LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 214. Meminta Bimbingan Ketua Sekte


Mengingat kembali perkataan gurunya itu membuat Ling Yan kembali memikirkan untuk mengikuti pertarungan tersebut.


"Sepertinya aku memang harus mengikutinya, karena kelopak bunga mata jiwa itu sangat penting bagiku." Batin Ling Yan


"Iya kelopak bunga mata jiwa, tapi jika kak Ling Yan ingin mendapatkannya kak Ling Yan paling rendah harus menjadi murid inti terlebih dahulu dan menempati salah satu dari peringkat 1 hingga seratus teratas." Sambungnya.


Ling Yan kemudian bangkit dari tempatnya sambil memasang wajah dan senyuman penuh semangat.


"Kalau begitu kali ini aku harus ikut dan mengalahkan beberapa murid agar bisa menjadi murid inti sekte'." Ucap Ling Yan penuh semangat.


"Oh iya aku baru ingat, kelopak bunga mata jiwa hanya bisa di dapatkan jika kak Ling Yan berhasil mengalahkan salah satu jagoan terkuat sekte kita yaitu orang yang menjadi kepala keamanan sekte bernama Wu Ya yang memiliki kekuatan pendekar suci bintang 9."


Perkataan Ling Xuilan itu sontak membuat pandangan mata Ling Yan menjadi membulat.


"Apa, bagaimana mungkin bisa seperti itu, aku pikir aku hanya perlu menjadi murid inti untuk mendapatkannya."


"Hahaha ketua sekte Zhao Zhang mana mungkin mau memberikan sebuah sumber daya dengan cukup mudah." Xui tertawa sedikit.


Sementara Ling Yan, ia terlihat begitu lesu dengan perkataan Xui itu.


"Bagaimana mungkin aku bisa mengalahkan tetua keamanan Wu Ya jika tidak menggunakan seluruh kemampuan yang aku miliki." Batin Ling Yan.


Disisi lain ia sangat memerlukan sumber daya itu untuk membuat pil pelindung jiwa, sementara di sisi sebaliknya ia juga tidak mungkin mengumbar kekuatan miliknya yang sebenarnya di depan semua orang karena itu pasti akan membuatnya menjadi pusat perhatian.


Dan tidak menutup kemungkinan jika kekuatannya itu diketahui oleh orang luar, tentunya hal tersebut akan memancing orang-orang seperti kakak seperguruannya sendiri.


Melihat ekspresi wajah Ling Yan yang tertekan membuat Ling Xuilan kembali tertawa.


"Hahaha kak Ling Yan mengapa menjadi tertekan begitu, pertarungan yang aku maksudkan bukan pertarungan tenaga dalam seperti yang aku maksud, tapi pertarungan pemahaman ilmu pedang tanpa menggunakan tenaga dalam."


Mendengar perkataan Ling Xuilan selanjutnya membuat ekspresi wajah tertekan Ling Yan berubah menjadi semangat kembali.


"Benarkah, kalau begitu aku masih punya kesempatan." Ling Yan bertekad dalam hati.


Ling Yan kemudian berjalan keluar di ikuti oleh Xui dibelakangnya.


"Kak Ling Yan ingin kemana sekarang." Tanya Xui lagi.


"Hehehe, untuk mengalahkan pemahaman ilmu pedang milik tetua Wu Ya aku pasti memerlukan pemahaman ilmu pedang yang lebih tinggi bukan, maka dari itu ini adalah waktu yang tepat untuk mempelajari itu semua dari ketua Zhao Zhang." Jawab Ling Yan dengan senyuman.


Mendengar itu Xui hanya tersenyum tipis sambil bergumam.


"Sepertinya sumber daya itu sangat berharga bagi kak Ling Yan."


Xui sebenarnya ingin mengikuti langkah Ling Yan menuju ke arah kediaman ketua sekte tapi karena ada urusan lain yang lebih penting, terpaksa ia hanya bisa membiarkan Ling Yan pergi sendiri tanpa dirinya.


Ling Yan yang sudah sampai di kediaman Zhao Zhang langsung saja mengatakan maksud dan tujuannya untuk berlatih pemahaman ilmu pedang.


"Anak ini.... ia bahkan tidak ragu sama sekali." Batinnya.


Sebenarnya Zhao Zhang ingin memberikan kelopak bunga mata jiwa kepada Ling Yan secara langsung, namun karena Shen Yu melarangnya dan menyarankan agar sumberdaya itu bisa diperebutkan oleh para murid membuat Zhao Zhang sedikit bingung dengan apa yang dikatakan oleh Shen Yu itu.


