
"Zhao Yun Zhi berhasil membuat Bai Yuki tidak berkutik, putri ketua sekte Zhao memang sangat berbakat." Ucap Mu Beiyan disambut anggukan kepala dari Li Guang.
Zhao Zhang yang mendapatkan pujian dari kedua tetua terlihat menatap datar sambil berkata.
"Tidak juga, Zhao Yun Zhi masih perlu berlatih lebih keras lagi." Ucapnya.
Padahal di dalam hatinya, Zhao Zhang saat ini tengah tersenyum manis dan seperti ingin melompat-lompat kegirangan.
"Hehehe itu baru putriku." Batinnya.
Setelah pertarungan keduanya berakhir, kini giliran Ling Yan dan juga Yun Kai yang naik dan akan bertarung di atas arena.
Para murid yang sudah melihat kemampuan bertarung Ling Yan sebelumnya kini mulai bersorak tetapi tidak seramai sorakan yang mereka berikan kepada Zhao Yun Zhi sebelumnya.
Yun Zhi yang berpapasan dengan Ling Yan terlihat sedikit tersenyum tipis saat pandangan keduanya bertemu, tetapi Ling Yan tidak menanggapinya dan hanya memasang wajah datar membuat Yun Zhi sedikit kesal dengan perlakuan pria tersebut.
"Sial, kenapa tatapan pemuda ini begitu dingin." Batin Zhao Yun Zhi yang baru kali ini mendapatkan perlakuan tersebut.
Biasanya para pemuda yang berpapasan atau bertatapan langsung dengannya pasti akan memasang ekspresi manis dan berusaha untuk mendekatinya, dan baru kali ini ia mendapatkan tatapan datar dan begitu mendominasi dari seorang pria.
"Pria yang menarik." Batin Yun Zhi yang kini hanya bisa menatap punggung Ling Yan yang mulai naik ke atas arena.
Ling Yan yang kini sudah berada di atas arena tanpa pikir panjang mulai mengambil pedang kayu yang akan ia gunakan sebelum akhirnya ia berdiri dan berhadapan dengan Bai Yuki.
"Jika saja pertarungan kali ini mengandalkan tenaga dalam, mungkin aku tidak akan memiliki kesempatan untuk menang darimu, tapi karena pertarungan kita kali ini hanya mengandalkan teknik bertarung, aku rasa kali ini mungkin kau yang tidak akan memiliki kesempatan." Ucap Bai Yuki yang membuat Ling Yan mengerutkan dahi.
Bai Yuki terlihat menatap Ling Yan dengan ekspresi wajah yang memprovokasi sebelum merubah posisinya dan membentuk kuda-kuda.
Ling Yan terlihat menggelengkan kepalanya sedikit sebelum tersenyum sinis sambil berkata.
"Aku pikir..... mungkin akan lebih baik jika kau membuktikan perkataanmu terlebih dahulu sebelum menyimpulkan sesuatu."
Ling Yan tersenyum tipis sebelum bergerak dan melakukan hal yang sama dengan Yun Kai, di dalam hatinya ia bergumam.
"Sepertinya aku harus memberikan sebuah pelajaran berharga kepada orang sombong ini."
Melihat kedua murid sudah bersiap dengan posisi bertarungnya masing-masing, Wu Ya selaku orang yang menjadi pengadil pun berseru setelah mengambil jarak dari keduanya.
"Mulai!!!!"
Bertepatan dengan teriakan Wu Ya itu, Yun Kai langsung bergerak maju menyerang lebih dulu ke arah Ling Yan menggunakan teknik pedang yang ia miliki.
"Pemecah keheningan malam!!!" teriaknya sambil melayangkan pedang kayunya ke arah Ling Yan.
Ling Yan yang melihat itu hanya tersenyum tipis sambil bergerak dengan begitu santai menahan serangan Yun Kai dengan begitu mudahnya.
Yun Kai yang melihat serangan barusan ditahan hanya dengan sekali gerakan dasar pun tidak dapat menahan rasa terkejut di dalam hatinya begitu pun dengan para murid yang menonton pertarungan itu.
"Bagaimana mungkin dia bisa menahan serangan seperti itu dengan hanya satu gerakan dasar." Batin Yun Kai dengan ekspresi terkejutnya.
"Ling Yan ini.... sepertinya tidak akan begitu buruk jika kita langsung mengangkatnya menjadi tetua pedang tanpa melewati ujian ini, pemahaman tentang ilmu pedangnya bahkan sudah berada di atas ku." Ucap salah seorang tetua pedang bernama Chen Ku yang langsung disetujui oleh para tetua lainnya.
Begitu juga dengan Mu Beiyan dan Li Guang yang juga ikut menganggukkan kepalanya setuju tetapi tidak di setujui oleh Zhao Zhang dan Shen Yu.
