LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 81. Kedatangan Rombongan Putri Mahkota


Kota Teratai kediaman Klan Ling.


Perwakilan sakte seribu pedang yang baru saja sampai kemarin sore di kediaman Klan Ling, kini sudah mulai menyeleksi bakat-bakat muda kota Teratai yang ingin bergabung dengan sakte seribu pedang.


Terlihat ada banyak sekali peserta yang mengikuti ujian masuk sakte seribu pedang itu, baik dari Klan Ling dan Klan Li, maupun dari Klan Klan kecil lainnya yang bertempat tinggal di dalam kota Teratai.


"Maafkan kami paman, kami hanya menerima murid yang memiliki kekuatan pendekar perak serta belum mencapai umur 17 tahun." Ucap panitia ujian masuk yang kini tersenyum canggung pada seorang pria paruh baya yang ternyata juga berniat bergabung dengan sakte seribu pedang.


"Hei aku ini masih muda anak muda, eh maksudku kakak senior, lihatlah aku masih belum genap 17 tahun." Jawab pria paruh baya itu sambil memasang pose jari berbentuk v di tangannya.


Panitia ujian masuk tersebut kini hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, pasalnya anak kecil yang masih berumur 5 tahun saja pasti tidak akan percaya kalau pria paruh baya itu masih berumur 17 tahun, akan tetapi ia masih saja mengelak dan bersikeras berkata kalau ia masih begitu muda.


"Hei Yuan Li, bagaimana ini." Ucap salah satu temannya sambil menyikut pelan lengan pemuda bernama Yuan Li itu.


Sementara itu, Yuan Li yang mendapatkan sikutan dari temannya kini hanya menggelengkan kepalanya pelan sambil berkata. "Aku juga tidak tau." Jawabnya.


Tak berselang beberapa lama kemudian, entah dari mana datangnya, tiba-tiba seorang anak kecil berusia 5 tahun langsung memanggil pria paruh baya itu dengan panggilan ayah.


"Ayah, apa yang sedang kau lakukan disini, bukankah tadi ibu sudah menyuruhmu pulang untuk makan." Ucap bocah itu sambil menarik tangan pria paruh baya yang baru saja ia panggil dengan sebutan ayah.


Para panitia ujian masuk yang mendengar perkataan bocah itu kini langsung berteriak memanggil peserta selanjutnya.


"Se-lan-jut-nya!!!" Teriak Yuan Li lantang.


Sementara itu, pria paruh baya yang baru saja ketahuan kini langsung memarahi anaknya sambil berkata. "Dasar anak bodoh, bukankah aku sudah mengingatkan mu kemarin malam untuk memanggilku dengan sebutan kakak hari ini, ayo cepat kita pulang, aku akan memberimu pelajaran setelah ini." Umpatnya.


"Haih mengganggu saja orang itu, jelas-jelas dia sudah memiliki anak, tapi tetap saja berkata kalau ia masih berumur di bawah 17 tahun." Ucap Xui sambil menghela nafas panjang setelah melihat tingkah pria paruh baya tadi.


Ling Mei yang mendengar perkataan Xui sontak tertawa pelan sebelum berkata. "Hehehe, tentu saja, bahkan di luar sana masih banyak lagi yang melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh paman itu barusan, karena selain menjadi sakte terkuat di kekaisaran Wei, sakte seribu pedang juga merupakan salah satu sakte menengah jika dihitung dari kelima kekaisaran (kekaisaran Wei, Ning, Feng, Tang, dan kekaisaran Taiyang)." Jelas Ling Mei panjang lebar.


Xui yang mendengar penjelasan dari Ling Mei sontak manggut-manggut mengerti sambil terus menunggunya giliran keduanya yang masih lama.


Dilain tempat, rombongan putri Zhu Qing yang saat ini baru saja sampai di kediaman Klan Ling bersama jendral Wu, kini mendapati kediaman tersebut ramai akan peserta yang sedang mengantri untuk mengikuti ujian masuk sakte seribu pedang.


Kedatangan rombongan putri kerajaan itu sontak membuat semua orang yang ada disana langsung mengalihkan perhatiannya pada rombongan putri Zhu Qing.


Salah satu peserta yang langsung mengenali rombongan tersebut adalah rombongan kerajaan sontak berseru. "Eh bukannya itu rombongan keluarga kerajaan? lihat itu adalah putri Zhu Qing, kira-kira apa yang membuatnya datang kemari ya?" Ucapnya sontak membuat yang lainnya berseru dan mengatakan hal yang sama.


