LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 48. Pil Pemurni Jiwa


Lima hari berselang setelah upacara kedewasaan itu, kini di bawah sebuah pohon besar di atas bukit belakang kediaman Klan Ling, terlihat seorang pemuda berusia 13 tahun sedang melatih ilmu pedangnya.


Dengan teknik pengembangan ilmu jalan langit yang ia pelajari, tenaga dalam yang Ling Yan miliki kini sudah hampir kembali menembus ke tingkat emas bintang 3.


Ling Yan mengalirkan tenaga dalamnya pada pedang darah api, seketika aura api abadi keluar dan menyelimuti pedang miliknya.


"Teknik bertarung hitam tingkat tinggi, jurus pedang api pemusnah." Ling Yan maju dengan pedangnya dan mengarahkan serangannya pada sebuah batu besar.


"Boomm!!" Seketika batu besar itu hancur menjadi debu saat pedang Ling Yan mengenai batu besar itu.


Ling Yan tidak bisa berhenti berdecak kagum melihat efek serangan yang ia lakukan.


"Hem hebat, ternyata teknik bertarung ini lumayan juga." Ucap Ling Yan.


Tiba-tiba suara roh api abadi kembali terdengar dari dalam pikirannya. "Hahaha, sebenarnya bukan teknik bertarungmu yang hebat, tapi energi petarung yang ku milikilah yang membuatnya seperti itu." Ucap roh api abadi.


"Hehehe bukankah kau terlalu percaya diri, bukankah kualitas pedang darah api milik tuan Shen Long juga berpengaruh besar." Ucap roh api kehidupan.


"Apa maksudmu berkata seperti itu, apakah kau menyindirku lemah." Ucap api abadi lagi.


"Hei kalian berdua jangan bertengkar, kalian ini sudah jadi bagian dari kekuatanku saat ini jadi kalian harus akur mengerti." Ucap Ling Yan.


Setelah berbicara dengan kedua roh api spiritual yang ia miliki, sebuah suara yang terdengar sepuh lalu terdengar di telinganya.


"Ternyata kau sedang berlatih di sini Ling Yan." Ucap suara sepuh itu.


Ling Yan lalu membalikkan badannya dan mendapati Ling Han yang saat ini sedang berdiri di hadapannya dengan pandangan matanya yang tertuju pada bekas serangan yang Ling Yan lakukan sebelumnya.


"Eh, emm salam ketua Han, apa ada sesuatu yang bisa aku lakukan untukmu." Ucap Ling Yan.


"Ah tidak apa-apa anak muda." Ucapnya sambil berjalan ke bawah pohon besar dan duduk bersila di sana.


"Sebenarnya aku datang menemuimu karena ada sesuatu yang ingin aku tanyakan." Ucapnya lagi.


"Hmm apa itu ketua, apakah itu berkaitan dengan api spiritual yang aku miliki saat ini." Ucap Ling Yan tenang.


"Hmm aku datang memang ingin menanyakan hal itu juga padamu, tapi.... yang paling membuatku heran adalah bagaimana mungkin kau bisa mengembangkan teknik bertarung elemen angin menjadi teknik elemen api yang malah jauh lebih kuat." Ucap Ling Han.


"Oh jadi ketua Han ingin mengetahui bagaimana caranya aku melakukan ini." Ucap Ling Yan lalu memperagakan teknik tinju kobaran api.


"Ya, bagaimana kau melakukannya anak muda, bisakah kau mengajariku." Ucap Ling Han yang kini menahan rasa gengsinya terhadap Ling Yan.


Meskipun pada mulanya Ling Han sangat merasa gengsi untuk menanyakan tentang hal ini kepada Ling Yan, akan tetapi setelah memikirkan kembali dan mengingat efek kerusakan yang disebabkan oleh teknik yang dikembangkan Ling Yan saat upacara kedewasaan 5 hari yang lalu, Ling Han kini membuang rasa gengsinya itu dan memberanikan diri untuk bertanya pada Ling Yan.


Ling Yan bisa melihat ekspresi wajah Ling Han yang begitu penasaran dengan teknik yang ia kembangkan itu.


"Hmm jika aku mengajari ketua tentang teknik ini, apa yang akan aku dapatkan." Ucap Ling Yan.


