LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 50. Dugaan


Hari kian cepat berlalu, tak terasa hari dimulainya kompetisi antar jenius dari 3 Klan besar di kota Teratai hampir tiba. Segala persiapan pertandingan serta arena juga sudah di buat sedemikian rupa.


3 hari sebelum kompetisi dilaksanakan, kondisi penduduk kota Teratai kian ramai oleh penduduk, baik dari kalangan pendekar maupun kalangan biasa.


Kondisi seperti ini memang bukanlah hal yang asing lagi jika kompetisi antar ketiga Klan besar kota Teratai sudah dekat.


Di tengah keramaian kota, terlihat Ling Yan dan juga Xui sedang berjalan-jalan menikmati keramaian kota, tidak hanya mereka berdua Yu Fei dan juga Yu Qian sedang ikut bersama mereka.


Berkat teknik pengembangan ilmu jalan langit yang ia pelajari, Ling Yan saat ini sudah berhasil menembus tingkat emas bintang 4.


Dia juga sudah berhasil menguasai teknik pedang api pemusnah serta teknik tubuh ilusi sepenuhnya dan sudah berhasil membuat 3 klon tubuh ilusi.


Selama beberapa hari terakhir Ling Xui jadi sering berkunjung ke kediaman Ling Yan, hal ini membuat Xui dan kedua adik angkat Ling Yan menjadi semakin dekat.


"Kakak aku mau itu." Ucap Yu Qian sambil menunjuk ke arah seorang penjual jajanan jalan.


Seperti biasa saat Ling Yan mengajak kedua adik angkatnya berjalan-jalan keluar, Yu Qian pasti akan terus meminta untuk di gendong di atas pundaknya.


Tetapi kali ini dengan kehadiran Xui, ke empatnya kini sudah terlihat seperti 2 orang tua yang sedang mengajak kedua anaknya berjalan-jalan menyusuri kota.


"Wah... ini sangat enak kak Ling Yan." Ucap Yu Qian yang kini sedang menikmati makanannya.


Ling Yan hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan Yu Qian itu, dan saat ini perhatiannya kembali tertuju pada Ling Xuilan.


"Xui... bagaimana latihanmu, apakah kau sudah menguasai dua gulungan teknik bertarung yang aku berikan sebelumnya." Ucap Ling Yan.


"Iya kak Ling Yan teknik bertarung yang kakak berikan semuanya adalah teknik bertarung yang sangat kuat, baru-baru ini aku juga sudah naik ke tingkat perak bintang 4." Ucap Ling Xuilan.


"Hmm baguslah, berarti persiapanmu sudah siap untuk mengikuti kompetisi 3 hari lagi." Ucap Ling Yan.


"Hmm oh iya kak Ling Yan, kalau boleh tau dari mana sebenarnya kak Ling Yan mendapatkan gulungan teknik bertarung sehebat itu, bahkan kekuatannya jauh lebih kuat dari teknik bertarung milik klan kita." Ucap Xui penasaran.


Mendengar pertanyaan Xui yang sepertinya sangat ingin mengetahui itu Ling Yan hanya tersenyum dan berkata m. "Itu rahasia."


"Kak Ling Yan selalu saja berkata begitu." Ucap Xui sambil menggembungkan mulutnya.


"Hahaha." Ling Yan tertawa ringan melihat ekspresi wajah Xui yang terlihat imut itu, namun saat ia mengalihkan pandangannya, Ling Yan mendapati sesosok pria berpakaian hitam yang terasa familiar di matanya.


"Itu bukannya...." Ling Yan lalu mengingat-ingat kembali dimana ia pernah melihat seorang pendekar yang memakai pakaian hitam seperti itu sebelumnya.


"Lambang petir hitam dan juga..." Akan tetapi saat ia kembali mengalihkan pandangannya ke arah pria itu kembali, pria berpakaian hitam itu sudah tidak ada di tempatnya.


"Eh kemana perginya orang itu." Ucap Ling Yan kebingungan.


Ling Yan terus mengedarkan pandangannya dan terus mencari kemana perginya pria berpakaian hitam itu.


Xui dan juga Yu Fei yang melihat Ling Yan yang sepertinya sedang mencari sesuatu disekitarnya kini mencoba bertanya.


"Kak Ling Yan, apa yang sedang kakak lihat." Ucap Xui.


