
Shuyang yang melihat Zhao Yun Zhi memberi hormat di depannya pun tidak dapat menahan keterkejutannya dan hanya bisa memasang ekspresi wajah canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Eh....." Tidak pernah terpikirkan oleh Shuyang, kalau pada akhirnya ia akan menjadi guru dari seorang gadis cantik yang dijuluki Dewi seribu pedang itu.
Pada awalnya Zhao Yun Zhi sebenarnya juga tidak percaya kalau Ling Yan memiliki seorang guru bernama Shuyang yang bahkan kekuatannya berada di bawah pendekar berlian.
Tapi setelah diberikan sedikit penjelasan, Zhao Yun Zhi akhirnya mengerti dan tidak menganggap remeh lagi seorang yang kekuatannya berada di bawahnya.
Sementara Shuyang yang mendapatkan seorang murid lagi kini hanya bisa terkekeh.
"Hehehe sepertinya pekerjaanku akan kembali bertambah." Batinnya sambil tersenyum kaku.
*****
Paviliun rumah obat.
Ling Yan yang baru saja sampai di salah satu bangunan besar sekte seribu pedang terlihat langsung berjalan dengan terburu-buru menuju meja penerima tamu dimana Xiao Gang sudah berdiri di sana.
"Oh tetua Ling Yan rupanya, apakah yang membuatmu datang kemari, bukankah ini belum waktunya bagimu melaporkan hasil latihan?" Tanya Xiao Gang sedikit canggung karena belum terbiasa dengan Ling Yan yang sudah resmi menjadi salah satu tetua pedang.
Walaupun dulunya Yan Shiki juga pernah menjadi tetua pedang termuda di umur 19 tahun, dan membuat Xiao Gang memanggil Yan Shiki dengan panggilan seperti itu, tetapi dalam kasus Ling Yan ini begitu jauh berbeda.
Pasalnya orang yang saat ini ia panggil dengan sebutan tetua itu, adalah seorang anak yang bahkan umurnya masih 16 tahun, dan dalam waktu dekat, ia mungkin akan merubah panggilan itu menjadi guru peracik obat Ling Yan.
Karena Ling Yan saat ini sudah bisa meracik obat tingkat 5, dan bisa dibilang ia sudah termasuk sebagai salah satu ahli peracik obat tingkat menengah.
"Ya, itu benar guru Xiao, tapi ada sesuatu hal yang harus aku bahas dengannya, apakah guru ada di dalam?" Tanya Ling Yan.
Xiao Gang tersenyum ramah sambil berkata.
"Hmm sepertinya kau sedikit terlambat, master Shen Yu baru saja keluar, tapi sepertinya ia pergi menemui ketua sekte Zhao." Jawab Xiao Gang.
"Hmmm begitu ya, kalau begitu aku akan menyusulnya saja." Setelah mengatakan itu Ling Yan kemudian berjalan kembali menyusul gurunya menuju kediaman ketua sekte seribu pedang Zhao Zhang.
Sementara Xiao Gang yang melihat Ling Yan pergi, ia hanya bisa memasang senyuman iri karena baru kali ini ia mendapatkan seorang yang begitu dekat dengan ketua sektenya itu selain Shen Yu, para jagoan terkuat sekte, dan juga Zhao Yun Zhi putri semata wayangnya.
Di ujung sebuah ruangan peracik pil, terlihat seorang murid peracik obat tengah menatap penuh kebencian terhadap Ling Yan, dan tak lama kemudian pemuda itu kembali menghilang dari tempatnya.
Sesampainya di kediaman Zhao Zhang, dua orang murid yang bertugas menjaga gerbang sontak memberi hormat kepada Ling Yan yang baru saja sampai di depan gerbang.
"Salam tetua Ling Yan." Ucap keduanya secara bersamaan.
Ling Yan yang sedikit risih hanya mengganguk pelan sebelum memasuki kediaman tersebut dan mendapati gurunya tengah berbincang dengan Zhao Zhang di sebuah meja yang terdapat sebuah permainan catur disana.
"Permainan catur?." Batin Ling Yan yang baru pertama kali melihat keduanya bermain permainan tersebut.
Ling Yan yang melihat raut wajah keduanya yang begitu serius hanya bisa berjalan pelan mendekat tanpa membuat keributan yang akan menggangu konsentrasi kedua pendekar tingkat tinggi itu.