"Ling Yan bukankah kita ini adalah anggota keluarga." Ucap Ling Han yang coba membujuk.


"Kalau begitu kesepakatan kita cukup sampai di sini." Ling Yan lalu berjalan dan tidak memperdulikan lagi pertanyaan Ling Han.


Melihat Ling Yan kini mulai berjalan menjauh, Ling Han kini terpaksa mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam cincin natnya yang berisi sebuah pil berwarna merah muda.


"Ehh baiklah, bagaimana jika aku memberikanmu pil ini sebagai bayaran." Ucap Ling Han sambil memperlihatkan pil berwarna merah muda itu.


Mendengar itu Ling Yan lalu membalikkan badannya dan kini ia bisa melihat sebuah kotak kecil yang berisi pil berwarna merah muda di tangan kanan Ling Han.


"Ketua Han bukankah ini...." Ucap Ling Yan yang kini menatap kagum pada pil yang ada di tangan Ling Han.


"Ya, yang kau pikirkan memang benar, ini adalah pil peningkat tenaga dalam tingkat 5 bernama pil pemurni jiwa, memang saat ini pil ini tidak akan berguna untukmu, tetapi pil ini pasti akan sangat berguna saat kau ingin menembus tingkatanmu ke tingkat pendekar jiwa." Ucap Ling Han.


Setelah mendengar penjelasan tentang pil itu, Ling Yan lalu bergerak cepat dan mencoba mengambil pil itu dari tangan Ling Han.


Akan tetapi dengan sigap Ling Han lalu kembali memasukkan pil itu kedalam cincin nat miliknya. "Eits tidak secepat itu anak muda, kau akan mendapatkannya setelah kau mengajariku." Ucap Ling Han.


"Ah baiklah-baiklah, pertama-tama ketua harus memusatkan tenaga dalam yang ketua miliki pada telapak tangan ketua." Ucap Ling Yan.


"Baiklah." Ucap Ling Han yang kini mengikuti perkataan Ling Yan, dan setelah itu. "Lalu selanjutnya apa." Ucap Ling Han lagi.


"Setelah itu keluarkan elemen yang ketua ingin keluarkan dan gunakan tenaga dalam yang ketua miliki untuk membentuk aura petarung yang ingin ketua gunakan." Ucap Ling Yan lagi.


Ling Han lalu mengeluarkan elemen api dari dalam telapak tangannya dan kini sudah berhasil membentuk sebuah tinju kobaran api pada kepalan tangannya.


"Eh, hanya begini saja, semudah itu." Ucap Ling Han yang di sambut anggukan kepala dari Ling Yan.


Ling Han hampir saja memuntahkan darah dari dalam mulutnya setelah mengetahui ternyata cara yang Ling Yan gunakan untuk mengembangkan teknik bertarung seribu pukulan angin begitu sederhana dan terbilang sangat mudah.


"Ugh... anak ini sudah menjebakku." Batin Ling Han yang kini terpaksa memberikan pil pemurni jiwa kepada Ling Yan.


"Ehehe, ternyata ketua Ling Han begitu dermawan." Ling Yan kini tersenyum sumringah saat menerima pil pemurni jiwa dan tanpa pikir panjang ia langsung memasukkannya kedalam cincin natnya.


"Oh iya ketua, jika kau ingin mengetahui tentang api spiritual yang aku miliki saat ini, kau bisa menanyakannya pada ayahku." Ucap Ling Yan lalu membalikkan badannya dan kini berjalan kearah kediamannya.


Sesampainya di rumahnya, Ling Yan kini mendapati Yu Fei sedang berlatih ilmu pedang di depan halaman kediaman Ling Yan yang di awasi oleh Ling San.


Dengan teknik pengembangan ilmu halilintar bumi yang Yu Fei pelajari, dalam 5 hari terakhir ini Yu Fei sudah berhasil menembus tingkat pendekar pemula bintang 5.


Ling San merasa sangat terkejut dengan pengembangan pelatihan Yu Fei itu, dan saat Ling San menyadari kehadiran Ling Yan, Ling San langsung menghampirinya dengan wajah yang penuh pertanyaan.


"Ada sesuatu yang ingin ayah tanyakan padamu." Ucap Ling San langsung mengajak Ling Yan berbicara empat mata.