LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 90. Kecerobohan Ling Yan


Setelah kegiatan sarapan pagi mereka telah selesai, Ling Yan beserta rombongan Asosiasi Lelang Harta kini melanjutkan perjalanannya menuju ibukota kekaisaran Feng yaitu kota Bufeng.


Sebenarnya Ling Yan tidak ingin ikut bersama dengan rombongan tersebut karena akan lebih cepat baginya jika berjalan sendirian menggunakan ilmu meringankan tubuhnya.


Akan tetapi karena tidak tau kemana arah yang akan ia tuju, pada akhirnya Ling Yan juga terpaksa mengikuti rombongan tersebut.


Terlihat Ling Yan saat ini sedang membaringkan badannya bersama Xiao Hu di atas salah satu gerobak berisikan beberapa kotak lumayan besar yang ditarik oleh 2 ekor kuda.


Sebenarnya tadi Gu Xingyi menawarkan agar Ling Yan ikut duduk bersamanya di dalam kereta kuda, akan tetapi Ling Yan menolaknya dan lebih memilih membaringkan badannya di atas gerobak itu.


Ling Yan berpikir kalau akan lebih nyaman baginya bersantai di atas gerobak sambil menikmati angin sepoi-sepoi yang berhembus menerpa tubuhnya, dan hal itu memang terbukti karena terlihat Ling Yan bersama dengan Xiao Hu yang sepertinya sangat menikmati semua itu sekarang.


Namun sepertinya Ling Yan tidak dapat menikmati keadaan tersebut begitu lama karena tak lama kemudian rombongan Asosiasi Lelang Harta tiba-tiba menghentikan perjalanan karena di hadang oleh sekelompok pendekar aliran hitam.


Ling Yan yang saat ini sedang menikmati tidurnya sontak terbangun bersama Xiao Hu yang terlihat menguap sambil meregangkan otot-otot tubuhnya.


Ling Yan nampak bangun dari posisinya dengan malas sambil melihat sekelilingnya yang ternyata saat ini sedang dikepung oleh banyak sekali pendekar aliran hitam dengan corak kelabang hitam pada masing-masing jubahnya.


Dengan sekali lihat, Ling Yan dapat mengukur kekuatan dari setiap pendekar itu.


"Hmm ternyata hanya sekumpulan pendekar perak dan beberapa Pendekar emas bintang 1." Gumam Ling Yan pelan.


Para pengawal Asosiasi yang mengawal rombongan tersebut nampak bersiaga sambil menggenggam pedang ditangannya masing-masing.


"Siapa kalian, apa yang kalian inginkan dari kami." Teriak salah satu pengawal itu.


"Hehehe bukankah kalian sudah tau apa yang kami inginkan, serahkan semua barang-barqng berharga yang kalian miliki." Jawab salah satu dari gerombolan pendekar aliran hitam itu.


"Hmp bagaimana bila kami tidak mau." Sambut salah satu dari pengawal Asosiasi.


"Kalau begitu kami akan mengambilnya beserta nyawa yang kalian miliki." Para pendekar aliran hitam itu sontak langsung maju menyerang bersama di ikuti oleh seluruh pengawal rombongan yang maju menyambut serangan itu.


Sementara itu Gu Xingyi yang masih berada di dalam kereta kuda nampak masih begitu tenang karena begitu percaya bahwa pengawalnya dapat mengatasi semua itu.


Sampai akhirnya 2 orang pendekar aliran hitam yang lainnya muncul dari balik semak belukar dengan kekuatan keduanya yang setara dengan Pendekar berlian bintang 5 dan sontak membuat raut wajah Gu Xingyi menjadi buruk.


Gu Xingyi sontak beranjak dari posisinya dan buru-buru keluar dari dalam kereta kuda dan langsung bersiap menghadapi kedua pendekar itu.


Kedua pendekar yang melihat Gu Xingyi sontak tertawa sinis ke arahnya sambil berkata dengan nada yang begitu meremehkan wanita itu.


"Hoho ternyata lawan kita benar-benar seorang wanita, jika seperti ini tugas yang diberikan ketua untuk merampok rombongan Asosiasi akan sangat mudah kita selesaikan hehe." Ucap salah satu dari pendekar itu sambil tertawa cekikikan.


"Gawat, mereka berdua memiliki kekuatan yang sama sepertiku, jika begini aku pasti akan..." Sebelum Gu Xingyi menyelesaikan umpatannya, Ling Yan yang masih berada di atas gerobak tiba-tiba berteriak ke arahnya.


"Oii nona Gu!!! apakah kau mengenal mereka." Teriaknya, dan setelah teriakannya tersebut, Ling Yan dengan cepat melompat dan mendaratkan tubuhnya di samping Gu Xingyi.


