
Tak berselang beberapa saat kemudian, belum sempat kedua tubuh ilusi Ling Yan mencerna apa yang ia lihat, tiba-tiba saja seorang pendekar bertopeng tengkorak merah keluar dari dalam sebuah pintu.
Tubuh ilusi Ling Yan yang melihat itu sontak menahan nafasnya karena yang ia lihat saat ini adalah seorang pendekar suci yang sudah berada di puncak kekuatannya.
"Orang itu berada di puncak tingkatan pendekar suci." Tubuh ilusi Ling Yan masih membelalakkan matanya sebelum pandangannya bertemu dengan tatapan mata pendekar bertopeng itu.
Ling Yan sontak terkejut karena ternyata saat ini keberadaan keduanya sudah di temukan oleh pendekar suci itu.
"Kita pergi!! dia adalah seorang pendekar yang berada di puncak pendekar suci!!!."
Kedua tubuh ilusi langsung bereaksi dengan cepat untuk meninggalkan tempat tersebut, namun sepertinya sudah terlambat karena belum sempat mereka berjalan beberapa langkah, pendekar suci bertopeng iblis merah yang tidak lain adalah Jin Fan itu, kini sudah berada di hadapan keduanya.
"Siallll!!" Umpat keduanya.
Baru saja umpatan tersebut terdengar, kini kedua tubuh ilusi Ling Yan sudah berada dalam kondisi tercekik oleh pendekar itu.
"Hehehe sepertinya aku mengenali teknik bertarung yang kau gunakan anak muda." Jin Fan tersenyum sinis sambil menguatkan cengkraman tangan pada leher keduanya.
Tanpa sepengetahuan Jin Fan, kedua tubuh ilusi itu sudah memutus tali tenaga dalam penghubung antara keduanya dan satu tubuh ilusi yang sedang bersembunyi.
"Ugh.... ternyata mereka tertangkap, tapi untungnya aku berhasil mengetahui markas besar ini, dan sepertinya mereka memiliki rencana besar....." Tubuh ilusi Ling Yan terdiam sejenak sebelum menyadari sesuatu.
"Jangan-jangan mereka berniat untuk..... Sial aku harus memberitahu tubuh asliku sekarang." Tubuh ilusi langsung saja melesat tanpa ada yang mengetahui keberadaannya.
Sementara itu Jin Fan masih menatap kedua tubuh ilusi itu sambil mencekik leher keduanya.
"Hehehe teknik tubuh ilusi ya, ternyata kau yang merebut api kehidupan itu, tidak ku sangka salah satu tetua yang aku miliki waktu itu dikalahkan oleh seorang bocah ingusan."
Dengan cengkraman kerasnya Jin Fan menghancurkan satu tubuh ilusi menjadi kabut lalu menatap tajam ke arah tubuh ilusi yang satu lagi.
"Ternyata kau memang cukup kuat bocah, kau bahkan dapat membuat 2 tubuh ilusi sekaligus dan membuatnya bisa bertahan walaupun kau berada jauh dari tubuh aslimu." Jin Fan bisa merasakan kalau tubuh asli dari bocah yang ada di dalam genggamannya ini tidak ada di sekitar lokasi tersebut.
Namun entah mengapa, ia tidak dapat mendeteksi keberadaan tubuh ilusi Ling Yan yang satu lagi, yang sebelumnya bersembunyi tidak jauh dari markasnya.
Tak lama kemudian ketujuh tetua sekte Tengkorak iblis kini juga sudah sampai di tempat Jin Fan dan melihatnya sedang mencekik seorang pendekar bertopeng besi.
"Ketua!!!"
Jin Fan lalu memperkuat cengkramannya lagi dan tubuh ilusi itu pun kini ikut menghilang, dan setelah itu ia lalu menatap tajam ke arah 7 tetua sektenya.
"Kalian semua memiliki kekuatan seorang pendekar senior, tapi kemampuan mendeteksi kalian sangat mamalukan, bahkan tikus kecil seperti tadi kalian tidak dapat menemukannya."
Jin Fan menatap ketujuh tetuanya dengan hawa pembunuh yang membuat bulu kuduk dan kedua kaki mereka bergetar, bahkan ada salah satu dari mereka yang tidak sanggup menahan hingga saat ini hanya terduduk lemas.
