
"Kita mulai latihannya, pertama ayo coba alirkan tenaga dalam yang kau miliki pada ranting kayu yang ada di tanganmu itu tanpa membuatnya patah seperti ini." Ujar Shuyang yang juga mempraktekkan apa yang baru saja ia katakan.
Ling Yan lalu mencoba hal yang sama dan baru saja ia mengalirkan tenaga dalam pada ranting kayu itu.
Ptak!!!
Ranting kayu yang ada ditangan Ling Yan langsung patah karena tekanan tenaga dalam yang Ling Yan miliki.
"Ah... sudah kuduga pengendalian tenaga dalam ku terlalu buruk." Ujar Ling Yan sambil tersenyum simpul.
"Ahhh...itu tida masalah, kau hanya perlu mencobanya lagi." Shuyang lalu memberikan sebuah ranting kayu lagi kepada Ling Yan yang memang sudah ia siapkan di dekatnya.
"Eh.... sejak kapan kau menyiapkan ranting kayu sebanyak itu." Ucap Ling Yan yang pandangannya tertuju pada tumpukan ranting kayu disebelah Shuyang.
"Oh, aku mengumpulkannya tadi, aku pikir kau akan menggunakan banyak ranting kayu dalam latihan, jadi aku mengumpulkannya untuk berjaga-jaga." Jawab Shuyang.
1 jam sudah berlalu saat Ling Yan memulai latihan pengendalian tenaga dalamnya, namun belum ada kemajuan pesat yang terlihat.
Ling Yan kini sudah menghabiskan lebih dari seratus ranting kayu dan membuat Shuyang harus boleh balik mengumpulkan ranting kayu yang lain.
"Hah.... ini ranting kayu ke 132." Ling Yan kembali mengalirkan tenaga dalam pada ranting kayu itu dan perlahan tenaga dalamnya sudah berhasil menyelimuti ranting kayu tersebut dengan sempurna.
"Wah... aku berhasil...." Shuyang tersenyum melihat kemajuan Ling Yan yang menurutnya begitu cepat dari yang ia bayangkan.
"Aku pikir dia akan menghabiskan sebanyak 500 ranting kayu untuk menguasai tahapan pertama." Batin Shuyang yang melihat Ling Yan memiliki bakat yang lebih baik darinya.
"Bisakah kita melanjutkan latihan ke tahap selanjutnya sekarang." Wajah Ling Yan kini terlihat begitu bersemangat setelah berhasil menyelesaikan latihan pertamanya.
Shuyang tersenyum canggung pada Ling Yan sambil membatin.
"Seharusnya aku yang belajar lebih banyak dari Ling Yan, tapi mengapa sekarang keadaannya terbalik seperti ini." Batinnya.
"Baiklah, latihan yang kedua adalah mengalirkan tenaga dalam yang lebih banyak kedalam ranting kayu dan membuatnya menjadi tajam seperti sebuah pedang." Shuyang lalu mengalirkan tenaga dalam yang lebih besar pada ranting kayu yang ada di tangannya hingga membentuk seperti sebuah mata pedang.
"Lihat, semakin tajam permukaannya, maka akan semakin besar efek kerusakan yang akan ia timbulkan." Shuyang lalu menyuruh Ling Yan menyerang sebuah batu besar yang berada tidak jauh dari tempat keduanya berdiri dengan menggunakan ranting kayu yang ada di tangannya.
"Hiah!!!!" Walaupun hanya sebuah ranting kayu biasa, tapi setelah Ling Yan mengalirkan tenaga dalam pada ranting itu, efek kerusakan yang ia timbulkan lumayan kuat.
"Wahhh Padahal ketajaman energi yang aku keluar tidak seberapa, tapi efek kerusakan yang ditimbulkan lumayan kuat." Gumam Ling Yan.
"Kau bisa lihat kan, itu jika bentuk dari tenaga dalam milikmu tidak tajam, tapi jika bentuk tenaga dalam yang kau alirkan seperti ini."
Sing!!!! Shuyang menyerang batu dengan ranting kayunya hingga membuat batu besar itu terbelah menjadi dua bagian.
"Maka sebuah ranting kayupun bisa memiliki ketajaman seperti sebuah pedang kualitas tinggi seperti pedang yang kau berikan padaku." Jelas Shuyang yang membuat Ling Yan sampai berdecak kagum.
"Baiklah itu adalah tahapan kedua sekaligus tahapan terakhir dari latihanku, maaf karena aku tidak bisa menemani latihanmu sekarang, karena ada seorang tetua pedang yang ingin menemui ku." Jelas Shuyang.
"Hmm aku mengerti, terima kasih telah mengajariku." Ling Yan menganggukkan kepalanya.
