
Ling Yan tersenyum senang sebelum mengambil pedang itu dan mengikatnya di punggungnya, selain itu ia juga meraih kitab ilmu pedang tanpa wujud dan memasukkannya kedalam cincin natnya.
"Ling Yan.... tadi itu...." Zhao Zhang dan Shen Yu sedari tadi memang merasakan hawa kehadiran seseorang yang bahkan kekuatannya berada di atas Shen Yu.
"Tadi itu adalah roh pedang kabut ilusi, katanya aku boleh membawa pedang ini tapi tidak boleh menggunakannya sebelum berhasil naik ke tingkat pendekar suci." Jawab Ling Yan penuh semangat.
Zhao Zhang mengangguk mengerti, sambil menelisik kekuatan yang Ling Yan miliki saat ini, tapi ia tidak dapat melihat sedikitpun aura petarung disana.
"Ekhm... Jadi ada di tingkat mana kekuatan yang kamu miliki sekarang?" Tanya Shen Yu yang juga tidak dapat melihat aura petarung milik muridnya.
"Untuk saat ini aku sudah ada di puncak pendekar senior guru, selanjutnya aku berencana melakukan latihan tertutup di dalam menara seribu pedang setelah menstabilkan kekuatan yang baru saja aku dapatkan." Jawab Ling Yan.
Sebelumnya Zhao Zhang dan Shen Yu memang tau kalau saat ini Ling Yan masih berada di tingkat pendekar senior, tetapi setelah kejadian tadi, mereka berdua merasa kalau kekuatan Ling Yan baru saja naik sangat jauh.
Namun entah mengapa, semenjak kejadian tersebut, keduanya juga tidak dapat melihat sejauh mana tingkatan Ling Yan, bahkan dengan menggunakan api semesta sekalipun Shen Yu yang sudah berada di tingkat pendekar bumi juga tidak dapat melihatnya.
"Puncak pendekar senior, tapi... Bagaimana mungkin kami tidak dapat melihat tingkatan mu?" Tanya Zhao Zhang dengan nada terkejut.
Ling Yan hanya bisa menggeleng pelan karena tidak dapat menjelaskan hal itu, setahunya pedang kabut ilusi tidak dapat menyamarkan kekuatan seorang pendekar yang memiliki api spiritual.
Ling Yan memandangi keduanya sejenak sebelum akhirnya mengerti apa yang terjadi.
"Ada kemungkinan pedang kabut ilusi yang membuat ketua Zhao tidak dapat melihat aura petarung ku saat ini, tapi bagaimana dengan guru Shen Yu?" Batin Ling Yan sedikit kebingungan.
Namun didalam pikirannya masih ada satu kemungkinan lain yang mungkin saja menjadi penyebabnya.
"Atau mungkin.... Ini karena semua akar roh surgawiku sudah mencapai puncak tingkat senior? Sepertinya aku memang harus memastikannya terlebih dahulu, apalagi sampai saat ini aku juga masih belum bisa terhubung dengan ke enam api spiritual yang ada di dalam tubuhku." Batin Ling Yan.
Zhao Zhang yang melihat Ling Yan melamun kembali angkat bicara untuk memecah lamunannya.
"Ah sudahlah, itu sudah tidak penting lagi, ada bagusnya juga kekuatan yang kau miliki tidak dapat di deteksi oleh orang banyak, karena dengan itu orang-orang diluaran tidak akan terlalu memperdulikan seorang yang bukan seorang pendekar atau bukan seorang konglomerat." Jelas Zhao Zhang.
"Saatnya kita untuk keluar, 3 hari lagi aku akan mengatur sebuah ruangan khusus untuk latihan tertutup mu." Ucap Zhao Zhang.
"Baik ketua! aku mengerti." Ketiganya akhirnya keluar dari ruangan bawah tanah secara bersamaan dan setelah itu mereka akhirnya kembali ke kediaman masing-masing.
Sesampainya di kediaman tetua pedang, Ling Yan yang tidak ingin membuang-buang waktu langsung mengambil posisi duduk bermeditasi di dalam kamarnya.
Tentu saja ia tidak sendirian, karena boneka rohnya yaitu Jin Yuan akan tetap terus mendampinginya kemanapun ia pergi, kecuali Ling Yan memerintahkan sesuatu yang lain padanya barulah Jin Yuan tidak akan berada disana.
