
"Beraninya kau memperhatikan orang lain saat kau masih berhadapan denganku!!"
Sebuah pukulan api kini mengarah kepada Shen Yu, tapi dengan cepat ia menghindari serangan tersebut sebelum pedang Gu Liang kembali mengarah padanya.
Sementara Yuanrang yang sedang bersama Lei Wang kini memerintahkan kepada para pendekar senior aliran hitam untuk menghadapi Long Tianming sementara dirinya pergi bersama Lei Wang.
"Tunjukan jalan menuju menara seribu pedang." Lei Wang dan Yuanrang kemudian melesat ke arah menara.
Long Tianming sebenarnya tidak ingin membiarkan hal tersebut tetapi sepuluh orang pendekar senior dari aliran hitam yang menghadangnya juga tidak mau membiarkannya lewat.
"Sial!!!" Umpatnya.
Pertarungan antara Gu Liang dan Shen Yu masih berlanjut dimana kekuatan keduanya masih seimbang sebelum Shen Yu akhirnya menggunakan api semesta miliknya.
"Api semesta membakar langit!!" Shen Yu yang saat ini sedang bertarung satu lawan satu dengan Gu Liang langsung saja melesakkan sebuah serangan.
Gu Liang sendiri tidak tinggal diam dan langsung menyambutnya dengan kekuatan penuh.
"Api hati memakan iblis!!!" Teriaknya.
Sayangnya karena tingkatan api semesta berada di atas api hati miliknya, serangan yang ia keluarkan itu dengan mudah ditembus oleh api semesta milik Shen Yu.
Dengan sangat bersusah payah Gu Liang menghindari serangan milik Shen Yu sambil mencibir kesal, tapi tetap saja api semesta itu masih berhasil membakar sedikit pakaian Gu Liang.
Shen Yu bisa dengan jelas melihat ada bekas luka bakar berwarna hitam di lengan Gu Liang , dan sepertinya luka bakar tersebut bukanlah luka bakar biasa.
"Aku yakin luka bakar itu kau dapatkan dari serangan saudara seperguruan ku Wei Tian Long bukan?" Ucap Shen Yu yang membuat Gu Liang mengingat kembali masa lalunya itu.
Bahkan saat ini ia hampir terkena luka bakar yang sama di lengannya karena teknik yang sama pula dari Shen Yu.
"Itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan mu!!" Gu Liang berteriak marah sebelum menyelimuti kedua katar di tangannya dengan api kematian.
Shen Yu hanya melirik sekilas ke arah tangan Gu Liang sebelum berkata.
"Api kematian, api peringkat ke 27, tak kusangka kau benar benar mendapatkannya." Gu Liang menyelimuti tubuhnya dengan api semesta serta mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya.
Kedua pendekar tingkat tinggi itu kembali bertukar jurus satu sama lain, tetapi tetap saja hasilnya sama seperti sebelumnya, api kematian yang tingkatannya masih lebih rendah dibandingkan api semesta juga tidak dapat terlalu membantu Gu Liang dalam bertarung.
"Api semesta membelah samudra!!!." Hampir saja pedang api milik Shen Yu membelah tubuh Gu Liang menjadi dua bagian.
Gu Liang kembali melompat menjauh sambil mengatur nafas serta tenaga dalam yang ia miliki.
"Cih....api spiritual miliknya berada di atas api spiritual yang aku miliki, itu membuatnya lebih unggul dariku, kalau begitu...." Gu Liang tersenyum sinis sebelum memulai gerakan yang langsung dikenali oleh Shen Yu.
"Teknik permainan api jurus pertama, penggabungan 2 api spiritual!!!" Gu Liang mengeluarkan api kematian dan api hati dari kedua telapak tangannya.
Seketika kedua api itu berputar di sekitar Gu Liang sebelum akhirnya menyelimuti tubuhnya dan membuat kekuatan yang ia miliki meningkat hingga mencapai kekuatan seorang pendekar bumi sama seperti Shen Yu.
Shen Yu yang melihat itu pun kembali bersiap dengan api semesta miliknya.
"Aku mengerti." Shen Yu lalu memperagakan sebuah teknik lain yang ia miliki yang belum pernah sekalipun ia gunakan sebelumnya.
"Teknik tingkat langit!!! Zirah Perang api semesta!!" Ini adalah teknik ciptaan Shen Yu sendiri yang memanipulasi api semesta miliki menjadi seperti sebuah zirah yang sangat kuat dalam menahan serangan.
