LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 47. Teknik Bertarung Milik Ketua Klan


Keesokan harinya semua peserta yang berhasil lolos dari ujian kedewasaan Klan kini berkesempatan untuk memasuki lantai 5 perpustakaan Klan untuk mengambil teknik bertarung untuk diri mereka masing masing.


Akan tetapi sebelum memasuki lantai 5 perpustakaan Klan, seluruh peserta yang lolos harus melewati ujian terlebih dahulu untuk mengetahui elemen yang mereka miliki.


Setelah itu mereka harus memasuki ruangan sesuai dengan elemen yang mereka miliki dan mengambil sebuah teknik bertarung di dalamnya.


Tetapi untuk mengambil teknik bertarung yang ada di masing-masing ruangan tersebut bukanlah perkara mudah, mereka harus menghancurkan tabir pelindung yang menghalagi ruangan yang berisi teknik bertarung itu sebelum waktu yang telah ditentukan habis.


Terlihat ketua Klan Ling Han lah yang turun tangan sendiri dalam pengujian kali ini,


"Elemen api, ruangan ke lima, elemen angin ruangan ke tiga, elemen petir ruangan kedua, elemen cahaya ruangan pertama cepatlah waktu kalian hanya selama jam pasir ini saja." Ucapnya mengarahkan.


Satu persatu peserta kini sudah melewati kristal pengujian dan memasuki ruangan yang telah ditentukan sesuai dengan elemen yang mereka miliki.


Dan pada saat giliran Ling Mei yang maju.


"Em elemen angin, ekhm ruangan ketiga blok 36." Ucapnya.


Mendengar perkataan ayahnya, Ling Mei lalu tersenyum dan lalu memasuki ruangan yang telah diarahkan oleh ayahnya untuknya.


"Pasti ayah menyimpan gulungan teknik bertarung yang hebat di dalamnya." Batin Ling Mei.


Giliran Ling Yan dan Xui akhirnya tiba, Ling Yan lalu menyentuh kristal pengujian dan memperlihatkan elemen api miliknya.


"Hmm elemen api ruangan ruangan kelima blok 4." Ucap Ling Han.


"Terimakasih paman." Ucap Ling Yan.


"Elemen petir, ruangan kedua." Ucap Ling Han lagi setelah Xui menyentuh kristal itu.


Ling Yan kini berjalan menuju ruangan ke lima seperti yang di arahkan oleh ketua Klan Ling Han, tanpa ia sadari ternyata Xui mengikuti langkahnya dan tidak memasuki ruangan kedua.


Sesampainya di blok 4 Ling Yan akhirnya menyadari Xui sedang mengikutinya dari belakang, "Eh Xui, mengapa kau tidak pergi ke ruangan kedua." Ucap Ling Yan.


"Hmm aku tidak mau, kak Ling Yan sudah memberikanku teknik bertarung yang lebih hebat kemarin, dan Klan Ling kita tidak mempunyai teknik bertarung elemen petir yang lebih hebat dari itu, jadi biarkan sajalah." Ucap Ling Xuilan.


"Hahh dasar, kalau begitu kau ambil teknik bertarung ini saja, anggap saja ini sebagai pengganti karena kau tidak mendapatkan teknik bertarung hari ini." Ucap Ling Yan yang kini memberikan sebuah gulungan teknik bertarung lagi pada Xui.


"Hmm baiklah kak Ling Yan, kalau begitu aku tidak akan sungkan." Ucap Xui lagi.


Ling Yan kini berfokus pada ruangan yang ada dihadapannya dan mengalirkan tenaga dalam pada tinjunya, "Teknik bertarung bumi tingkat rendah, tinju kobaran api." Aura api abadi kembali keluar dan membentuk sebuah tinju yang menghantam tabir pelindung di depannya hingga pecah.


Ling Yan lalu berjalan memasuki ruangan itu diikuti oleh Xui yang mengekor di belakangnya, didalam ruangan itu Ling Yan mendapati sebuah gulungan berwarna merah terang tersimpan dengan baik disana.


Tanpa pikir panjang, Ling Yan lalu mengambil gulungan itu dan mulai membukanya.


"Kak Ling Yan, teknik bertarung seperti apa yang kak Ling Yan dapatkan." Ucap Xui penasaran.