Setelah beberapa saat berkonsentrasi, Ling Yan kali ini sudah berhasil masuk kedalam lautan roh yang ia miliki, dan didalam sana ia bisa melihat kalau ke enam roh api spiritualnya sedang dalam posisi menutup matanya.
"Sudah kuduga mereka sedang masuk dalam kondisi tidur, mereka akan bangun pqda saat aku naik ke tingkat pendekar suci." Ujar Ling Yan.
Setelah memastikan hal tersebut akhirnya ia memutuskan untuk menstabilkan kekuatan serta tekanan tenaga dalam pada akar rohnya yang masih tidak normal.
Ling Yan nampak menghembuskan nafasnya yang disertai sedikit kepulan asap yaitu energi alam yang tidak murni dari dalam lautan rohnya.
Miao.....
Xiao Hu lompat turun dari bahu Jin Yuan sambil menatap Ling Yan dengan ekspresi khas kelaparannya, dan melihat itu Ling Yan hanya tersenyum tipis sambil mengeluarkan beberapa kristal siluman dari dalam cincinnya.
"Setelah naik ke tingkat 3, nafsu makan yang kau miliki semakin mengerikan, tapi tidak masalah itu tidak akan bisa merenggut semua koin emas yang aku miliki sekarang, lagi pula aku juga sangat berterima kasih padamu karena telah menyelamatkan teman-temanku disaat aku sedang tidak dapat membantu mereka." Ling Yan mengusap surai api teman kecilnya itu sambil tersenyum hangat.
"Lain kali aku tidak akan membuat mereka berada di dalam kondisi yang sama lagi. Barin Ling Yan.
Ia kemudian teringat kembali tentang telur merah yang baru saja membatunya beberapa waktu yang lalu.
"Hmm ini hanya perasaanku saja, atau kau yang memang sedikit menjadi lebih besar." Ujar Ling Yan sambil memperhatikan baik-baik telur itu.
"Sudah puluhan ribu garis tenaga dalamku yang kau serap, tapi kamu masih saja belum memiliki tanda-tanda akan menetas." Ling Yan sedikit menggaruk kepalanya sebelum menempatkan telur itu disebuah tempat khusus.
"Hmm sepertinya memang belum waktunya." Ucap Ling Yan sambil menggaruk dagunya, bersamaan dengan itu pula sebuah kepulan asap kembali keluar dari dalam pedang kabut ilusi.
"Hoho jadi ini kediaman tempat kamu tinggal, hmm sepertinya sekte seribu pedang sudah banyak berubah....."
Guo Kai terbang ke segala arah sambil memperhatikan sekitaran kediaman Ling Yan, sampai akhirnya pandangan Guo Kai tiba-tiba tertuju pada sebuah benda bulat yang begitu familiar di matanya.
Ia kemudian terbang mendekat ke arah Ling Yan sebelum berkata dengan nada terkejut.
"Ehh .... Ini.... Ini bukannya telur binatang gaib milik Ling Tian!!" Seru Guo Kai dengan mata melebar pasalnya ia sangat mengenali telur ini dan ia tidak mungkin salah melihatnya.
"Kau tahu tentang telur ini?" Ling Yan sedikit menaikkan alisnya sambil menunggu penjelasan dari Guo Kai.
Guo Kai menganggukkan kepalanya sebelum lanjut bicara.
"Tentu saja tau, telur ini adalah telur dari salah satu binatang gaib dalam legenda yaitu Garuda bertanduk emas, tuan Ling Tian dan leluhur Zhao Lin dulunya harus bekerja sama untuk merebut telur ini dari induknya.
Selain itu, leluhur Ling Tian bahkan harus mengorbankan 3 roh takdir karena mati oleh serangan binatang gaib ini, dan binatang gaib ini adalah binatang gaib tingkat teratas kedua sebelum harimau surai api yang melegenda." Jelas Guo Kai penuh semangat.
Di dalam hatinya penuh dengan nostalgia yang begitu mendalam karena ia yang kala itu sudah menjadi roh pedang juga menyaksikan pertarungan epic kedua pendekar tingkat tinggi melawan binatang gaib.
.Guo Kai terlihat membusungkan dadanya sambil membatin.
"Anak ini pasti sangat kagum dengan ceritaku tadi, sebentar lagi ia pasti akan mengatakan kalau telur binatang gaib ini adalah binatang yang sangat hebat." Batinnya.
Namun sepertinya penjelasannya tersebut tidak mengubah ekspresi wajah Ling Yan yang nampak menatap Guo Kai dengan tatapan datar.