
"Xuiii!!! tunggu aku, mengapa kau berlari secepat itu." Ucap Ling Yan sambil terus mempercepat langkahnya.
Tak lama kemudian akhirnya Xui menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya ke arah Ling Yan, akan tetapi saat Ling Yan telah berada di hadapannya ia malah menundukkan kepalanya.
"Hah hah hah, akhirnya kau berhenti juga." Ucap Ling Yan di sela nafasnya.
"Hmm bagaimana kabarmu dan paman Huotian selama aku pergi." Ucap Ling Yan.
"Aku dan ayah baik-baik saja, bagaimana dengan kak Ling Yan, apakah kakak sudah bisa menembus tingkatan kakak sekarang." Ucap Ling Xuilan dengan wajah yang masih menunduk.
Ling Yan mengerutkan dahinya melihat Xui berbicara dengan menundukkan kepalanya.
"Xui, kau ini sebenarnya sedang berbicara denganku atau dengan rumput." Ucap Ling Yan seraya mengangkat dagu Xui hingga kini tatapan mata keduanya bertemu.
"Nah, jika seperti inikan aku bisa melihat wajahmu." Ucap Ling Yan sambil tersenyum manis.
Wajah Xui seketika memerah menahan malu saat melihat wajah Ling Yan yang tersenyum manis tepat berada di hadapannya.
"Oh iya aku ada sesuatu untukmu." Ucap Ling Yan lalu mengeluarkan sebuah kalung berwarna hijau dengan 3 buah inti kekuatan yang berbeda dari dalam cincin nat miliknya.
"Pada saat aku berada di desa rumput giok, aku melihat kalung ini dan membelikannya untukmu, aku juga menambahkan beberapa inti kekuatan api, petir, dan cahaya yang aku dapatkan saat berada di hutan kegelapan." Ucap Ling Yan lalu menyerahkan sebuah kalung pada Xui.
Xui menatap kalung itu sejenak sebelum menjawab. "Tapi apakah ini tidak terlalu mahal." Ucap Xui.
"Hmm aku akan marah jika kau menolak pemberianku." Ucapan Ling Yan sontak membuat Xui langsung menyambar kalung itu.
"Terimakasih kak Ling Yan, ini sangat indah." Ucap Xui dengan wajah yang sedikit memerah.
Ling Yan lalu tersenyum kembali saat Xui langsung menyambar kalung itu dari tangannya. "Oh iya Xui, sekarang ini kau sudah berada di tingkat berapa." Ucap Ling Yan.
"Hmm aku baru saja naik ke tingkat pendekar perak." Ucapnya yang perlahan sudah tidak canggung lagi.
"Wah kalau begitu selamat, oh iya aku masih mempunyai sesuatu untukmu, tapi sebaiknya ini tidak di ketahui oleh orang lain." Ucap Ling Yan lalu mengajak Xui menuju tempat dimana biasanya ia menyendiri.
Ling Yan lalu menarik tangan Xui untuk mengikutinya dan berjalan menuju bukit dibelakang kediaman Klan Ling dan berhenti di bawah sebuah pohon besar tempat yang biasanya menjadi tempat favorit Ling Yan.
"Nah akhirnya sampai juga, sepertinya disini sudah aman." Ucap Ling Yan sambil mengedarkan pandangannya memastikan tidak ada siapapun disana.
"Kak Ling Yan, memangnya barang seperti apa yang kak Ling Yan ingin berikan padaku." Ucap Xui.
"Oh iya aku sampai lupa." Ling Yan lalu mengeluarkan sebuah pedang dari dalam cincin natnya yang ia dapatkan dari acara lelang di ibukota.
"Pedang ini bernama pedang petir angin, karena kau saat ini melatih kekuatan elemen petir, jadi pedang ini sangat cocok untukmu." Ucap Ling Yan sambil memberikan pedang petir angin padanya.
Xui sedikit ragu untuk menerima pedang itu, namun perkataan Ling Yan kembali menyadarkannya. "Dan aku tidak menerima penolakan." Ucap Ling Yan lagi.
Xui lalu dengan senang hati menerima pedang pemberian Ling Yan itu, "Kak Ling Yan, darimana kau mendapatkan pedang ini." Ucapnya.
