
Sementara itu setelah kepergian Lui Yang, Ling Yan terlihat tersenyum penuh makna dan membatin di dalam hatinya.
"Sepertinya aku sudah menemukan siapa murid inti sekte yang akan aku tantang nantinya." Batin Ling Yan.
Melihat tatapan mata Ling Yan yang tertuju pada Lui Yang membuat Han Fung tersenyum tipis sambil mencoba membaca pikirannya.
"Ling Yan ini, walaupun ia adalah seorang murid luar, tapi aura petarung yang ia miliki tidak dapat aku rasakan, apakah kekuatan yang ia miliki berada di atas kekuatan ku?" batin Han Fung sambil mengikuti kemana arah pandangan mata Ling Yan saat ini.
"Hehehe jika memang kekuatan anak ini berada di atasku, dan ia berniat menantang Lui Yang, maka bisa dipastikan perkataan ku sebelumnya akan menjadi kenyataan." Batin Han Fung sambil tertawa kecil di dalam hatinya.
"Masih ada banyak waktu sebelum pertarungan di mulai, para tetua juga masih belum datang semuanya, bagaimana kalau kita berkeliling sejenak untuk melihat beberapa barang." Ajak Han Fung yang langsung di setujui oleh Ling Yan, karena ia berniat mencari beberapa beberapa sumber daya untuk racikan pil pelindung jiwanya.
"Aku juga berniat mencari beberapa barang, aku akan ikut denganmu." Jawab Han Li pada Ling Yan.
Sementara Shuyang dan yang lainnya hanya mengekor di belakang dengan Ling Yan yang menjadi pemimpin jalan di depan bersama Han Fung.
Kini mereka berjalan di sekitaran murid yang menjual berbagai macam bahan obat dan disana Ling Yan bisa melihat di antara berbagai bahan obat tersebut ada beberapa bahan yang cukup langka namun Ling Yan sudah memiliki itu semua.
Ling Yan mengedarkan pandangannya ke arah beberapa tempat tapi ia masih belum bisa mendapatkan apa yang ia cari saat ini.
"Hmm dimana ya....."
Melihat ekspresi Ling Yan yang masih kebingungan membuat Han Fung tertarik dan bertanya pada juniornya itu.
"Ada apa junior Yan, apakah bahan yang kau cari tidak ada di salah satu kedai ini." Tanya Han Fung.
"Entahlah, aku masih belum melihatnya." Jawab Ling Yan sambil mencari di setiap kedai.
"Memangnya bahan obat seperti apa yang kau butuhkan." Tanya Han Fung penasaran.
"Ah itu.... aku hanya butuh 2 bahan obat, namanya buah kristal bodhi dan sari bunga lotus ungu." Jawab Ling Yan jujur.
Sebenarnya pil pelindung jiwa yang ingin diracik oleh Ling Yan membutuhkan 4 jenis bahan yaitu buah kristal bodhi, sari bunga lotus ungu, kelopak bunga mata jiwa, dan yang terakhir adalah kristal siluman elemen api tingkat 3.
Ling Yan sudah memiliki kristal siluman bintang 3 di dalam cincin natnya, bahkan ada begitu banyak karena semua itu ia siapkan untuk makanan Xiao Hu, sementara kelopak bunga mata jiwa, Ling Yan harus mendapatkannya pada pertandingan nanti.
"Sari bunga lotus ungu, aku tadi melihat satu di sebelah sana, ayo biar aku tunjukkan." Han Fung lalu membawa Ling Yan ke arah salah satu kedai di tempat tersebut dan benar saja bahan obat itu ada di sana.
"Wah ternyata ini yang dinamakan sari bunga lotus ungu." Ujar Shuyang yang baru pertamakali melihat bahan obat tersebut.
"Walaupun ini bukanlah bahan obat langka, tapi ini cukup sulit untuk di dapatkan, kau bisa memilikinya dengan harga 30 poin misi." Ujar pemilik kedai itu yang juga seorang murid sekte.
"30 poin misi? Knapa mahal sekali? tidak bisakah kau mengurangi harganya sedikit." Jawab Ling Xuilan menawar dengan senyuman manisnya.
"Ah maafkan aku nona, aku hanya bisa mengurangi sebanyak 5 poin misi saja, jadi harganya adalah 25 poin misi." Jawab pemilik kedai itu.
