
Ling Yan mengangguk-angguk kepalanya sambil mencerna apa yang baru saja ia dengar tentang Yu Ming dan teknik pengembangan miliknya.
"Hmm sepertinya ini cukup rumit, pantas saja pada saat Yu Fei dan Yu Qian mempelajari ilmu halilintar bumi perkembangan mereka berdua meningkat begitu pesat, ternyata ilmu halilintar bumi bukanlah teknik pengembangan tingkat bumi, tetapi teknik tersebut sudah hampir mendekati level ilmu pengembangan milik guru Shen Long ( Menentang kehendak langit dan bumi)." Batin Ling Yan.
Sementara itu Yu Leng yang teringat sesuatu kini kembali mengubah ekspresi wajahnya menjadi serius.
"Tunggu sebentar, tadi kau sempat mengatakan ada 5 orang pendekar sekte petir hitam yang sempat mendatangi kediaman Yu Fei waktu itu, jangan-jangan mereka adalah...."
"Hmm itu benar, sepertinya para pendekar sekte petir hitam adalah orang suruhan dari Yu Lao, karena menurut ceritamu, tidak ada orang lain selain aku dan anggota keluarga Yu yang mengetahui tentang gulungan itu bukan." Sambung Ling Yan.
Wajah Yu Leng kini berubah merah
"Sial, sepertinya Yu Lao sudah mengubah sekte Dewa Halilintar Nirwana menjadi sebuah sekte aliran hitam." Kesalnya.
Yu Leng saat ini pun menjadi semakin yakin dengan adanya seseorang dari aliran hitam yang menghasut Yu Lao saat itu.
Ling Yan lalu beranjak dari posisinya sambil berkata. "Datanglah ke kediaman keluarga Jia besok pagi, karena sepertinya keluarga Jia pasti akan mampir di kota teratai nantinya.
Jangan lupa untuk menyamar agar mereka tidak curiga kalau kau adalah seorang pendekar, dan satu hal lagi, mengenai Meridian mu yang tersumbat, walaupun aku tidak bisa berjanji aku dapat menyembuhkannya, tetapi mungkin guruku mempunyai solusi untuk itu." Jelas Ling Yan sebelum meninggalkan tempat itu.
Yu Leng hanya menatap punggung Ling Yan yang perlahan mulai menjauh dari pandangannya.
"Sudah lama sekali sejak aku meninggalkan dunia persilatan karena Meridian kecilku yang tersumbat dan membuatku tidak bisa mengembangkan pelatihanku, tapi anak muda ini... apakah dia benar-benar bisa mengatasinya."
Yu Leng melihat ada secercah harapan dengan ucapan Ling Yan tadi, walaupun belum pasti, tetapi tetap saja itu membuatnya kembali bersemangat untuk bisa kembali menjadi seorang pendekar agar bisa melindungi kedua cucunya sebelum mereka menjadi seorang pendekar yang lebih kuat dimasa depan.
Yu Lao lalu beranjak dari tempatnya sambil tersenyum dan membawa kembali kotak tersebut ke dalam ruangan rahasianya.
Ia lalu mengambil sebuah cincin nat miliknya yang ia simpan di dekat tumpukan gulungan teknik bertarung yang banyak itu.
Ia kini memakai cincin nat itu kemudian mengalirkan tenaga dalamnya dan mengeluarkan sebuah pedang putih dari dalam cincin tersebut.
Dalam sekali lihat, pedang itu dapat dinilai setingkat dengan sebuah pusaka bumi.
"Sepertinya sang pendekar berjuluk halilintar biru dari selatan akan kembali."
Yu Leng lalu memasukkan semua gulungan dan juga kotak peninggalan Yu Ming serta berbagai tumpukan senjata berkualitas tinggi yang ada di dalam ruangan tersebut kedalam cincin natnya.
"Yu Fei, Yu Qian, tunggu aku."
*****
Ling Yan yang kini sudah kembali ke kediaman keluarga Jia pun melihat tidak ada yang salah selama dia pergi beberapa waktu lalu dan sekarang ia juga sudah bersatu kembali dengan tubuh ilusinya.
Ling Yan lalu berjalan masuk kedalam kediaman keluarga Jia sambil membawa beberapa bungkus makanan yang berisi makanan dari daging siluman.
Ling Yan membeli itu untuk meyakinkan Han Li dan Shuyang agar mereka berpikir kalau Ling Yan memang pergi mencari daging siluman untuk Xiao Hu.
