
"Tadi kau tidak menggunakan suaraku karena terburu-buru, dan sepertinya orang yang kemarin mengejarmu sudah menyadarinya." Api abadi mengingatkan.
"Tidak masalah, kemarin aku memang tidak memiliki kemampuan untuk melawannya, tapi untuk hari ini, semuanya akan jauh berbeda." Jawab Ling Yan yakin.
"Heh aku suka sikap antusiasmu." Sambung api abadi lagi.
Seperti sebelumnya Ling Yan kini kembali turun untuk mengambil kerangka binatang gaib tersebut, dan dalam sekejap mata kerangka binatang gaib itu kini sudah masuk kedalam cincin nat milik Ling Yan.
"Ini dia inti kekuatan siluman yang aku maksud." Ucapnya sambil memberikan kedua inti kekuatan tersebut pada Gu Xingyi.
"Terima kasih tuan muda, oh iya, untuk token yang aku berikan pada tuan muda kemarin, kau boleh menunjukkannya nanti setelah acara lelang ini selesai dan mendapatkan potongan harga." Ucap Gu Xingyi yang ternyata juga sudah mengenali Ling Yan dari suaranya.
Ling Yan nampak biasa saja menanggapi hal tersebut dan langsung saja kembali ke tempat duduknya, dan dari tempat duduknya tersebut Ling Yan dapat melihat ekspresi wajah Feng Yuan yang terus memelototinya dari arah berlawanan.
"Ternyata aku memang sudah dikenali, kalau begitu sepertinya ini saatnya untuk menggunakannya." Ling Yan membatin sambil tersenyum dengan menggenggam sebuah botol khusus berisi cairan hijau di tangannya.
"Tuan, anda baru saja kehilangan 2 buah inti kekuatan siluman tingkat tinggi yang berharga, tapi sepertinya 2 inti kekuatan siluman itu sangat tidak sebanding dengan apa yang telah tuan dapatkan." Api kehidupan kembali berbicara.
"Hehe jika bisa berkata jujur, jika saja ada orang yang memiliki barang yang lebih berharga dari kedua inti kekuatan siluman yang aku tukarkan tadi, maka aku mungkin akan menukar buah apel keabadian untuk kerangka itu." Jawab Ling Yan yang sangat yakin.
Sementara itu Xiao Hu yang tadinya terlihat ketakutan kini sudah kembali memperlihatkan kepalanya di balik jubah Ling Yan setelah kerangka binatang gaib tadi masuk ke dalam cincin nat.
"Sepertinya Xiao Hu memang ketakutan pada kerangka binatang gaib tadi, apakah jenis binatang gaib tadi lebih kuat dari Xiao Hu." Ling Yan kini mulai berpikir keras untuk tingkah laku Xiao Hu sebelumnya, namun setelah beberapa saat akhirnya Ling Yan mulai membuang fikirannya rumitnya itu.
"Ah sudahlah, yang terpenting saat ini adalah aku sudah mendapatkannya." Ling Yan kembali mengedarkan pandangannya ke atas panggung bersamaan dengan keluarnya barang terakhir di dalam pelelangan itu.
"Baiklah semuanya inilah barang utama dan terakhir kita malam ini." Teriak Gu Xingyi sambil memperlihatkan sebuah kotak hitam persegi panjang di atas meja.
Gu Xingyi langsung saja bergerak membuka kotak hitam tersebut dan saat kotak tersebut terbuka, terlihatlah sebuah pedang berwarna putih dengan gagang pedang berwarna biru laut di dalam kotak hitam tersebut.
"Woah........."
Pedang yang berada di dalam kotak hitam itu terlihat bersinar dan bisa langsung dipastikan bahwa pedang tersebut merupakan sebuah senjata pusaka langit.
"Hmp ternyata sebuah pedang pusaka langit, tapi sayang, sepertinya pedang itu masih jauh kualitasnya dari pedang darah apiku dan juga pedang milik pendekar bertopi jerami itu." Ucap Ling Yan yang sepertinya tidak begitu tertarik dengan pedang tersebut.
Tanpa ada seorangpun yang menyadarinya, Ling Yan kini sudah berdiri dari tempat duduknya meninggalkan ruangan lelang dan berjalan keluar.
Sesampainya di luar, Ling Yan langsung saja menghampiri dua orang pendekar emas asosiasi lelang harta dan menunjukkan token yang diberikan oleh Gu Xingyi beberapa hari yang lalu.
