
"Seorang pendekar suci pun belum tentu bisa mengendalikan kekuatan roh api spiritual, bahkan ada beberapa kejadian dimana seorang pendekar suci berusaha menyerap inti api tersebut dan berakhir hangus terbakar karena serangan balik dari api itu sendiri, tapi anak ini..... ia bahkan bisa mengendalikan api kehidupan di usia muda dengan kekuatannya yang masih berada di tingkat pendekar perak." Batin Yun Yhuchen.
Sementara itu, para tetua sekte seribu pedang yang lain terlihat menggertakkan giginya dan masih berada di posisi yang sama.
"Sepertinya anak ini akan menjadi yang paling berbakat dalam ujian." Itulah yang ada di dalam pikiran semua tetua tersebut.
Bahkan dalam benak mereka saat ini sudah berisi niatan dan harapan untuk merekrut Ling Yan menjadi murid khusus mereka, tapi semua harapan itu nyatanya tidak dapat mereka dapatkan karena pastinya tidak akan ada dari mereka yang dapat menarik potensi atau bakat Ling Yan kecuali Zhao Zhang ataupun Shen Yu yang juga dapat mengendalikan roh api spiritual.
Riuh penonton yang sangat bersemangat akhirnya pecah saat Ling Yan di atas arena yang kembali menggunakan api berwarna ungu sama seperti pada pertarungan pertamanya.
"Kau tau, semalam saat aku sampai di kediaman ku aku menanyakan tentang api ungu itu pada ketua Klan ku, dan ternyata ketua Klan ku menjawab kalau api itu adalah salah satu dari api spiritual." Ujar seorang penonton yang juga adalah salah satu dari peserta.
"Api spiritual, bukankah itu adalah elemen api yang berada di tingkat paling atas?" Tanya salah satu Pendekar lagi.
"Iya, kau tidak salah, dan ini adalah salah satu dari api itu, roh api yang memiliki kekuatan untuk menghancurkan dan menyembuhkan, kobaran api ungu Api kehidupan." Jawab pendekar itu sambil menatap Ling Yan yang sudah mulai bersiap dengan pisau bara api dan pedangnya.
"Mulai!!" Tepat pada saat Gao Lang meneriakkan aba-aba tersebut, Ling Yan sontak melemparkan pisau bara apinya ke arah Yun Er Long.
Yun Er Long yang sudah mengetahui Ling Yan akan langsung melemparkan pisau bara apinya, sontak bereaksi dengan cepat melompat ke arah sisi kirinya menghindari pisau bara api tersebut.
Ting......!!!
"Sama seperti sebelumnya, serangan mu sudah ku tebak." Yun Er Long tertawa sinis di depan Ling Yan setelah menangkis serangan tersebut.
Ling Yan sengaja melakukan serangan tiba-tiba seperti kemarin agar lawannya merasa kalau serangan Ling Yan begitu mudah ditebak, padahal di balik serangan tersebut, Ling Yan memiliki rencana lain yang kini sudah mulai ia lakukan.
Xui dan Zhu Qing terlihat bersemangat melihat pertarungan Ling Yan dan sesekali bersorak padanya.
"Ayo kak Ling Yan... kalah kan dia." Begitulah kira-kira teriakan mereka berdua.
Sementara Shuyang dan Han Li terlihat menyilang kan tangan di dadanya dan menonton pertarungan Ling Yan dengan tenang.
"Temanmu itu ternyata sangat berbakat, ia bahkan memiliki kekuatan api kehidupan pada elemen apinya." Han Li merasa kagum dengan bakat Ling Yan yang ternyata berada jauh di atasnya.
Walaupun di dalam hatinya ia memang tidak suka dengan Ling Yan dari awal dan sudah mulai menganggapnya sebagai saingan, namun Han Li bukanlah orang yang akan melakukan cara kotor saat bersaing dalam hal kekuatan ataupun yang lainnya.
Han Li menatap ke arah wajah Xui yang nampak begitu bersemangat melihat Ling Yan yang sedang menguasai pertarungan.
"Hmm Sepertinya aku tidak akan memiliki kesempatan." Han Li tersenyum masam.
Ting!!! Ting!!! Ting!!!
Suara dentingan pedang terus terdengar dalam pertarungan Ling Yan itu, walaupun pertarungan terlihat seimbang, namun tetap saja Yun Er Long kini sudah mulai kelelahan dan tenaga dalamnya yang terus terkuras.