Jin Fan akhirnya menarik kembali aura pembunuhnya dan membuat mereka semua bisa bernafas lega kembali.
"Ada kemungkinan markas kita saat ini sudah diketahui oleh musuh dan kekuatan kita sudah diketahui sepenuhnya, untung saja aku memiliki rencana cadangan yang tersisa." Jin Fan tersenyum sinis.
"Hehehe sudah datang!!!" Seekor burung gagak hitam terlihat hinggap di lengan Jin Fan dan terlihat ada secarik kertas di kaki burung gagak hitam tersebut.
Tanpa pikir panjang Jin Fan lalu mengambil kertas tersebut dan membukanya. "Kami sudah siap." Itulah kalimat yang tertulis di dalam kertas tersebut.
"Hahaha!! Zhao Zhang, api pembakar jiwa itu pasti akan menjadi milikku."
*****
Dikediaman Zhao Zhang sendiri terlihat ia sedang duduk bersila dikelilingi oleh kumpulan energi tenaga dalam yang ia serap untuk membentuk garis tenaga dalamnya.
Berbeda dengan tingkat pendekar yang berada di bawahnya, mengumpulkan tenaga dalam pada tahap pendekar suci sangatlah sulit, karena pada tahapan ini para pendekar harus berkonsentrasi penuh dan memerlukan waktu yang cukup lama serta energi alam yang melimpah.
"Huhhh...." Zhao Zhang nampak menatap kedua tangannya yang berisi 2 buah kristal siluman tingkat 5 yang warnanya sudah pudar.
"Haihhh... bahkan 2 buah kristal siluman tingkat 5 saja hanya bisa membuatku dapat membentuk 2 garis tangan dalam saja." Zhao Zhang menghela nafas berat karena menurutnya perkembangannya menuju tahapan pendekar selanjutnya terlalu banyak menghabiskan sumber daya.
"Sepertinya aku harus memberitahu tetua Shen Yu untuk membuatkanku pil pengumpul energi tingkat 9 agar aku bisa menerobos gerbang kedelapan dan naik ketingkat pendekar Bumi!!!." Pikirnya.
Setelah gumamannya itu Zhao Zhang lalu beranjak dari tempat duduknya dan berpikir untuk menemui Shen Yu, tapi pikiran kini kembali di penuhi oleh hal yang lain yaitu api pembakar jiwa.
"Bagaimana mungkin aku memikirkan kekuatan saat ini, masalah segel api pembakar jiwa dan 2 orang pendekar aliran hitam itu saja belum selesai." Zhao Zhang menepuk jidatnya sendiri dan memutuskan untuk menuju menara seribu pedang.
Sesampainya di menara, Zhao Zhang dapat merasakan kalau ia saat ini tengah di ikuti oleh dua orang pendekar itu hanya saja ia terlihat berpura-pura tidak mengetahui keberadaan keduanya.
Tanpa pikir panjang Zhao Zhang kini sudah masuk dan seperti biasa kini Shen Yu juga sedang berada di sana memantau perkembangan api pembakar jiwa itu.
"Sepertinya api pembakar jiwa agak sedikit diam dalam beberapa hari ini." Ujar Shen Yu yang sudah merasakan kehadiran ketua sektenya.
"Itu benar, bahkan segel ke empat masih utuh seperti terakhir kali kita melihatnya." Shen Yu membalas.
Lalu kemudian keduanya melihat ke arah bola segel tersebut lalu kini berbicara melalui telepati agar pembicaraan keduanya tidak terdengar oleh kedua penyusup tersebut.
"*Sepertinya anda tidak datang sendirian ketua." Ucap Shen Yu didalam telepatinya.
"Hehehe sebenarnya kapan kita akan menghabisi mereka berdua*." Shen Yu sudah merasa sedikit tidak sabar dengan kedua pendekar yang terus mengikutinya itu.
"Tidak lama lagi, karena orang yang aku tunggu-tunggu sudah sampai." Shen Yu tersenyum tipis.
"Oh ternyata sudah sampai, kalau begitu jika nanti sudah tiba waktunya, biar aku yang membereskan mereka." Jawab Zhao Zhang.
" Baiklah aku serahkan padamu."
**********************************************