Tetapi belum sempat ia kembali ke kediamannya tadi, Ling Yan yang baru masuk sudah di hadang oleh seorang gadis cantik seumuran dengannya yang tidak lain adalah Jia Li.
"Uh... salam putri Jia Li." Ucap Ling Yan dengan senyuman canggungnya.
"Hmp, kau ini.... mengapa aku merasa kau itu begitu familiar, suaramu bahkan sangat mirip dengan pemuda itu." Ujar Jia Li sambil menelisik ke arah Ling Yan.
Ling Yan sedikit berharap di dalam hati agar Jia Li tidak mengetahui kalau orang itu memang dirinya, karena jika ia sampai mengetahui itu, pastinya Jia Li akan terus menempel pada Ling Yan karena ia tahu kalau gadis itu sepertinya tertarik padanya saat ia menyelamatkan Jia Li waktu itu.
Namun setelah meneliti lebih lama, Jia Li lalu menyimpulkan kalau pemuda di depannya bukanlan pemuda yang menyelamatkan dirinya waktu itu, karena pemuda yang bernama Ling Yan waktu itu memiliki seekor kucing peliharaan.
Dan saat ini ia tidak melihat kucing itu karena Xiao Hu saat ini sedang berada di dalam jubah Ling Yan.
"Sepertinya bukan, orang itu memiliki seekor kucing peliharaan yang lucu, sementara kau tidak memilikinya." Ucap Jia Li sambil melipat kedua tangannya.
.
Ling Yan akhirnya bisa bernafas legal setelah Jia Li mengatakan hal tersebut.
"Maaf putri Jia Li, aku harus kembali ke kediamannya ku." Jawab Ling Yan yang mencoba menghindari Jia Li
Akan tetapi sepertinya ia tidak dapat menyembunyikan identitasnya lagi pada saat Xiao Hu tiba-tiba memunculkan kepalanya dari dalam jubah Ling Yan tepat di bawah lehernya sama seperti saat Ling Yan bertemu dengan Jia Li.
Miaooo!
Dan pada akhirnya, Jia Li yang mendengar suaranya meongan Xiao Hu langsung membalikkan badannya dan melihat kucing yang sama persis dengan milik pemuda yang menyelamatkan dirinya waktu itu.
"Kucing itu.... jadi kau adalah...." Belum sempat ia menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba Shuyang yang meneriakkan nama Ling Yan akhirnya membuat keyakinan Jia Li bertambah kuat dan membuatnya menatap tajam ke arah Ling Yan.
"Hoiii Ling Yan!! kau dari mana saja." Shuyang berjalan mendekati Ling Yan yang sedang bersama dengan Jia Li itu.
Sementara Ling Yan mendapatkan tatapan tajam dari Jia Li terlihat hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Hmp, mengapa kau tidak bilang kalau kau itu pemuda bertopeng waktu itu."
"Hehehe aku hanya...."
"Kau ini kemana saja." Shuyang yang sudah berada di dekat Ling Yan langsung menatap ke arah bungkusan yang sedang ia bawa tanpa melihat ke arah Jia Li.
"Wah apakah ini makanan? kebetulan sekali aku sedang lapar." Ujar Shuyang yang membuat Ling Yan ikut mengabaikan Jia Li.
"Apakah aku tidak terlihat disini." Ucap Jia Li kesal.
Shuyang yang baru saja menyadari kalau Ling Yan tidak sendirian kini memalingkan pandangannya ke arah Jia Li.
"Ah maaf putri Jia Li." Shuyang lalu menatap ke arah Ling Yan lagi lalu membisikkan seseorang padanya.
"Dasar kau ini, pantas saja kau lama sekali, ternyata kau sedang berduaan dengan putri Jia Li, apakah Ling Mei dan Ling Xuilan tidak cukup untukmu." Bisik Shuyang yang langsung mendapatkan pukulan di kepalanya.
"Apa yang kau katakan itu bodoh." Jawab Ling Yan kesal.
"Hmm bagus juga kau orang yang akan mengawalku, jadi aku tidak perlu khawatir lagi selama perjalanan." Ujar Jia Li yang memang sudah melihat kemampuan Ling Yan sebelumnya.
"Selain itu aku juga bisa menjadi lebih dekat dengannya." Batin Jia Li yang tersenyum di dalam hatinya sebelum akhirnya meninggalkan tempat tersebut.
"Hehehe sepertinya kau akan memiliki seorang gadis lagi yang mengagumimu." Api abadi di dalam tubuh Ling Yan terkekeh.