Dalam pertarungan tersebut Yun Er Long merasa sedikit kesal karena melihat Ling Yan dengan sengaja tidak menyerang di tempat pertahanannya yang kosong.
"Mengapa kau tidak menyelesaikan pertarungan ini, bukankah sedari tadi kau sudah mendapatkan kesempatan." Er Long berkata dengan kesalnya.
Sementara Ling Yan yang mendengar itu hanya diam menatap lawannya sampai Yun Er Long kembali maju menyerang dengan pedang yang sudah ia alirkan tenaga dalam.
Ting!!
Pedang kembali beradu dan membuat keduanya berhadapan sambil menahan kekuatan masing-masing.
"Ada apa denganmu, mengapa kau berlagak seperti mengasihani ku." Yun Er Long berteriak di hadapan Ling Yan sebelum menarik pedangnya dan menebaskannya ke arah Ling Yan sambil melompat.
Melihat itu, Ling Yan langsung saja mengalirkan tenaga dalam yang cukup besar pada pedangnya hingga api kehidupan menyelimuti pedang tersebut.
Trang!!!!!
Pedang milik Yun Er Long patah seketika karena beradu dengan ketajaman pedang Ling Yan yang diselimuti oleh api kehidupan.
Er Long terlihat tidak percaya dan berniat untuk berbalik menyerang Ling Yan dengan tinjunya, akan tetapi saat badannya baru saja ia balikkan, tubuhnya langsung saja berhenti saat melihat ujung pedang Ling Yan yang sudah berada di depan matanya.
Gao Lang hanya tersenyum sejenak sebelum akhirnya mengumumkan Ling Yan yang keluar sebagai pemenang.
"Pemenang pertarungan ke 10, Ling Yan!!" seperti biasa Gao Lang berkata dengan tenaga dalamnya.
Yun Er Long yang kalah pun langsung terduduk lemas tanpa berkata apa-apa dan tiba-tiba saja buliran air matanya yang jernih menetes satu persatu ke lantai arena.
Yun Er Long menangis bukan karena kekalahannya dalam pertarungan, akan tetapi ia merasa pertarungan yang barusan ia lakukan bukanlah pertarungan yang sesungguhnya karena mengetahui kalau lawannya tidak bertarung dengan begitu serius.
"Jangan menangis, seorang pendekar tidak boleh menangis dalam keadaan seperti ini, dan seharusnya kau mendapatkan pelajaran yang sangat banyak dari pertarungan kita sebelumnya." Ling Yan mengulurkan tangannya untuk membantu Yun Er Long berdiri.
Yun Er Long yang melihat itu sontak menghapus air matanya lalu berdiri tanpa meraih pergelangan tangan Ling Yan.
Setelah bertarung dengan Ling Yan, Yun Er Long memang belajar banyak dari segi gaya bertarung serta pertahanan Ling Yan yang sangat rapat hingga cara Ling Yan membuat Yun Er Long menyerang tanpa memikirkan pertahanannya.
Tadinya Ling Yan ingin sekali mengakhiri pertarungan tersebut dengan cepat agar tidak membuang-buang waktu agar bisa segera bertemu dengan Shen Yu dan Zhao Zhang.
Namun setelah melihat tatapan mata Yun Er Long yang terlihat seperti ingin belajar dari pertarungan tersebut membuat Ling Yan mengurungkan niatnya dan membuat pertarungan tersebut sedikit lebih lama hingga Yun Er Long mendapatkan banyak pelajaran dari pertarungan itu.
"Terimakasih." Yun Er Long memberi hormat sebelum berlalu dan turun dari arena pertarungan. Sementara Ling Yan, ia hanya menatap punggung Yun Er Long sejenak sebelum melompat turun dan kembali ke tempatnya semula.
"Kau baik sekali terimakasih telah memberikan pelajaran dan pengalaman bertarung untuk anggota Klan ku." Tiba-tiba saja Ling Yan mendengar suara ilmu telepati dari seseorang yang tidak ia kenal, namun ia sudah tahu kalau orang ini pastinya seorang kepala keluarga dari Klan Yun.
Ling Yan hanya tersenyum tipis tanpa membalasnya telepati tersebut karena takut di curigai memiliki kekuatan di atas pendekar raja, karena ilmu telepati hanya dapat dilakukan oleh pendekar yang sudah berada di tingkat pendekar raja ke atas.