayahmu." Jawab Ling Yan.


Ling Yan dapat melihat ekspresi wajah Zhao Yun Zhi sedikit berubah pada saat ia mengatakan soal ayahnya di depannya.


"Sepertinya guru Zhao Zhang terlalu sibuk dengan api pembakar jiwa sampai-sampai tidak punya waktu luang untuk putrinya sendiri." Batin Ling Yan.


Beberapa waktu lalu pada saat Ling Yan meminta diajarkan pemahaman ilmu pedang dari Zhao Zhang, ketua sektenya itu memang tidak berpikir dua kali sebelum mengajarinya.


Mungkin itu karena Ling Yan memiliki hubungan dengan masalah api pembakar jiwa yang saat ini menjadi incaran pihak luar.


"Zhao Zhang sampai melupakan putrinya juga karena ada kaitannya dengan diriku, mungkin lebih baik aku mengajarinya."


"Kalau begitu besok pagi aku akan menunggumu di bagian belakang sekte, tapi aku punya satu permintaan, jangan memanggilku dengan sebutan tetua apalagi master." Ucap Ling Yan yang membuat Zhao Yun Zhi tersenyum.


"Baik mas... eh baiklah Ling Yan, aku akan menemuimu besok pagi." Ucap Zhao Yun Zhi sebelum berlalu meninggalkan Ling Yan.


Ling Yan lalu masuk kedalam kediamannya dan mulai menyiapkan makanan untuk dirinya sendiri, lalu setelah mengisi perutnya, Ling Yan kembali bermeditasi menggunakan teknik ilmu jalan langit untuk mengumpulkan tenaga dalam.


Sebenarnya Ling Yan bisa saja pergi ke menara seribu pedang untuk melatih tenaga dalamnya agar pelatihannya berkembang 2 kali lipat.


Namun setiap kali ia memasuki menara seribu pedang, aura api spiritual miliknya selalu membuat energi dari roh api pembakar jiwa bergejolak.


Itulah yang membuatnya memutuskan untuk tidak masuk ke dalam menara seribu pedang selama beberapa bulan terakhir jika ia belum juga menyiapkan pil pelindung jiwa untuk menyerap api spiritual itu.