Shuyang lalu tersenyum sejenak sebelum melesat kembali ke kediaman murid luar karena seorang tetua pedang ingin bertemu dengannya.
Dari yang Ling Yan lihat, mungkin tetua pedang yang ingin menemui Shuyang adalah seorang pendekar ahli pedang pengguna elemen angin yang berkemungkinan ingin merekrutnya menjadi murid.
Ptak!!!
Ranting kayu yang ia genggam kembali patah karena tahap latihan kedua milik Shuyang memang jauh lebih sulit dari yang pertama.
"Sepertinya aku akan menghabiskan lebih banyak ranting kayu lagi." Ujar Ling Yan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Dari kejauhan terlihat Shen Yu yang Shen Yu sedang tersenyum melihat Ling Yan yang sedang berlatih.
"Anak ini memang seorang jenius, ia bahkan rela belajar ilmu pengendalian tenaga dalam dari seorang murid luar yang bahkan kekuatannya berada di bawahnya."
Sebenarnya Shen Yu tadinya ingin menemui Ling Yan untuk memberitahukan sebuah pencerahan pada latihannya, namun melihat Ling Yan yang sudah lebih dulu mendapatkan solusi yang mungkin lebih baik membuat Shen Yu mengurungkan niatnya dan ingin melihat seberapa jauh anak itu bisa berkembang sendiri.
Shen Yu nampak menatap Ling Yan selama beberapa waktu sebelum akhirnya memutuskan kembali ke paviliun rumah obat.
*****
Seminggu sudah berlalu sejak Ling Yan bergabung dengan sekte seribu pedang, ia terus menjalani hari-harinya dengan latihan mengendalikan tenaga dalam menggunakan ranting pohon.
Dalam latihannya itu, kini Ling Yan sudah berhasil menguasai setiap tahapan hingga sudah bisa menggunakan sebuah ranting pohon menjadi sebuah senjata yang begitu mematikan.
Ling Yan bahkan sudah sangat mahir menggunakan tenaga dalam hingga dapat membuat api spiritual miliknya menyelimuti sebuah ranting pohon yang ia gunakan sebagai alat latihan.
"Hiah!!!" Pedang api membelah samudra!!!" Teriaknya sambil mengarahkan serangan pada batu besar di hadapannya menggunakan ranting kayu.
Sing!!!!
Ranting kayu yang diselimuti oleh api kehidupan kini sudah berubah menjadi senjata tajam yang dengan sangat mudah bisa membelah sebuah batu.
"Wah!!! Ling Yan, itu tadi kekuatan yang sangat hebat!!!" Shuyang yang menyaksikan kekuatan Ling Yan yang luar biasa di buat sampai melongo karena kini kemampuan pengendalian tenaga dalam milik Ling Yan sudah berada di atasnya.
Ling Yan lalu menarik kembali tenaga dalamnya.
"Hehehe, ini semua juga berkat guruku yang hebat." Jawab Ling Yan sambil terkekeh.
"Sebagai rasa terimakasihku, aku ingin kau menjaga dan mempelajari ini juga." Ling Yan mengeluarkan sebuah gulungan teknik bertarung hitam tingkat tinggi bernama pedang petir melintasi langit yang ia dapatkan setelah mengalahkan Feng Yuan yang mengejarnya waktu itu.
Ia juga memberikan gulungan teknik bertarung bumi yakni teknik Pedang api petir yang ia dapatkan setelah membunuh salah satu tetua sekte petir hitam 2 tahun yang lalu.
Tentunya sebelum ia memberikan kedua teknik bertarung itu pada Shuyang, ia sudah mempelajari dan menguasainya terlebih dahulu.
"Hehehe walaupun itu adalah teknik bertarung yang menggunakan 2 elemen sekaligus, tapi setidaknya kau bisa mempelajarinya nanti setelah kau membuka elemen api di tubuhmu.
"Terimakasih Ling Yan, kedua teknik bertarung ini pasti akan sangat berguna bagiku." Jawab Shuyang yang merasa begitu senang di dalam hatinya.
"Ini adalah pertama kalinya seseorang begitu baik padaku, bukan hanya memberiku pedang, bahkan ia juga memberikan 2 teknik bertarung tingkat tinggi padaku.
jika ia tidak memberikan aku teknik bertarung ini, mungkin saat ini aku hanya memiliki 2 jenis teknik bertarung saja." Batin Shuyang.
Shuyang lalu bertekad di dalam hatinya bahwa apapun yang terjadi, ia pasti akan selalu mengikuti Ling Yan dan berusaha sebaik mungkin untuk membantunya jika sedang dalam kesulitan.