Zhao Zhang dan juga Shen Yu sebenarnya sudah menyadari kehadiran Ling Yan disana, namun karena permainan keduanya sudah berada dalam puncaknya, mereka berdua mengabaikan keberadaan Ling Yan tersebut dan berusaha berfokus pada permainan keduanya.
Lalu setelah beberapa saat berlalu, akhirnya permainan catur kedua pendekar itu berakhir dengan kemenangan Shen Yu atas Zhao Zhang.
"Hahaha!!! ketua Zhao, akhirnya aku kini bisa kembali unggul 3 poin kemenangan atas dirimu selama aku bergabung dengan sekte." Ucap Shen Yu tertawa sedikit mengejek.
Sementara Zhao Zhang yang berada di pihak yang kalah hanya bisa tertunduk lesu lalu berkata.
"Haihhh master Shen, pikiranku akhir-akhir ini terlalu kacau karena urusan pertemuan antar sekte beberapa hari lagi jadi...." Zhao Zhang mencoba memberi alasan, tetapi Shen Yu tidak bisa menerima alasan yang dibuat oleh Zhao Zhang saat menelan kekalahan.
"Ketua Zhao, setiap kau kalah dariku, kau selalu saja membuat alasan, tetapi saat kau menang kau bahkan mengejekku sampai terbatuk-batuk." Tawa Shen Yu kembali pecah.
Sementara Ling Yan yang baru pertamakali melihat gurunya Shen Yu tertawa lepas seperti itu, merasa sedikit tertegun seakan melihat gurunya baru saja melepas begitu banyak beban pada pikirannya.
"Ini pertama kalinya aku melihat guru Shen tertawa lepas seperti itu." Batin Ling Yan dengan senyuman tipisnya.
Walaupun Shen Yu dan Zhao Zhang terlihat seperti pendekar hebat yang dingin dan tenang, nyatanya kedua pendekar itu juga memiliki sifat lain yang berbanding terbalik dengan ekspresi yang mereka biasa tunjukkan diluar.
Seperti Shen Yu yang terkenal dengan keseriusan di wajahnya itu ternyata memiliki sifat periang seperti yang baru saja Ling Yan lihat.
Di detik berikutnya, kedua pendekar itu kini mengalihkan pandangannya ke arah Ling Yan yang baru saja datang dan sudah duduk di tidak jauh dari keduanya.
"Ling Yan!!! Apa ada hal penting yang membuatmu datang kemari?" Tanya Zhao Zhang.
Ling Yan yang masih larut dalam pikirannya pada saat melihat gurunya tertawa tadi kini kembali tersadar dan menjawab pertanyaan Zhao Zhang.
"Ketua Zhao, aku datang kemari untuk membahas sesuatu tentang pertemuan antar petinggi sekte, apakah pertemuan itu ada hubungannya dengan api pembakar jiwa?" Tanya Ling Yan dengan ekspresi wajah serius.
Mendengar pertanyaan Ling Yan itu membuat Zhao Zhang dan juga Shen Yu merubah ekspresi wajah mereka.
"Ya, itu benar, satu bulan yang lalu aku mendapatkan informasi yang cukup besar dari salah satu anggota asosiasi lelang harta.
Salah satu Informan mereka mendapati kalau ketua sekte gunung tengkorak bernama Gu Liang berhasil mendapatkan sebuah roh api spiritual bernama api kematian." Jawab Zhao Zhang yang membuat Ling Yan tersentak.
Pasalnya Gu Liang merupakan salah satu dari kelima murid gurunya Wei Tian Long, dan jika kebenaran dari informasi tersebut memang akurat, maka itu berarti kekuatan salah satu dari orang yang akan menciptakan kekacauan di masa depan kini bertambah.
"Tidak hanya itu, informan dari asosiasi lelang harta juga mengatakan kalau Gu Liang dan beberapa petinggi sekte aliran hitam kini sudah sepakat untuk membuat aliansi bernama 4 pilar api dan memiliki tujuan untuk menyerang sekte seribu pedang.
Apakah kau tahu, dari semua ketua sekte aliran hitam yang bergabung dengan aliansi itu 4 diantaranya merupakan saudara seperguruan mu sendiri yaitu Jin Fan, Yuanrang, Yan Susu, dan Gu Liang." Sambung Shen Yu.
"Maka dari itu, aku selaku ketua sekte kini sudah mengirimkan surat kepada beberapa sekte aliran putih untuk membantu kita jika penyerangan terhadap sekte seribu pedang benar-benar terjadi." Jelas Shen Yu lagi.