
3 hari telah berlalu semenjak pertarungan Ling Yan dan juga Bai Lee yang sekaligus membuat sakte kelabang hitam tersebut kehilangan pemimpin sakte mereka.
Kali ini Ling Yan akhirnya sudah berada tidak jauh dari wilayah kekuasaan sakte seribu pedang, sakte dimana api pembakar jiwa dan juga Shen Yu sang pemilik api semesta berada.
Namun meskipun demikian, Ling Yan juga masih belum mengetahui hal tersebut dan bahkan ia hanya berpikir ingin bergabung menjadi anggota sakte seribu pedang agar dapat meningkatkan tenaga dalam dan teknik permainan pedangnya dengan cepat.
Dan saat ini sepertinya Ling Yan sudah tidak dapat diterima sebagai seorang murid biasa ataupun murid dalam di dalam sakte tersebut, karena kekuatan serta kemampuan bertarungnya saat ini sudah setara bahkan lebih kuat dari pada seorang master pembimbing murid luar sakte tersebut.
Akan tetapi ia masih memiliki rencana cadangan agar ia bisa masuk menjadi salah satu dari murid yaitu dengan cara menekan kekuatannya serta menyembunyikan tenaga dalam api spiritual yang ia miliki hingga setara dengan seorang pendekar perak bintang 1.
Terlihat Ling Yan dan juga Xiao Hu saat ini tengah berdiri sambil memandang ke arah dua pilar besar yang berdiri disebelah Utara kota besar (Heihan) yang memiliki ukiran ukiran pedang yang tertata rapi.
"Akhirnya tempat yang aku tuju sudah sangat dekat." Ling Yan menatap 2 pilar tersebut sejenak sebelum kembali menggunakan ilmu meringankan tubuhnya melesat ke arah kota Heihan, salah satu kota besar kekaisaran Wei yang mendapat perlindungan langsung dari sakte seribu pedang.
*****
Disebuah kedai makan kecil kota Heihan, terlihat ada 3 orang pendekar yang sedang menyantap makanan di depannya sambil melirik-lirikan matanya ke sekelilingnya, entah apa yang sedang mereka perhatikan dengan sorot mata yang tajam tersebut.
Terlihat dari perawakan ketiga pendekar itu seperti pendekar aliran putih pada umumnya yang masing-masing merupakan pendekar pengguna senjata yang berbeda-beda.
Ada yang di pinggangnya tersarung pedang, ada juga salah satu dari mereka yang menggunakan 2 kapak berukuran biasa dan yang terakhir merupakan seorang pendekar 2 pedang kembar.
"Hei sebenarnya mau sampai kapan kita terus bersembunyi seperti ini." Tanya pendekar pengguna kapak tersebut.
Pendekar pengguna pedang panjang pun melirik dengan tatapan mata yang tajam pada rekannya itu dan berkata.
"Bisakah kau diam saja dan mematuhi perintah ketua Fan, ini adalah kali ke lima kau bertanya hal tersebut selama kita berada disini." Jawab pendekar pengguna pedang panjang tersebut yang sepertinya memiliki kekuatan yang berada di atas kedua rekannya itu.
"Itu benar, untuk saat ini kita memang harus tetap bersembunyi sampai ketua sakte Jin Fan memberikan perintah, Karena sakte seribu pedang saat ini pasti masih memiliki kekuatan yang begitu besar, apalagi aku mendengar kalau ada seorang pendekar suci lagi yang baru bergabung dengan mereka." Tambah pendekar pengguna 2 kapak itu.
Walaupun terlihat seperti pendekar aliran putih pada umumnya, nyatanya ketiga pendekar tersebut adalah pendekar aliran hitam dari sakte tengkorak iblis yang menyamar dan memata-matai keadaan di sekitar kota Heihan yang merupakan daerah yang dilindungi oleh sakte seribu pedang.
Setelah menyelesaikan percakapan tersebut, ketiga pendekar itu akhirnya selesai juga dengan makanannya dan bermaksud untuk kembali ke markas persembunyian mereka.
Tanpa sengaja dalam perjalanan ketiganya berpapasan dengan Ling Yan yang saat ini sedang berjalan kearah berlawanan yaitu sakte seribu pedang.
