LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 215. Belajar Pemahaman Ilmu Pedang


Zhao Zhang hanya menganggukkan kepalanya dan membuat Ling Yan tersenyum cerah.


"Terimakasih Ketua Zhao, berkat dirimu aku sekarang sudah mengerti apa yang harus aku lakukan."


Ling Yan lalu membawa pedang kayu yang sebelumnya diberikan oleh Zhao Zhang kepadanya kedalam arena dan mulai memperagakan teknik pedangnya sendiri yaitu teknik pedang yang pertamakali ia pelajari, teknik pedang api membelah samudra.


Sementara Zhao Zhang, ia kini hanya berdiri di dekat arena sambil memperhatikan gerakan-gerakan teknik pedang yang dilakukan oleh Ling Yan.


"Walaupun ia masih sangat muda, tapi pemahaman teknik berpedang yang ia miliki bisa dibilang cukup diatas rata-rata, sepertinya kelopak bunga mata jiwa itu membuatnya begitu bersemangat." Ujar Zhao Zhang sambil memperhatikan gerakan-gerakan Ling Yan.


Semakin lama ia melihat gerakan teknik pedang yang dilakukan oleh Ling Yan, Zhao Zhang juga terlihat semakin mengerutkan dahinya.


"Hmm bukankah teknik pedang ini sama dengan teknik pedang milik Shen Yu, bagaimana mungkin anak ini menguasainya dengan sangat cepat, bukankah ia belum lama menjadi muridnya." Zhao Zhang menatapnya heran.


"Penguasaannya pada setiap gerakannya bahkan sudah hampir menyamai Shen Yu, sungguh jenius yang sangat langka." Ujar Zhao Zhang sambil menggelengkan kepalanya.


Seandainya saja ia mengetahui kalau Ling Yan mendapatkannya sendiri dan sudah cukup lama menguasainya, mungkin ia tidak akan terlalu heran dengan penguasaan Ling Yan terhadap teknik tersebut.


Sementara itu dilain tempat, Han Li yang bertekad untuk menjadi murid inti paling muda dalam sejarah sekte seribu pedang terlihat sedang berlatih teknik bertarung baru yang diberikan oleh Ling Yan padanya tempo hari.


"Hiahhhhh ledakan petir!!!" Teriaknya sambil mengeluarkan siluet tenaga dalam berbentuk petir yang meledak pada saat membentur sasarannya.


Han Li tersebut puas dengan hasil latihannya dalam 3 hari terakhir ini dan sudah berhasil menguasai teknik tersebut walaupun ia masih memiliki sedikit kesulitan pada saat menggunakannya.


"Tenaga dalam ku terkuras cukup banyak karena aku belum sepenuhnya menguasai teknik ini, sepertinya memang tidak mudah untuk menjadi murid inti termuda dalam sejarah sekte seribu pedang." Gumamnya.


Han Li sendiri saat ini sudah berhasil naik ke tingkat pendekar berlian bintang 3 setelah sebelumnya tertahan di tingkat emas bintang 9.


Perkembangan Han Li yang cukup cepat itu juga karena ia sudah menukarkan semua poin misi yang ia miliki untuk mendapatkan pil dari paviliun rumah obat dan juga tiket masuk untuk berlatih di dalam menara seribu pedang.


"Sudahlah, tidak perlu memikirkan hal itu dulu, yang paling penting sekarang adalah berusaha semaksimal mungkin." Han Li kembali melanjutkan latihannya dan tanpa ia sadari seorang gadis yang tengah berdiri tidak jauh dari tempat tersebut tengah memperhatikannya dengan senyuman yang terukir di sudut bibirnya.


Selain Ling Yan dan juga Han Li, 2 orang murid sekte seribu pedang yang tidak lain adalah Shuyang dan juga Ling Mei pun tengah berlatih keras sendiri guna untuk menaikkan peringkat mereka masing-masing.


"Aku harus mengejar ketertinggalan ku dari Ling Yan, aku tidak ingin lagi menjadi beban seperti beberapa waktu lalu." Tekad Shuyang membara saat mengingat dirinya yang hampir terbunuh dalam misi pertamanya bersama Ling Yan.


