LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 104. Peta Keberadaan Api Dingin


"Eh tidak ada apa-apa guru Gao, mari kita masuk." Ajak Han Li yang kini berjalan masuk di ikuti oleh Gao Lang beserta kedua adik seperguruannya.


Dalam langkah kakinya masuk ke dalam gedung Asosiasi Lelang Harta, Ling Xuilan nampak tertunduk sedikit memikirkan pendekar bertopeng yang memperhatikan mereka tadi.


"Sebenarnya siapa pendekar bertopeng itu? mengapa sedari tadi ia terus memperhatikan aku dan tuan putri? tapi mengapa aku juga merasa begitu familiar dengannya." Batin Ling Xuilan.


Zhu Qing yang melihat tingkah Xui pun sontak bertanya padanya.


"Kak Xui, ada apa denganmu, apakah ada sesuatu yang kau pikirkan?" Zhu Qing memanggilnya kakak karena Xui memang sedikit lebih tua darinya.


Pertanyaan Zhu Qing sontak membuat Xui tersadar dari lamunannya. "Ah tidak apa-apa, aku hanya kurang fokus tadi." Jawab Xui berbohong.


*****


Sementara itu di tempat Ling Yan berada.


"Miao...." Xiao Hu menunjukkan wajah lucunya di depan seorang pendekar di tempat pengambilan token masuk.


"Wah tuan muda, kucing kecil peliharaan anda ini sangat imut dan lucu haha." Ucap pendekar itu sambil sedikit tertawa.


"Hehe terimakasih tuan atas pujiannya, namun maaf aku harus masuk ke dalam gedung sekarang." Jawab Ling Yan sambil terkekeh di balik topengnya.


"Hahaha aku sampai lupa memberikan token masuk ini pada pemiliknya, silahkan tuan muda, kursi anda ada di no 78." Jawab pendekar itu sambil memberikan token masuk tersebut pada Ling Yan.


Setelah menerima token masuk tersebut, tanpa berpikir panjang lagi Ling Yan langsung saja berjalan masuk ke dalam gedung Asosiasi Lelang Harta.


Dengan bantuan panitia lelang, tanpa membutuhkan waktu lama Ling Yan kini sudah duduk di tempat duduknya.


Dari arah yang berlawanan dari tempat duduknya, Ling Yan dapat melihat dengan jelas Ling Xuilan, dan Zhu Qing yang sedang duduk di salah satu bangku VIP perwakilan sakte seribu pedang.


Namun pada saat yang bersamaan, pandangan Ling Yan juga teralihkan oleh seorang pendekar yang beberapa waktu lalu berusaha untuk merebut Xiao Hu darinya, siapa lagi dia kalau bukan Feng Yuan.


"Hmp dia....." Ling Yan terlihat menatap dingin Feng Yuan dari balik topengnya.


Sementara itu Feng Yuan yang sedang duduk di tempatnya terlihat seperti tidak menyadari kehadiran Ling Yan dan juga Xiao Hu, karena saat ini aura keduanya telah disembunyikan oleh ketiga api spiritual milik Ling Yan serta penampilan Xiao Hu yang saat ini sudah seperti seekor kucing biasa.


"Hmp aku pikir pendekar muda pemilik binatang gaib itu akan ada di pelelangan ini, tapi sepertinya ia tidak akan datang." Batin Feng Yuan yang masih melihat-lihat sekitarnya.


Tak lama kemudian setelah semua peserta lelang sudah berada di tempat yang disediakan masing-masing, seorang wanita cantik nan anggun yang dapat dikenali oleh Ling Yan dalam sekali lihat nampak naik ke atas panggung untuk memulai lelang tersebut.


"Hehehe sepertinya barang yang akan dilelang memang barang yang berkualitas tinggi, bahkan orang yang memandu acara lelang ini adalah Gu Xingyi sendiri." Gumam Ling Yan.


Sementara itu di tempat lain, semua peserta lelang yang ada juga mendiskusikan hal yang sama dengan apa yang dipikirkan oleh Ling Yan.


Tak lama kemudian, suara sambutan dari Gu Xingyi yang saat ini akan memandu acara lelang kini sudah terdengar di telinga semua orang.


"Selamat datang untuk semua peserta lelang asosiasi kami, saya sebagai pemilik saham asosiasi lelang harta sangat berterima kasih pada kalian semua karena sudah bersedia hadir dalam pelelangan."