Ling Han yang baru mengetahui hal tersebut setelah mendengar seruan dari salah satu peserta, sontak langsung beranjak dari tempat duduknya dan langsung berlari ke arah kereta kuda milik Zhu Qing.


"Iya paman Wu, aku sudah tau." Tak lama kemudian, seorang gadis muda berusia 14 tahun kini keluar dari dalam kereta kuda dengan pakaian layaknya seorang yang melatih ilmu beladiri.


Walaupun Zhu Qing memakai pakaian seperti itu, akan tetapi bisa dilihat ia masih terlihat begitu cantik dan manis hingga membuat banyak peserta yang ingin mengikuti ujian langsung terpana melihat kecantikan gadis itu.


Xui dan juga Ling Mei yang melihat kedatangan Zhu Qing sontak juga melihat ke arahnya dengan tatapan mata yang seakan menyimpan banyak pertanyaan.


"Apa yang dilakukan tuan putri disini, apakah dia juga ingin mengikuti ujian masuk sakte seribu pedang?" Tanya Xui menebak dari pakaian yang dikenakan oleh Zhu Qing.


"Entahlah, tapi sepertinya yang kau katakan masuk akal." Jawab Ling Mei yang sama pemikirannya dengan Xui.


Ling Han yang kini baru saja sampai di tempat Zhu Qing dan jendral Wu beserta rombongannya sontak memberi hormat sambil mengepalkan kedua tangannya di depan.


"Emm hamba memberi hormat pada tuan putri kekaisaran Wei, aku selaku ketua Klan Ling meminta maaf kepada tuan putri karena tidak bisa menyambut kedatangan anda dengan baik." Ucapnya.


"Tidak masalah ketua Han, aku mengerti semua itu karena kau tidak mengetahui kami akan datang." Jawab Zhu Qing ramah.


"Emm kalau boleh tau, apa yang membuat tuan putri Zhu Qing datang ke kediaman klan kami ini." Tanya Ling Han lagi.


"Hmm bukan apa-apa, aku datang kemari hanya untuk bertemu dengan seseorang bernama Ling Yan, apakah dia ada di sini?" Ucap Zhu Qing yang sontak membuat seluruh anggota Klan Ling terkejut.


*****


Sementara itu di dalam hutan kegelapan, Ling Yan yang baru selesai mengisi perutnya, kini kembali melesat menggunakan ilmu meringankan tubuhnya memasuki bagian terdalam hutan kegelapan.


Terlihat juga binatang gaib anak harimau ekor api yang baru saja Ling Yan temukan kini sedang duduk manis di dalam pakaian Ling Yan dengan posisi hanya kepalanya saja yang terlihat.


Sebenarnya Ling Yan mendapatkan sedikit kesulitan pada saat pertama ingin menaruh harimau putih kecil itu di dalam pakaiannya karena ekor api yang ia miliki, namun Ling Yan akhirnya bisa mengatasi itu dan menggunakan tenaga dalamnya untuk melindungi ekor api itu agar tidak membakar pakaian ataupun tubuh Ling Yan.


Harimau putih kecil itu nampak begitu menikmati angin sepoi-sepoi yang menerpa wajahnya saat Ling Yan terus melangkahkan kakinya menuju bagian terdalam hutan.


Dalam perjalanannya kali ini, Ling Yan merasakan perbedaan yang begitu jauh dari saat pertama kali ia memasuki hutan kegelapan 2 hari yang lalu, pasalnya saat ini ia sangat jarang bahkan tidak pernah sama sekali bertemu dengan seekor siluman pun.


"Hmm mengapa aku tidak bertemu seekor siluman pun sekarang, padahal biasanyakan siluman-siluman disini pasti akan segera keluar jika merasakan kehadiranku." Gumam Ling Yan pelan.


Namun setelah beberapa saat memikirkan hal itu, Ling Yan lalu menggelengkan kepalanya sambil berkata. "Ehh... mengapa aku berpikir seperti ini, bukankah seharusnya aku bersyukur tidak ada yang menggangu perjalananku, hahh sudahlah."


Ling Yan lalu menghembuskan nafas panjangnya sambil mencoba membuang jauh-jauh pikirannya barusan, setelah itu Ling Yan lalu mempercepat langkahnya menuju tempat yang ia tuju berama dengan teman barunya.