Ling Yan kini dapat melihat isi dari gulungan itu yang bertuliskan Teknik Bertarung Hitam Tingkat Tinggi, Jurus Pedang Api Pemusnah.


Xui yang melihat gulungan itu tak berhenti berdecak kagum dan menatap gulungan itu dengan tatapan mata yang berbinar.


"Wah ini adalah teknik bertarung milik ketua Ling Han, waktu itu aku sempat melihat ketua Ling Han berlatih di halaman rumahnya dan menggunakan teknik pedang ini." Ucap Xui.


"Sudahlah waktunya sudah hampir habis, ayo kita pergi." Ucap Ling Yan lalu berjalan menuju pintu keluar bersama dengan Xui.


Sementara di sisi lain ruangan, terlihat Ling Mei sedang kesusahan dalam menghancurkan tabir pelindung ruangan yang ia tuju.


"Ugh sial, padahal ayah sudah mengarahkanku kemari dan mengatakan bahwa ruangan ini berisi teknik bertarung yang sangat hebat, tapi mengapa aku tidak bisa membukanya." Ucap Ling Mei yang kini mulai kelelahan.


"Saudari Ling Mei kita pasti bisa membukanya, ayo kita hancurkan tabir pelindung ini bersama." Ucap kedua temannya.


"Tidak, tidak bisa, kekuatan dari tabir pelindung ini akan meningkatkan jika kita menyerangnya bersama." Ucap Ling Mei yang kini sudah mulai putus asa karena waktu yang telah ditentukan sudah hampir habis.


Ling Yan yang berjalan menuju pintu keluar bersama dengan Xui kini berpapasan dengan Ling Mei dan kedua temannya, saat Ling Mei mengangkat kepalanya dan mendapati Ling Yan sedang berjalan kearahnya, secerca harapan dibenaknya mulai muncul.


"Kak Ling Yan...." Akan tetapi secerca harapan yang ia impikan itu kembali sirna saat Ling Yan terus berjalan kedepan tanpa menoleh sedikitpun ke arahnya.


"Ugh aku memang bodoh, pada saat kak Ling Yan terpuruk aku malah menjauhinya, dan sekarang pada saat kak Ling Yan sudah..." Ling Mei berbicara dengan buliran air matanya yang sudah tak bisa ia tahan.


"Haih." Ling Yan menghela nafas pelan lalu berjalan kembali menghampiri Ling Mei.


"Dasar cengeng, sudahlah, yang lalu biarlah berlalu, walau bagaimanapun juga kita ini masih tetap anggota keluarga bukan." Ucap Ling Yan.


Ia lalu bersiap dan kembali memusatkan tenaga dalamnya hingga kobaran api abadi kembali keluar dari kepalan tangannya.


"Tinju Kobaran Api!!" Dengan sekali serangan, tabir pelindung itu hancur berkeping-keping.


"Kak Ling Yan, terimakasih." Ucap Ling Mei sambil menghapus air matanya.


*****


Sakte Petir Hitam


Terlihat seorang pria sepuh berpakaian hitam kini sedang menunggu kedatangan seseorang.


Dan tak lama kemudian seorang pria paruh baya yang menggunakan pakaian sakte Petir Hitam memasuki ruangan itu.


"Akhirnya kau datang juga, aku sudah lama menunggumu." Ucap Yu Lao.


"Maafkan aku ketua, aku memiliki sedikit urusan yang penting tadi." Ucap pria paruh baya itu.


"Kalau boleh tau, apa tujuan ketua sakte memanggilku kemari." Ucap pria paruh baya itu.


"Tetua Huang, sudah berada di tingkat berapa kau saat ini." Ucap Yu Lao.


"Hmm saat ini aku sudah berada di tingkat pendekar Raja bintang 1 ketua." Ucapnya.


"Hmm perkembangan pelatihanmu cukup tinggi, tapi... apakah kau pernah mendengar tentang api spiritual." Ucap Yu Lao.


"Tentu saja ketua, apakah misi yang akan kau berikan padaku kali ini berkaitan dengan api spiritual." Ucapnya.


"Hmm itu benar, bukan hanya itu, aku juga menugaskanmu mencari keberadaan Gulungan teknik pengembangan ilmu halilintar bumi milik pak tua sialan itu, menurut kabar dari mata-mata yang aku kirim sebelumnya, gulungan itu dibawa oleh anak laki-laki dari Klan Ling di kota Teratai." Ucap Yu Lao