Dengan cepat Ling Yan memindahkan 25 poin misi miliknya kedalam kartu milik pemilik kedai itu dan setelahnya ia pun mendapat barang yang ia beli.
"Bagus, sekarang hanya perlu mencari satu bahan obat lagi." Ujar Ling Yan sambil tersenyum senang.
"Ekhm untuk bahan obat itu.... sebenarnya aku punya satu." Celetuk Han Fung sambil mengeluarkan buah kristal bodhi miliknya.
Ling Yan yang melihat itu nampak mengerutkan dahinya karena dari perkataan Han Fung ini seakan-akan ia seperti tidak menginginkan bahan obat tersebut tetapi ia mungkin menginginkan sesuatu yang lain.
"Sepertinya aku tidak bisa mendapatkannya secara gratis, bukan begitu?" Ucap Ling Yan yang membuat Han Fung terkekeh.
"Hehehe terlalu terlihat ya, aku memang tidak terlalu membutuhkannya, mungkin jika kau punya sebuah barang yang ingin kau tukarkan dengan bahan obat ini dan barang itu dapat membuat ku tertarik, kau bisa memilikinya tanpa membayar poin misi atau koin emas padaku." Sambung Han Fung sambil tersenyum.
Ling Yan terdiam sejenak sambil membatin.
"Harga dari bahan obat itu pasti cukup tinggi, mungkin lebih tinggi dari sari bunga lotus ungu ini, barang seperti apa yang sebaiknya aku berikan padanya." Batin Ling Yan.
"Apakah kau memerlukan bantuanku untuk melihat apa yang paling di inginkan olehnya." Suara api abadi tiba-tiba terdengar dari dalam pikiran Ling Yan.
"Tentu saja, berikan aku waktu beberapa menit." Jawab api abadi.
Ling Yan masih terlihat diam berpikir sambil menatap wajah Han Fung seperti sedang mencari sesuatu disana, tapi sebenarnya tindakannya tersebut diperuntukkan agar api abadi bisa membaca pikiran orang di hadapannya itu.
"Hahaha, Ling Yan, sebaiknya kau memberikan dia sebuah teknik bertarung atau sebuah barang yang dapat membuatnya meningkatkan tenaga dalamnya, tapi mungkin ia akan lebih senang jika kau berikan teknik bertarung elemen petir." Ucap api abadi di dalam pikiran Ling Yan.
Ling lalu tersebut tipis sebelum akhirnya mengeluarkan sebuah gulungan dari dalam cincin natnya.
"Apakah sebuah teknik bertarung petir tingkat Hitam dapat membuatmu tertarik." Jawab Ling Yan sambil memperlihatkan gulungan tersebut.
"Eh teknik bertarung petir." Han Fung sedikit terkejut dengan jawaban Ling Yan dan membatin.
"Apakah ini hanya sebuah kebetulan, dari mana ia tahu kalau aku sangat membutuhkan sebuah teknik bertarung elemen petir?" Batin Han Fung.
"Emm bisakah aku melihat teknik itu terlebih dahulu?" Han Fung hanya ingin memastikan bahwa teknik tersebut benar-benar adalah teknik bertarung hitam.
Ling Yan tidak keberatan dan langsung memberikan gulungan tersebut pada Han Fung dan benar saja Han Fung langsung mengangguk setuju setelah melihat gulungan tersebut yang berisi teknik bertarung petir bernama teknik pedang angin petir, sayatan pedang badai petir.
"Emm baiklah aku terima gulungan ini, sekarang bahan obat ini adalah milikmu." Han Fung lalu memberikan bunga kristal bodhi miliknya pada Ling Yan.
Sebenarnya gulungan teknik yang ingin diberikan oleh Ling Yan hanyalah teknik hitam tingkat menengah, tetapi mendapati tidak ada lagi teknik bertarung hitam elemen petir yang lain di dalam cincin natnya, Ling Yan akhirnya memberikan teknik 2 jenis elemen itu pada Han Fung.
Sambil tersenyum senang Ling Yan menerima nya dan langsung memasukkannya kedalam cincin natnya.
"Walaupun aku belum pernah mempelajarinya, tetapi aku sudah menyalin teknik itu sebelumnya, dengan ini, aku hanya perlu memenangkan semua pertarungan yang akan aku lakukan nanti di atas arena." Batin Ling Yan.