LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 294. Mengejar Yan Susu


Ling Yan kali ini hanya bisa menghela nafas berat dan sudah menduga kalau tidak akan mudah untuk meyakinkan mereka berdua, apalagi pulau es Utara juga terkenal dengan satu-satunya sekte yang tidak pernah kemasukan penyusup.


Bahkan saat ini hari sudah berganti menjadi malam disertai dengan hawa dingin yang berasal dari atas gunung es disebelah Utara sekte ini berdiri.


*****


Di malam yang begitu dingin dan gelap, 3 orang murid sekte pulau es utara yang sebenarnya adalah ketiga pendekar suci dari sekte naga suci terlihat sedang mengendap-endap mendekati sebuah gua es yang berada tepat di dekat gunung es tempat hawa dingin berasal.


"Apa benar ini tempatnya." Tanya Yuan Xuqi.


"Diamlah dan ikut saja, kita harus mendapatkan roh api dingin itu lalu pergi dari pulau ini, karena jika tidak, maka si pemabuk tua itu akan menjadikan kita sarung tinjunya." Ucap Liang Qi sebelum ketiga pendekar suci itu masuk.


Namun pada saat ketiganya sudah hampir setengah jalan, tiba-tiba seorang pendekar suci berpakaian serba putih yaitu Bing An menghadang jalan mereka.


"Jangan berpikir akan begitu mudah bagi kalian untuk mendapatkan api dingin dari sekte kami." Ucapnya sambil mengalirkan tenaga dalam.


Dan di detik berikutnya para jagoan sekte pulau es utara beserta Ling Yan dan juga Jin Yuan sudah berdiri untuk menghadang mereka di mulut gua.


"Kalian sudah terkepung!! Jangan berharap kalian bisa keluar dari sini hidup-hidup." Bentak Bing Xuyan sebelum telapak tangannya membentuk sebuah pedang dari es yang bening.


Ling Yan memang tidak berhasil meyakinkan Bing An jika ada orang lain yang menginginkan api dingin selain dirinya, tetapi ia berhasil membuat Bing An dan para petinggi sekte lain setuju untuk menjaga lokasi dimana api dingin berada.


Walaupun awalnya Bing Xuyan tidak setuju dengan hal tersebut, tetapi Bing An selaku raja pulau es utara pun menyetujuinya dengan syarat jika tidak ada satupun dari mereka yang datang, maka Ling Yan harus meninggalkan pulau ini besok pagi.


Awalnya Ling Yan sedikit keberatan, tetapi akhirnya ia menyetujuinya dan mengatakan jika ia benar maka Bing An harus membiarkan Xui mempelajari teknik yang sama dengan Qianlin.


Tentu saja hal itu juga membuat Bing An sedikit keberatan karena teknik tersebut adalah teknik turun temurun dari sektenya dan baru ada 3 orang yang mempelajari teknik tersebut termasuk Qianlin.


Namun setelah beberapa saat, entah mengapa Bing An malah menyetujuinya tanpa memberitahu alasannya setelah melihat kondisi tubuh Xui lebih teliti.


Sampai saat itu Ling Yan juga hanya bisa berharap ketiga pendekar suci ini benar-benar datang malam ini, dan ternyata keberuntungan masih berpihak kepada Ling Yan.


"Hanya pendekar sekelas kalian tidak akan cukup kuat untuk mengalahkan kami bertiga." Yuan Xuqi mencibir sebelum ketiganya kembali ke wajah semula.


Ketiga pendekar suci itu kini mengeluarkan senjata mereka masing-masing yaitu Huang Zitao yang bersenjatakan sebuah pedang, Liang Qi yang memakai 2 pedang kembar serta Yuan Xuqi yang menggunakan 2 buah pisau besar yang belum pernah Ling Yan lihat sebelumnya.


Para petinggi sekte pulau es utara serta Ling Yan juga mulai mengeluarkan senjatanya, tapi sebelum Ling Yan menarik pedang kabut ilusi dari sarungnya.


Bomm!!!!


Tiba-tiba sebuah ledakan dari dalam gua terdengar dan membuat gua es tersebut menjadi runtuh sebelum Ling Yan melihat seorang gadis berpakaian hitam berlari membawa sebuah benda berwarna putih berkilau di tangannya.


"Apa!!! Itu roh api dingin!! dia mengambil api dingin dari tempat kita." Teriak Bing Yue salah satu tetua sekte pulau es utara.


