LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 256. Pertempuran di Mulai


"Aku mengerti apa yang kau rasakan saat ini, tapi kau harus percaya padanya, walaupun ini sudah cukup lama, tetapi aku yakin Ling Yan pasti bisa melewatinya." Ujar Shen Yu memberikan semangat kepada Xui.


Sementara Xui yang mendengar itu, ia hanya bisa mengangguk pelan sebelum kembali menatap ke arah menara seribu pedang.


"Aku akan menunggu, terimakasih sudah menyemangati ku master Shen." Ucap Ling Xuilan sambil tersenyum.


Shen Yu yang melihat itu hanya membalasnya dengan senyuman lembut sebelum berlalu meninggalkan Xui yang masih berdiri di depan menara seribu pedang.


"Kak Ling Yan... aku percaya kau bisa melakukannya." Setelah mengatakan kalimat itu, Xui akhirnya berlalu meninggalkan menara seribu pedang.


Tanpa ia sadari, di sudut sebua bangunan, Zhao Yun Zhi yang sedari tadi memperhatikan Ling Xuilan dan juga Shen Yu terlihat menatap ke arah menara sejenak sambil bergumam.


"Master.... sebenarnya apa yang terjadi di dalam sana." Gumam Zhao Yun Zhi pelan.


Entah sejak kapan ada sedikit rasa ketertarikan di hati Zhao Yun Zhi kepada Ling Yan, dan kali ini bahkan ia sudah merasakan kekhawatiran di dalam hatinya saat menatap menara seribu pedang yang masih diselimuti oleh aura yang sangat kuat, sampai akhirnya sebuah ledakan besar membuatnya terkejut.


Boom!!!!


"Apa!!! Apa yang baru saja terjadi." Zhao Yun Zhi yang terkejut sontak membalikkan pandangannya dan tertuju pada kepulan asap yang cukup tebal dari arah barat sekte seribu pedang.


Dengan ilmu meringankan tubuh yang ia miliki, Zhao Yun Zhi langsung melesat ke tempat terjadinya ledakan itu.


Ia bisa melihat ada banyak murid sekte seribu pedang yang juga melesat ke arah yang sama dengannya.


Lalu setelah beberapa waktu, karena melihat Yan Yang, Han Li dan yang lainnya juga sedang berlari menuju arah tersebut, Yun Zhi langsung menambah kecepatannya untuk menyusul mereka semua.


"Apa yang terjadi!! ledakan apa yang baru saja terdengar?" Tanya Yun Zhi saat berhasil menyusul teman-temannya itu.


Tetapi karena diantara mereka tidak ada yang mengetahuinya, mereka semua hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan sebelum menambah kecepatan berlari mereka masing-masing.


Hingga saat mereka sampai di lokasi tersebut, mereka akhirnya mendapati Yan Shiki yang baru saja membunuh 2 orang pendekar bertopeng bunga merah dengan pedang energi petirnya.


"Tetua Yan!!!" Teriak mereka bersamaan sebelum pandangan mereka tertuju pada kedua pendekar aliran hitam yang telah meregang nyawa itu.


Melihat kedatangan para murid itu membuat Yan Shiki mengubah ekspresinya menjadi serius sebelum berteriak.


"Periksa setiap sudut wilayah sekte, dan bersiap untuk bertempur!!" Teriak Yan Shiki dengan keras.


Dan benar saja, belum sempat para murid itu bereaksi, beberapa pembunuh bunga darah kini sudah kembali muncul sambil melemparkan beberapa pisau terbang ke arah para murid.


Hasilnya, 3 orang murid luar sekte seribu pedang menjadi korban dan membuat Yan Shiki berdecak kesal.


"Sialan." Yan Shiki merogoh jubahnya dan mengeluarkan sebuah benda panjang yang memiliki sumbu lalu dengan cepat meledakkannya.


Para murid sekte seribu pedang yang lain kini mulai menarik pedangnya masing-masing dan maju menyerang ke arah kelompok bunga darah yang baru saja muncul itu.


"Serang!!! Teriak salah seorang murid, namun di detik berikutnya puluhan pendekar aliran hitam yang lain kini sudah mulai bermunculan dan terlihat pada pedang mereka yang sudah bersimbah darah.


Di tempat lain nyatanya pertempuran yang sama juga sudah terjadi antara murid sekte seribu pedang melawan Aliansi aliran hitam yang masuk menyerang sekte.


Terlihat di atas sebuah bangunan yang cukup tinggi, seorang pendekar berambut putih dengan aura kematian yang ia miliki tengah berdiri menatap pertempuran yang sedang terjadi itu.


Tap....


Shen Yu sempat merasakan aura petarung yang cukup kuat berasal dari atas menara kini mendapati Gu Liang tengah berdiri sambil tersenyum menyeringai.


Gu Liang yang menyadari kehadiran seseorang kini mengalihkan pandangannya ke belakang dan mendapati Shen Yu yang menatapnya dingin.


"Sepertinya kaulah orang yang memiliki api semesta itu, aku bisa merasakannya dari aura api spiritual yang kau miliki." Ujar Gu Liang sambil menatap wajah Shen Yu dengan aura pembunuh di matanya.


