
Tao Ming bahkan tidak berkedip sedikitpun saat teknik tersebut keluar sampai akhirnya ledakan yang ditimbulkan membuat para rombongan keluarga Jia terkejut.
"Setahuku, teknik naga api menguasai langit hanya dimiliki oleh satu orang, dan orang itu tidak pernah muncul lagi setelah kejadian 20 tahun yang lalu, apakah orang yang melakukan teknik itu adalah senior Wei, tapi bukankah dia......" Batin Tao Ming yang masih larut dalam pikirannya.
*****
Kediaman Klan Ling.
Setelah kejadian yang menimpa Klan Ling itu, kediaman Klan Ling kini terlihat begitu porak poranda dan sudah terlihat seperti tempat yang dipenuhi oleh reruntuhan.
Hanya ada beberapa lebih dari 10 bangunan saja yang terlihat masih berdiri kokoh dan saat ini terlihat begitu ramai oleh para tabib yang berlalu lalang dan terlihat terburu-buru membawa perlengkapan obatnya.
Pada saat setelah pertarungan antara Ling Yan dan Yu Zhong itu, Ling Yan yang baru saja kembali tiba ke tempat kediamannya langsung di suguhkan oleh pemandangan dimana Yan Shiki dan Yu Leng sedang membantu para tabib untuk mengobati anggota Klan nya yang selamat.
Dan diantara mereka semua, orang yang menderita luka paling parah adalah ayahnya Ling San dan juga Ling Han, karena keduanya bersikeras melakukan perlawanan dan menyembunyikan Yu Fei dan Yu Qian yang memiliki ilmu halilintar bumi.
Ling Yan begitu menyesali pada dirinya sendiri karena datang terlambat pada saat itu dan tidak bisa melindungi anggota Klannya.
Ia bahkan sudah berfikir untuk mengajarkan teknik ilmu jalan langit pada seluruh anggota Klannya agar anggota klannya tidak mengalami hal serupa lagi dikemudian hari.
Namun Yu Leng yang mengetahui niatnya tersebut melarangnya, karena jika sampai Ling Yan mengajarkan teknik tersebut kepada seluruh Klan Ling, maka tidak menutup kemungkinan itu akan membuat beberapa orang dari Klannya menjadi serakah dan menginginkan kekuatan yang lebih lagi.
"Tapi jika suatu saat anggota klanku terkena musibah seperti ini lagi, apakah aku harus terus diam saja melihatnya." Ling Yan berkata dengan nada tinggi di hadapan Yu Leng.
"Tenanglah dan pelankan suaramu." Yu Leng mencoba menenangkan dan memberikan pengertian pada Ling Yan, dan setelah Ling Yan merasa sedikit lebih tenang.
"Ling Yan, mengajarkan teknik tingkat tinggi pada anggota klanmu memang tidak sepenuhnya salah, akan tetapi jika suatu saat ada salah satu dari mereka yang serakah seperti para pendekar yang menyerang mereka, apakah kau yakin bisa mengatasinya?
Lalu yang kedua, jika saja memang tidak akan ada dari mereka yang mengubah sifatnya dan mereka berkembang begitu pesat seiring dengan waktu, apakah kau berpikir mereka akan aman sepenuhnya? Tidak, itu hanya akan memancing pihak lain yang lebih kuat dari ini bahkan bisa saja membuat seluruh anggota klanmu musnah." Ucap Yu Leng yang membuat Ling Yan terdiam.
Ling Yan terlalu menunduk dan tak lama kemudian berlutut dihadapan Yu Leng dengan air matanya yang sudah mulai menetes.
Saat ini ia merasa begitu frustasi dengan keadaan yang menimpa Klannya itu.
Ia bahkan tidak pernah berpikir sampai ke titik dimana orang luar yang bisa saja mengetahui tentang ilmu jalan langit dapat mengancam keselamatan Klannya.
"Ling Yan, aku sebagai orang yang pernah merasakan hal tersebut sangat mengerti apa yang kau rasakan saat ini, tetapi untuk saat ini lebih baik kau kembali dan menemui anggota keluargamu." Ucap Yu Leng pada Ling Yan sambil memegang bahunya.
Setelah mendengar perkataan Yu Leng, Ling Yan akhirnya bangkit dan berkata.
