
Ling Yan kemudian melesat menggunakan ilmu meringankan tubuh miliknya dan bergerak ke arah Utara kekaisaran Wei dimana sakte seribu pedang berdiri.
Sebenarnya Ling Yan bisa saja mengambil jalan lurus dan menyusuri kembali hutan kegelapan agar ia bisa sampai lebih cepat, namun karena merasa siluman-siluman yang ada di dalam hutan tersebut akan menghambat perjalanannya, Ling Yan akhirnya memutuskan untuk mengambil jalan memutar.
"Dari pada aku mengambil jalur dekat yang mungkin akan menghambat perjalananku, lebih baik aku mengambil jalur aman saja." Ling Yan bergumam sambil terus melesat dengan cepat.
Ling Yan terus berlari dengan sangat cepat menyusuri jalan yang ia lewati tanpa adanya hambatan yang berarti. Dengan bantuan ilmu meringankan tubuhnya serta kualitas tulang yang ia miliki, Ling Yan saat ini dapat berlari dengan normal seharian penuh tanpa beristirahat.
Dari kejauhan Ling Yan dapat dengan jelas melihat ada sebuah rombongan kereta kuda yang juga melewati jalan yang sama dengannya. Dalam sekali lihat Ling Yan dapat mengenali rombongan tersebut sebagai rombongan bangsawan karena kereta kudanya yang mewah dan beberapa prajurit yang mengawalnya.
Namun ada satu hal yang membuat Ling Yan sedikit keheranan, karena melihat sepertinya ada sesuatu yang aneh pada rombongan kereta kuda tersebut.
Dari kejauhan Ling Yan sedikit memperlambat langkahnya sambil mengangkat alisnya.
"Ini hanya perasaanku saja atau rombongan kereta kuda ini yang memang terlihat panik, ataupun memang mereka sedang terburu-buru."
Ling Yan lalu menghentikan langkahnya dan memilih untuk mengikuti rombongan kereta kuda tersebut sambil bersembunyi di balik pepohonan agar tidak terlihat.
Dengan ilmu meringankan tubuhnya, Ling Yan melesat dan melompat dari satu pohon ke pohon yang lain tanpa menimbulkan suara sedikitpun. Dengan kualitas tulang raja naga yang ia miliki, Ling Yan dapat melompat dan mendarat dengan cepat dan membuat tubuhnya menjadi seringan bulu.
Setelah jaraknya cukup dekat akhirnya Ling Yan dapat mengetahui kalau rombongan tersebut adalah rombongan keluarga bangsawan kekaisaran Feng karena melihat lambang yang tertera pada salah satu bendera merah yang dibawa oleh seorang prajurit.
"Ternyata ini adalah rombongan keluarga Jia." Ucap Ling Yan setelah melihat lambang keluarga Jia tersebut.
Ling Yan dapat melihat ada lebih dari 30 prajurit yang mengawal rombongan kereta kuda dan 10 dari mereka memiliki kekuatan seorang pendekar emas bintang 5 sedangkan sisanya memiliki kekuatan pendekar perak berbagai tingkat.
"Hmm 10 pendekar emas bintang 5 dan 20 pendekar perak, dengan jumlahnya saat ini bahkan seorang pendekar berlian bintang 2 pasti akan berpikir panjang untuk menyerang mereka, tapi kenapa wajah mereka terlihat begitu ketakutan, sepertinya memang ada sesuatu yang tidak beres."
Ling Yan yang melihat rombongan tersebut dari balik pepohonan dapat melihat ekspresi wajah dari orang yang menunggangi kuda serta para prajurit yang mengawal kereta kuda tersebut yang terlihat panik.
Tak lama kemudian tiba-tiba saja laju rombongan kereta kuda tersebut terhenti bersamaan dengan semua prajurit yang mengawal kereta kuda tersebut yang juga ikut menghentikan langkahnya.
Ling Yan yang melihat itu sontak saja ikut menghentikan langkahnya dan mendarat sambil memperhatikan rombongan kereta kuda tersebut di balik semak belukar.
Berselang beberapa menit kemudian, Ling Yan terlihat menaikkan alisnya saat seorang gadis yang terlihat berusia 14 atau 15 tahun dengan paras yang lumayan cantik terlihat keluar dari dalam kereta kuda tersebut.
