
Saat memasuki gedung tersebut, seorang pendekar asosiasi yang mengenali Ling Yan langsung menyambutnya layaknya seorang tamu terhormat dan mempersilahkannya masuk ke ruang VIP.
Ling Yan hanya mengikuti arahan dari pria tersebut dan menunggu beberapa saat sebelum kemudian Gu Xingyi masuk kedalam bersama 2 orang pengawalnya.
"Salam tuan muda, apa ada yang bisa aku bantu?" Tanya Gu Xingyi sopan sambil tersenyum.
"Ya, aku membutuhkan banyak sekali inti kekuatan siluman tingkat 1 ataupun tingkat 2 untuk Xiao Hu." Jawab Ling Yan.
"Seberapa banyak yang tuan muda inginkan." Gu Xingyi nampak sudah terbiasa dengan hal tersebut karena memang sudah mengetahuinya sejak awal kalau pemuda di depannya memiliki seekor binatang gaib yang hanya memakan inti kekuatan siluman.
"Hmm jika kau memiliki sebanyak 300 buah untuk setiap inti kekuatan, maka aku ingin membeli semuanya." Ucap Ling Yan santai.
"Uhuk." Gu Xingyi tersedak nafasnya sendiri setelah mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Ling Yan, sedangkan kedua pengawalnya terlihat melebarkan matanya sambil ternganga.
"Tuan muda, kami memang memiliki lebih dari 300 buah inti kekuatan siluman tingkat 1 dan 2, tapi kami tidak mungkin menjual semuanya padamu, paling banyak kami bisa menjualnya padamu sebanyak 150 untuk inti kekuatan siluman tingkat 1, dan 150 lagi tingkat 2, karena kami juga membutuhkan sumberdaya itu untuk membuat pil bagi para anggota asosiasi kami." Jelas Gu Xingyi.
Ling Yan hanya mengangguk mengerti sebelum berkata. "Hmm hanya 300 ya, baiklah tidak masalah, berapa banyak yang harus aku bayar?" Tanya Ling Yan.
"Untuk 1 inti kekuatan siluman tingkat 1 harganya adalah 5.000 koin emas, sedangkan untuk tingkat 2 harganya 10.000 koin emas, jadi semuanya berumlah 2.250.000 koin emas." Jawab Gu Xingyi.
"Hmm baiklah, didalam cincin nat ini ada 3 juta koin emas, aku ingin menggunakan sisanya untuk membeli beberapa pil yang dapat membantu memulihkan tenaga dalam dengan cepat." Ucap Ling Yan sambil melemparkan sebuah cincin nat yang ia dapatkan dari Feng Yuan.
Sebenarnya di dalam cincin tersebut tidak hanya sekedar memiliki 3 juta koin emas saja melainkan ada lebih dari 10 juta koin emas di dalamnya serta beberapa teknik bertarung milik Feng Yuan.
Tentu saja Ling Yan sudah memindahkan sebagian koin emas dan teknik bertarung tersebut dan menyimpannya di dalam cincin natnya sendiri.
"Hehehe aku cukup beruntung karena berhasil membunuh si Feng Yuan itu, karena ternyata ia juga lumayan kaya." Ling Yan tersenyum sambil terkekeh di dalam hati.
Gu Xingyi yang menerima cincin nat tersebut sontak memeriksanya sebelum undur diri untuk menyiapkan barang yang Ling Yan pesan.
"Baiklah tuan muda, mohon untuk menunggu sebentar, aku akan menyiapkan pesanan tuan muda terlebih dahulu, sambil menunggu silahkan nikmati teh gunung cahaya yang aku bawa dari kekaisaran Tang." Gu Xingyi menuangkan teh gunung cahaya ke cangkir Ling Yan sebelum berlalu untuk menyiapkan barang yang Ling Yan inginkan.
Ling Yan nampak meraih cangkir berisi teh gunung cahaya tersebut dan mulai meminumnya perlahan.
"Hmm teh ini memang teh berkualitas tinggi, pantas saja ketua klan sangat menyukainya." Ling Yan bergumam sambil mengingat saat ia pernah melihat Ling Han yang begitu menikmati saat ia meminum teh ini beberapa tahun yang lalu.