Dan sekarang barulah ia mengetahui tujuan tersembunyi dari perkataannya sebelumnya.


"Rencana milik tetua Shen Yu cukup ampuh untuk membuat Ling Yan menjadi ingin terus belajar ilmu pemahaman baru." Batin Zhao Zhang lagi.


Zhao Zhang lalu mengangguk mengerti kemudian berjalan ke arah lapangan kediamannya dan mengambil 2 pedang kayu yang sering digunakan para murid untuk berlatih.


Zhao Zhang lalu melemparkan salah satu dari pedang kayu itu kepada Ling Yan dan mengambil satu lagi untuknya.


"Kau tahu, ilmu pedang yang aku miliki tidaklah terlalu rumit, pemahaman ilmu pedang milikku hanya menitip beratkan pada pedang itu sendiri." Jelas Zhao Zhang yang kini berjalan ke tengah arena.


Sementara Ling Yan yang mendengarkan itu terlihat kebingungan dengan apa maksud dari perkataan Zhao Zhang itu.


"Apa maksudnya, aku masih tidak mengerti." Jawab Ling Yan.


"Hmm kalau begitu perhatikan semua gerakan berpedang yang akan aku peragakan." Zhao Zhang lalu bersiap dengan pedang kayunya dan memperagakan salah satu teknik pedang miliknya.


"Ini adalah teknik pedang milikku yang paling dasar, namanya teknik pedang pemecah angin." Ucap Zhao Zhang sambil memperagakan teknik pedangnya secara kasar.


Ling Yan yang melihat gerakan Zhao Zhang yang begitu kasar terlihat mengerutkan dahinya, bahkan ia bisa melihat gerakan tersebut seperti seorang yang seperti baru saja mempelajari teknik ilmu pedang.


"Mengapa gerakan ketua sekte seribu pedang yang dijuluki sebagai pendekar seribu mata pedang memiliki gerakan teknik pedang seperti ini." Batin Ling Yan.


Tapi setelah gerakan pertama itu gerakan selanjutnya membuat ekspresi Ling Yan berubah-ubah karena setiap Zhao Zhang melakukan gerakan baru, gerakan tersebut akan menjadi semakin lebih baik dari gerakan sebelumnya.


Sampai akhirnya setelah mengulang sebanyak sepuluh kali, Ling Yan masih kebingungan dengan maksud dari gerakan-gerakan yang dilakukan oleh Zhao Zhang.


Zhao Zhang akhirnya menyelesaikan gerakannya setelah mengulang gerakan teknik pedang pemecah angin sebanyak 20 kali dan pada gerakan terakhirnya terlihat begitu sempurna dengan kekuatan yang begitu kuat.


"Apakah kau bisa melihat sesuatu dari gerakan-gerakan yang aku lakukan tadi." Ling Yan yang tidak mengerti sama sekali sontak hanya menggelengkan kepalanya dan disambut senyuman dari Zhao Zhang.


"Aku masih tidak mengerti ketua Zhao, aku hanya bisa melihat gerakan-gerakan yang ketua lakukan terlalu kasar dan berangsur membaik setelah ketua melakukannya secara berulang-ulang." Jawab Ling Yan.


"Kau benar, itulah yang sebenarnya ingin aku sampaikan kepada mu, pemahaman ilmu pedang sebenarnya hanya sesederhana itu, ibaratkan pedang milikku ini." Zhao Zhang menarik pedangnya dan memperlihatkan permukaan mata pedangnya yang bersinar dan juga sangat tajam.


"Permukaan mata pedangnya begitu tajam karena pada saat membuatnya, para pengrajin terus mengasahnya secara berulang-ulang hingga membuatnya menjadi pedang yang sangat tajam seperti ini." jelas Zhao Zhang.


"Sama halnya dengan ilmu pedang yang aku peragakan tadi, semakin kau mengasah ilmu pedang milikmu dan terus melatihnya, maka ilmu pedang yang sangat dasar pun akan bisa menjadi sangat mematikan hingga bisa membuat dirimu sendiri menciptakan pemahaman ilmu pedangmu sendiri." Sambung Zhao Zhang lagi yang langsung membuat Ling Yan mengerti apa yang ia maksud.


"Ah jadi maksud ketua Zhao, jika aku terus melatih teknik pedang ku sendiri, maka aku akan dapat mengembangkan pemahaman ilmu pedang yang aku miliki menjadi lebih baik dan menjadikannya teknik pedang yang aku miliki menjadi setingkat dengan teknik tingkat tinggi?"