Disaat Ling Yan melewati ke tiga pendekar tersebut, tiba-tiba Ling Yan sedikit memiliki firasat yang terlintas dari benaknya yang merasa seperti ada yang sedikit janggal dari ketiga pendekar tersebut.
Ling Yan menghentikan langkahnya sejenak dan membalikkan pandangannya ke arah ketiga pendekar itu. "Mereka bertiga adalah pendekar jiwa, tapi sepertinya mereka bukan dari sakte seribu pedang." Gumamnya.
"Hehehe jika orang dengan persepsi jiwa yang biasa saja, mereka pasti tidak akan mengetahui kalau ketiga orang itu adalah pendekar aliran hitam." Api abadi di dalam tubuh Ling Yan membuka suara.
"Kau benar, dan juga aku merasakan kalau ketiga orang itu menggunakan teknik pelatihan yang sama dengan pendekar sakte tengkorak iblis yang pernah aku kalahkan." Tambah Ling Yan.
Ling Yan lalu bergerak dan bersiap untuk bersembunyi dan mengikuti kemana arah tujuan ketiganya pergi, karena dia berpikir hal tersebut tidak sesederhana yang ia bayangkan.
"Aku harus mengikuti mereka, pasti ada sesuatu yang tidak beres hingga anggota sakte tengkorak iblis bisa ada di daerah kekuasaan sakte seribu pedang secara tiba-tiba." Batin Ling Yan.
Namun belum sempat Ling Yan melakukan hal tersebut, api spiritual keempat miliknya yaitu api samudra langsung menghentikannya.
"Tuan, sebaiknya kau tidak mengikuti mereka secara langsung untuk saat ini." Tahan api samudra.
"Apa, bagaimana bisa aku tidak mengikuti mereka, bukankah akan sangat berbahaya jika membiarkan ini?." Tanya Ling Yan.
"Bukan seperti itu tuan, tetapi alangkah lebih baik jika tuan menggunakan teknik tubuh ilusi untuk mengikuti mereka, karena kita masih belum tau kemana mereka akan pergi saat ini, dan bisa saja disana ada orang yang memiliki kekuatan lebih kuat dari tuan." Jawab api semesta.
"Itu benar, kali ini aku setuju denganmu." Roh api abadi dan kedua roh api lainnya juga menggangguk.
Ling Yan berpikir sejenak sebelum akhirnya mengiyakan apa yang disarankan oleh api samudra.
"Sepertinya itu benar, untuk saat ini aku memang tidak boleh bertindak begitu ceroboh." Ling Yan lalu mencari tempat yang tidak terlihat oleh siapapun dan langsung menggunakan teknik tubuh ilusinya dan menciptakan 3 kloning yang kekuatannya setara dengan pendekar jiwa.
"Kalian tau apa yang harus kalian lakukan bukan." Ling Yan berkata dan disambut anggukan kepala dari ketiga tubuh ilusinya.
Ketiga tubuh ilusi tersebut langsung memakai topeng besinya dan melesat secara sembunyi-sembunyi mengikuti ketiga pendekar sakte tengkorak iblis tersebut.
Setelah ketiga tubuh ilusi tersebut melesat pergi, Ling Yan lalu kembali melanjutkan perjalanannya ke arah bukit yang dimana sakte seribu pedang berdiri.
Dari bawah Ling Yan dapat melihat dengan jelas ada 2 pilar besar serta ada satu bangunan yang cukup tinggi di tengah-tengah kediaman sakte tersebut yang langsung dikenali oleh Ling Yan sebagai menara latihan seribu pedang yang terkenal.
"Ternyata itu dia menara seribu pedang yang sangat terkenal, owh itu lebih tinggi dari yang aku bayangkan."Gumamnya sambil berjalan.
Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu lama, akhirnya Ling Yan pun sampai di depan pintu gerbang sakte seribu pedang yang dihiasi dengan 2 pilar bercorak pedang di kedua sisi gerbang tersebut.
Ling Yan dapat melihat ada 2 orang pendekar yang berdiri di depan menjaga gerbang tersebut sambil bercakap-cakap ringan. penjaga yang dimaksud bukan lagi 2 orang penyusup yang belum diketahui identitasnya melainkan 2 orang pendekar emas lain sakte seribu pedang yang baru-baru ini menggantikan keduanya.