"Tuan muda, mereka adalah 2 orang pendekar dari sakte aliran hitam bernama sakte kelabang hitam, keduanya setidaknya memiliki kemampuan setara dengan pendekar berlian bintang 5." Jelas Gu Xingyi pada Ling Yan.


"Hmm yayaya aku mengerti, serahkan keduanya padaku, lebih baik kau bantu para pengawal pengawal mu itu, karena sepertinya mereka agak sedikit kewalahan karena kalah jumlah." Jawab Ling Yan santai.


"Tuan muda, apakah tidak apa-apa jika aku membiarkan tuan muda melawan mereka berdua seorang diri?" Tanya Gu Xingyi ragu.


"Sudahlah cepat bantu para pengawal mu, aku ingin melihat seberapa jauh perkembangan kekuatanku saat ini." Jawab Ling Yan sambil mengeluarkan pedang darah api dari dalam cincin nat miliknya.


"Aku pikir pemuda ini seorang pendekar yang tidak menggunakan teknik pedang, tapi ternyata dia menaruh pedangnya di dalam cincin natnya." Batin Gu Xingyi.


"Baiklah tuan muda, kalau begitu aku serahkan kedua orang itu padamu." Gu Xingyi sontak pergi dari tempat itu dan bergerak membantu pengawalnya yang sedang kewalahan.


Sementara itu kedua pendekar sakte kelabang hitam kini terlihat mengerutkan dahi sambil menelisik dan juga mengukur kekuatan pemuda di hadapannya.


"Hei bocah tengik, apakah kau begitu meremehkan kami berdua hingga menyuruhnya untuk pergi?" Ucap salah satu dari keduanya.


"Entahlah, tapi menurutku kalian mungkin lebih lemah karena hanya berani mengeroyok daripada satu lawan satu." Ling Yan lalu menarik pedang darah api dari sarungnya dan terpampanglan putihnya pedang tersebut.


"Hmp kami pendekar aliran hitam tidak pernah peduli dengan semua itu, yang terpenting adalah kami bisa mengalahkan lawan bahkan jika kami menggunakan cara yang begitu licik." Keduanya sontak maju menyerang Ling Yan dengan pedangnya bersamaan.


Dengan cepat Ling Yan menghindar dari serangan itu dan bergerak menangkis serangan yang lain yang datang dari arah yang berbeda.


Walaupun kekuatan keduanya berada di bawah Ling Yan, akan tetapi kombinasi serangan keduanya lumayan cepat untuk Ling Yan yang saat ini menggunakan setengah dari kekuatan aslinya.


"Hahaha kemampuan bertarung kalian berdua lumayan juga, selain itu kalian juga memiliki serangan kombinasi yang cukup apik." Puji Ling Yan di tengah pertarungannya.


Kedua pendekar aliran hitam yang mendengar perkataan Ling Yan sontak tersulut emosi dan bergerak mengalirkan tenaga dalam pada masing-masing pedangnya.


"Teknik pedang kelabang hitam." Teriak keduanya bersamaan.


Terlihat kedua pedang yang di genggam oleh keduanya diselimuti oleh aura hitam dan membuat pergerakan kedua pendekar itu semakin cepat dari sebelumnya.


Akan tetapi, walaupun keduanya telah menggunakan teknik pedangnya secara bersamaan, Ling Yan terlihat masih begitu tenang dan bergerak santai saat menghadapi kedua pendekar itu.


Setelah beberapa saat, Ling Yan lalu meningkatkan kecepatannya dan berhasil mengubah posisinya yang sebelumnya bertahan kini berbalik menyerang.


"Teknik pedang api penghancur gunung." Ling Yan berteriak sambil menggunakan teknik pedang api penghancur gunung dengan menggunakan api kehidupan pada kedua lawannya.


Kedua pendekar aliran hitam yang menyadari bahaya tersebut sontak bereaksi dengan cepat dan menghindari serangan tersebut dengan susah payah.


"Sial anak muda ini bukan anak biasa, bahkan dia memiliki api spiritual." Ucap salah satu dari keduanya.


Sebenarnya Ling Yan tadinya ingin menyelesaikan pertarungan itu dengan sekali serangan agar api spiritual yang ia miliki tidak di ketahui oleh semua orang yang ada di sana.


Namun sepertinya Ling Yan terlalu terburu-buru hingga membuat keduanya menyadari hal itu lebih cepat. "Hmm dasar bocah bodoh, mengapa kau menjadi begitu ceroboh saya melawan mereka." Teriak kobaran api abadi dari dalam tubuh Ling Yan.