
"Hahahaha!!! satu segel sudah aku hancurkan, tinggal 6 formasi lagi agar aku bisa merasakan kebebasan dari menara sialan ini." Roh api pembakar jiwa kembali menyerang segel yang mengurungnya.
Boom!!!
Roh api pembakar jiwa terpental karena kekuatan lapisan ke 2 nyatanya lebih kuat dari lapisan pertama yang telah ia hancurkan.
"Sial kau pak tua!! aku pasti akan menghancurkan sakte seribu pedang setelah aku bisa keluar dari sini!!" Api pembakar jiwa marah.
*****
3 hari kemudian.
Di pagi hari yang begitu cerah, nampak seorang pendekar muda yang tengah duduk bersila di bawah sebuah pohon rindang yang tidak jauh dari lokasi hutan kegelapan.
Pendekar muda itu tidak lain adalah Ling Yan yang sedang menstabilkan kekuatan api samudera yang baru saja menyatu dengan tubuhnya dan menjadi kekuatan baru baginya.
Terlihat Ling Yan sudah tidak merasakan kesakitan lagi karena hawa panas milik api samudera dan juga kobaran api samudera yang mengelilinginya sudah mulai memudar dan masuk kedalam tubuhnya.
Bersamaan dengan itu pula formasi perlindungan yang dibuat oleh gurunya 3 hari yang lalu untuk melindunginya kini sudah terbuka sama seperti formasi pelindung yang melindungi Xiao Hu.
Xiao Hu nampak tertidur pulas di tempatnya dengan inti kekuatan siluman yang hanya tersisa 2 kristal saja. Xiao Hu terlihat sangat pulas dalam tidurnya dengan telinga yang sedikit bergoyang.
Dalam 3 hari terakhir Xiao Hu memang susah untuk tertidur karena suara teriakan Ling Yan yang kesakitan begitu keras selama 3 hari, bahkan suara teriakan Ling Yan itu juga menyebabkan Xiao Hu tidak bernafsu makan karena melihat keadaan Ling Yan yang terlihat semakin kesakitan.
Xiao Hu akhirnya baru memakan makanannya saat ia sudah tidak bisa menahan laparnya tadi malam, bersamaan dengan hal itu suara teriakan Ling Yan juga sudah berhenti dan membaik.
"Huh....." Ling Yan menghembuskan nafasnya bersamaan dengan asap putih yang tidak terlalu tebal keluar dari dalam mulutnya.
"Tuan, terimakasih telah menerimaku sebagai kekuatanmu yang baru." Suara api samudera terdengar di telinga Ling Yan.
Ling Yan hanya bisa tersenyum simpul mendengar perkataan api samudera, berkat api samudera pula kini tenaga dalam Ling Yan kembali bertambah 50 garis tenaga dalam.
Berkat tenaga dalam yang baru saja ia dapatkan itu saat ini Ling Yan sudah berhasil menerobos ke tingkat pendekar jiwa bintang 2 dan sedikit lagi naik ke tingkat pendekar jiwa bintang 3 serta memiliki 4 inti kekuatan api spiritual yakni api abadi (2), api kehidupan (26), api sakral surgawi (32) dan yang baru saja ia dapatkan dari gurunya api samudera (28).
Dengan tambahan kekuatan tersebut serta kualitas tulang raja naga yang ia miliki saat ini Ling Yan sudah bisa menyamai bahkan dapat mengalahkan seorang pendekar yang kekuatannya sama seperti Feng Yuan tanpa menggunakan racun miliknya.
Namun jika Ling Yan juga menggunakan racun ular sisik hijau raksasa miliknya bukan tidak mungkin ia dapat mengalahkan seorang yang tingkat kekuatannya berada di puncak pendekar raja.
Berselang beberapa saat Ling Yan kini mulai mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya mencari keberadaan gurunya serta Xiao Hu, namun pada akhirnya Ling Yan hanya mendapati Xiao Hu yang masih tertidur pulas di dekat 2 buah inti kekuatan siluman.
"Tidak perlu mencarinya tuan." Api samudera berkata. "Tuan Wei sudah menyerahkan aku dan teknik terkuatnya padamu karena luka dalam yang ia derita saat ini sudah begitu parah dan bahkan mungkin ia tidak akan dapat bertahan selama 2 hari lagi." Sambung api samudera.