Mendengar perkataan Xui Ling Yan lalu tersadar dan kembali mengalihkan pandangannya pada Xui dan Yu Fei yang kini memasang wajah kebingungan dihadapannya.


"Ah tidak, tidak ada apa-apa." Ucapnya berbohong.


Sementara itu di balik sebuah bangunan, terlihat seorang pria berpakaian hitam yang menatap ke arah mereka berempat.


"Ternyata apa yang dikatakan oleh ketua Yu Lao memang benar, pemilik api spiritual itu hanyalah seorang bocah, tapi mengapa aku merasakan kalau dia hanya seorang pendekar perak." Gumamnya pria itu yang tidak lain adalah salah satu murid sakte petir hitam.


"Hmm jika aku menyerang sekarang, maka akan memancing perhatian banyak orang, sepertinya aku harus memberitahukan informasi ini pada ketua Yu Lao terlebih dahulu." Ucap pria itu lalu melesat dengan ilmu meringankan tubuhnya menuju kediaman Klan Chu.


*****


Klan Chu.


Seorang pria berpakaian hitam masuk ke dalam sebuah bangunan yang cukup megah yang tidak lain adalah kediaman ketua Klan Chu.


Saat memasuki bangunan itu, ia lalu mendapati ketua Klan Chu sedang duduk di kursi kebesarannya di dampingi oleh seorang pria paruh baya yang memakai pakaian yang sama dengan pria itu.


"Tetua Huang, aku sudah menemukan orang yang kita cari, dia adalah seorang anak keturunan dari Klan Ling." Ucap pria itu kepada pria paruh baya yang saat ini sedang berdiri di samping Chu Ning.


Mendengar perkataan pria itu Yu Huang lalu mengangguk dan menyuruh salah satu murid saktenya itu keluar.


"Hmm aku harap kau menepati janjimu untuk memberikan sumberdaya pada anggota Klan kami." Ucap Chu Ning tanpa menatap orang yang ada di sampingnya itu.


Mendengar perkataan pria sepuh di sampingnya, Yu Huang menyunggingkan senyuman liciknya.


"Hahaha! Kau tenang saja, aku pastikan perwakilan dari Klanmu akan keluar menjadi pemenang dalam kompetisi nanti, dan setelah kami mendapatkan apa yang kami inginkan, kami akan pergi tanpa mengambil keuntungan apapun dari kalian." Ucapnya.


Mendengar perkataan pria paruh baya disampingnya, Chu Ning hanya bisa tersenyum ragu.


"Aku harap kalian bisa memegang apa yang kalian katakan." Ucapnya.


"Sebenarnya aku tidak bisa mempercayai orang-orang ini, tapi... apa boleh buat, aku tidak bisa berbuat apapun." Batinnya khawatir.


*****


Sementara itu Ling Yan yang saat ini sudah sampai di kediamannya bersama Xui dan kedua adik angkatnya masih teringat dengan orang berpakaian hitam yang dilihatnya saat berjalan-jalan di tengah kota Teratai.


"Kak Ling Yan, kalau begitu aku pamit pulang kerumah dulu." Ucap Xui, akan tetapi ucapannya itu tidak dihiraukan oleh Ling Yan karena saat ini Ling Yan masih memikirkan tentang pria berpakaian hitam yang ia lihat sebelumnya.


"Aku yakin sekali tadi itu adalah salah satu anggota dari sakte petir hitam." Batin Ling Yan.


Yu Fei dan Yu Qian yang melihat Ling Yan tidak menghiraukan perkataan Xui langsung angkat bicara dan menyadarkan Ling Yan yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Kak Ling Yan, sebenarnya kak Ling Yan sedang memikirkan apa, lihat, kak Xui sudah mau pulang." Ucap Yu Qian.


"Eh apa?" Ling Yan yang tersadar kini mencoba mencerna apa yang baru saja di katakan adik angkatnya.


"Ah maafkan aku, aku sedang tidak fokus." Ucap Ling Yan.


"Hmm tidak apa-apa kak Ling Yan, kalau begitu aku pamit pulang dulu." Ucap Xui lalu membalikkan badannya dan berjalan menuju kediamannya.


Selama perjalanannya "Hmp kak Ling Yan sangat menyebalkan, entah apa yang sedang ia pikirkan hingga tidak menghiraukan ku tadi." Ucapnya kesal.