"Dia sudah mengikuti ujian, akan menjadi tidak adil bagi para murid lain jika kita mengehentikan pertandingannya dan langsung mengangkat Ling Yan menjadi tetua." Ujar Zhao Zhang
Sementara itu, Zhao Yun Zhi yang melihat gerakan yang Ling Yan lakukan barusan, ia seperti melihat gerakan teknik berpedang ayahnya pada saat keduanya berlatih tanding.
"Bagaimana bisa ia melakukan gerakan seperti ayah, apakah ayah yang mengajari hal itu padanya, ayah bahkan tidak pernah sekalipun mengajarkan gerakan seperti itu padaku." Batin Zhao Yun Zhi.
Nyatanya Zhao Zhang tidak pernah mengajarkan teknik gerakan bertahan seperti itu kepada Ling Yan melainkan ia mempelajarinya sendiri dari setiap ia mempelajari teknik pedang yang baru.
Setiap ia menguasai sebuah teknik pedang atau melihat teknik pedang milik lawannya, Ling Yan selalu mempelajari bagaimana cara agar bisa menahan serangan lawan yang menggunakan teknik tersebut hanya dengan satu kali gerakan dasar saja.
Hal itu pun sangat mempengaruhi peluang kemenangan Ling Yan dalam pertarungan, karena dengan ia melakukan gerakan seperti itu, ia bisa menghemat setidaknya 80 persen tenaga dalam ataupun energi yang ia miliki.
Kembali ke pertarungan Ling Yan dan Yun Kai, Ling Yan yang berhasil menahan serangan Yun Kai terlihat bergerak ke arah samping dan menebaskan pedang kayunya ke arah Yun Kai.
Ling Yan kembali hanya menggunakan sebuah teknik dasar, tetapi gerakannya itu sudah cukup untuk membuat Yun Kai kewalahan menghindarinya.
"Seperti yang dikatakan oleh ketua Zhao Zhang, semakin pedang itu di asah, semakin tajam pula mata pedangnya, dengan begitu teknik pedang tingkat rendah seperti apapun bisa menjadi senjata yang sangat kuat dan melebihi teknik pedang tingkat tinggi sekalipun." Batin Ling Yan.
Yun Kai terlihat menggertakkan giginya sebelum kembali menyerang Ling Yan dengan sebuah teknik pedang yang selalu menjadi andalannya saat bertarung.
Dengan segenap kekuatan yang ia miliki, ia tanpa basa-basi langsung menggunakan teknik pedang terkuat yang ia miliki dan berniat untuk tidak memberikan kesempatan kepada Ling Yan.
"Teknik pedang bintang tahap ketiga!! Kilauan menembus awan." Dengan gerakan melompat, Yun Kai mengubah posisi pedang kayunya menjadi menukik ke arah Ling Yan.
Tetapi pada saat melakukan serangan tersebut, Ling Yan dapat dengan jelas bisa melihat ada begitu banyak kelemahan pada teknik pedang milik Yun Kai itu.
Ling Yan tersenyum penuh makna sebelum bergerak sedikit mundur dan menggunakan sebuah teknik tingkat rendah ataupun teknik berpedang paling dasar milik sekte seribu pedang.
"Burung walet kembar!!!" Dengan hanya menggunakan teknik pedang tingkat kuning, Ling Yan berhasil menahan serangan dari Yun Kai dan membuat pedang kayu yang ia genggam terlepas dan terlempar jauh ke sudut arena.
Yun Kai yang pedangnya sudah terlepas dari genggamannya pun berakhir terjatuh dengan posisi terduduk sebelum Ling Yan menempatkan ujung pedang kayunya tepat di hadapan Yun Kai.
Tatapan kagum dari semua murid terhadap Ling Yan pun tidak dapat di bendung, terutama Xui dan yang lainnya yang bersorak begitu antusias setelah kemenangan Ling Yan barusan.
Sementara itu di sisi kanan arena, Zhao Yun Zhi yang melihat pertarungan Ling Yan barusan terlihat bergetar hebat dan tidak bisa menahan ekspresi kagumnya terhadap Ling Yan.
Wajahnya terlihat sedikit memerah seakan mendapatkan apa yang selama ini ia cari, yaitu seorang pemuda yang memiliki kemampuan dan dapat menyaingi atau mengalahkannya.
"Apa yang aku pikirkan, aku tidak boleh menjadi seperti ini, aku pasti masih bisa mengalahkannya." Batin Dewi seribu pedang itu yang mulai merasakan detak jantungnya yang menjadi lebih cepat.
"Ling Yan berhasil mengalahkan Yun Kai dengan telak, dengan ini Ling Yan akan berhadapan dengan Yun Zhi di babak terakhir." Ucap Wu Ya disambut sorakan ramai dari para murid.