Mendengar perkataan api samudera membuat Ling Yan membelalakkan matanya karena mengetahui alasan gurunya memberikan inti kekuatan api samudera padanya lebih cepat karena ia sudah tidak bisa bertahan lagi.
"Selain itu tuan Wei juga sudah mempersiapkan dan membuat formasi pelindung agar tuan terhindar dari bahaya saat menyerap kekuatan yang aku miliki, mungkin saat ini formasi itu sudah hilang." Tambah api samudera lagi.
Ling Yan hanya menundukkan kepalanya sambil bergumam pelan dengan air mata yang mulai menetes. "Bahkan saat keadaan guru sedang sekarat, ia masih memikirkan keselamatan ku." Ling Yan nampak mengepalkan kedua tangannya erat sambil bertekad dalam hati.
"Guru, aku berjanji akan membalas perbuatan murid-muridmu yang tidak menghormati mu dan juga berusaha untuk menghentikan kekacauan yang akan terjadi karena mereka."
"Ada satu hal lagi yang tuan Wei pesankan untukmu, sebelum pergi mencari letak keberadaan api dingin, tuan Wei menyarankanmu untuk pergi ke sakte seribu pedang dan mendapatkan bimbingan dari ketua sakte tersebut dan juga.... mungkin tuan akan memiliki peluang untuk mendapatkan inti kekuatan api pembakar jiwa (10).
Ling Yan lalu mengusap air matanya dan berjalan ke arah Xiao Hu yang masih tertidur pulas.
"Sepertinya Xiao Hu baru saja tertidur sepulas ini, bahkan saat aku mengangkatnya ia masih tidak terbangun." Ling Yan lalu memasukkan Xiao Hu kedalam jubahnya dan bergerak melesat ke arah kota Bufeng menggunakan ilmu meringankan tubuhnya.
"Hei bocah, kemana kita akan pergi sekarang?, apakah kau akan mengikuti saran dari Wei Tian Long?" Api abadi mewakili pertanyaan ke tiga teman barunya.
"Hmm ya teman, aku berencana untuk pergi menuju sakte seribu pedang, tapi sebelum itu aku ingin membeli makanan untuk Xiao Hu serta perbekalan untukku sendiri terlebih dahulu." Jawab Ling Yan.
"Oh iya satu lagi, teruntuk kalian berempat, aku harap kalian bisa memanggilku seperti api abadi memanggil ku, karena aku tidak ingin menjadi tuan kalian, tapi aku akan menganggap kalian seperti temanku sendiri."
Ucapan Ling Yan tersebut sontak saja membuat kelimanya tertegun sejenak sebelum berkata serentak. "Baik...eh... teman hehehe." ke limanya terkekeh sebelum akhirnya tertawa bersama.
Tak perlu waktu lama sampai akhirnya Ling Yan sudah sampai di kota Bufeng kembali, tapi sebelum ia masuk ke kota, Ling Yan tiba-tiba teringat sesuatu dan langsung menghentikan langkahnya dengan cepat.
"Ada apa denganmu, apakah ada sesuatu." Walaupun masih sedikit canggung, api abadi kini mulai membiasakan diri memanggil Ling Yan seperti layaknya seorang teman.
Ling Yan hanya menggaruk kepalanya sejenak sebelum memakai jubah hitam serta topeng besi miliknya. "Aku lupa kalau aku saat ini adalah seorang buronan." Ucap Ling Yan yang masih melihat lukisan wajahnya di papan pengumuman.
Setelah memakai jubah hitam serta topeng besinya, Ling Yan akhirnya berjalan ke arah gedung Asosiasi Lelang Harta untuk membeli inti kekuatan siluman untuk Xiao Hu.
Ling Yan berjalan pelan seperti biasa dan melewati toko pandai besi yang ia kunjungi beberapa waktu lalu.
"Hmm Yu Ming, nama itu memang tidak asing bagiku." Ling Yan terus melangkahkan kakinya sambil mengingat kembali dimana ia pernah mendengar nama Yu Ming itu, tapi seperti sebelumnya Ling Yan masih tidak dapat mengingatnya sampai akhirnya langkah kakinya berhenti di depan gedung Asosiasi Lelang Harta.
"Sama seperti sebelumnya, pintu gerbang gedung ini dijaga oleh 2 orang pendekar emas." Ling Yan hanya tersenyum sejenak sebelum akhirnya masuk kedalam gedung Asosiasi.