Tidak hanya itu, teknik milik Shen Yu ini juga memanipulasi api semesta untuk memperkuat senjata penggunanya hingga setingkat dengan ketajaman sebuah pusaka tingkat legenda.
Gu Liang yang melihat itu pun langsung tertawa cekikikan sambil berkata dengan nada serakah.
"Hahaha!!! Teknik itu.... Aku menginginkan teknik tingkat langit itu!!! Berikan padaku!!"
"Teknik permainan api jurus ketiga Teratai api pemusnah." Gu Liang menggila dengan teknik tingkat langit itu hingga membuatnya berhasil membentuk sebuah api teratai menggunakan 2 api spiritual sekaligus.
Shen Yu tersenyum tipis sebelum mengalirkan tenaga dalam yang cukup besar pada pedangnya, dan tak lama kemudian api semesta yang menyelimuti pedang di tangan Shen Yu semakin berkobar serta membentuk energi api yang luar biasa.
"Gelombang api pembelah!!!" Kembali Shen Yu menggerakkan teknik yang ia ciptakan sendiri untuk menghalau serangan teratai api milik Gu Liang.
Hingga pada saat kedua energi api pendekar tingkat tinggi itu bertemu, sebuah ledakan besar dengan tenaga dalam yang begitu dahsyat membuat para pendekar disekitarnya terhempas sangat jauh.
Hanya para pendekar senior dan pendekar suci saja yang berhasil mempertahankan diri mereka, sementara yang lainnya banyak yang meregang nyawa kecuali para pendekar aliran putih.
"Hah.... Hah... Hah... Untungnya aku berhasil membuat dinding pelindung untuk semua murid yang ada di sini." Zhao Zhang bernafas lega.
Sementara lawannya Jin Fan kini terlihat memegang dadanya yang terasa sakit sebelum darah segar sedikit mengalir dari dalam mulutnya.
"Sialan, aku terkena pukulan energinya!!" Jin Fan menggerutu sambil mengalirkan tenaga dalam untuk menekan luka dalam yang ia terima sebelum menelan 3 pil penyembuh tingkat 4 sekaligus.
Luka yang ia terima kali ini cukup parah karena ia juga tidak sempat menghindari ledakan dahsyat akibat dari pertarungan Gu Liang dan Shen Yu.
Hingga setelah beberapa saat akhirnya keadaannya sedikit membaik tapi sepertinya Zhao Zhang tidak ingin membiarkannya bangun dari tempatnya.
"Jangan berpikir kau bisa selamat kali ini karena." Ucap Zhao Zhang yang kini sudah berdiri di depannya sambil mengarahkan pedang energi di hadapan Jin Fan.
Walaupun saat terlihat bahwa Zhao Zhang bisa saja mengakhiri pertarungan tersebut, nyatanya Zhao Zhang mengetahui kemampuan Jin Fan tidak hanya sampai di sini saja.
Dia bahkan tau kalau dirinya langsung menyerang Jin Fan saat itu juga, ia masih bisa menghindar, dan itu terbukti saat Jin Fan malah menyunggingkan senyum jahatnya di detik berikutnya.
"Bukankah terlalu dini untuk mengatakan itu padaku." Jin Fan mengalirkan tenaga dalam beserta api 3000 kobaran dan membuat pedang energi Zhao Zhang perlahan menghilang.
Zhao Zhang sontak saja menjauh sambil berkata.
"Bukankah aku belum mengatakan bahwa kau sudah tamat." Dua pedang energi yang lain kembali terbentuk pada genggaman tangan Zhao Zhang.
"Hehehe kali ini aku tidak akan memberimu kesempatan, karena kali ini kekuatan yang aku miliki tidak seperti saat pertama pertarungan kita." Jin Fan mengeluarkan sebuah pil naga api merah tua yang diberikan Yan Susu padanya.
Zhao Zhang sangat mengenali pil merah yang ada di tangan Jin Fan, namun saat ini sepertinya ia tidak dapat menghentikan Jin Fan untuk menelan pil tersebut dan hanya bisa menggerakkan giginya.
"Akan aku perlihatkan penderitaan yang sebenarnya padamu." Jin Fan memasukkan pil naga api merah tua kedalam mulutnya dan yang terjadi selanjutnya sudah dapat di tebak.