LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 169. Teknik Pedang Yang Asing


Setelah melelehkan kristal siluman itu, Ling Yan lalu memasukkannya kedalam tungku dan mulai mengontrol tenaga dalam dan api abadi yang ia gunakan.


Ling Yan menggertakkan giginya sambil mengontrol tenaga dalam dan api abadi yang ia gunakan untuk memurnikan bahan obat di dalam tungku.


Ia tidak menyangka ternyata pada saat menggunakan api pembakar di dalam tungku obat tingkat kesulitannya sangat berbeda jauh dari sebelumnya dan belum berselang beberapa menit.


Boom!!!!


Suara ledakan dari tungku obat milik Ling Yan menghanguskan bahan obat sekaligus membuat wajah Ling Yan menjadi hitam.


Xiao Hu yang baru saja selesai dengan kegiatan makannya pun ikut melompat kaget karena ledakan dari tungku obat itu.


"Uhuk-uhuk."


Ling Yan keluar dari dalam kebulan asap dengan wajah hitamnya dan kembali membuat Xiao Hu terkejut.


"Miaooooi!!!!" Geram Xiao Hu.


"Hehehe ini aku Xiao Hu!!" Ling Yan terkekeh sejenak sebelum menghapus noda hitam di wajahnya dan membuat Xiao Hu menatapnya heran.


"Aku pikir setelah melihat proses pembuatannya secara langsung dan menguasai teknik api pembakar, aku akan lebih mudah untuk meracik pilnya, tapi setelah memasukkan elemen api di dalam tungku, tingkat kesulitan mengontrol apiku malah menjadi tidak beraturan hingga membuat tungkunya meledak."


Ling Yan menatap bahan obat yang gosong di dalam tungku sebelum membuangnya lalu memasukkan bahan obat yang baru.


"Baiklah, mari mencoba lagi." Ling Yan lalu mencoba kembali namun kali ini ia menggunakan tenaga dalam yang lebih sedikit.


Namun karena kekuatan api yang ia keluarkan terlalu kecil, tungku obat miliknya malah tidak bereaksi sama sekali, jadi ia pun menvmcoba mengalirkan tenaga dalam yang lebih banyak lalu....


"Booomm!!!" karena lonjakan api yang ia keluarkan secara tiba-tiba menjadi lebih kuat, tungku obat milik Ling Yan kini kembali meledak bahkan durasinya lebih cepat daripada sebelumnya.


"Sial!!!" Ling Yan berdecak kesal lalu kembali memasukkan bahan obat yang baru, dan hasilnya....


"Boommmm!!!!" Sebuah ledakan kembali terdengar.


Tanpa Ling Yan sadari, di balik pepohonan yang tidak jauh dari tempatnya, ada seorang gadis cantik yang sedari tadi memperhatikannya meledakkan tungku obat, bahkan ia juga sempat tertawa pelan saat melihat wajah Ling Yan yang menjadi hitam akibat ledakan tungku obatnya.


"Kak Ling Yan.... itu adalah kak Ling Yan, apa yang sedang ia lakukan disini, apakah dia juga adalah murid sekte." Batin gadis itu yang tidak lain adalah Ling Mei.


*****


Xui yang tadinya diberikan sebuah gulungan teknik bertarung kini terlihat berdiri di atas arena latihan kediaman Gao Lang, ia terlihat begitu serius mempelajari gerakan gerakan yang ada di dalam gulungan itu.


"Sebelumnya kak Ling Yan memberikanku sebuah teknik bertarung yang hebat, dan kali ini teknik bertarung ini pasti tidak kalah hebatnya, tapi dari mana kak Ling Yan mendapatkan teknik bertarung ini...." Batinnya sambil menghapalkan gerakan gerakan yang ada di dalam gulungan itu.


Setelah menghapalkan semua gerakan-gerakannya, Xui lalu mencoba memperagakannya satu persatu menggunakan pedang kayu yang biasa ia gunakan untuk berlatih.


"Hiah!!!!"


Gao Lang, Zhu Qing, dan Han Li yang baru saja keluar dari kediaman itu langsung menghentikan langkahnya saat melihat Xui memperagakan sebuah teknik bertarung di atas arena.


Han Li yang melihat gerakan-gerakan Xui yang sangat berbeda dengan apa yang sebelumnya ia pelajari dari Gao Lang terlihat mengerutkan dahinya.