"Ayo mulai lelang nya.....!!!"


"Hoho sabar semuanya, sebelum kami memulai lelang, aku akan menyampaikan terlebih dahulu peraturan yang tidak boleh dilanggar saat lelang sedang berlangsung."


"Yang pertama adalah, tidak boleh melakukan kericuhan saat acara lelang apalagi melakukan ancaman pada peserta lelang yang lain."


"Kedua, dalam lelang tidak diperbolehkan untuk menaikkan harga dibawah 100.000 koin emas."


"Dan yang ketiga... jika kami menemukan adanya ancaman baik dari kekuatan fisik maupun hal yang lain, maka jangan salahkan kami jika terjadi sesuatu yang buruk." Ucap Gu Xingyi dingin yang di ikuti oleh keluarnya 3 orang pendekar senior bintang 4 dan 4 orang pendekar senior puncak yang tidak di ketahui kapan mereka datang.


"Bahkan sampai menggunakan pendekar senior untuk menjaga keamanan lelang, sepertinya ini memang benar benar serius." Ucap seorang pria paruh baya dari perwakilan sakte badai petir bernama Yuan Gu yang duduk di salah satu kursi VIP.


"Hahaha sepertinya perwakilan sakte badai petir tidak merasakan kehadiran 3 pendekar lainnya." Seorang pendekar berseragam sakte pulau es bernama Bing An tiba-tiba memotong pembicaraan.


"Apa maksudmu dengan 3 orang lainnya pak tua Bing?" Tanya Yuan Gu sedikit bingung.


"Hmp sudahlah, kau tidak perlu tau, karena kekuatan yang kau miliki masih sangat jauh di bawahku hahaha." Bing An tertawa mengejek.


Sementara itu disebelah kanan Bing An terlihat seorang tetua dari sakte bunga persik bernama Wu Hui yang sedikit tertawa ringan melihat tingkah keduanya.


"Hehe ternyata masih ada 3 orang pendekar suci yang bersembunyi." Gao Lang yang juga merasakan hal tersebut hanya sedikit terkekeh.


Sedangkan di tempat duduknya, Ling Yan sendiri hanya tersenyum di balik topengnya seraya berkata. "Kalau begitu tidak ada yang akan berani mengacaukan acara ini, dan karena itu, aku akan menawarkan semua barang berharga itu." Ucap Ling Yan dibalik senyuman tipisnya.


"Baiklah, jika semua sudah mengerti, langsung saja mari kita mulai acara lelangnya." Gu Xingyi berteriak di ikuti suara peserta lelang yang bergemuruh.


"Langsung saja ini dia barang lelang kita yang pertama." Setelah mengatakan itu, seorang pendekar emas asosiasi lelang harta kini terlihat berjalan ke depan dengan membawa sebuah kotak hijau.


Tanpa pikir panjang lagi Gu Xingyi langsung saja membuka isi kotak tersebut dan terlihatlah sebuah gulungan putih berkilau yang tidak lain adalah gulungan yang diberikan oleh pendekar bertopi jerami sebelumnya.


"Gulungan apa itu, sepertinya itu hanya gulungan biasa." Suara bisik-bisik peserta mulai terdengar kecuali Ling Yan yang terlihat menatap gulungan tersebut tanpa berkedip sekalipun.


"Bukankah itu..." Ling Yan masih terpaku dengan apa yang ia lihat.


"Bisa bisanya asosiasi lelang harta melelang sebuah peta disini, memangnya peta seperti apa yang di lelang itu." Ucap Bing An remeh.


"Hmp peta ini sepertinya bukan peta biasa, tapi mengapa aku tidak bisa merasakan apapun dari dalam sana." Ucap Gao Lang.


"Seperti yang kalian lihat, ini memanglah seperti sebuah peta biasa, namun yang sebenarnya adalah ini merupakan peta dari daerah pulau es yang memiliki api spiritual bernama api dingin (Peringkat ke 30).


Mendengar perkataan Gu Xingyi itu, semua peserta lelang tiba-tiba tersentak kaget tak terkecuali semua tamu VIP dan juga Xui.


"Api spiritual, bukankah api spiritual itu adalah api yang sama seperti yang dimiliki oleh kak Ling Yan." Xui terlihat sedikit bergetar di tempat duduknya.