Sementara Ling Mei


Sementara ke empat murid sekte seribu pedang itu berlatih, kini di kediaman murid inti sekte seribu pedang terlihat seorang pria bertubuh tegap berpakaian putih dengan lambang pedang tengah berlatih tanding dengan salah seorang tetua pedang yang tidak lain adalah gurunya sendiri.


Pria bertubuh tegap itu bernama Han Fung yang tidak lain adalah kakak laki-laki dari Han Li, dari keluarga Han yang tinggal di kota heihan.


Walaupun tidak termasuk dalam salah satu jajaran keluarga besar di kekaisaran Wei, namun keluarga Han merupakan salah satu keluarga pendekar yang terus melahirkan jenius-jenius beladiri seperti Han Li dan juga Han Fung.


Trang!!!


Dentingan pedang yang cukup keras serta keduanya yang telah mengambil jarak satu sama lain mengakhiri latih tanding yang di lakukan oleh kedua pendekar itu dan terlihat keduanya kini menyarungkan pedangnya masing-masing.


Guru dari Han Fung terlihat tersenyum puas dengan perkembangan muridnya yang begitu pesat bahkan penguasaan dalam ilmu pedangnya juga meningkat begitu tinggi.


"Pemahaman ilmu pedangmu meningkat sangat banyak, bisa dibilang kau sudah hampir menyamai pemahaman ilmu pedang yang aku miliki." Puji gurunya itu yang tidak lain adalah salah satu dari kelima jagoan sekte seribu pedang bernama Mu Beiyan.


Mu Beiyan sendiri adalah seorang salah satu jagoan sekte seribu pedang yang dijuluki sebagai pendekar pedang tanpa bayangan karena teknik pedangnya yang memiliki kecepatan yang hampir tidak bisa dilihat oleh mata lawan-lawannya.


Tingkat kekuatan yang di miliki oleh Mu Beiyan sudah berada di tingkat pendekar suci bintang 9, namun baru saja membuka tiga gerbang.


Mu Beiyan sendiri saat ini menjabat sebagai pembimbing murid dalam yang berada di peringkat 100 ke atas, serta memiliki 3 orang murid pribadi yang 2 dari ketiganya sudah menjadi murid inti yaitu Han Fung dan satu lagi bernama Qianhuang.


Murid ketiga dari Mu Beiyan sendiri adalah yang paling jenius di antara ketiganya, karena di umurnya yang saat itu baru 20 tahun, muridnya tersebut sudah menyandang nama sebagai salah satu dari tetua pedang, dan orang itu tidak lain tidak bukan adalah orang yang beberapa waktu lalu melakukan misi bersama Ling Yan yaitu Yan Shiki.


Catatan: Setelah para murid sekte seribu pedang menjadi murid inti dan berhasil menaikkan kultivasinya menjadi seorang pendekar senior bintang 5, maka murid tersebut akan diberikan kesempatan untuk menantang salah satu dari tetua pedang agar dirinya bisa di promosikan menjadi salah satu dari tetua pedang tersebut.


"Terimakasih guru, tapi perkembangan kekuatan yang aku miliki tidak mungkin akan menjadi seperti ini jika tidak dibimbing oleh guru." Jawab Han Feng sambil memberi hormat.


"Hmm.... sepertinya aku tidak akan ragu kalau nantinya kau akan bisa mengalahkan murid dari tetua Li Guang, Hahahaha aku sudah tidak sabar melihat ekspresinya saat menelan kekalahan muridnya darimu nanti."


Tawa Mu Beiyan sambil mengingat kembali Yan Shiki yang saat itu mengalahkan salah satu dari tetua pedang yang tidak lain merupakan murid dari Li Guang yang membuat dirinya terus tersenyum dalam lima hari setelah kemenangan Yan Shiki itu.


"Aku akan menantikan kekalahan kedua dari si tua bangka itu setelah 10 tahun berlalu." Batin Mu Beiyan sambil tertawa di dalam hatinya.


Akan tetapi sepertinya pemikirannya tersebut mungkin saja akan berubah menjadi hampa karena saat ini seorang murid luar sekte seribu pedang bisa saja mengincar posisi Han Fung.