"Guru Gao, apakah kau memberikan sebuah teknik bertarung yang baru pada adik Xui, gerakan-gerakan yang ia lakukan terlihat jauh berbeda dengan teknik yang guru berikan pada kami?" Tanya Han Li.


Namun entah mengapa saat Gao Lang mencoba menghapalkan gerakan-gerakan yang Xui lakukan, Gao Lang malah tidak dapat memahaminya dan malah kembali melupakan gerakan yang dilakukan Xui sebelumnya.


"Hmm sepertinya ini adalah teknik bertarung khusus milik Klan Ling." Jawab Gao Lang menebak.


Setelah beberapa saat, Xui mempergakan semua gerakannya, ia lalu meneriakkan sebuah nama jurus yang sangat asing di telinga Gao Lang.


"Teknik pedang petir!!! Sayatan 3000 Sambaran Petir!!!" Teriaknya sebelum bergerak cepat menyerang sebuah patung yang terbuat dari jerami di hadapannya.


Katiga orang yang melihat gerakan-gerakan Xui tidak bisa menahan kekaguman mereka, hingga membuat ketiga orang itu bertepuk tangan setelah Ling Xuilan menyelesaikan gerakan terakhirnya.


Mendengar tepuk tangan dari guru dan kedua saudara seperguruannya, membuat Xui langsung membalikkan pandangannya ke arah ketiganya.


"Xui, itu adalah teknik bertarung yang sangat hebat, itu terlihat hampir menyamai kekuatan sebuah teknik bertarung bumi tingkat menengah." Puji Gao Lang yang berjalan menghampiri Xui.


"Terima kasih atas pujiannya guru." Jawab Xui sambil memberikan hormat.


"Hmm teknik bertarung itu sepertinya bukan berasal dari sekte seribu pedang, kalau boleh tau, dari mana kau mendapatkannya?" Tanya Gao Lang yang begitu penasaran.


Xui hanya tersenyum sebelum menjawab.


"Maaf guru, teknik ini adalah teknik bertarung khusus milik Klan ku." Jawab Xui berbohong.


Ling Yan memang menyuruh Xui untuk tidak memberitahu siapapun kalau teknik pedang itu diberikan olehnya, jadi Xui hanya bisa berbohong dan berkata kalau teknik bertarung itu adalah teknik pedang milik Klan Ling.


"Hmm seperti itu rupanya, ternyata klan Ling juga memiliki sebuah teknik bertarung yang lumayan tinggi." Sambut Gao Lang yang berpikir kalau tebakannya benar.


*****


Sementara itu di lain tempat, Ling Yan terlihat masih melanjutkan latihannya dan kini setelah 2 jam berlalu, Ling Yan sudah berhasil meledakkan lebih dari 30 bahan obat.


"Booommm!!!"


Sebuah ledakan kembali terjadi hingga membuat tungku obat itu terlempar dan jatuh di atas kepala Ling Yan yang membuat kepalanya masuk kedalam tungku obat.


Ling Yan dengan kesal mengeluarkan kepalanya dari dalam tungku dan kembali wajahnya di penuhi oleh noda gosong yang membuatnya menjadi hitam.


"Uhuk-uhuk!! Ah... sial, bagaimana mungkin ini menjadi begitu sulit." Gumamnya sambil menghapus noda hitam di wajahnya itu.


Ling Mei yang sedari tadi memperhatikan Ling Yan terlihat kembali tertawa pelan sebelum akhirnya Ling Yan berkata.


"Keluarlah Ling Mei, jangan terus menerus menertawai ku, aku sudah menyadari keberadaanmu sedari tadi." Ujar Ling Yan sambil memasukkan bahan obat lagi kedalam tungku obatnya.


Ling Mei yang mendengar itu sontak menghentikan tawanya karena dirinya sudah ketahuan, lalu setelah itu ia pun menghampiri Ling Yan yang sudah kembali membakar bahan obat di dalam tungku.


Sebenarnya Ling Yan sudah menyadari kehadiran Ling Mei saat ia meledakkan tungku untuk ke 14 kalinya.


"Kekuatan kak Ling Yan berkembang sangat pesat hingga dapat mendeteksi keberadaanku, padahal aku sudah menyembunyikan hawa keberadaanku sedari tadi." Ucapnya.


"Hehe, kekuatanmu juga meningkat pesat, kekuatanmu bahkan sudah sampai di tahap Pendekar emas sama seperti Xui." Jawab Ling Yan sebelum kembali meledakkan tungkunya.


"Gagal lagi." Kesalnya.