
Ling Han yang mendengar apa yang dikatakan oleh Ling San tentang rencana yang dilakukan oleh Klan Chu bersama dengan sakte Petir Hitam, kini merubah ekspresi wajahnya menjadi buruk.
"Apa katamu, seorang pendekar raja." Ling Han berkata dengan nada yang sedikit tinggi serta ekspresi wajahnya yang buruk.
"Ya ketua, jika dilihat, sepertinya Klan Chu berencana menyerang kediaman klan kita saat kompetisi antar ketiga Klan besar nanti." Jawab Ling San.
"Ugh jika benar begitu, apakah mereka tidak terlalu gegabah." Ucap Ling Han.
"Sepertinya tidak ketua, kita belum sepenuhnya tau seperti apa kekuatan pendekar raja yang ada di belakang klan Chu, ada kemungkinan kekuatannya mungkin melebihi tingkatanmu ketua." Ucap Ling San.
"Jika memang benar seperti itu, kita harus meningkatkan keamanan dan mewaspadai kediaman Klan Chu, bukan tidak mungkin ada kemungkinan mereka akan menyerang kita saat sebelum kompetisi antar ketiga Klan besar." Ucap Ling Han.
*****
Di dalam alam bawah sadarnya, Ling Yan terus berusaha meningkatkan tenaga dalamnya dengan cara menyerap inti kekuatan siluman yang ia dapatkan dari hutan kegelapan.
Dengan teknik pengembangan ilmu jalan langit yang ia dalami, Ling Yan saat ini sudah menyerap 1 inti kekuatan api tingkat 4 beserta 1 inti kekuatan api tingkat 7 dan berhasil menembus tingkat emas bintang 7.
Sekarang hanya tersisa 5 buah inti kekuatan siluman dihadapannya, "Aku harus bergegas, waktu yang aku miliki tidak banyak." Ucapnya sambil meraih salah satu dari inti kekuatan itu.
"Hei bocah, kau tidak perlu tergesa-gesa seperti itu, tenang saja, di dalam alam bawah sadarmu 1 hari di dunia nyata sama dengan 3 hari disini, selain itu jika kekuatanmu tidak stabil, maka perkembanganmu akan terganggu dan usaha yang kau lakukan akan menjadi sia-sia." Ucap roh inti api abadi.
"Huhh terimakasih telah mengingatkanku." Ucap Ling Yan yang lalu menstabilkan kekuatannya terlebih dahulu lalu melanjutkan pelatihannya.
Ia lalu kembali meraih salah satu inti kekuatan siluman yang ia miliki dan mulai menyerapnya, dengan kecepatan yang luar biasa, Ling Yan menyerap seluruh energi dari dalam inti kekuatan itu dan mengubahnya menjadi tenaga dalam.
Sementara itu roh inti api kehidupan yang melihat kecepatan perkembangan Ling Yan, hanya bisa menelan ludahnya kasar dan membatin.
"Kecepatan perkembangan anak ini begitu luar biasa, bahkan saat tuan Shen Long tidak akan bisa berkembang secepat ini saat menggunakan teknik ilmu jalan langit." Batin Xiao Bai.
Waktu terus berlalu hingga kini Ling Yan sudah berhasil menyerap seluruh inti kekuatan siluman elemen api miliknya, dan sekarang tersisa 3 buah inti kekuatan siluman elemen petir tingkat 7.
"Setelah menyerap 2 buah inti kekuatan api tingkat 7, aku berhasil menembus 5 tingkatan sekaligus, dan saat ini aku sudah memiliki kekuatan pendekar berlian bintang 2, itu berarti 2 buah inti kekuatan siluman tingkat 7 bisa meningkatkan kekuatanku hingga 5 tingkat, seandainya saja aku memiliki 1 inti kekuatan lagi aku pasti bisa menembus tingkatan pendekar jiwa." Ucap roh inti api abadi.
"Hahaha! Apa kau pikir menembus tingkat pendekar jiwa adalah hal yang sederhana itu, kau saja belum bisa memurnikan kekuatan jiwamu, bagaimana bisa kau menembus tingkat pendekar jiwa." Ucap api abadi disertai anggukan dari Xiao Bai dan Xiao Bao.
"Ahahaha maksudku aku bisa menembus tingkatan pendekar jiwa dengan ini." Ling Yan lalu mengeluarkan sebuah pil dari dalam cincin natnya.