Namun di samping khasiatnya itu, teh gunung cahaya sendiri juga merupakan salah satu sumber daya yang terbilang mahal, karena memiliki harga setara dengan sebuah inti kekuatan siluman tingkat 1 per gramnya.
"Hehehe jika ketua tahu kalau aku meminum teh ini secara gratis, pasti ia akan tersedak nafasnya sendiri." Gumam Ling Yan yang membayangkan ekspresi wajah ketua Klannya itu.
Ling Yan dulunya memang seringkali melihat Ling Han meminum teh ini di dalam kediamannya saat dirinya masih kecil dan bermain bersama Ling Mei, namun setelah Ling Yan mengetahui bahwa harga dari 1 gram teh ini setara dengan harga sebuah inti kekuatan siluman tingkat 1, disitulah ia baru mengerti kalau Ling Han pastinya menghabiskan lumayan banyak koin emas untuk mendapatkan teh tersebut.
"Hmm berbicara tentang ketua klan, aku jadi teringat pada Yu Fei dan Yu Qian, bagaimana keadaan mereka berdua sekarang ya?"
Sesaat setelah itu, Ling Yan yang memikirkan hal tentang kedua adik angkatnya tersebut sontak teringat akan sesuatu dan langsung saja membulatkan matanya.
"Tunggu dulu, bukankah Yu Ming adalah nama dari kakek Yu Fei dan Yu Qian, jangan-jangan Yu Ming yang dimaksud oleh pemilik toko pandai besi itu adalah....." Belum sempat Ling Yan menyelesaikan gumamannya, Gu Xingyi kini sudah kembali dan membawa sebuah cincin nat yang berisi barang yang di inginkan oleh Ling Yan.
Ling Yan sontak saja menghentikan gumamannya dan kembali bersikap seperti biasa di hadapan Gu Xingyi.
"Ini barang pesananmu tuan muda, semuanya ada di dalam cincin nat ini." Gu Xingyi menyerahkan cincin nat tersebut pada Ling Yan.
"Hmm terimakasih nona Gu, maaf karena aku tidak bisa berlama-lama karena ada urusan penting yang harus aku lakukan." Ling Yan menerima cincin tersebut sambil mengepalkan kedua tangannya ke depan.
"Ya aku mengerti tuan muda." Gu Xingyi hanya membalas dengan senyuman.
Ling Yan akhirnya berjalan keluar dari sana sambil memikirkan sesuatu di dalam benaknya.
"Jika Yu Ming yang dimaksud oleh pemilik toko pandai besi itu memang orang yang sama dengan kakek Yu Fei dan Yu Qian, itu artinya kakek dari mereka berdua memang bukanlah seorang pendekar sembarangan, tapi bagaimana bisa kakek dari kedua adik angkatku berakhir seperti itu." Ling Yan mulai menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi.
"Hmm sepertinya ada sesuatu yang tidak sederhana dan membuat Yu Ming ini seperti sekarang, apalagi pemilik toko pandai besi itu juga berkata jika meridian kecilnya tidak rusak, bukan tidak mungkin ia akan memiliki kekuatan yang mengimbangi Yu Ming, sementara saat ini ia sudah memiliki kekuatan seorang pendekar raja."
Ling Yan kemudian berpikir untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada kakek kedua adik angkatnya itu yang sepertinya ada hubungannya dengan pemilik toko pandai besi yang ia temui beberapa waktu lalu, dan juga...
"Sakte petir hitam, sepertinya ini juga berkaitan dengan pendekar tersebut yang menginginkan teknik ilmu halilintar bumi itu." Ling Yan lalu mengingat kembali serangan yang dilakukan oleh Klan Chu dan dibantu oleh 2 orang pendekar raja dari sakte petir hitam.
"Sepertinya aku harus meningkatkan kekuatanku terlebih dahulu sebelum melakukan hal ini, aku tidak ingin nantinya malah membuat semuanya menjadi lebih rumit karena tidak memiliki kekuatan untuk menghadapi kemungkinan terburuk yang akan terjadi." Ucap Ling Yan yang tidak ingin bertindak ceroboh.
Setelah memikirkan semuanya matang-matang akhirnya Ling Yan memutuskan untuk pergi menuju sakte seribu pedang terlebih dahulu dan mengikuti arahan dari gurunya.