Tak butuh waktu lama bagi Ling Yan untuk sampai di toko pandai besi tersebut dan bertemu dengan pemilik toko kemarin.
Pemilik toko yang saat ini sedang sibuk dengan pekerjaannya sontak membalikkan pandangannya saat ia sudah menyadari kedatangan Ling Yan.
"Oh rupanya kau pendekar muda, aku pikir kau sudah tertangkap dan tidak bisa datang untuk mengambil pisau pesananmu kemarin." Ucap pemilik toko itu.
Mendengar perkataan pemilik toko tersebut sempat membuat Ling Yan sedikit terkejut dan bertanya-tanya dan membatin.
"Bagaimana pemilik toko ini mengetahui kalau kemarin aku sedang di kejar oleh seseorang?" Batinnya.
Melihat Ling Yan yang terlihat kebingungan, pemilik toko tersebut mulai sedikit terkekeh sambil berjalan ke arah sebuah tempat penyimpanan di dalam toko tersebut.
"Tidak perlu bersikap kebingungan begitu pendekar muda, karena walau bagaimanapun aku juga adalah seorang pendekar dan juga bisa merasakan kehadiran Feng Yuan di dekat sini kemarin." Pemilik toko tersebut berkata sambil mengambil sebuah kotak hitam yang tidak terlalu besar dan membukanya.
"Apa, seorang pendekar, tapi mengapa aku tidak bisa merasakan tenaga dalam sedikitpun darinya." Batin Ling Yan
Ling Yan merasa sedikit heran dengan pemilik toko di hadapannya itu, karena kemarin Ling Yan saja tidak dapat merasakan kehadiran Feng Yuan, namun ternyata pemilik toko ini dapat merasakannya yang menandakan pemilik toko pandai besi tersebut memiliki kekuatan yang melebihi Ling Yan.
"Tunggu, mohon maaf atas kelancanganku senior, tapi jika memang senior adalah seorang pendekar, mengapa aku tidak bisa merasakan sedikit tenaga dalam saja darimu?" Tanya Ling Yan pada pemilik toko itu.
Pemilik toko tersebut nampak memalingkan pandangannya ke arah Ling Yan lalu kembali berkata. "Hehehe sepertinya kemarin akting yang aku lakukan lumayan hebat." Ucapnya sambil tersenyum dan kini sudah tidak menyembunyikan lagi kekuatannya yang setara dengan seorang pendekar raja bintang 1.
Setelah mengetahui tingkat kekuatan pemilik toko tersebut lebih tinggi dari tingkatannya, Ling Yan akhirnya menyadari bahwa kemarin sang pemilik toko hanya berpura-pura ketakutan dan kini Ling Yan hanya bisa melongo melihat kekuatan yang disembunyikan oleh pemilik toko pandai besi itu.
"Hahaha ekspresi wajah yang kau miliki itu mengingatkanku dengan seorang kawan lama di kekaisaran Tang...." Pemilik toko pandai besi itu nampak menghentikan kata-katanya.
"Kekaisaran Tang? Apakah senior barusan mengatakan kekaisaran Tang." Ling Yan bertanya penuh selidik pada pria paruh baya di depannya itu.
Pemilik toko tersebut hanya diam setelah baru saja hampir mengemukakan identitas aslinya. Ia lalu menunjukkan pesanan Ling Yan yang berupa seratus pisau dari bahan tempurung kura-kura besi raksasa tingkat 9 itu untuk mengalihkan pembicaraan, akan tetapi sepertinya Ling Yan masih begitu penasaran dengan apa yang baru saja dikatakan oleh pria paruh baya tersebut.
"Senior, anda belum menjawab pertanyaanku." Tutur Ling Yan penasaran
"Hah.... ini dia pesanan milikmu anak muda, mungkin untuk pembicaraan tentang diriku bisa kita sudahi sampai di sini saja, karena ada sesuatu yang bisa kau ketahui namun ada juga sebagian besar yang tidak boleh kau ketahui." Jawab pemilik toko itu yang kini berbalik kembali pada pekerjaannya.
Mendengar itu Ling Yan hanya bisa mengepalkan kedua tangannya ke depan seraya meminta maaf.
"Mohon maafkan aku senior, aku sama sekali tidak mempunyai maksud untuk...."