"Terimakasih senior Yu, maaf jika aku hampir melakukan sebuah tindakan yang begitu gegabah." Ucap Ling Yan yang disambut anggukkan kepala dari Yu Leng.
Ling Yan akhirnya berjalan kearah dimana ayah, ibu, dan kedua adik angkatnya dirawat oleh para tabib.
"Haih.... anak itu mengingatkanku pada Yu Ming, dulu ia juga meminta sifat sepertinya yang ingin sekali seluruh anggota Klannya berjaya." Yu Leng menghela nafas beratnya sambil menatap langit yang sudah gelap karena saat ini memang sudah malam hari.
Yu Leng lalu mengeluarkan sebuah gulungan dari dalam cincin natnya yang tidak lain adalah gulungan teknik pengembangannya sendiri.
"Ini adalah teknik pengembangan tingkat bumi milikku, aku harap Klan Ling bisa menerima dan menggunakannya sebagai rasa terimakasihku karena telan menjaga kedua cucu ku selama ini." Bati Yu Leng sambung menatap ke arah gulungan di tangannya.
Gulungan yang ada di tangan Yu Leng itu sendiri merupakan sebuah gulungan pengembangan tingkat bumi yang dulu ia pelajari hingga membuatnya naik ke tingkat pendekar suci pada masanya.
Teknik ini bisa dibilang bukanlah teknik yang terlalu tinggi dan mungkin bisa ia berikan pada Ling Han sebagai rasa terimakasihnya.
Selain itu Yu Leng juga berniat untuk tinggal bersama dengan kedua cucunya itu di kediaman keluarga Ling dan memulai kehidupan barunya di sana.
Yu Leng lalu mengikuti langkah kaki Ling Yan yang berjalan ke arah sebuah bangunan keluarga Ling yang masih utuh.
*****
Yan Shiki yang melihat kedatangan Ling Yan hanya tersenyum canggung dihadapannya karena kebetulan ia juga masih berada di kediaman Klan Ling.
Sebelum Ling Yan memasukki ruangan tersebut, Yan Shiki menghentikannya sejenak dan berkata.
"Aku akan kembali ke kediaman keluarga Jia, setelah urusanmu selesai datanglah kesana, dan juga.... kau berutang penjelasan padaku mengenai senior yang baru saja bersamamu dan para pendekar aliran hitam yang menyerang kediaman Klan mu."
Ling Yan hanya menggaruk pipinya sambung tersenyum canggung, sementara itu, setelah mengatakan apa yang ingin ia katakan, Yan Shiki akhirnya berlalu dan melesat ke arah kediaman keluarga Jia dimana Shuyang dan Han Li sedang menunggu.
"Hahhhhh...." Ling Yan menghela nafas panjangnya sebelum masuk ke dalam kediaman dan mendapati Yu Fei dan ibunya yang sudah sadar.
Sementara Yu Qian dan Ling San terlihat masih berbaring tidak sadarkan diri di atas tempat tidurnya.
Ling Yan sebenarnya tidak terlalu khawatir dengan keadaan keduanya karena ia telah memberikan energi kehidupan dari api kehidupan pada keduanya.
Yang ada dipikirannya saat ini adalah penjelasan yang diminta oleh Yan Shiki padanya yang entah bagaimana ia akan menjelaskannya nanti, terlebih lagi Shuyang dan juga Han Li pasti menginginkan jawaban yang begitu memuaskan di telinga mereka.
Selain itu, pikiran Ling Yan saat ini juga tertuju pada kejadian yang menimpa Klannya itu juga yang membuatnya berpikir keras mencari solusi terbaik agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
Ling Yue yang sedang duduk sambil menenangkan Yu Fei yang masih sedikit ketakutan nampak mengerutkan dahinya saat melihat ekspresi wajah putranya yang seperti sedang dilema.
"Hmm nak kau tidak perlu terlalu memikirkan apa yang baru saja terjadi, kau juga sudah berhasil mengalahkan orang itu bukan." Ucap Ling Yue.
"Dari mana ibu tahu aku yang....." Ling Yan begitu terkejut saat mendengar ibunya mengetahui kalau ia yang telah mengalahkan Yu Zhong.
"Heheh tetua pedang tadi yang mengatakannya pada ibu." Jawab Ling Yue yang membuat Ling Yan mengumpat dalam hati.