"Oh ternyata kau sudah mengantisipasi semuanya, itu artinya kau hanya perlu menaikkan tingkatanmu ke tingkat pendekar berlian bintang 9, tetapi sepertinya ketiga inti kekuatan siluman tingkat 7 itu tidak cukup." Ucap api abadi.
"Kau benar, tapi meskipun begitu, aku tetap harus menyerapnya, karena sedikit perbedaan kekuatan saja pasti bisa mengubah segalanya." Ucap Ling Yan lalu kembali menyerap inti kekuatan petir yang ia miliki.
*****
Keesokan harinya Ling Yue yang sedang menyiapkan sarapan untuk semuanya ini hanya mendapati Yu Fei dan Yu Qian yang sedang duduk manis di meja makan.
Ling Yue menghela nafasnya pelan lalu memutuskan untuk memeriksa Ling Yan di dalam kamarnya.
"Huhh anak itu." Ucapnya sambil berjalan menuju kamar tidur Ling Yan.
Sesampainya di depan kamar Ling Yan, Ling Yue mendapati kamar Ling Yan yang terkunci
"Ling Yan, apakah kau belum bangun, ini waktunya sarapan." Ucap Ling Yue yang tidak mendapatkan jawaban dari putranya.
Tidak mendapatkan jawaban dari putranya Ling Yue lantas mengumpat keras dan mendobrak pintu kamar Ling Yan.
"Dasar anak pemalas, cepat bangun, ini sudah siang." Ucap Ling Yue yang kini berhasil menerobos pintu kamar Ling Yan.
Pada saat Ling Yue berhasil menerobos masuk, Ling Yue hanya mendapati Ling Yan yang tengah duduk bersila dengan aura petarung yang terus bertambah dari dalam tubuhnya.
"Astaga.. anak ini sepertinya berlatih semalam, pantas saja dia tidak mendengar teriakanku, kalau begitu aku tidak akan mengganggunya." Ucap Ling Yue.
Sementara itu di dalam alam bawah sadar Ling Yan, "Tinggal sedikit lagi..." Ucap Ling Yan yang hampir selesai menyerap semua inti kekuatan siluman yang ia miliki.
Setelah beberapa saat akhirnya Ling Yan berhasil menyerap semua inti kekuatan siluman yang ia miliki, ledakan aura petarung kini menyeruak dari dalam tubuhnya dan kini Ling Yan berhasil menembus tingkat pendekar berlian bintang 8.
"Hehehe akhirnya selesai juga ya." Ucap roh inti kekuatan api abadi.
Roh api abadi lalu mengembalikan pedang darah api kepada Ling Yan. "Ini pedangmu, ternyata kau lumayan cepat dalam berkembang, kami jadi tidak perlu menggunakan seluruh kekuatan kami untuk bertahan di dalam alam bawah sadarmu." Ucap api abadi lagi.
Sebenarnya saat Ling Yan menyerap energi dari inti kekuatan siluman miliknya, api abadi dan api kehidupan terus menerus menahan tekanan tenaga dalam Ling Yan yang terus menyeruak saat ia menembus tingkatannya.
"Hehehe sepertinya kalian berdua sangat bekerja keras, kalau begitu terimakasih atas bantuan kalian." Ucap Ling Yan.
"Sebuah kehormatan bagi kami untuk membantu Anda tuan." Ucap Xiao Bao dan Xiao Bai.
"Hmm kalau begitu sepertinya ini saatnya aku kembali." Ucap Ling Yan yang kini tersenyum sekilas dan menutup matanya hingga kini ia keluar dari dalam alam bawah sadarnya.
Dan saat Ling Yan membuka matanya, seberkas sinar cahaya matahari yang menyilaukan mata kini bisa dapat dilihat oleh kedua matanya.
Akan tetapi bukan hanya sinar matahari yang menyilaukan matanya, Ling Yan kini juga bisa melihat Xui yang berdiri di hadapannya dengan pandangan mata yang tertuju padanya.
"Eh Xui, apa yang sedang kau lakukan disini." Ucap Ling Yan yang langsung di sambut teriakan dari ibunya.
"Kau ini, Xui sudah menunggumu dari tadi, tapi kau baru selesai dari pelatihanmu." Ucapnya.
"Eh bibi Yue, aku kan baru saja sampai." Ucap Xui dengan wajah yang sedikit memerah.