Disaat perhatian mereka sedikit terpecah, tiba-tiba Yuan Xuqi melepaskan energi pisau angin ke dua arah berbeda sebelum ketiga pendekar suci itu mengikuti langkah gadis berpakaian hitam yang membawa roh api dingin.


"Sial!! Jangan biarkan mereka lolos!!! Cepat kejar mereka." Teriak Bing Xuyan yang terkena sedikit luka karena tidak sempat menghindari serangan Yuan Xuqi.


"Aku tidak mungkin salah, tadi itu benar-benar Yan Susu." Batin Ling Yan sambil merapatkan giginya.


Tak lama kemudian arah berlari dari 3 orang pendekar suci tiba-tiba berubah dan membuat Ling Yan dan para petinggi sekte pulau es menjadi kebingungan.


Tapi sebelum para petinggi sekte bereaksi, Ling Yan dan Jin Yuan sudah terlebih dahulu bergerak dan mengejar ke arah Yan Susu, karena untuk saat ini roh api dingin lebih penting dari pada ketiga pendekar suci yang bisa saja membuat Ling Yan lebih cepat bertemu dengan Yun Zhao.


Sementara itu Yuan Xuqi terlihat sedikit kesal dengan keadaan karena mereka tidak berhasil merebut api dingin setelah Huang Zitao kembali mengubah rencana mereka.


"Si dewa mabuk itu, seandainya saja kita memiliki kekuatan yang lebih besar, kita tidak mungkin harus mundur seperti ini." Umpat Huang Zitao kesal.


Beberapa saat yang lalu Huang Zitao memang merasakan kehadiran sang dewa Mabuk tidak jauh dari tempat tersebut, itulah yang membuatnya memutuskan untuk merelakan roh api dingin.


Hanya saja kali ini ia hanya bisa berharap kalau ketua sektenya Yun Zhao bisa sedikit mengerti setelah ia menjelaskan keadaan yang menimpa mereka.


Di lain tempat, Yan Susu yang sedang berlari dari kejaran Jin Yuan dan Ling Yan terlihat melirik sekilas ke arah belakang sebelum mendapati tidak ada seorangpun yang terlihat mengejarnya.


Namun hal itu tidak membuatnya senang melainkan mengubah ekspresi wajahnya menjadi buruk, karena di detik berikutnya sebuah tinju kobaran api berwarna biru melesat cukup cepat ke arahnya.


Dengan sigap Yan Susu bereaksi dan menghindari serangan itu dan membuat tinju kobaran api itu mengenai bongkahan es besar sebelum akhirnya bongkahan es tersebut hancur berkeping-keping dan meleleh.


Yan Susu nampak menelan ludahnya kasar saat mendapati efek kerusakan yang dihasilkan serangan barusan.


"Ini.... Apa itu yang membuat Jin Fan dan Yuanrang mati pada pertempuran di sekte seribu pedang."


Tak lama kemudian Jin Yuan yang melihat Yan Susu berhasil menghindari serangan Ling Yan kini ikut maju dengan lengannya yang sudah ia ubah menjadi pedang.


Trang!!!!


Yan Susu menahan serangan tersebut dengan kipas besi miliknya, lalu dengan gerakan memutar, Yan Susu melompat mengambil jarak sebelum api naga Yin Yang menyelimuti kipas besi tersebut.


Hiahhh!!!


Dua silulet kobaran api berwarna abu-abu berbentuk pisau segera mengarah menuju Jin Yuan dengan kecepatan tinggi, namun api tersebut segera padam di saat Ling Yan muncul dengan api abadi di telapak tangannya.


"Serahkan api dingin itu pada kami!!" Ling Yan mulai menarik pedang kabut ilusi dari sarungnya dan segera pedang tersebut memancarkan aurat yang begitu kuat.


Yan Susu yang merasakan hal itu terlihat berekspresi begitu buruk karena aura pembunuh yang ada di dalam pedang kabut ilusi, tapi di detik berikutnya ekspresinya berubah kembali menjadi sebuah senyuman yang begitu mengerikan.


"Pedang itu..... Ternyata pedang ini yang di inginkan pak tua Gu Liang itu, pedang kabut ilusi." Ucap Yan Susu dengan senyuman mengerikan.


Ling Yan nampak mengerutkan dahinya saat mendapati ekspresi wajah Yan Susu yang tiba-tiba berubah menjadi senang.


"Tuan apakah dia sudah tidak waras." Tanya Jin Yuan dengan ekspresi wajah datarnya.