Namun bukan kecantikan gadis tersebut yang membuat Ling Yan menaikkan alisnya melainkan bukan hanya gadis tersebut yang keluar dari dalam kereta kuda tetapi ada seorang pria paruh baya dengan dengan jubah berlambang kalajengking hitam sedang menodongkan pedangnya di leher gadis tersebut.
Dalam sekali lihat Ling Yan dapat mengukur kemampuan pendekar aliran hitam itu yang setingkat dengan seorang pendekar berlian bintang 1.
"Hahaha ketua pasti akan memberikanku banyak bonus karena berhasil menangkap seorang anggota keluarga bangsawan sepertimu." Kata pendekar itu sambil tertawa.
Ling Yan yang melihat lambang kalajengking hitam yang ada di jubah pendekar itu sama seperti lambang yang ada di jubah 2 orang pendekar yang ia hadapi sebelumnya, sontak menyadari kalau pendekar ini berasal dari satu kelompok yang sama.
"Oh sakte kelabang hitam, sepertinya orang ini berniat untuk merampok rombongan keluarga Jia, tapi kekuatan orang ini setidaknya adalah seorang pendekar berlian bintang 1, seharusnya jika orang ini tidak memiliki kemampuan yang begitu hebat, maka ia pasti tidak akan bisa membuat rombongan ini ketakutan, seperti ada sesuatu yang tidak sesederhana yang aku pikirkan."
Ling Yan memutuskan untuk memperhatikan rombongan tersebut lebih teliti namun tidak mendapati sesuatu yang berbahaya selain gadis cantik tersebut yang manjadi sandra.
"Sepertinya tidak ada yang terlalu berbahaya selain gadis itu yang terancam, seharusnya pendekar itu tidak akan bisa menembus pertahanan ke 30 pendekar itukan." Gumam Ling Yan.
Namun gumamannya itu berakhir saat ia dapat melihat kalau di dekat leher semua prajurit serta pelayanan tersebut ada seekor kalajengking hitam yang setiap saat bisa menyengat dan membunuh mereka semua.
"Ah, sepertinya aku menemukan alasan mengapa pertahanan ke 30 pendekar itu dapat ditembus dengan mudah." Ling Yan dapat melihat kalau kalajengking hitam tersebut memiliki racun yang tidak biasa serta dikendalikan oleh pendekar berlian tersebut.
Dari keadaan yang ia lihat saat ini, Ling Yan dapat menyimpulkan bahwa pada awalnya pendekar-pendekar ini dapat mengalahkan anggota sakte kelabang hitam itu dengan mudah, tetapi karena pendekar tersebut adalah seorang ahli pengendali kalajengking hitam beracun dan berhasil membuat nyawa mereka terancam, akhirnya pendekar itu berhasil mengancam nyawa mereka semua serta membuat wanita itu menjadi sandranya.
Perlahan Ling Yan mengeluarkan pisau dari dalam cincin natnya dan berniat menyerang pendekar tersebut secara diam-diam, namun belum sempat ia melemparkan pisaunya, tiba-tiba saja sekelompok pendekar berpakaian sama dengan pendekar itu keluar dari balik pepohonan diseberang jalan.
"Ternyata dia tidak sendirian, sepertinya ia menghentikan kereta kuda ini karena memang sudah tau kalau rekannya sudah menunggu di sini." Ling Yan menghela nafas panjang sebelum bersyukur karena mengikuti kereta kuda tersebut dari tempatnya sekarang, karena seandainya saja ia mengikutinya dari arah yang salah maka bisa jadi ia ketahuan dan membuat segalanya menjadi lebih buruk.
Ling Yan dapat melihat ada lebih dari 50 orang pendekar dari sakte kelabang hitam yang baru saja muncul di tempat tersebut dan langsung mengukur kekuatannya.
"Hmm 3 diantaranya adalah seorang pendekar berlian dan salah satu dari mereka yang terlihat sedikit sepuh dan berdiri paling depan adalah seorang pendekar jiwa 3 tingkat lebih tinggi dariku, sedangkan sisanya adalah gabungan antara pendekar emas dan perak serta beberapa pendekar perunggu, sepertinya ini akan menjadi sedikit lebih merepotkan." Ling Yan membatin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.,