Shen Yu menatap dingin orang yang berdiri di hadapannya itu dan menebak kalau pendekar suci yang ada di hadapannya adalah Gu Liang yang memiliki 2 api spiritual yaitu api hati dan api kematian.


Gu Liang yang melihat itu hanya tersenyum sinis sebelum ikut mengeluarkan sebuah senjata berupa dua buah Katar berwarna putih.


"Pedang yang bagus, tapi sepertinya kau sendiri tidak akan bisa mengalahkan kami berempat." Ujar Gu Liang yang tak lama kemudian Yan Susu Yuanrang dan Jin Fan kini sudah mendarat di dekatnya.


Namun tepat di saat itu terjadi, Zhao Zhang, Li Guang dan Long Tianming juga sudah mendarat tepat di dekat Shen Yu.


"Apakah kau butuh bantuan." Ucap Zhao Zhang yang sudah siap dengan pedang energinya.


Tatapannya tertuju pada Jin Fan yang saat ini sedikit terkejut melihatnya.


"Oh ternyata kau juga ada di sini, mari kita selesaikan pertarungan kita yang sudah kau tunda beberapa waktu yang lalu itu."


Zhao Zhang sedikit tersenyum mengejek Jin Fan yang menatapnya dengan sedikit keringat di dahinya.


"Kalian bertiga cepat juga." Ujar Shen Yu sebelum kembali menatap dingin ke arah ke empat pendekar aliran hitam itu.


"Aku akan mengurus si pendekar berambut putih itu, aku akan serahkan sisanya pada kalian." Ujar Shen Yu yang tidak mengalihkan pandangan dari Gu Liang sedikitpun.


Zhao Zhang dan yang lainnya mengangguk mengerti, dan di detik berikutnya, Zhao Zhang bergerak melemparkan 4 pedang energinya ke arah mereka berempat yang membuatnya terpaksa memisahkan diri.


Bersamaan dengan itu, ke empat pendekar aliran putih akhirnya bergerak memisahkan diri juga dan mendarat tepat di depan lawannya masing-masing.


Dan kali ini ke empat pendekar tingkat tinggi itu sudah berhadap-hadapan dimana Jin Fan berhadapan dengan Zhao Zhang, Shen Yu berhadapan dengan Gu Liang, Li Guang berhadapan dengan Yan Susu, dan Long Tianming berhadapan dengan Yuanrang.


Aura petarung dari masing-masing pendekar suci itu mulai saling menekan sebelum mereka semua bergerak secara bersamaan maju menyerang lawan mereka masing-masing.


Ting!!! Boom!!


Pertukaran jurus antara pendekar tingkat tinggi itu akhirnya dimulai dan pertarungan sengit antara ke empat pendekar aliran putih melawan empat pendekar aliran hitam tingkat tinggi akhirnya tidak dapat terelakkan, sementara keadaan sekte seribu pedang kini dipenuhi oleh pertarungan berdarah di setiap wilayahnya.


"Teknik pedang petir!! Amukan Naga Petir!!!" Shuyang berhasil mendaratkan serangan ke arah 2 orang pendekar perak aliran hitam yang baru saja ingin menyerang ke arah Zhu Qing.


Zhu Qing yang hampir saja terkena serangan tersebut terlihat berkeringat dingin, karena ini adalah pertama kalinya ia bertarung secara langsung.


Shuyang dan Han Li yang melihat itu sontak mendekatinya dan melindungi Zhu Qing secara bersamaan.


"Zhu Qing, dalam pertarungan seperti ini, jangan pernah ragu untuk membunuh lawanmu." Ucap Shuyang dengan nada sedikit berteriak.


"Ma... maafkan aku." Ucapnya sedikit bergetar dengan keringat dingin yang mengucur di punggungnya.


Sementara Zhao Yun Zhi, Ling Mei, dan juga Xui terlihat bergerak begitu apik dengan pedang ditangan mereka dan tercatat sudah membunuh lebih dari 20 pendekar aliran hitam.


Sementara dari kejauhan, Yan Shiki terlihat cukup kewalahan saat berhadapan dengan seorang pendekar senior bintang 9 dari sekte gunung tengkorak.


"Pedang iblis pembunuh!!!" Serangan yang dilakukan oleh pendekar aliran hitam itu hampir saja membuat Yan Shiki kehilangan nyawanya.


Untungnya Mu Beiyan yang baru saja sampai, bergerak tepat waktu menyerang pendekar tersebut dan membuatnya tewas seketika.


"Petir pengoyak langit!!!" Teriaknya sebelum pedang Mu Beiyan berhasil membelah dua tubuh dari seorang pendekar senior itu.


"Kau tidak apa-apa." Tanya Mu Beiyan pada muridnya itu.


Yan Shiki Sontak menganggukkan kepalanya sebelum berkata.


"Ketua Zhao Zhang dan yang lainnya sedang berhadapan dengan 4 pendekar pemilik api spiritual di atas sana." Ucap Yan Shiki sambil menunjuk ke arah pertarungan tersebut.


Mu Beiyan yang mendengar itu pun mengangguk mengerti sebelum melesat menuju tempat yang dimaksud oleh Yan Shiki itu.