"Kakak, mengapa kau sangat baik memberikan semua ini padaku." Ucap Xui sambil menundukkan kepalanya.
Ling Yan terdiam sejenak mendengar pertanyaan Ling Xuilan, dan setelah beberapa saat akhirnya Ling Yan kembali membuka suara.
"Itu karena... aku..." Belum sempat Ling Yan menyelesaikan kalimatnya, sebuah suara yang terdengar sedikit sepuh tiba-tiba membuyarkan lamunan keduanya.
"Eh, em maaf sepertinya paman mengganggu kalian berdua, lanjutkan saja." Ucap Ling Huotian yang tidak sengaja lewat di dekat sana sontak membuat keduanya tersadar dan menatap ke arah Houtian.
Ling Huotian lalu kembali berjalan menjauh dan melangkahkan kakinya cepat dan tak berselang beberapa lama punggungnya sudah tidak terlihat lagi oleh keduanya.
Rasa canggung kini di rasakan oleh keduanya sebelum Ling Yan kembali membuka suara untuk menghilangkan kecanggungan diantara mereka.
"Emm kalau begitu ayo kita kembali." Ucap Ling Yan yang di sambut anggukan kepala dari Xui.
Keduanya lalu melangkah kakinya kembali menuju kediaman Klan Ling, tidak ada satu atau dua kalimat yang keluar dari dalam mulut mereka hingga keduanya sampai ke rumah masing-masing.
"Ah paman Huotian mengganggu susana saja." Ling Yan menggerutu dan mengumpat keras di dalam hati setelah sampai di depan halaman rumahnya.
Sementara itu Ling San yang melihat ekspresi wajah putranya yang sepertinya sedang kesal itu langsung bertanya padanya. "Hei apa yang terjadi padamu anak muda." Ucap Ling San.
Ling Yan menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan ayahnya, "Hahh tidak ada apa-apa ayah." Ucap Ling Yan lalu berjalan masuk kedalam rumah.
"Hei, kau masih belum menceritakan tentang kedua anak itu." Ucap Ling San lalu menyusul Ling Yan masuk kedalam rumah.
Sementara itu di kediaman Xui, Xui berjalan masuk kedalam rumah dan mendapati ayahnya sedang duduk dan tersenyum penuh makna padanya.
"Ekhm ekhm, bagaimana, apakah kau sudah melepas kerinduanmu pada pujaan hatimu itu." Ucap Ling Huotian sambil tersenyum manis menggoda putrinya.
Mendapati ayahnya yang sengaja menggodanya seperti itu Xui hanya menunjukkan kepalanya dan berusaha menyembunyikan rona merah yang saat menghiasi wajahnya.
Ia lalu berlari masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu kamarnya dengan keras, "Ayah sangat menyebalkan." Teriakannya.
*****
Dua hari kemudian, upacara kedewasaan Klan Ling akhirnya diadakan, terlihat kediaman Klan Ling yang saat ini sudah ramai oleh penonton baik dari anggota Klan Ling sendiri maupun orang luar.
Ling Han selaku ketua Klan Ling kini sudah duduk di kursi yang telah di siapkan bersama dengan 5 tetua klan yang lain.
"Hoho aku dengar anak dari tetua pertama sudah pulang dari pelatihannya, apakah kali ini si sampah itu sudah lebih kuat, aku khawatir setelah upacara kedewasaan ini ia akan di asingkan dan di tendang keluar dari kediaman ini." Ucap tetua kedua Klan Ling bernama Ling Yuan sambil tertawa mengejek.
Ling San hanya tersenyum tipis menanggapi ejekan yang dilontarkan oleh Ling Yuan padanya. "Maafkan aku tetua Yuan, tapi sepertinya kau akan kecewa kali ini." Ucap Ling San.
Ketua Klan Ling Han lalu beranjak dari tempat duduknya dan bersiap memulai upacara kedewasaan Klannya.
Melihat semua persiapan ujian telah selesai, Ling Han lalu berbicara dengan menggunakan tenaga dalamnya. "Tanpa menunggu waktu lama lagi upacara kedewasaan Klan Ling dimulai." Ucapnya yang di sambut teriakan meriah dari penonton.